NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 30.

" Mama kenapa sih harus milih hidup sebagai orang ketiga? Sadar ma. its not a good choice " Arbian kembali berdebat dengan mama nya.

" Itu pilihan mama Arbian. Lagipula mama gak ambil dia dari istrinya " Sangat mudah mengatakan hal seperti itu bagi nya.

" Aku malu ma. Gimana kalau sampai ada yang lihat kalau mama jalan sama laki laki yang ternyata adalah suami orang? Apa mama gak mikir gimana kita di pandang nanti? "

" Apa yang salah Arbian? Mama tidak meminta sedikit pun materi dari dia. Karena bahkan materi yang kita punya sudah sangat cukup. Mama hanya ingin dia saja "

" Cukup ma. Aku muak dengar semua omongan gak masuk akal mama itu " Belum sempat berganti baju. Arbian kembali pergi meninggalkan rumah nya.

Siapa yang menyangka jika kelembutan dan ketulusan hati mama Arbian harus di imbangi dengan sifat nya yang satu ini. Siapa lelaki yang membuatnya mabuk kepayang seperti sekarang ini?.

Sementara di kediaman Haeyla sekarang.

" Ma. Aku mau pergi keluar dulu ya " Aku izin agar mama tidak khawatir lagi nanti.

" Loh. Mau kemana lagi sayang? "

" Eum. Aku mau ke toko buku sebentar kok ma. Oke kan? " Sebenarnya aku berbohong. Aku keluar ingin mencari pekerjaan baru.

" Jangan lama lama pulang nya ya. Hati hati sayang " Mama mencium kening ku lalu aku pergi keluar rumah.

' Maaf ma. Aku terpaksa bohong. Aku gak bisa cerita ke mama kalau aku udah di pecat dari pekerjaan aku yang lama. Sekarang aku harus cari kerja untuk kebutuhan aku kedepannya.

Haeyla hanya terus berjalan. Sebenarnya dia juga belum tahu akan pergi kemana. Namun kaki nya tidak berhenti. Dia terus saja berjalan.

Telpon Haeyla berdering.

Bumi.

" Ya. Kenapa Bumi? "

" Dimana La? "

" Lagi di luar. Kenapa? "

" Sama siapa? Ngapain? Kemana? "

" Sendiri Bumi "

" Kamu lagi dimana sekarang "

" Di jalan Kenanga " Tut tut tutt. Bumi langsung menutup telpon begitu saja.

' Apa ini sih? Gak jelas banget kamu Bumi! ' Kesal ku saat itu.

Aku terus berjalan. Sampai di satu toko langkahku terhenti. Aku mencoba masuk ke dalam nya. Di dalam kulihat ada seorang wanita sedang membuat kue. Aku menghampirinya dan bertanya.

" Selamat sore. Maaf saya mengganggu. Apa benar disini membutuhkan orang untuk membuat kue? " Aku mendekati nya. Dan dia langsung menoleh dan tersenyum kepadaku.

" Iya benar kak. Aku lagi butuh orang untuk buat kue disini. Kakak mau coba?" Dia langsung menawarkan pekerjaan itu kepadaku. Aku sangat senang mendengar itu.

" Tentu. Aku mau banget. Terimakasih " Aku menjabat tangan nya untuk berterimakasih.

" Sama sama kak. Mohon bantuanya ya kak. Besok kakak udah bisa mulai kerja"

" Oh iya. Aku lupa. Tapi aku cuma bisa part time. Apa bisa? " Aku lupa memberitahukan itu sejak awal. Semoga saja bisa.

" Kakak tenang aja. Toko ini buka di jam jam santai kok. Kita selalu buka di sore hari sampai pukul 22:00. Jadi kakak bisa sekolah atau kuliah dulu " Aku benar benar beruntung kali ini.

" Omg. Terimakasih lagi ya. Kalau begitu besok aku akan datang tepat waktu "

" Baik kak. Terimakasih kembali " Pemilik toko kue itu sangat ramah dan baik. Dia seorang gadis. Sepertinya lebih muda dariku. Dia ramah dan cantik.

" Rembulan! " Langkah ku langsung terhenti ketika mendengar suara yang tidak asing itu. Aku menoleh.

" Rembulan " Dia mengucapkan nya lagi. Namaku.

" Reskara " Aku melangkah kan kaki ku dengan terburu buru. Berusaha untuk menghindarinya secepat mungkin.

" Tunggu Rembulan " Tangan nya menarik lengan ku. Aku terhenti.

" Lepas Reskara. Aku mohon " Pintaku padanya tanpa menoleh.

" Kenapa? Kenapa harus aku lepaskan? " Harus. Kamu seharusnya melepaskan aku. Batinku.

" Tolong kamu anggap kita ini adalah dua orang asing Reskara " Lagi lagi aku meminta padanya. Posisi ku tetap tidak menoleh kepadanya.

" Lepasin! " Terdengar suara itu dan tangan lain yang menggenggam tanganku kali ini. Itu suara yang sangat aku kenal. Aku menoleh.

" Bumi! " Bumi datang dan langsung melepaskan tangan Reskara dari lenganku.

" Mau apa lo?" Bumi menarik ku ke belakang badan nya.

