Seorang gadis bernama Sabrina adelia, dia cewek tomboy, cuek, suka yang gratisan dan juga ringan lidah, namun terkadang juga memiliki lidah pedas jika di usik, mendadak terbangun di dunia novel kerajaan modern. Novel yang dia buat sendiri. Sabrina adalah seorang penulis terkenal, namun ketika dia merilis novel terbaru, banyak para penggemarnya yang marah. Karena kehidupan pemeran utama wanita yang tragis bernama kayana. Dimana pemeran utama wanita yang lemah, di jodohkan oleh pria tokoh utama, pria terkaya dan dingin bernama Pangeran Xavier Maheswara. Namun pangeran xavier telah memiliki kekasih bernama Aruna Lauren, aruna sang figuran yang seharusnya menjadi pelengkap di puja bagaikan tokoh utama wanita.
Sang pemeran utama wanita juga harus menyamar sebagai pria, karena kehidupan yang terancam. Dengan modal otak encer, dan sedikit nekat, dia merubah alur novel yang di buatnya. Hingga menarik perhatian pangeran xavier sang pemeran utama pria dan membuatnya sangat terobsesi dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon namice, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah Pangeran Xavier Untuk Kayana
Mobil milik pangeran xavier berhenti di sebuah sekolah yang besar dan elit, kayana dan aruna satu sekolah. Tetapi kayana sedang tidak masuk sekolah.
"Noah, kamu tidak masuk sekolah?" Tanya aruna dengan nada penasarannya.
"Besok aku masuk, hari ini aku memang izin." Jawabnya dengan nada santai.
"Oh, oke." Jawabnya dengan nada di buat lembut. "Pangeran xavier, terimakasih banyak ya, kamu telah mengantarkan aku sekolah." Ucapnya dengan suara yang mendayu-dayu.
"Hmm." Jawabnya singkat.
"Pangeran xavier, emmm.. bolehkah aku mengecup pipi kamu?" Tanyanya dengan nada sangat manja.
Pangeran xavier menatap aruna tajam dan intens. "Tidak." Jawabnya tegas.
"Anjir, si pulu-pulu parah bangat dah, masa gatel bangat. Dia mau kecup pipi pangeran xavier. Aku tahu, dia pasti mau pamer dengan sahabatnya." Batinnya tersenyum sinis. "Kenapa wanita seperti ini menjadi hebat di novel ku sih?? dia kan cuma figuran." Batinnya tersenyum tipis.
Nathalia merasa sangat menyesal membuat figuran bagaikan cahaya dan bersinar dengan kelembutan di novelnya. Dia juga teringat dia telah membuat antagonis, dua orang antagonis, pria dan wanita. Yasmin Dayana dan juga Arlo cairo, namun seakan-akan tidak terlihat. Tetapi dia merasa aneh dengan sang figuran yang dia buat. Figuran yang dibuatnya memiliki sifat tulus tidak seperti wanita di hadapannya ini, si pulu-pulu yang menyebalkan pikir kayana.
Terlihat raut wajah kecewa dari aruna mendengar penolakan pangeran xavier. "Biasanya pangeran xavier tidak menolak, aku kecup pipinya." Batinnya berbisik merasa kesal dan marah.
"Noah, jalan." Perintah pangeran xavier tanpa menunggu ucapan dari aruna.
"Pangeran tunggu." Teriak aruna.
Namun mobil pangeran xavier terus melaju dengan cepat. Pangeran xavier terus menatap punggung kayana, membuat kayana bergidik ngeri.
"Noah, kamu tidak menggunakan kacamata?" Tanyanya dengan nada dingin.
"Tidak pangeran, aku sedang ingin berubah." Jawabnya dengan nada santainya.
"Hmm, berubah noah. Dalam acara apa??" Tanyanya seperti interogasi yang menekan.
"Aku ingin mencari wanita, bosan jomblo." Jawabnya masih terdengar santai. Karena santainya jawaban kayana ini, membuat pandangan mata pangeran xavier berkilat penuh misteri.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Aku pikir kamu tidak menyukai wanita noah, dan aku merasa kamu memang berbeda." Ucapnya dengan nada yang berbeda.
"Ish, siapa bilang pangeran. Aku ini normal loh." Jawabnya dengan nada bersemangat.
Pangeran xavier menyadarkan kepalanya di sandaran kursi mobil dengan tangan di silangkan di dada, di tersenyum menyeringai, seringai yang berbahaya dan kayana bisa melihat dari pantulan cermin mobil. "Ternyata selama ini aku tidak sadar noah, kamu itu menarik." Ucapnya dengan tatapan mata liar dan lapar penuh arti, sebuah tatapan yang seakan-akan menelanjangi semua lapisan pakaian pria yang di kenakan kayana.
Deg..
"Pangeran anda normalkan??" Tanyanya bergidik ngeri menatap mata pangeran xavier yang sangat menakutkan, walaupun sangat tampan tetapi tatapannya sangat jelas terlihat obsesi besar.
"Hahaha." Tawa pangeran xavier menggema. Pangeran yang terkesan dingin, kini tertawa terbahak-bahak, namun tawanya seakan-akan menyeramkan.
"Aku normal noah, apa kamu ingin melihat xavier mini ku, agar kamu percaya aku normal?" Ucapnya di luar nurul, membuat kayana tambah bergidik ngeri.
