NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Perjodohan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Malamfeaver

___Folow Ig:gaabriiellaaa12

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 6 kena hukum

Malam itu berakhir dengan debaran jantung yang tak keruan bagi Vanya. Setelah diantar pulang oleh Aiden dengan sisa-sisa gombalan mesum di dalam mobil, Vanya langsung menghambur ke kamar, membenamkan wajahnya di bantal, dan tertidur lelap tanpa sempat memikirkan hari esok.

​Senin pagi. Sinar matahari Jakarta yang garang menusuk celah gorden, tapi Vanya masih meringkuk di balik selimut sutranya.

​"Non Vanya! Bangun, Non! Sudah jam tujuh lewat!" teriak bibi dari balik pintu.

​Vanya tersentak, nyawanya seolah ditarik paksa. "Hah?! Jam tujuh?!"

​Gadis itu melompat dari kasur.

Mandi kilat yang lebih mirip lari maraton di bawah shower lalu memakai seragamnya asal-asalan. Ia bahkan tak sempat pumping dengan benar, hanya berharap hari ini cadangannya tidak meluap sebelum jam pulang.

Tanpa sarapan, ia menyambar tasnya dan menyuruh sopir pribadinya mengebut seolah sedang ikut balapan .

​Sampai di depan SMA Global Cendekia, gerbang besar itu sudah terkunci rapat. Di tengah lapangan, barisan siswa sudah rapi mengikuti upacara bendera. Vanya meringis, ia diseret oleh guru piket untuk berdiri di barisan siswa terlambat telat di pinggir lapangan.

​Di atas podium, Aiden Raditya berdiri tegak dengan atribut OSIS lengkap. Wajahnya yang dingin makin terlihat menyeramkan di bawah terik matahari. Tatapannya menyapu lapangan, sampai akhirnya berhenti tepat di bola mata Vanya yang sedang menunduk ketakutan.

​Aiden menggeram dalam hati. Bocah ini... baru masuk udah bikin ulah, batinnya kesal, meski ada sedikit rasa gemas melihat rambut Vanya yang agak berantakan.

​Upacara selesai. Aiden turun dari podium dan menghampiri Bagas, wakilnya yang berbadan bongsor.

​"Gas, urus anak-anak telat. Kasih hukuman bersihin gudang belakang sampai jam istirahat. Jangan ada yang bolos," perintah Aiden tegas.

​Bagas menyeringai, melirik Vanya yang ada di barisan depan. "Siap, Termasuk cewek cantik yang itu juga?"

​Aiden menatap Bagas tajam, aura dinginnya keluar.

"Khusus yang itu... jagain. Jangan sampai lecet. Kalau udah beres, suruh dia langsung ke ruang OSIS. Jangan ke mana-mana."

​Bagas melongo, tapi kemudian mengangguk paham.

"Aman, Aiden. Protektif amat elah."

​Vanya merasa mau pingsan. Membersihkan gudang sekolah yang debunya setebal kamus bahasa Inggris benar-benar bukan gayanya.

Ia berkali-kali bersin dan mengeluh manja, membuat Bagas hanya bisa geleng-geleng kepala.

​"Duh, capek bangettt... debunya jahat banget sama hidung Vanya," keluh Vanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya.

​Begitu bel istirahat berbunyi, Bagas mendekat.

"Udah, Van. Sono pergi. Aiden udah nungguin lo di ruang OSIS. Kalau gue telat nyuruh lo ke sana, bisa-bisa jabatan gue dicopot."

​Vanya mendengus, tapi hatinya sedikit senang karena bisa lepas dari debu.

Ia berjalan menuju ruang OSIS di lantai dua. Begitu masuk, ruangan itu sepi, hanya ada Aiden yang sedang duduk di kursinya sambil membaca laporan.

​Vanya menutup pintu dengan pelan, lalu berjalan mendekat dengan langkah diseret. Wajahnya ditekuk, keringat tipis membasahi keningnya.

​"Kak Aideeeennn..." rengek Vanya. Ia berdiri di samping meja Aiden sambil memegang lengan seragam cowok itu.

​Aiden mendongak, menatap Vanya datar. "Telat di hari Senin. Bagus ya prestasinya."

​Vanya langsung mengerucutkan bibirnya.

Ia mulai mengeluarkan jurus andalannya. "Ihh, jangan galak-galak donggg....gwehh kan capek banget tadi bersihin gudang. Tangan gweh sampe kotor gini loh, liat dehhh!"

​Vanya mengacungkan tangannya yang sedikit berdebu ke depan wajah Aiden. yang omongan manja itu selalu keluar kalau dia sedang ingin dikasihani.

sebuah cara panggil yang cuma ia pakai di depan Aiden supaya cowok itu luluh.

"Gweh tadi subuh tuh nggak bisa tidur taukk, kepikiran Kakak... eh maksudnya kepikiran nikah itu! Jadi telat bangun!"

​Aiden yang tadinya mau marah besar, tiba-tiba tak tahan untuk tidak tertawa kecil. Suara tawa yang sangat langka terdengar di sekolah ini.

Ia menarik pinggang Vanya, membuat gadis itu berdiri tepat di antara kedua kakinya.

​"Gwehh gwehh apa? Emang gue emak lo?" ejek Aiden, tapi tangannya bergerak lembut mengusap debu di pipi Vanya.

​"Ih, Kak Aiden mah gitu! Gwehh kan emang manja!" Vanya memukul bahu Aiden pelan, lalu menyandarkan kepalanya di dada cowok itu.

