Lanjutan novel kultivator pengembara
Jian Feng berakhir mati dan di buang ke pusaran reinkarnasi dan masuk ke tubuh seorang pemuda sampah yang di anggap cacat karena memiliki Dantian yang tersumbat.
Dengan pengetahuannya Jian Feng akan kembali merangkak untuk balas dendam dan menjadi yang terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5: Manipulasi Sang Pion
Debu dan asap hitam masih mengepul dari reruntuhan kamar, namun atmosfer di sekitar paviliun mendadak menjadi sangat berat.
Ayah Xiao Feng—Xiao Zhen—berdiri dengan tangan di belakang punggung, memancarkan aura yang begitu pekat hingga udara di sekitarnya tampak bergetar.
Sebagai seorang praktisi di ranah Manifestasi Roh Tingkat 1, keberadaannya adalah hukum absolut di kediaman ini.
Jian Feng merasakan tekanan tersebut menghantam dadanya seperti palu godam.
Tulang-tulangnya berderit, dan raga Xiao Feng yang lemah mulai gemetar di bawah tekanan gravitasi spiritual yang dilepaskan sang ayah.
"Manifestasi Roh..." batin Jian Feng, matanya menyipit tajam. "Perbedaan empat ranah besar. Dengan tubuh sampah ini, melawan secara langsung sekarang sama saja dengan menyerahkan nyawa pada takdir yang konyol."
Namun, Jian Feng bukanlah pemuda bodoh. Ia adalah entitas yang pernah membelah langit.
Jika ia tidak bisa meruntuhkan gunung ini dengan kekuatan, maka ia akan menjadikan gunung ini sebagai pijakan untuk menggapai awan.
Xiao Zhen melangkah maju, sorot matanya penuh kebencian. "Berani sekali kau menghina ayahmu setelah menghancurkan fasilitas keluarga ini? Pedang mainan di tanganmu itu tidak akan bisa menyelamatkanmu dari hukuman cambuk!"
Jian Feng perlahan memadamkan pedang petir-airnya, membiarkan partikel energinya kembali ke alam.
Ia mengangkat tangannya tinggi-pelan, menunjukkan bahwa ia tidak berniat menyerang.
"Hukuman?haha." Jian Feng tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat dewasa dan tenang, sama sekali tidak seperti Xiao Feng yang biasanya.
"Ayah, kau selalu mengeluh tentang reputasi keluarga Xiao yang merosot di mata klan-klan besar di Benua Gagak Hitam. Namun, saat putra kandungmu berhasil menemukan cara untuk memanipulasi dua elemen sekaligus tanpa bantuan Inti Qi, kau justru ingin mencambuknya?"
Xiao Zhen tertegun. Langkahnya terhenti. Sebagai pemimpin keluarga, ia tahu betapa mustahilnya menggabungkan dua elemen yang bertolak belakang, apalagi bagi seseorang di ranah Pengerasan Dasar.
"Apa maksudmu? Teknik tadi... itu bukan karena artefak Qing Laoyue?" tanya Xiao Zhen, suaranya sedikit melunak oleh rasa penasaran yang dipaksakan.
Jian Feng melangkah keluar dari tumpukan kayu, berdiri tegak di hadapan ayahnya tanpa menundukkan kepala.
"Artefak itu hanya pemantik. Kekuatan sebenarnya berasal dari pemahaman hukum alam yang baru saja kutemukan," bohong Jian Feng dengan sangat meyakinkan. "Keluarga Xiao saat ini hanyalah Klan kelas tiga yang menunggu waktu untuk ditelan oleh klan-klan di pusat benua. Jika kau membunuhku atau membuangku, kau baru saja membuang satu-satunya tiket bagi keluarga ini untuk bangkit dari lumpur."
Xiao Zhen menyipitkan mata, mencoba mendeteksi kebohongan di wajah Jian Feng. Namun, yang ia temukan hanyalah ketenangan sedalam samudra dan ambisi yang membara.
"Kau hanyalah sampah di tingkat 5 Pengerasan Dasar. Bagaimana kau bisa menjamin masa depan keluarga?"
"Investasi, Ayah," balas Jian Feng dengan nada dingin. "Berikan aku akses penuh ke perpustakaan terlarang, paviliun obat-obatan, dan sepuluh ribu batu energi setiap bulannya. Sebagai gantinya, dalam enam bulan, aku akan membawa nama Xiao menjadi nama yang ditakuti di turnamen tahunan Benua Gagak Hitam. Jika aku gagal, kau bisa mengambil kepalaku sendiri."
Para pelayan dan penjaga yang menyaksikan dari kejauhan menahan napas. Mereka belum pernah melihat Xiao Feng bicara seberani ini.
Xiao Zhen terdiam cukup lama, mempertimbangkan antara logika dan emosinya. Sebagai seorang yang selalu ingin untung, tawaran Jian Feng terdengar terlalu manis untuk dilewatkan.
"Kau sangat sombong untuk ukuran seorang cacat," ucap Xiao Zhen, namun auranya yang menekan mulai menghilang. "Baiklah. Aku akan memberimu satu paviliun khusus dan semua sumber daya yang kau minta. Tapi ingat, setiap batu energi yang kau gunakan harus dibayar dengan hasil. Jika dalam sebulan kau tidak menunjukkan kemajuan yang signifikan, aku sendiri yang akan menghancurkan meridianmu selamanya."
Jian Feng menyeringai. "Kesepakatan yang adil. Sekarang, suruh orang-orangmu membersihkan kekacauan ini dan bawakan aku sepuluh botol pil pengumpul Qi tingkat menengah. Aku tidak punya waktu untuk tidur."
Xiao Zhen berbalik, memberi isyarat pada para pengawal untuk membubarkan diri. "Jangan buat aku menyesali keputusan ini, Xiao Feng."
Setelah kerumunan itu bubar, Jian Feng masuk ke dalam reruntuhan kamarnya yang kini terbuka menghadap langit malam.
Ia melihat tangannya yang gemetar karena menahan tekanan Manifestasi Roh tadi.
"Keluarga Xiao... kalian hanyalah batu loncatan," desis Jian Feng. "Nikmatilah saat-saat kalian merasa menjadi majikanku. Karena begitu aku mencapai hal yang inginkan, tidak akan ada satu pun dari kalian yang layak menatap mataku."
Ia duduk kembali di sisa-sisa tempat tidurnya, menatap bulan sabit di langit. Memorinya kembali pada Lin Xue.
"Satu langkah lagi menuju kekuatan yang sebenarnya, Lin Xue. Tunggu aku."
thor lu kaya Jiang Feng