Siapa yang menyangka jika bryan memiliki papa seorang pengusaha.
setelah meninggalnya ibu yang dia sayangi bryan bersama sahabat yang seperti saudara ke kota mengadu nasib dan kisah mereka akan semakin berwarna.
yuuk ikuti terus kisah bryan sang ahli waris dan selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ahza rumaissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAb 14
Selesai ujian anak anak bersorak bahagia karena sudah beberapa hari mereka fokus dengan belajar untuk nilai ujian yang mereka harapkan.
Bagi anak anak mereka ingin masuk ke universitas yang mereka impikan dan tentu saja dengan usaha yang keras, belajar dan berdoa.
Bryan melajukan motornya ke sekolah nusa bhakti di mana kalisya sudah menunggunya.
Sampai di gerbang sekolah bryan melihat kalisya dengan beberapa teman nya dan kalisya melambaikan tangan saat melihat bryan meminta untuk menunggu sebentar.
"Maaf kak menunggu." kata kalisya yang sudah memakai helm dan akan naik ke motor
"Nggak papa kay, ayo aku antar pulang. " kata bryan
"Kita jalan dulu kak, aku belum ingin pulang." kata kalisya
Bryan menjalankan motornya, sesuai dengan keinginan kalisya mereka berhenti di sebuah kafe.
"Kamu ngk di marahi mamamu ngk langsung pulang.?" tanya bryan
"Dimarahi, biar saja karena besok kita tidak bisa bertemu lagi. " cicit kalisya yang masih bisa di dengar oleh bryan.
" Besok Kamu berangkat ke london.? " tanya bryan
"hmmm"
"Seandainya saja aku tidak pergi, " kata kalisya
"Aku pasti akan merindukanmu kay." kata bryan
"Kak aku suka... kak bryan. " kata kalisya
"cup" sebuah kecupan kalisya berikan dan bryan terdiam karena terkejut dengan apa yang terjadi.
Wajah merah kalisya karena malu membuat bryan sangat gemas dan bryan mencium bibir pink milik kalisya dalam dan lama.
Mereka sama sama memberikan ciuman pertama mereka, masih kaku tapi mengikuti naluri dalam dan mendamba.
Setelah mereka berdua terdiam dengan rasa di hati mereka, bryan sendiri masih menata hati yang berdebar kencang.
"Kay maaf aku.. " kata bryan
"Tidak jangan berkata seperti itu, aku ... setidaknya aku bisa pergi dengan tenang karena ku tahu jawaban yang selama ini ku cari." kata kalisya
"Kita akan bertemu lagi." kata bryan sebelum kalisya masuk ke dalam rumah dan inilah pelukan pertama dan terakhir mereka.
Kalisya dan bryan sama sama tahu sekarang apa yang ada di hati mereka masing masing, CINTA
Di saat mereka harus berpisah, cinta pertama tanpa status tapi cukup tahu akan hati masing masing.
Bis bryan bersama rombongan sudah berangkat ke jogja, seperti biasa setelah penat dan tegang menghadapi ujian mereka akan mengadakan tour sekolah.
Jogja adalah tempat yang selalu di kunjungi bagi SMA Nusantara dan sudah bertahun tahundengan rute yang sama, mereka belum mengganti ke kota lain.
Bryan duduk sendiri menatap langit yang hati ini sangat cerah, "Aku sudah di bandara, aku yakin kita akan berjumpa lagi." kata kalisya
"Pasti." kata bryan dalam hati
Bryan tidak menyangka dia akan jatuh hati kepada gadis mungil seperti kalisya dan cinta itu datang saat mereka harus berpisah.
Walaupun tak ada kata jadian bagi mereka tapi ciuman saat itu mewakili perasaan mereka dan bryan akan menyimpannya dalam hati.
"Bro ngapain sendiri dan sepertinya banyak fikiran." kata riko
Bryan yang di tanya hanya tersenyum dan mengabaikan pertanyaan sahabatnya itu.
Bryan dan riko akhirnya mereka bergabung bersama teman temannya dan mereka bercanda bahagia karena memang itulah tujuan mereka datang untuk bersenang senang.
