NovelToon NovelToon
CINTA TAK KENAL USIA

CINTA TAK KENAL USIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Karena orang tua serta para keluarga selalu mendesak untuk menikah. Akhirnya Adelia Aurellia nekat menikahi seorang anak magang yang jarak usianya sepuluh tahun dibawahnya. Hal itu malah membuat orang tua Aurel menjadi murka. Pasalnya orang tua sang supir yang bernama Adam Ashraf adalah seorang pengkhianat bagi keluarganya Aurel.

Padahal itu hanya fitnah, yang ingin merenggangkan persahabatan antara Ayahnya Aurel dan juga Ayahnya Adam. Makanya Adam sengaja bekerja pada mereka, karena ingin memulihkan nama baik sang Ayah. Dan karena tujuan itu, ia pun langsung menerima tawaran dari Aurel, untuk menikahinya.

Akankah, Adam berhasil membersihkan nama baik sang Ayah? Dan Akankah mereka mendapatkan restu dari keluarga Aurel? Yuk ikuti karya Ramanda, jangan lupa berikan dukungannya juga ya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan keluarga.

Pagi itu, suasana di butik kelas atas di pusat kota Jakarta tampak sangat eksklusif. Aurel duduk di sofa beludru sambil menyesap teh kamomil, sementara beberapa pelayan sibuk membawa setelan jas pesanan khusus. Di hadapannya, Adam keluar dari ruang ganti dengan setelan jas berwarna biru gelap.

Aurel sempat tertegun sejenak. Pemuda yang biasanya mengenakan kemeja magang yang agak kebesaran itu kini bertransformasi. Setelan jas slim-fit berwarna biru gelap rancangan desainer ternama itu melekat sempurna di tubuh atletis Adam. Rambutnya yang biasanya sedikit berantakan kini disisir rapi ke belakang, mempertegas rahangnya yang kokoh.

"Bagaimana, Bu? Apakah ini sudah cukup 'layak' untuk bersanding dengan CEO AA Cosmetic?" tanya Adam dengan nada sedikit menyindir.

Aurel segera menetralkan ekspresinya. "Lumayan. Setidaknya kamu tidak membuatku malu di depan kamera nanti. Ingat, Adam, pernikahan kita akan diliput media meskipun dilakukan secara tertutup. Aku butuh citra bahwa aku menikahi pria muda yang potensial, bukan sekadar supir." ujar Aurel mengingatkan Adam.

"Potensial," gumam Adam pelan. "Saya akan pastikan saya memenuhi ekspektasi Anda Bu." balas Adam penuh percaya diri.

Setelah menyelesaikan urusan di butik, Aurel memberikan kartu akses khusus kepada Adam. "Itu akses untuk masuk ke apartemenku. Mulai besok, kamu pindah ke sana. Kita harus terlihat tinggal bersama sebelum hari pernikahan."

Adam menerima kartu itu. Inilah celah yang dia butuhkan. "Terima kasih. Oh ya, soal akses arsip yang kita bicarakan kemarin... apakah saya bisa mulai melihatnya sore ini? Saya ingin menyelesaikan 'tugas' magang saya sebelum sibuk dengan urusan pernikahan." ujar Adam memberikan alasan, agar Aurel tidak curiga.

Aurel hanya mengibaskan tangan, tanda setuju. "Katakan pada kepala gudang bahwa aku sudah mengizinkannya. Tapi jangan bawa dokumen apa pun keluar dari gedung." balas Aurel tegas.

"Baik Bu, terimakasih," ucap Adam, lalu ia pun membuka pintu mobil untuk Aurel. Setelah sang Bos masuk ia pun ikut masuk duduk di depan kemudinya. Dan tak berapa lama mobil pun melaju menuju kantor AA cosmetic, karena itu perintah dari sang Bos.

Ruang Bawah Tanah yang Dingin

Sore harinya, saat kantor mulai sepi, Adam melangkah menuju lantai basement paling bawah, tempat arsip-arsip lama disimpan. Ruangan itu pengap dan dipenuhi rak-rak besi tinggi yang menyimpan rahasia perusahaan selama puluhan tahun.

Dengan lampu senter dari ponselnya, Adam mencari label tahun 2015. Jantungnya berdegup kencang. Sepuluh tahun lalu, ayahnya, Bramasta, dituduh menggelapkan dana riset produk terbaru senilai miliaran rupiah. Bukti-bukti yang muncul saat itu sangat menyudutkan ayahnya, membuat persahabatan ayahnya dengan Firman hancur berkeping-keping.

"Pasti ada sesuatu yang mereka lewatkan," bisik Adam pada diri sendiri.

Ia menemukan kotak bertuliskan "Laporan Audit 2015". Adam mulai membalik-balik lembaran kertas yang sudah mulai menguning. Matanya menyipit saat menemukan sebuah kejanggalan pada tanda tangan di lembar pengesahan pengeluaran dana. Tanda tangan ayahnya terlihat sedikit terlalu kaku, seolah-olah ditiru dengan terburu-buru.

Namun, sebelum ia sempat meneliti lebih jauh, terdengar suara langkah kaki mendekat. Adam dengan cepat menutup kotak itu dan berpura-pura sedang memeriksa tumpukan map di rak lain.

"Sedang apa kamu di sini, Anak Muda?"

Adam menoleh. Itu adalah Pak Hartono, kepala keamanan senior yang sudah bekerja sejak perusahaan itu berdiri Ayah Aurel berdiri.

