NovelToon NovelToon
Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Nona Kota Jodoh Anak Pak Kades

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥉 Juara 3, Yaww 2026, Periode 1 Kategori 1, dan Juara Tema Kreatif.



Kiara Valeska Pratama, desainer muda berbakat lulusan terbaik Jakarta tak pernah menyangka hidup glamornya akan runtuh hanya karena satu kata, perjodohan. Dijodohkan dengan anak Pak Kades dari desa pelosok, Kiara memilih kabur ke Bali dan mengabaikan hari pernikahannya sendiri.

Baginya, menikah dengan pria kampungan yang hidup di desa kumuh adalah mimpi buruk terbesar. Namun, Kiara tak tahu satu hal. Pria desa yang ia remehkan itu adalah Alvar Pramesa, dokter obgyn lulusan terbaik luar negeri yang meninggalkan karier gemilang demi kembali ke desa, merawat orang tuanya dan mengabdi pada tanah kelahirannya. Pernikahan tanpa kehadiran pengantin wanita menjadi awal dari konflik, gengsi, dan benturan dua dunia yang bertolak belakang. Gadis kota yang keras kepala dan pria desa yang tenang namun tegas, dipaksa hidup dalam satu atap.


Akankah cinta tumbuh dari perjodohan yang penuh luka dan salah paham?
Atau justru eg

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Beberapa menit setelah kejadian itu, Bu Sulastri kembali ke ruang tamu membawa kotak P3K kecil.

“Kiara, naikkan kakimu ke atas sofa,” ucapnya lembut namun tegas.

“Biar Alvar obati dulu. Nanti bisa melepuh kalau dibiarkan.”

Kiara ragu, tatapannya beralih pada Alvar yang duduk di seberangnya. Pria itu tak berkata apa-apa, wajahnya datar, sorot matanya dingin namun penuh kendali tatapan yang membuat Kiara justru tak berani membantah.

Pelan-pelan, Kiara menaikkan kakinya ke atas sofa.

Alvar duduk di hadapannya, membawa kain kompres basah dan salep. Saat pandangannya turun, ia langsung menghela napas pelan dan menelan ludahnya sendiri. Celana pendek Kiara membuat kakinya terlihat jenjang dan putih bersih kontras mencolok dengan suasana desa.

Tangannya bekerja cekatan, profesional. Ia membersihkan area kulit yang memerah, mengompresnya dengan hati-hati. Sentuhannya ringan, nyaris tanpa tekanan. Tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya. Keheningan itu justru membuat Kiara gelisah.

Ia mencuri pandang, melihat wajah Alvar dari jarak sedekat itu. Rahangnya tegas, alisnya rapi, ekspresinya terkunci. Tak ada kesan pria kampung dekil seperti yang ia bayangkan. Dan itu entah kenapa membuat dadanya terasa aneh.

“Sudah,” ucap Alvar akhirnya singkat.

“Jangan kena air dulu.”

Kiara mengangguk kecil. “Makasih,” jawabnya pelan, jauh dari nada sinisnya tadi.

Bu Sulastri tersenyum lega. “Bagus, sekarang kamu istirahat saja di kamar. Alvar, antar Kiara, ya. Ibu siapkan makan siang.”

Alvar berdiri. “Ayo.”

Kiara turun dari sofa, berdiri dengan sedikit canggung. Ia mengangkat kopernya, lalu mengikuti Alvar yang berjalan lebih dulu menuju lorong samping rumah.

Langkah mereka berdampingan, namun jaraknya terasa jauh. Tak ada percakapan. Hanya suara langkah kaki dan perasaan asing yang sama-sama mereka pendam.

Di balik ketenangannya, Alvar menahan satu pikiran yang terus mengganggu,

'Wanita kota ini akan menguji kesabaranku.

Alvar berhenti di depan sebuah pintu kayu berwarna cokelat muda. Ia membukanya, memberi jalan bagi Kiara untuk masuk lebih dulu.

“Ini kamar kita,” ucapnya singkat.

Kamar itu sederhana tak besar, tak mewah namun bersih dan tertata rapi. Ranjang kayu berukuran sedang dengan seprai bersih, lemari pakaian kecil, meja rias sederhana, dan satu jendela yang menghadap ke kebun belakang. Udara masuk bebas, membawa aroma tanah dan daun basah.

Kiara menatap sekeliling. Tak seburuk yang ia bayangkan., bahkan cukup nyaman. Namun, satu hal membuat dadanya menegang.

“Terus … kamu tidur di mana?” tanyanya akhirnya, menyilangkan tangan di dada.

Alvar menoleh. “Di sini.”

“Apa?” Kiara membelalak.

“Maksud kamu?”

“Kita satu kamar,” jawab Alvar datar.

“Kamu istriku.”

Nada itu membuat darah Kiara langsung naik ke kepala.

“Enak saja!” Kiara membentak. “Kamu pikir aku mau satu kamar sama orang yang bahkan nggak aku kenal? Ini keterlaluan!”

Sikap bar-bar dan arogannya muncul tanpa saringan. Alvar menghela napas, kali ini lebih dalam. Namun suaranya tetap terkendali. “Suka atau tidak, kita satu kamar. Mau atau tidak, kita tinggal satu kamar.”

Ucapan itu seperti bensin disiram ke api.

“Kamu tukang maksa!” Kiara menunjuk dada Alvar.

“Aku nggak mau tinggal di desa ini! Aku nggak mau hidup kayak gini!”

Alvar menatapnya tajam. “Dan gadis kota seperti kamu memang sulit diatur,” balasnya dingin.

“Manja dan egois.”

Kepala Alvar berdenyut, kesabarannya menipis. Ketukan pintu tiba-tiba terdengar, memotong ketegangan.

