Kevin sanjaya adalah seorang pemuda pekerja keras yang berasal dari keluarga miskin. Demi menyambung hidup, ia bekerja sebagai kurir pengantar makanan untuk sebuah perusahaan Ojol Indonesia.
Suatu hari, dalam salah satu pengantaran malamnya, ia mengalami kejutan pahit. Kamar hotel yang menjadi tujuan pesanannya ternyata adalah kamar yang dipesan oleh pacarnya sendiri—bersama pria lain—untuk menghabiskan malam.
Tertangkap basah, sang pacar justru memutuskan hubungan mereka di tempat itu juga. Dengan dingin, ia mengatakan bahwa Kevin sanjaya terlalu miskin dan tidak mampu memberinya kehidupan yang diinginkan.
Saat amarah dan penghinaan hampir meluap, sebuah notifikasi tiba-tiba terdengar dari ponselnya:
“Pengantaran selesai. Hadiah sistem telah diperoleh!”
Berkat kebiasaannya membaca novel, Kevin sanjaya langsung menyadari satu hal,
ia telah mendapatkan sebuah sistem cheat.
Sistem ini memberinya hadiah luar biasa setiap kali ia menyelesaikan misi pengantaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 - Memasuki Vila Megah
Melihat Kevin Sanjaya berjalan bersama manajer umum yang dikenal sebagai Ms. Mia menuju area vila, para sales wanita cantik tak bisa menyembunyikan rasa iri mereka.
“Ah, andai saja aku berada di posisi Ms. Mia!”
Untungnya, mereka baru saja saling menambahkan Kevin Sanjaya di Whatsapp. Mereka sudah membayangkan akan mengobrol dengannya malam ini.
Bahkan, mereka berencana berdandan cantik dan mengenakan pakaian yang menggoda. Jika momennya tepat, mereka tak keberatan mengirimkan beberapa foto yang memikat.
Ms. Mia sengaja berjalan sedikit di depan Kevin Sanjaya, memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan percaya diri.
Harus diakui, di usia tiga puluh tahun, Ms. Mia memancarkan pesona wanita dewasa yang kuat. Terutama aroma tubuhnya, yang mampu membuat hormon pria bergejolak tanpa sadar.
Kevin Sanjaya spontan berucap,
“Buseeeettt..... Besar sekali.”
Ms. Mia menoleh, dan sedikit terkejut.
“Yang mana yang besar?”
Kevin Sanjaya buru-buru menunjuk ke kejauhan.
“Maksud saya, vila-vila ini ukurannya memang besar.”
Ms. Mia tersenyum tipis.
“Memang besar, tapi masih kalah dibandingkan vila megah yang Anda beli.”
Dengan suara direndahkan, ia menambahkan,
“Tuan Kevin, pria menyukai hal-hal yang besar. Sejujurnya, wanita juga sama.”
Kevin langsung merasa canggung dan memalingkan wajahnya.
“Tuan Kevin, kita sudah sampai.”
Ms. Mia membawanya ke sebuah dataran tinggi di dalam area kastel, lalu menyerahkan sesuatu sambil tersenyum. itu sebuah teropong.
Kevin Sanjaya bingung.
“Untuk apa teropong ini?”
“Kastel ini adalah vila megah milik Anda,” jelas Ms. Mia sambil tersenyum.
“Segala sesuatu yang bisa Anda lihat melalui teropong ini masih termasuk wilayah vila Anda.”
Kevin Sanjaya tercengang.
Vila megah itu bukan sekadar rumah, melainkan sebuah kastel utuh.
Seandainya ia tahu dari awal bahwa itu adalah kastel, ia pasti sudah langsung datang ke sini setelah mengantar makan malam untuk Clarisa tadi malam.
Ia tertawa lepas.
Sungguh kejutan yang luar biasa!
Melihat reaksinya, Ms. Mia bertanya dengan heran,
“Tuan Kevin, apakah Anda tidak melihat informasi properti ini sebelum membelinya?”
Dengan senyum santai, Kevin menjawab,
“Tidak. Kepala pelayan saya bilang tempat ini bagus, jadi saya menyuruhnya langsung membeli. Berapa total harga kastel ini?”
Ms. Mia terkejut.
Pria ini benar-benar luar biasa kaya!
Tampan dan kaya, jika ia bisa menjadi wanitanya, ia yakin akan menjadi wanita paling bahagia di dunia.
Ms. Mia tersenyum dan berkata,
“Tuan Kevin, harga kastel ini saja dua puluh miliar. Ditambah fasilitas pendukung dan lapangan golf, totalnya mencapai empat puluh miliar.”
Kevin Sanjaya benar-benar terkejut.
Dulu, ia bahkan tak mampu membeli rumah seharga empat puluh juta. Namun kini, hanya karena menyelesaikan satu misi khusus, Sistem memberinya kastel bernilai empat puluh miliar.
Ia segera mengangkat teropong dan melihat ke kejauhan.
Tanpa teropong, tembok kastel yang jauh bahkan tak terlihat.
Di dalam area kastel terdapat lapangan basket dan sepak bola, kolam renang mewah, taman luas, landasan helikopter, serta lapangan golf pribadi.
“Besar sekali!”
Kevin Sanjaya sangat gembira.
Sistem benar-benar luar biasa.
Mereka kemudian menaiki mobil wisata dan berkeliling kastel selama setengah jam penuh.
“Tuan Kevin, saya adalah pengurus vila Anda di sini. Jika Anda merasa lelah, saya bisa menemani Anda beristirahat sejenak.”
Di kamar utama yang mewah, Ms. Mia duduk di tepi tempat tidur empuk, perlahan melepas sepatu hak tingginya yang mahal, dan memperlihatkan sepasang kaki panjang yang memikat.
Ms. Mia memang sangat cantik, dengan tubuh yang nyaris sempurna.
Kevin Sanjaya tak kuasa menelan ludah.
aku kasih kopi deh biar semngat trus😁