"Hanya merapikan tugas magang, Pak. Bu Aurel yang meminta," jawab Adam tenang.

Pak Hartono menatap Adam dengan dahi berkerut. Ia berjalan mendekat, menatap wajah Adam dengan intens. "Wajahmu... sepertinya aku pernah melihatmu. Kamu mengingatkanku pada seseorang yang dulu pernah bekerja di sini." ujar Hartono

Adam menahan napas. "Mungkin hanya kemiripan biasa, Pak. Saya permisi dulu." balas Adam, yang risih akan tatapan yang diberikan Hartono. Ia bisa menebak kalau Hartono pasti mengenal Ayahnya. Jadi agar rencana tidak gagal ia menunda penyelidikannya.

Pertemuan dengan Sang Ibu

Malam harinya, Aurel membawa Adam ke rumah orang tuanya untuk makan malam formal pertama sebagai "pasangan". Asnita, ibu Aurel, menyambut mereka dengan senyum canggung, sementara Firman duduk di ujung meja dengan wajah keras.

"Jadi, Nak Adam," Shinta memulai pembicaraan dengan lembut, mencoba mencairkan suasana. "Apa yang membuatmu jatuh cinta pada putri kami yang... keras kepala ini?" tanya sang ibu tampak penasaran.

Aurel melirik Adam, memberi isyarat agar ia menjawab dengan meyakinkan. Agar orang tuanya tidak curiga.

Adam meletakkan sendoknya, lalu menatap Aurel dengan tatapan yang sangat dalam—begitu dalam hingga Aurel sendiri merasa sedikit berdesir. "Bu Aurel adalah wanita terkuat yang pernah saya temui. Di balik sikap dinginnya, saya tahu ada beban besar yang dia pikul sendirian. Saya hanya ingin menjadi orang yang bisa dia andalkan saat dunia menuntut terlalu banyak darinya." ungkap Adam dengan tenang.

Jawaban itu membuat Asnita tersentuh, namun Firman mendengus. "Kata-kata manis tidak berguna di dunia bisnis, Nak. Siapa nama ayahmu tadi? Kamu belum menjawabnya kemarin." tanya Firman.

Adam terdiam sejenak. Ia tahu ini adalah ranah berbahaya. "Ayah saya sudah lama meninggal, Pak. Beliau hanya seorang pegawai swasta biasa." jawab Adam

"Siapa namanya?" desak Firman lagi.

"Bram," jawab Adam singkat, menggunakan nama panggilan pendek ayahnya, berharap Firman tidak langsung menyambungkannya dengan Bramasta.

Mata Firman menyipit. "Bram? Nama yang umum. Tapi kamu punya sorot mata yang licik, persis seperti seseorang yang sangat aku benci." ujar Firman membuat dada Adam berdesir. Sudah pasti ia sangat tahu, siapa orang yang di maksud oleh Firman.

"Papa! Cukup!" potong Aurel tajam. "Kami datang ke sini untuk memberitahu bahwa pernikahan akan dilakukan tiga hari lagi. Jika Papa dan Mama tidak mau datang, itu pilihan kalian. Tapi pernikahan ini akan tetap terjadi." tegas Aurel lalu Ia berdiri dan menarik tangan Adam untuk pergi. Sesampainya di dalam mobil, Aurel tampak gemetar karena marah.

"Kamu tadi bicara terlalu banyak," ketus Aurel.

"Saya hanya melakukan bagian saya dalam kontrak," jawab Adam tenang. "Tapi sepertinya ayah Anda benar-benar menyimpan dendam yang sangat dalam pada 'sosok' itu. Apa yang sebenarnya terjadi sepuluh tahun lalu?" tanya Adam, bermaksud ingin mengorek informasi dari Aurel.

Aurel menoleh ke arah jendela, menatap lampu-lampu kota yang buram. "Seorang pengkhianat menghancurkan kepercayaan ayahku. Dan sejak saat itu, ayahku tidak pernah mempercayai siapa pun lagi. Termasuk aku."

Adam terdiam. Ia menyadari bahwa misi ini bukan hanya tentang membersihkan nama ayahnya, tapi juga tentang menghadapi kenyataan bahwa wanita yang kini akan menjadi istrinya adalah korban dari kesalah pahaman besar yang ia coba pecahkan.

1
sry rahayu
🥹
sry rahayu
kasian Arumi
sry rahayu
😄
sry rahayu
syukurlah
sry rahayu
good luck adam
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wah nih mulut belom pernah makan sambel setan level neraka ya..... enak sekali ngomong nya
sry rahayu
selalu nunggu up nya thor
Trie Vanny
Selalu hadir untuk mendukung karya kakakku ini👍👍👍🤭
Ramanda.: Terimakasih Adikku 😍😍. Aku selalu padamu muachh.😘😘
total 1 replies
sry rahayu
semangat 💪
Irni Yusnita
semua cerita yg kau buat selalu bagus dan menarik 👍 lanjut Thor 👍
Wandi Fajar Ekoprasetyo
Weh singkat sekali langsung terkuak kasus yg udh lama.......Hem..... kira² ada balas dendam apa lagi nih dr keluarga Denis
Wandi Fajar Ekoprasetyo
semangat kak othor.....d tunggu up nya
Wandi Fajar Ekoprasetyo
mulai goyah pertahan Aurel
Wandi Fajar Ekoprasetyo
wajah tenang penuh dendam
Ai Sri Kurniatu Kurnia
hadir
Lia siti marlia
hadir thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!