NovelToon NovelToon
My Hot Kakak Ipar

My Hot Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:Berondong / Cinta Terlarang / Masalah Pertumbuhan / Slice of Life / Romansa pedesaan / Tamat
Popularitas:399.9k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Ini cerita sederhana seorang pemuda di pedesaan. Tentang masalah pertumbuhan dan ketertarikan terlarang. Punya kakak ipar yang cantik dan seksi, itulah yang di alami Rangga. Cowok berusia 17 tahun itu sedang berada di masa puber dan tak bisa menahan diri untuk tak jatuh cinta pada sang kakak ipar. Terlebih mereka tinggal serumah.

Semuanya kacau saat ibunya Rangga meninggal. Karena semenjak itu, dia semakin sering berduaan di rumah dengan Dita. Tak jarang Rangga menyaksikan Dita berpakaian minim dan membuat jiwa kejantanannya goyah. Rangga berusaha menahan diri, sampai suatu hari Dita menghampirinya.

"Aku tahu kau tertarik padaku, Dek. Aku bisa melihatnya dari tatapanmu?" ucapnya sembari tersenyum manis. Membuat jantung Rangga berdentum keras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10 - Traktir

Dahi Dita berkerut dalam. "Kenapa begitu? Kau takut merepotkanku? Begitu?" tukasnya.

"Iya, Kak. Lagian aku ingin membiasakan diri nyuci baju sendiri," sahut Rangga.

"Ya udah deh, aku nggak akan maksa. Btw, badanmu bagus juga ya, Dek. Kalau kau daftar polisi, pasti bakal lulus juga seperti abangmu," kata Dita.

Rangga mengelus tubuhnya yang memang atletis. Dia merasa canggung sekaligus gugup. "Makasih, Kak. Tapi aku nggak mau jadi polisi," ungkapnya.

"Terserah kamu deh. Kau sebaiknya mandi. Nanti telat ke sekolah," tanggap Dita.

Rangga mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi. Saat itulah dia merasa lega. Selesai mandi, Rangga mengenakan seragam dan bersiap pergi ke sekolah. Namun sebelum pergi, dia sarapan terlebih dahulu. Sementara Dita tampak sibuk mencuci piring.

"Kak, aku berangkat ya..." imbuh Rangga sambil bangkit dari tempat duduk. Dia hendak beranjak.

"Eh, nggak salim dulu?" Dita terlihat bergegas membasuh dan mengelap tangannya. Lalu mengulurkan tangan.

Rangga lantas mencium punggung tangan Dita. Lagi-lagi pikirannya berlarian kemana-mana. Apalagi saat atensinya tertuju ke arah belahan dada Dita yang sedikit terlihat.

"Nih, tadi Bang Firza nitip ini ke aku. Katanya buat jajanmu hari ini." Dita memberikan uang seratus ribu.

Pupil mata Rangga membesar. Selain tubuh mulus wanita, baginya uang juga menggoda. "Makasih, Kak..." ungkapnya.

"Sama-sama. Pinter-pinter kamu di sekolah ya," tutur Dita seraya tersenyum.

"Pasti, Kak!" sahut Rangga.

...***...

Ketika di sekolah, Junaidi dan Ifan langsung menyambut kedatangan Rangga. Mereka memastikan Rangga baik-baik saja. Keduanya juga berusaha menghibur Rangga dengan mentraktirnya makan bakso saat pulang sekolah nanti.

"Gila, hujan-hujan begini emang enaknya makan bakso. Tapi ini beneran kan kalian yang bayarin?" cetus Rangga.

"Tenang aja, Ga. Makan aja sepuasmu. Junaidi pasti bayarin," sahut Ifan.

"Lah, kita patungan dong! Enak aja aku doang yang bayar," balas Junaidi.

"Oke nggak masalah. Tapi uangku tinggal lima ribu. Nih!" Ifan dengan tenangnya memberikan uangnya yang tidak seberapa.

"Sialan nih anak!" Junaidi menggeplak kepala Ifan karena kesal.

"Kalian ini sok-sokan mau traktir. Punya uang aja enggak," komentar Rangga sambil terkekeh. "Biar aku aja deh yang traktir. Kebetulan hari ini uang jajanku banyak," lanjutnya.

"Kau terlihat normal sekali untuk ukuran anak yang baru ditinggal ibunya," pungkas Junaidi.

"Hush! Jangan dibahas!" Ifan menyenggol Junaidi.

"Kau ini, baru aja aku mencoba nggak sedih dan lupa. Kok malah di ingatkan lagi." Rangga langsung merubah ekspresinya jadi sedih.

"Eh, aku nggak bermaksud begitu, Ga. Aku cuman senang lihat kau normal lagi. Soalnya biasanya kau pasti butuh waktu lama untuk normal. Kau ngerti kan?" balas Junaidi.

"Kau benar juga, Nai. Dia lebih cepat bangkitnya kali ini." Kali ini Ifan setuju dengan pendapat Junaidi.