"Rasana aku ingin menembus kaca mobil ini, lari sejauh-jauhnya. pangeran xavier memang sangat tampan, tetapi sangat mengerikan auranya. mana dia seakan-akan gila, masa dia ingin memperlihatkan sosisnya? Aneh." Batinnya bergidik ngeri.
Pangeran xavier masih menatap punggung kayana lekat. "Bagaimana noah, tawaran ku?" Tanyanya kembali. "Noah, aku ingin tahu kamu normal apa tidak? karena itu, bagaimana jika kita saling memperlihatkan sosis kita ini? Aku penasaran dengan noah mini mu, apa benar normal?" Ucapnya bercanda namun terdengar penuh arti.
Deg..
Mata kayana terbelalak, terkejut mendengar ucapan pangeran xavier. "Stop pangeran xavier, otak anda sepertinya sedang eror tingkat tinggi, atau anda lupa minum obat. Kita hentikan pembicara kita ini." Jawab kayana, tubuhnya menegang takut.
"Hahaha. Noah hari ini kamu sangat lucu bisa membuat aku tertawa terbahak-bahak." Ucapnya dengan nada santai, namun terdengar menakutkan untuk kayana.
Mobil pangeran xavier akhirnya tiba di perusahaannya. Noah merasa lega. "Akhirnya, aku bisa lepas dari ketegangan dan kegilaan pangeran xavier. Otaknya jangan-jangan geser karena kecelakaan, jadi eror nya tingkat tinggi. Mesum." Batinnya bergidik ngeri.
Pangeran xavier menatap noah. "Noah, Karana kamu telah membuat aku tertawa hari ini, maka aku akan memberikan kamu hadiah." Ucapnya dengan nada masih penuh arti.
Mata kayana berbinar, mendengar kata hadiah dari mulut pangeran xavier. Terlihat oleh pangeran xavier, membuat pangeran xavier tersenyum menyeringai kembali tanpa kayana ketahui.
"Hadiah pangeran?" tanyanya menoleh kebelakang dengan mata berbinarnya.
"Hmm." Jawabnya santai. "Kamu mau hadiahnya?" Tanyanya masih dengan nada santai.
"Tentu pangeran aku mau dong." Jawab kayana, yang memang tidak pernah menolak batang gratisan dan hadiah.
"Bagus, hadiahnya hari ini kamu menemani ku seharian bekerja di ruangan ku." Jawabnya santai.
Deg..
Mata kayana membesar. "Kok hadiahnya seperti itu pangeran, hadiah itu biasanya berupa sebuah benda." Jawabnya dengan nada terdengar kesal.
Pangeran xavier tersenyum tipis. "Kita sudah sepakat noah, dan kamu menerima hadiah ku. Aku tahu hatimu pasti sangat senang bisa melayani ku yang seorang pangeran, bukan hanya sekedar sopir bukan." Ucapnya dengan senyuman seringainya kembali. "Keluar noah ikut aku." Perintahnya tegas lalu dia keluar.
Deg..
"Sialan, aku terjebak. Pangeran xavier itu sangat licik, tetapi kenapa dia memberikan hadiah seperti itu sih? kepedean nya tingkat tinggi, siapa yang mau melayaninya. Mungkin benar sih untuk semua orang itu adalah anugerah bisa melayani dirinya yang seorang pangeran apa lagi jika seorang wanita. Tetapi ini musibah buat aku." Gumamnya kecil, namun pangeran xavier yang berdiri di samping pintu mobil depan mendengarnya.
Senyuman seringainya tambah menyeramkan. "Noah, kamu tidak akan bisa menyembunyikan apapun itu dariku. Ada sesuatu darimu yang bisa aku lihat, walaupun kamu tutupi dengan kaca mata hitam mu." Batinnya berbisik. "Jangan harap kamu bisa lari dariku setelah ini." batinnya berbisik kembali dengan nada penuh obsesi besar.
Kayana tidak keluar dari mobilnya. Dia hanya diam memikirkan cara untuk lepas dari pangeran xavier.
"Noah, keluar atau aku seret kamu sekarang juga untuk keluar." Bariton suara tinggi menyadarkan kayana dari lamunannya.
Deg..
"Iya pangeran, sabar kenapa sih?" Jawabnya dengan nada kesal.
Pangeran xavier tambah menyunggingkan senyuman. Senyuman penuh kemenangan.
"Pangeran aku ini seorang sopir, masa aku harus melayani mu juga di kantor, itu melenceng dari pekerjaan ku." Jawabnya dengan nada masih terdengar kesal.
Mata pangeran xavier memicing. "Noah, memangnya kamu tidak membaca detail kontrak kerja itu, jika kamu bukan hanya sopir pribadi ku saja. Tetapi pekerjaan kamu melayani kebutuhan ku jika aku butuhkan." Jawabnya santai.
Deg..
"Tidak mungkin." Ucapnya dengan menelan ludahnya kasar.
Pangeran xavier menarik tangan kayana. "Jangan banyak berpikir, itu membuang waktu ku yang berharga." Jawabnya menggandeng tangan kayana. "Hmm, tangan seorang pria begitu lembut." Batinnya menggenggam erat tangan noah. "Noah, kamu bisa menjadi siapa saja di luar sana," batinnya berbisik dalam hati. "tapi di bawah tatapan ku, kau tetaplah milikku seutuhnya."
lebih baik hukuman ciuman dripda siksaan...hahahahah🤣🤣
lanjut kak....
langsung di basmi aja lah...hihihu...
smngt terus kak...💪💪