​Aiden terdiam sejenak, menatap wajah Vanya yang sangat dekat.

Tanpa sadar, Aiden menunduk dan mengecup kening Vanya dengan lama dan lembut. Tepat saat itu, pintu ruang OSIS sedikit terbuka.

​"Permisi, Ka..." Seorang pengurus OSIS lain hampir masuk, tapi Aiden dengan cepat

mendorong kepala Vanya agar bersembunyi di balik tubuhnya yang lebar sambil menatap pintu dengan tajam.

​"Keluar. Gue lagi sibuk," bentak Aiden dingin. Pengurus itu langsung lari terbirit-birit.

​"Laper," ucap Vanya singkat setelah suasana aman.

​"Ya udah, ayo ke kantin. Tapi jangan lari-lari, entah kenapa lo keliatan... makin penuh hari ini," ucap Aiden melirik bagian dada Vanya yang memang mulai terasa berat lagi karena belum di pumping.

​Vanya merona. "Ih! Mesumnya mulai dehh!"

​Di kantin, Elsa sudah menunggu dengan dua porsi bakso favorit mereka.

"Vanya! Sini!" teriak Elsa heboh.

​Vanya duduk di samping Elsa, sementara Aiden duduk di hadapan mereka, membuat seisi kantin berbisik-bisik melihat Ketua OSIS makan bareng siswi baru yang telat tadi.

​"Gila ya lo, Van. Baru juga masuk udah dapet pengawalan VIP," bisik Elsa sambil menyenggol lengan Vanya.

​Vanya tertawa kecil, ia mulai mengambil sendok dan hendak menyuap baksonya yang masih mengepul panas. Namun, tiba-tiba...

​BRAAAKKKK!!!

​Meja kayu itu digebrak dengan sangat keras sampai kuah bakso Vanya muncrat mengenai seragam putihnya.

Seorang siswi dengan tatapan penuh kebencian berdiri di samping meja mereka, napasnya memburu, dan tangannya masih menempel di atas meja.

​"Ooh, jadi ini jalang baru yang berani deketin Aiden?" ucap cewek itu dengan suara melengking.

1
Bunda Silvia
sukurin impas itu cuman 1 laki2 lah lo 2 cewek sekaligus nempel2 di biarin aja
Bunda Silvia
bego giliran ketahuan sama istri baru marah meluap2 tadi ngapain aja diem di pepet 2 perempuan emang ngga peka lo jadi laki2 aiden
Bunda Silvia
bidoh aiden emang keterlaluan egois kemauan dia maunya di turutin tapi dia ngga peka anter jemput istri sekolah selagi libur apa salahnya
Haryati Atik Atik
masa anak sma gak bisa bedain gula manja boleh bodoh jgn
Haryati Atik Atik
benci dgn sifat nya Aiden yg gak jujur kan biar sekli masuk penjara
Bunda Silvia
bukanya else dateng ke pernikahan vanya ko dia ngga tau kan ijut sama bagas juga
Qaisaa Nazarudin
Makanya tau masih kecil udah main JANJI2 aja sampe2 sengaja beliin CINCIN BERLIAN pula,bukan EMAS biasa yah..
Qaisaa Nazarudin
Waahh baru SMP aja udah di kasih CINCIN BERLIAN,bukan kaleng2 gaya pacaran nya anak SULTAN,aku dulu main kawin kawinan di kasih CINCIN dari daun singkong yg disimpul gitu lho, Apa kabar ya SUAMI masa KECIL ku sekarang yah?? 🤔🤔🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Udah kayak Baby aja ya punya insting saat ibunya ada..😄
Qaisaa Nazarudin
Nah kan bener situasi seperti ini selalu berhasil meluluhkan si wanitanya..
Qaisaa Nazarudin
Biasanya situasi kek gini yang dijadiin Alesan biar si Wanitanya LULUH, biasanya kan gitu..
Qaisaa Nazarudin
Salah kalian para ORTU juga sih,Tau Anak2 masih pada Labil malah di Nikahkan hanya dengan ALASAN karena Anak kalian Butuh ASI demi MENYAMBUNG hidupnya ckk Egois banget.
Qaisaa Nazarudin
Tujuan awal NIKAH aja udah SALAH,Hanya untuk kesehatan dirinya demi asupan untuk menyambung hidupnya doang..
Qaisaa Nazarudin
Lumayan
Qaisaa Nazarudin
Seolah Aiden Nikahin Vanya hanya untuk manpaatin Vanya demi kesejatannya doang..
Qaisaa Nazarudin
Waah LICIK Aiden dia tau Vanya Marah ke dia,Dan pasti gak mau ketemu sama dia,Makanya dia bawak adeknya biar Vanya busa luluh..
Qaisaa Nazarudin
Kan bukan salah kamu,Munta aja utk diliat CCTV nya..kamu kan cuman membela diri..Aiden juga maunya kamu bersikap TEGAS dan jangan Manja..
Qaisaa Nazarudin
Karena Aiden pengen luat sampai dimana Vanya mau ditindas..
Qaisaa Nazarudin
Woowww niat banget Aiden mau nina ninu ,udah persiapan aja,emangnya Vanya mau? 🤣🤣🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ku pikir Aiden itu tulus, ternyata ada udang di balik bakwan,Makanya aku sempat heran,Baru aja ketemu tapi sikapnya udah kayak orang udah pacaran lama aja kan..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!