“Alvar?” suara Sulastri terdengar dari luar. “Makan siang sudah siap.”

Alvar mengalihkan pandangan dari Kiara. “Keluar, kita makan,” katanya singkat dan dingin, lalu melangkah pergi lebih dulu tanpa menunggu jawaban.

Begitu sampai di ruang makan, Sulastri langsung menyadari wajah anaknya yang kusut.

“Kenapa?” tanyanya pelan.

Alvar menarik kursi, duduk, lalu menghela napas.

“Aku nggak yakin bisa tinggal serumah dengan Kiara, Bu. Dia sulit diatur. Gadis kota … pasti nggak akan betah di desa.”

Sulastri menatapnya lama, lalu tersenyum tipis. “Sabar, Var. Sekarang dia istrimu. Bukan tamu.”

Belum sempat Alvar menjawab, Kiara keluar dari kamar. Langkahnya anggun, wajahnya tenang berbeda jauh dari sikapnya tadi.

Alvar dan Sulastri sama-sama terdiam.

Sulastri segera berdiri.

“Ayo, Kiara. Duduk sini, ibu masak sayur asem dan ikan goreng.”

Kiara tersenyum manis. “Terima kasih, Bu.”

Ia duduk, membantu Sulastri menata piring, bahkan bertanya kecil soal masakan. Nada suaranya lembut, sikapnya sopan dan nyaris tak tersisa jejak gadis bar-bar tadi.

Alvar memperhatikan dari kejauhan, diam-diam terkejut. Rumah ini sudah lama sepi. Dan baru setengah hari Kiara ada di sini, ibunya sudah terlihat begitu menyukainya.

Sudut bibir Alvar terangkat tipis.

Kiara menatap piring di depannya. Seekor ikan nila goreng berukuran besar terletak rapi di atas nasi hangat, sambal dan lalapan di sampingnya. Aromanya gurih, menggoda namun justru membuat dada Kiara menegang.

Dadanya terasa tidak nyaman hanya dengan mengingatnya. Sejak kecil, ia alergi ikan tawar, terutama nila. Kulitnya bisa gatal, tenggorokannya terasa sesak jika tak segera minum obat.

“Kenapa, Sayang?” tanya Sulastri lembut, menyadari Kiara hanya diam menatap piringnya.

“Kurang selera?”

Belum sempat Kiara menjawab, Alvar menyandarkan punggungnya ke kursi, suaranya terdengar datar namun menusuk.

“Masakan Ibu pasti nggak cocok di lidahnya,” ucapnya.

“Biasanya makan burger sama pizza. Mana cocok makanan desa.” Ucapan itu seperti tamparan halus.

Kiara menoleh tajam ke arah Alvar. Matanya menyala kesal. Ada banyak hal yang ingin ia bantah namun gengsinya lebih dulu berbicara.

Tanpa berkata apa-apa, Kiara mengambil sendok dan garpu. Ia menyobek sedikit daging ikan nila itu, lalu memasukkannya ke mulut.

'Tidak apa-apa,' gumamnya dalam hati.

'Nanti minum obat saja.'

Ia teringat obat alerginya yang selalu ia bawa di tas.

Sulastri tersenyum lega melihat Kiara mulai makan.

“Enak, kan?”

Kiara mengangguk pelan, memaksakan senyum.

“Enak, Bu.”

Alvar memperhatikannya sekilas sekadar sekilas lalu kembali fokus pada makanannya. Ia tak tahu, dan Kiara tak berniat memberi tahu. Karena bagi Kiara Valeska, mengakui kelemahan di depan pria itu adalah hal terakhir yang ingin ia lakukan.

1
Rini Benny
suka ceritax thor
Nuril Shafi
kalian lanjut aja deh, aku mau nyari yg lain, ngapa jadi pembakaran, pembunuhan, penculikan,, 🤦‍♂️🤦‍♂️
martabak rujak rasa kari
gimana kaga trauma orang ciuman juga, tatapan, nolongin mantan suruh nunggu istri mau beliin air katanya😒
Nanik Kusno
Akhirnya....
semua bahagia dengan jalan hidup masing masing
Nanik Kusno
Ikut tersipu2.....☺️☺️☺️😌😌😌😌
Nanik Kusno
Salah terka...🤭🤭🤭🤭🤭
Nanik Kusno
Mungkin Rome yang bertunangan ma Delia...
Nanik Kusno
Semua ibu sama....g tega lihat anaknya disuntik...
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫
Nanik Kusno
Semoga ibu dan twins selamat ...🤲🤲🤲🤲🤲
Nanik Kusno
Delia emang top markotop.....👏👏👏👏👍👍👍👍
Nanik Kusno
Berbahagialah liliput.... sekarang kamu dah bersama Yoga lagi..... selamat 👏👏👏
Nanik Kusno
Tamat riwayatmu liliput....
eeehhh......dia bareng ma Yoga dunk....👏👏👏👏👏👏👏
Nanik Kusno
Si liliput ini pasti sedang tertawa terbahak-bahak...dia mendapatkan momen yang tepat untuk menjatuhkan keluarga Kiara...
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.... bakalan viral nih....
Nanik Kusno
Kenapa sih sekarang sering ketemu Liliput ini....😏😏😏😏😏😏😏
Nanik Kusno
Alvar....aq ikutan bingung nih ....😇😇😇😇😇
Anggi Ganteng
bsngke si Hesti,,
Mika Alpianus
mampus ko pelaso🤣🤣
Mika Alpianus
sini Kiara Ama ak aja biar CPT hamil nya itu bocah bego amat dah kalo kisah nyata udah ku ajak singel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!