"Itu karena ada sesuatu yang membuatku kuat. Mungkin..." Rangga berusaha memberikan alasan. Yang ada di dalam pikirannya saat itu hanyalah Dita. Kakak iparnya itu memang salah satu sosok yang mampu membuatnya move on lebih cepat dari kematian sang ibu.

"Apaan tuh?" Junaidi mencoba menebak.

"Jangan bilang kakak iparmu?" timpal Ifan. Saat itu jantung Rangga seperti kompor meleduk karena tebakan Ifan tepat sasaran.

"Gila kau ya! Nggak mungkin Rangga naksir sama kakak iparnya sendiri," bela Junaidi. "Iyakan, Ga?" dia menatap Rangga.

"I-iya. Kau ini ada-ada saja, Fan. Ya udah lanjut makannya. Ini udah kesorean," kata Rangga, berusaha bersikap santai.

Setelah makan bakso, Rangga langsung pulang ke rumah. Kala itu keadaan rumah sunyi. Firza belum datang dan Dita tidak terlihat sama sekali. Rangga menggunakan kesempatan itu untuk mencuci sprei dan selimutnya. Namun saat tiba di tempat cuci, dia melihat ada orang di kamar mandi, dan dirinya yakin Dita yang ada di dalam sana.

"Aah... Ah... Ah..." Terdengar suara desahan dari kamar mandi. Itu jelas hal aneh bagi Rangga, karena dia yakin Firza belum pulang. Tidak ada jejak kakaknya di rumah itu. Terutama motor dinas dan juga sepatunya.

Rangga menggaruk kepalanya karena keheranan. Selain itu dia juga merasa penasaran. Oleh sebab itulah Rangga nekat mengintip dari lubang kecil seng di samping kamar mandi. Kebetulan memang dinding kamar mandi itu terbuat dari seng.

Tanpa disangka Rangga bisa melihat penampakan Dita nyaris secara utuh. Dia kaget sekali dengan apa yang dilakukan perempuan tersebut.

1
Linda Othman
Tahniah
Yulia
ok lah cus ke cerita baru💪
Ass Yfa
oke kak💪💪
Rommy Wasini Khumaidi
aku deg²an pas bacanya thor,kenapa Dita?
Agus Hidayat
rangga goblok..
koq bisa² nya bilang ke astrid skandal dia dgn ipar nya,,biar apa coba,, goblin goblok..!!!!
kaliaa🐈🐈‍⬛👯
ih
Tiara Bella
ehhh tamat msh gk percaya....tp beneran....
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
akhir cerita kok begini rangga dita apa tidak bersama
Desau: ceritanya masih berlanjutnya kak, di novel Hot Policeman
total 1 replies
lestari saja💕
aku kecewa
lestari saja💕: kecewa ma keputusan dita ka
total 2 replies
lestari saja💕
akhirnyaaaa....
semoga pak tejo ga bocor ke firza
lestari saja💕
kan masih hampir tapi pintu nya Tuhan?????
lestari saja💕
betulll....
lestari saja💕
betulllll....ikhtiar boleh tapi jangan yg itu,emamg rangga bakalan bangga dgn jalan itu????bukannya rangga sdh bilang apapun hasilnua dia legowo,sama saja kau menyepelekan Tuhan mu dita....
pikirin seberapa kecewa rangga padamu padahal dia sdh berlatih dgn mbh rustam dan kamu meragukannya dgn jln kotor
Rommy Wasini Khumaidi
aku bilang si jangan Dit,kasihan Rangga kalau usahanya sia² Rangga memperjuangkan cintanya sama kamu makanya berusaha sebisa mungkin masuk polisi tanpa uang,tenang saja Rangga pasti ketemu sama polisi yang baik kemarin
Tiara Bella
semoga Rangga tw dan bs cegah Dita pinjem duit sm pak tejo
D_wiwied
nah, dengerin saran teman2 mu Dit
kamu berpikir dg meminjam uang ke pak tejo bisa menyelesaikan masalah, tp blm tentu niat yg menurutmu baik akan diterima oleh Rangga.. kamu spt tidak menghargai kerja keras dia, kamu meremehkan kemampuan Rangga
pikir2 lg deh, drpd kamu kena marah Rangga
D_wiwied
berarti kamu ga yakin sm kemampuan Rangga bahkan lbh parahnya kamu tdk percaya sm Tuhan yg maha mengabulkan doa setiap umatNya yg mau berusaha dg sungguh,, yaa manusiawi bgt sih tp jd ga suka sm Dita jd orang koq pesimis percuma dong usaha Rangga sampe dibela2 in babak belur digembleng mbah Gustam kalo sampe kamu beneran mau pinjem duit ke pak tejo
D_wiwied
gausah minjem2 ke pak tejo Dit, yg ada kamu yg bakal dijadikan jaminannya.. dah apal sm modelan ky pak tejo itu
D_wiwied
semangat kak, jangan lelah berkarya 💪💪👍
🦋⃞⃟𝓬🧸𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 Erti🌻͜͡ᴀs♉
niat dita baik menurut dia mau bantu biar lolos jadi polisi, tapi gak baik bagi rangga karena jadi polisi gak berusaha sendiri tidak buat rangga bangga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!