NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:103.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

"Lihat wajahmu, Daren! Putra yang kau bangga-banggakan itu benar-benar iblis! Dia memukul ayahnya sendiri sampai seperti ini!"

Tania mengoceh sambil menempelkan kompres es ke rahang Daren yang membiru dan bengkak. Di lantai ruang tamu yang mewah itu, bercak darah masih tertinggal.

Ya, darah Daren yang muncrat saat tinju mentah Jimmy menghantam wajahnya tanpa ampun beberapa jam yang lalu. Jimmy tidak datang untuk berlutut. Ia datang seperti badai, menghajar siapa pun yang menghalangi jalannya.

Jimmy bahkan meninggalkan ayahnya terkapar sebelum pergi dengan ancaman yang masih terngiang di telinga mereka.

Daren mengerang, rasa sakit di wajahnya tidak sebanding dengan harga dirinya yang hancur berkeping-keping, karena dipermalukan oleh putra kandungnya sendiri setelah sekian lama tidak bertemu.

"Diam lah, Tania! Kepalaku mau pecah!"

"Bagaimana aku bisa diam?! James sudah tidak menganggap mu ayah! Dia lebih memilih menjadi anjing penjaga keluarga Frederick daripada menghormatimu! Jika kau terus membiarkannya, dia akan membunuh kita semua demi wanita kecil itu!" Tania terus mengompori.

Dalam hati, Tania tersenyum puas melihat kebencian yang membara di mata suaminya. Baginya, James adalah ancaman besar. Selama James masih ada, posisi putranya sebagai pewaris tunggal kekayaan Daren tidak akan pernah benar-benar aman. Ia harus memastikan Daren menghapus nama James dari silsilah keluarga. Atau lebih baik lagi, menghapusnya dari muka bumi.

Daren berpaling, matanya yang merah karena amarah menangkap sosok Aaron yang duduk santai di sofa seberang. Bukannya merasa prihatin melihat ayahnya babak belur, Aaron justru asyik menyandarkan punggungnya, jemarinya sibuk menari di atas layar ponsel, sesekali tersenyum mesum melihat foto-foto wanita di media sosial.

"Aaron! Taruh ponsel sialan mu itu!" bentak Daren, membuat Aaron tersentak kecil namun tidak terlihat takut.

Aaron mendesah malas. Ia akhirnya menyimpan ponselnya. "Ada apa lagi, Pa? James sudah pergi, kan? Lagipula, aku sudah bilang jangan memancing harimau kalau kau tidak punya kandangnya. James itu gila kalau soal Lea."

"Harimau? Kau menyebut kakakmu harimau sementara kau sendiri duduk di sini seperti pecundang?!" Daren bangkit dengan tertatih, rasa nyeri di perutnya akibat tendangan Jimmy membuatnya hampir tersungkur lagi.

"Lihat dirimu! Kau ingin jadi pewaris ku, tapi yang kau tahu hanyalah bermain wanita, mabuk-mabukan, dan sekarang kau membiarkan kakakmu menghancurkan tanganmu! Dasar bodoh!" maki Daren.

"Aku sudah berusaha, Pa," sahut Aaron santai, ia mengangkat tangannya yang di gips. "Tapi aku bukan petarung jalanan seperti dia. Kenapa Papa tidak sewa pembunuh bayaran saja yang lebih hebat? Kenapa harus repot-repot memanggilnya pulang untuk dipukuli?"

"Karena aku ingin dia tunduk! Aku ingin dia menyerahkan semua asetnya langsung pada kita!" Daren menghantam meja kaca di depannya. "Tapi kau? Kau bahkan tidak bisa membuat gadis manja itu jatuh cinta padamu! Dan malah menjebaknya dengan obat murahan hingga berakhir memalukan!"

Aaron memutar bola matanya lalu berdiri, merasa bosan dengan ceramah ayahnya.

"Lea itu sulit, Pa. Dia punya selera rendahan. Mungkin dia memang lebih suka pria tua yang kasar seperti James. Tapi tenang saja, aku punya rencana lain. Aku tidak perlu otot untuk menghancurkan mereka."

"Rencana apa? Tidur dengan model lagi?" sindir Daren tajam.

"Sesuatu yang lebih licik," ucap Aaron tersenyum tipis. "Aku akan membuat kakek William percaya bahwa James-lah yang merencanakan semua penyerangan di mall untuk terlihat sebagai pahlawan. Begitu dukungan Frederick hilang, James hanya akan menjadi sampah jalanan. Dan saat itulah, aku akan mengambil Lea sebagai piala kemenanganku."

Daren terdiam, menatap putra bungsunya itu dengan tatapan menilai. Meski Aaron adalah playboy kelas teri yang sering mengecewakannya, ia tahu Aaron memiliki kelicikan yang diwarisi dari ibunya, Tania.

"Pastikan rencanamu berhasil, Aaron. Karena jika tidak, aku akan menyumpal mulutmu itu," ucap Daren sambil menyeka sisa darah di sudut bibirnya.

Tania mendekat lalu mengelus dada Daren dengan lembut untuk menenangkannya.

"Tenanglah, sayang. Aaron akan mengurus semuanya. James tidak akan pernah menang melawan keluarga kita yang sah," sahut Tania.