Kali ini mereka sedang di kawasan Marlboro, banyak teman teman bryan berburu untuk oleh oleh dan bryan juga teman se geng nya sibuk melihat lihat dan membeli.
"Duk seseorang gadis membentur badan bryan dan kesakitan.
Bryan dan gadis itu sesaat saling memandang dan gadis itu sepertinya terkejut dan berkata "tidak mungkin."
Bryan mendengar perkataan gadis itu tapi tidak mempedulikan perkataan gadis itu karena ada seseorang yang segera menghampirinya.
"Katrin kamu tidak apa apa.? " kata temannya
"Tidak." kata katrin yang masih melihat ke arah bryan berjalan.
"Kalian tahu ngk jika di dunia ini ada orang mempunyai kembaran atau mirip dengan wajah kita ?" tanya katrin kepada temannya.
"Ngomong apa sih kamu jangan ngaco jadi merinding nih." kata salsa takut
"Ezzz masa ngk percaya sih." kata katrina yang mengejar teman temannya karena mereka meninggalkannya.
"Mirip papa," kata hati katrina.
Seperti bryan, katrina juga tour di jogja dan dunia tak selebar daun kelor mereka bertemu dan kelak mereka akan bertemu kembali.
Bryan dan rombongan kembali di penginapan dan besok mereka akan pergi ke gunung merapi.
Sampai di lokasi bryan dan teman teman siap menggunakan jeep dan mereka akan berkeliling di lereng gunung.
Bryan terlihat tampan dengan kaos hitam panjang dan topi, pesona nya tidak pernah luntur dan banyak gadis gadis baik teman sekolah maupun gadis lain melihatnya terpesona.
Riko, dandi dan dani yang selalu di samping bryan merasa senang karena selalu mendapatkan perhatian gadis gadis.
Beruntung walaupun bryan lah yang mereka lihat., setidaknya mereka bisa tebar pesona "siapa yang peduli."
"Bro lihat wajah wajah gadis cantik dan manis itu, setidaknya pilihlah salah satu dari mereka, come on bryan kita sudah lulus dan sudah besar kapan melepas ke jombloan mu.?" tanya dandi
"kalian aja aku tidak berminat dan aku sudah mempunyai seseorang. " kata bryan
Teman teman bryan serentak memandangnya seakan salah mendengar apa yang di katakan bryan.
"Serius.siapa.?" tanya dandi antusias
" Ko, riko. " kata dani seakan mencari jawaban atas perkataan bryan karena riko yang lebih dekat dengan bryan diantara mereka.
Riko menggeleng kepalanya seakan memberi tahu jika dia juga tidak mengetahui akan hal besar itu.
Ha.. ha...ha bryan tertawa membuat mereka kesal karena sudah dikerjai oleh bryan.
Tapi tidak untuk riko dia tahu benar jika tadi perkataan sahabatnya itu tidak bohong dan bryan pasti mempunyai alasannya sendiri jika tidak memberitahukannya.
Riko dan bryan larut dalam rasa senang, ini akan menjadi kenang kenangan terindah di masa SMA untuk mereka.
Setelah lulusan nanti mereka akan kuliah dan akan sibuk masing masing, siapa yang tahu akan nasib mereka ke depan karena tidak ada yang tahu nasib akan membawa mereka.
Sekali lagi buruan melihat ke langit memandang dengan memejamkan mata bahwa sekarang hati nya sudah merindu.
Sekali lagi riko melihatnya dan tersenyum, riko tahu ada sesuatu hal yang di simpan bryan dan dia hanya menunggu untuk sahabatnya ini bercerita kepadanya.
Akhirnya tour mereka selesai dan mereka besok akan kembali, menunggu ketulusan dan setelah itu mendaftar ke perguruan tinggi.
Riko sendiri sudah memiliki universitas pilihannya dan akan mendaftar kesana dan satu lagi riko akan menembak selena untuk menjadi kekasihnya.
Karena riko benar benar menyukai gadis itu walaupun dia tahu selena sepertinya mempunyai rasa kepada bryan dan dia yakin jika sahabatnya itu tidak mempunyai perasaan kepada selena.
Semua patut di coba dan siapa tahu selena menerima melihat selama pendekatan selena tidak pernah menolak.