Pernyataan cintanya di tolak mentah mentah oleh pangeran kedua, hingga akhirnya sang putra mahkota yang mengambil kesempatan. Tapi apa yang akan terjadi saat dia dan Pangeran kedua melakukan affair di belakang putra mahkota, sebatas rasa penasaran atau hanya pelampiasan?
Spin Off Guardian Flower (Simba dan Liara)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berkhianat Pengkhianat Dikhianati
Kedua mata Anyelir hanya bisa berkedip cepat saat Ethan terus saja menatap dalam padanya. Bahkan jarak keduanya semakin dekat kala Ethan kian mendekat, merapat, membuat Anyelir semakin berkedip dan memundurkan kepalanya.
Kedua tangannya yang tadi terkepal sudah sigap menahan dada keras dan bidang milik sangat Pangeran Kedua. Anyelir tidak akan membiarkan pria berjambang tipis dengan wajah tegas menawan ini semakin menyeretnya lebih jauh.
Anyelir mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan kedua tangan masih menghalangi Ethan agar tidak mendekat. Dia tidak boleh seperti ini, dia harus segera menghindar dan pergi.
"Pergilah!"
Kedua mata biru indah itu membulat mendengar ucapan pria yang saat ini tengah mendukungnya di pintu, tapi pria itu terlihat menjauh dengan wajah tak terbaca seakan tidak terjadi apa pun pada mereka.
Tidak Anyelir tidak akan membiarkan pria bunglon itu pergi begitu saja setelah memperlakukan dirinya seperti ini. Ini namanya penghinaan namanya, Anyelir belum tahu apa yang diinginkan oleh Ethan sebenarnya. Terlebih pria itu selalu saja mengatakan hal yang ambigu saat beradu kata dengan Erlan atau anggota keluarga Al Faruq lainnya, terlebih Tuan Besar Al Faruq.
"Kau mau kemana?! Setelah melakukan hal ini padaku kau pergi begitu saja? Apa mau mu, kenapa kau selalu bersikap seperti orang yang marah kecewa dan tidak suka. Terlebih pada Erlan kekasih-,"
"Sssttt- jangan katakan apa pun. Jangan pernah berkata kalau bajingan itu adalah kekasihmu," desisnya tepat di depan wajah Anyelir.
Tatapan Ethan menajam, bahkan rahang serta urat lehernya terlihat menegang, bukan hanya itu tangannya juga terkepal erat membuat lengan kekar berurat nya terlihat sangat jelas di mata Anyelir.
Uuhh so sexy!
"Kau aneh! Kenapa, memangnya kenapa aku tidak boleh mengatakan kalau Erlan adalah kekasihku? Apa masalahmu Pangeran? Aku rasa kita tidak pernah memiliki masalah apa pun. Jadi aku mohon tolong jangan bersikap aneh di depanku karena aku sangat tidak su-,"
Tanpa aba aba Ethan menyambar bibir Anyelir yang terus saja bergerak dengan bibirnya. Kedua mata biru laut itu membelalak, napasnya tercekat, bahkan jantungnya terasa sakit karena berdetak lebih cepat. Ini gila! Ini tidak benar! Ini salah! Ini adalah sebuah pengkhianatan yang tidak pernah diinginkannya.
Sraaaakkk
PLAAK!
Satu tamparan keras Anyelir layangkan saat dia berhasil melepaskan tautan bibir Ethan, yang terus saja memaksa dirinya agar terus merapat dan kian merapat lagi.
"Kau keterlaluan!" amuknya.
Anyelir memukuli Ethan dengan membabi buta, kedua matanya mulai mengajak mengeluarkan air mata yang jarang sekali Anyelir keluarkan, bahkan disaat Ethan menolaknya dulu dirinya sama sekali tidak menangis. Anyelir sangat pintar dalam menyembunyikan rasa yang ada di dalam hatinya dari orang lain, termasuk pada keluarganya.
Dan sekarang dia harus menangis karena ulah Ethan, bukan karena penolakan yang kesekian kali, tapi perbuatan pria itu yang tidak pernah terpikir olehnya.
"Aku ini calon kakak iparmu, Pangeran! Kau sudah membuatku mengkhianati Putra Mahkota gara gara-,"
"Apa kau yakin, kalau itu adalah sebuah pengkhianatan? Bagian mana yang di sebut pengkhianatan, siapa yang berkhianat dan dikhianati disini? Tidak ada yang berkhianat, tapi hanya ada yang dikhianati, yaitu aku."
Anyelir menelan salivanya susah payah saat melihat netra hitam milik Ethan begitu menusuk jiwanya. Dia benar benar tidak paham apa yang dikatakan oleh Ethan, dikhianati, pengkhianatan, berkhianat, ketiga kata itu terus saja berputar di dalam otaknya.
"Jangan di pikirkan. Suatu saat kau akan tahu apa maksudku, sekarang pergilah ke kamarmu." suara Ethan melembutkan membuat Anyelir kian mematung. Terlebih saat pria itu mengusap kedua pipinya yang basah karena air mata. Lalu merapihkan lipstik yang berantakan, dan juga merapihkan rambut panjangnya yang sedikit kusut akibat ulah si pelaku.
"Aku tidak mengerti," lirih Anyelir, dia menepis kasar tangan Ethan yang tengah mengusap pipinya. Dia berlari keluar dari ruang baca itu meninggalkan pria yang sudah berani mengambil ciuman pertamanya.
Sialan!
Anyelir menutup pintu dengan keras saat sampai dikamarnya, dan itu semua tidak lepas dari mata hitam milik Ethan. Sorot mata datar dan dingin, bergulir ke arah lain setelah itu dia bergegas pergi tanpa berniat untuk kembali menoleh.
INI VISUAL ERLAN PUTRA MAHKOTA KEMAREN ADA YANG TANYA🤣🤣🤣🙈🙈 KULITNYA LEBIH BERSIH DARI PADA ETHAN YANG SUKA PANAS PANASAN DAN TANTANGAN
kasihan selalu tersisihkan...
terimakasih untuk tulisan indah mu thor