Akhirnya, setelah sekian lama menunggu, sebentar lagi semua kekayaan James akan menjadi miliknya. Tak sia-sia Tania membuat ibu James dan bahkan James tersingkirkan dari rumahnya sendiri.

"Suamiku, jawab aku dengan jujur! Apa wanita itu sebenarnya masih hidup dan kau menyembunyikannya dariku selama ini?" Tania bertanya dengan berbisik, menuntut penjelasan dari Daren yang sedang meringis menahan sakit di rahangnya.

Kecurigaan yang selama ini ia pendam meledak begitu saja setelah melihat reaksi Daren saat menyebut nama James tadi.

Daren menghembuskan napas kasar, ia menatap istrinya dengan tatapan lelah sembari melirik Aaron yang berjalan tertatih meninggalkan mereka.

"Aku tidak tahu di mana dia, Tania! Bukankah sudah jelas dia terbakar bersama rumah itu belasan tahun silam? Kau sendiri yang melihat apinya melahap segalanya, bukan?"

"Jika tidak tahu, kenapa kau bilang wanita itu ada bersamamu?" tanya Tania.

"Hanya ingin memancing James keluar saja. Aku pikir James sudah tiada, nyatanya dia masih hidup," jawab Daren.

Tania terdiam seketika, ia menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata Daren barusan seolah melemparnya kembali ke malam jahanam tersebut. Malam di mana ia sengaja menyulut sumbu api karena ambisinya yang buta.

Tania menginginkan Daren hanya setelah ia tahu pria itu memiliki segalanya, namun kenyataan pahit menghantamnya. Seluruh kekayaan, aset, dan nama besar itu bukanlah milik Daren, melainkan milik ibu James.

"Kau tahu jelas kenapa semua itu bisa terjadi, Tania. Jadi jangan berlagak seolah kau adalah korbannya di sini," ucap Daren lagi, membuat bulu kuduk Tania meremang.

Dalam hati, Tania mengutuk keberuntungan James yang seolah tak ada habisnya. Seharusnya James ikut hangus malam itu, nyatanya pria itu masih hidup, bahkan kini tumbuh menjadi sosok yang sangat berbahaya di bawah asuhan Diego Frederick.

Ketakutan Tania semakin memuncak saat menyadari perubahan sikap Daren. Daren yang biasanya keras, kini mulai terlihat goyah setelah bertemu kembali dengan James. Ada secercah rasa bangga yang terselip saat Daren melihat James tumbuh menjadi pria yang jauh lebih hebat dari Aaron.

"Jangan bilang kau mulai luluh padanya hanya karena dia membawa nama Frederick!" Tania kembali memprovokasi. "Ingat, Daren! Hanya Aaron putramu yang sah di mata hukum! Jika James kembali, dia akan mengambil semua harta yang sudah susah payah kita pertahankan!"

"Harta itu memang haknya, Tania! Dan jika James memutuskan untuk mengambilnya, tidak ada yang bisa kita lakukan," sahut Daren dingin sebelum berbalik pergi meninggalkan istrinya yang terpaku dalam ketakutan.

Tania mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia tidak akan membiarkan James menang. Jika api tidak bisa menghabisinya belasan tahun lalu, maka ia sendiri yang akan memastikan James membusuk dalam kehinaan.

"Aaron!" Tania menghampiri putranya yang sedang berdiri di balkon.

"Apalagi Ma?"

"Dapatkan gadis itu! Kau harus segera menikahinya agar William mengakui mu sebagai cucu menantunya!"

Aaron mengangguk. Ia tidak peduli pada luka ayahnya, ia hanya peduli bagaimana cara memiliki tubuh Lea yang sudah membuatnya terobsesi sejak pertama kali melihatnya.

"Aku memang menginginkan Lea lebih dari wanita manapun di dunia ini, Ma. Meski harus melawan kakakku sendiri," gumam Aaron.

1
Nice1808
lah ketinggalan ada bonchap nya😃😃😃
Nice1808: dah habis bonchap nya kak🤣
total 2 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
@vanilla_jazminxxy.
hai thor, cerita sangatlah bagus, singkat dan tdak membosankan saat membaca, klimatnya tdak terbelit2 dan tdak jenuh ketika di BCA, sya Bru membaca dan mnyukai nya, krna sangat sesuai yg sya mau, crita mu sangat bisa.. mkasi ya Thor
o ya, sy pndtang Bru di karya mu 🙏🙏🙏
Senja: Terima kasih banyak kak sudah mampir🙏🥰
total 1 replies
Ruk Mini
sagat epik thor, akhir yg indah😍, smua Bahagia, tpi oenasaran sm nasib bp dn mak tiri y babank jim, ok tq y thor d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Al Fatih
Bagus ceritanya,, alurnya menarik.
love sick
hhu
Nanaty
/Rose//Rose//Good/
Sri Rahayu
😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
cocok tu Vania dgn Aaron 😍😍😍
Marya Dina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aduh aduh perutku
🤣🤣🤣smpe mules 🤣
Sri Rahayu
ada2 aja sih Diego dan Jimmy....bikin ngekek aja 😆😆😆😍😍😍
Dea Fitri
luar biasa
+39 🔕
❤️❤️❤️ al menanti karya selanjutnya 🌚
Lisa Halik
😍😍makasih thor
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Kinara Widya
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Kinara Widya
banyak2 terima kasih kak...🥰🥰🥰
Lilik24
laagiiii
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!