" Saya ada urusan dengan Rem... Dia " Hampir saja. Dia hampir saja menyebutkan nama itu di depan Bumi.

" Gak bisa. Cara lo udah gak etis. Gak semestinya lo nyentuh dia bro " Aku takut. Takut kalau ini akan semakin panjang.

" Dan kamu. Apa hak kamu untuk menggenggam tangan dia? " Reskara kembali membalikkan pertanyaan itu pada Bumi.

" Udah udah. Bumi. Ayo kita pergi aja dari sini " Sebelum Bumi sempat menjawab. Aku langsung memutus pembicaraan mereka.

" Tapi Haeyla. Dia .."

" Bumi please. Aku lagi pusing banget sekarang " Aku memotong omongan Bumi. Aku beralasan agar kami bisa segera pergi.

" Kamu pusing? Yaudah kita pergi sekarang " Bumi menarik tanganku pergi menuju mobil miliknya.

' Kamu gak akan bisa pergi selalu seperti ini Rembulan. Kita pasti akan segera bertemu dan berbicara " Gumam Reskara saat melihat Haeyla pergi bersama Bumi.

Aku dan Bumi sudah pergi lumayan jauh dari Reskara. Kali ini Bumi mengendarai mobil. Bukan motor.

" Kamu masih pusing? Apa kita ke rumah sakit aja Haeyla? "

" Jangan. Maksud aku. Gak perlu sampe ke rumah sakit juga Bumi " Untuk apa ke rumah sakit. Lagi pula aku cuma beralasan saja.

" Kamu kenal dia Haeyla? "

" Orang tadi? " Aku memastikan lagi.

" Iya. Siapa? " Pasti. Sudah pasti Bumi akan menanyakan itu.

" Iiiya. Dia guru privat nya Cila kan. Masa kamu lupa " Untung nya. Otak ini cepat mencari alasan.

" Ingat. Tapi aneh aja dia sampe berani megang lengan kamu begitu " Bukan Bumi namanya kalau tidak mengintrogasi.

" Aku juga gak tau Bumi. Tiba tiba aja tadi. Aku juga kaget kok. Untung kamu dateng " Alasan ku.

" Kaya nya laki laki itu gak baik. Kenapa dia bisa jadi guru Cila "

" Ya mungkin karena dia bagus di bidang itu " Aku sebisa mungkin menjawab dengan santai dan tenang. Rasanya aku ingin bilang pada Bumi untuk jangan membahas soal Reskara terus. Karena itu sangat mengganggu aku.

" Lain kali. Kalau kamu mau pergi kemana mana. Kamu telpon aku Haeyla"

" Kenapa? "

" Biar aku temani. Jadi kamu gak dapat perlakuan kaya tadi lagi " Aku langsung diam mendengar perkataan Bumi barusan. Menurutku seharusnya itu tidak perlu. Aku akan sangat merepotkan jika menyetujuinya.

" Thank you tapi aku gak mau merepotkan siapa siapa Bumi " Aku tersenyum dan menatap mata nya sembari menjawab.

" Kenapa kamu selalu takut merepotkan aku Haeyla? Bahkan aku sendiri pun gak pernah merasa di repotkan sama kamu" Tiba tiba saja Bumi menghentikan laju mobilnya.

" Aku terbiasa sendiri Bumi. Aku gak terbiasa dengan perlakuan yang semacam itu. Aku hargai itu. Tapi aku gak akan terima itu " Lebih baik aku katakan dari awal. Daripada nantinya Bumi kecewa jika aku menolak.

Dari dalam mobil. Aku melihat sosok yang sangat aku kenal. Aku melihat Arbian. Dia sedang duduk di pinggir taman kota. Aku terus memandanginya. Aku pikir pasti dia sedang kacau dengan masalah nya saat ini. Rasanya aku ingin menemani nya dan jadi teman cerita untuk nya.

" Kamu lihat apa Haeyla? Serius banget kelihatan nya " Bumi bertanya dan menoleh melihat apa yang sedang aku pandangi.

" Itu Arbian kan? He's look not good right? "

" Ya. Sepertinya begitu " Jawabku jujur.

" Kamu mau kita kesana? " Seketika aku langsung menatap Bumi.

" Kenapa? "

" Ya mungkin dia butuh teman cerita " Tidak di sangka. Ternyata Bumi ini lumayan peka dengan sekitarnya.

' Apa mungkin kalau aku kesana bersama dengan Bumi? Aku tahu kalau Arbian punya perasaan padaku. Bagaimana jika melihatku dan Bumi datang bersama untuk menghampirinya? Sepertinya itu bukan ide yang bagus untuk keadaan Arbian yang sekarang ini ' Batinku seraya memikirkan apa yang harus di lakukan.

Bersambung.

1
Feni sang penulis novel
halo kakak aku suka banget sama cerita kakak semuanya alurnya aku suka banget tetap semangat untuk bikin karyanya oh ya izin memberi bintang 5 ya oh ya aku juga mempunyai novel baru bukan baru juga sih novel yang udah ada 25 bab berjudul sang mafia wanita cantik kalau kakak suka tolong berikan rating bintang 5 kalau nggak suka ya gak papa tetap semangat untuk kakaknya terima kasih kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!