NovelToon NovelToon
Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Status: tamat
Genre:Cintamanis / System / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: SJ K.R.Y

Dunia dimana yang kuat yang menjadi raja dan yang lemah ditindas serta dihina. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Lima sekawan dalam melawan kekuatan jahat milik Tuan Putri Quinella Valencia de Harvest, yaitu bibi dari Putri Mahkota Kerajaan Harvest. Di dunia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kekayaan saja, tapi juga mengandalkan Panggilan Sistem (System Call). Dapatkah Putri Mahkota beserta teman-temannya mengalahkan Tuan Putri Quinella beserta keluarganya, dan mendapatkan kembali haknya sebagai pewaris tahta yang sah, lalu bagaimana nasib keluarga Tuan Putri Quinella? Mari kita simak cerita ini bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SJ K.R.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14: Pelepasan Lentera

"Aku sudah tidak berminat untuk makan malam di sini lagi. Ayo kita pergi Lily, acaranya sebentar lagi hampir di mulai lebih cepat kita sampai itu lebih baik. Ayo." Ucap Tuan Putri Ellie sambil menggandeng tangan Lily keluar dari Cafe Anatolia dan pergi menuju Danau Worthington.

"Baiklah, Tuan Putri." Ucap Lily sambil berjalan keluar setelah meletakkan uang untuk membayar makan yang sudah mereka pesan.

......................

"Ivy, bukankah yang tadi keluar itu Ellie?" Tanya Tuan Putri Lea setelah dia melihat sepupunya pergi dengan terburu-buru.

"Iya, itu benar Tuan Putri." Ucap Ivy yang dari tadi memperhatikan Tuan Putri Ellie dari kejauhan.

"Buat apa Ellie datang ke sini? Bukankah dia tidak suka acara festival seperti ini? Lalu tadi sepertinya Ellie datang dengan seseorang mungkinkah itu temannya?" Tanya Tuan Putri Lea bergugam pelan.

"Lea, apa yang kau bicarakan dengan Ivy? Kenapa berbisik-bisik seperti itu?" Tanya Luca yang merasa aneh dengan tingkah laku Tuan Putri Lea.

"Ah, ti-tidak ada apa-apa, Luca." Ucap Tuan Putri Lea yang merasa kekhawatiran akan menghampirinya nanti.

"Apa kau yakin?" Tanya Luca memastikan sekali lagi.

"Iya."

"Ayo cepat selesaikan makannya sebentar lagi acara mau dimulai." Ucap Tuan Putri Lea kepada ke empat temannya.

"Benar juga ayo cepat." Ucap Sena, Alice dan Eugeo bareng.

"Ah, akhirnya. Ayo kita ke jalan." Ucap Tuan Putri Lea sambil beranjak dari tempat duduknya.

......................

"Pengumuman, pengumuman, bagi semua pengunjung pada Festival Lentera hari ini, karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 maka acara akan di mulai."

"Untuk para tamu terhormat, Yang Mulia Kaisar dan Tuan Putri Ellie silahkan di mulai acaranya dengan melepaskan lentera asli milik Kerajaan Harvest lalu di ikuti oleh Nona Paddington, Nona Everest, Nona Lawson Bates, Grand Duchess Yuuki, Duke Muda Verita, Marquess Meligina, Marquess Glazer, dan terakhir Baroness Monique dengan melepaskan lentera asli milik keluarganya masing-masing."

"Baiklah, karena para tamu terhormat sudah melepaskan lentera nya masing-masing, ayo kita mulai acaranya pada hitungan terakhir silahkan kalian semua lepaskan lentera nya."

"1.. 2.. 3.. lepaskan lentera nya." Teriak sang pembawa acara kepada para pengunjung festival tersebut sambil melepaskan lentera yang dia pegang.

"Hei lihat itu! Lentera nya sudah di lepaskan, ayo kita lepaskan juga lentera milik kita." Ucap Tuan Putri Lea sambil memegang lentera nya yang sudah di kasih api di dalamnya.

"Ayo, 1... 2... lepaskan!" Teriak Mereka berenam sambil melepaskan lentera nya masing-masing.

"Lihat! Lentera ku yang paling tinggi." Teriak Sena sambil menunjuk lentera yang sudah di beri berbagai macam gambar olehnya.

"Tidak! Punya ku yang paling tinggi." Teriak Alice sambil menunjuk lentera yang berbentuk seperti bintang itu.

"Tidak! Punya ku lah yang lebih tinggi." Teriak Eugeo yang tidak mau kalah dengan adik dan temannya itu.

"Ppffftt." Tawa Tuan Putri Lea sambil melihat tingkah teman-temannya yang kekanak-kanakan.

"Kak, Sena, Lea, Eugeo, Ivy coba kalian lihat kesana! Bukankah itu lentera dengan lambang Kerajaan? Kenapa lentera dengan lambang Kerajaan ada di sini?" Tanya Luca yang terkejut melihat 2 lentera dengan gambar Kerajaan Harvest di depannya.

"Bukan itu saja, coba kalian lihat ke sebelah sana! Itu kan lambang keluarga Schubert. Dan lihat ada lambang keluarga Everest, Paddington, Yuuki, Monique, Verita, Glazer, bahkan ada lentera dengan lambang keluarga Meligina juga." Teriak Sena sambil menunjuk semua lentera dengan lambang keluarga yang di kenal.

"Bukankah para pengunjung yang merayakan Festival Lentera hari ini hampir semuanya rakyat biasa? Kenapa bisa ada lentera dengan lambang-lambang Keluarga Kerajaan dan bahkan lambang keluarga lainnya?" Tanya Alice bingung.

"Entahlah aku juga tidak tahu tentang hal itu, Alice." Ucap Tuan Putri Lea sambil menggaruk kepalanya.

"Tuan Putri, tolong anda lihat ke sebelah sana sebentar bukankah itu Yang Mulia dan Tuan Putri Ellie." Ucap Ivy sambil menunjuk 2 orang yang di kenalnya.

"Benar itu Papa dan Ellie tapi kenapa mereka ada disini? Bagaimana kalau kita sapa saja mereka." Ajak Tuan Putri Lea kepada teman-temannya untuk menyapa Yang Mulia Raja, Vettel dan Tuan Putri Ellie, adik sepupu Tuan Putri Lea.

Tidak jauh dari tempat Tuan Putri Lea dan teman-temannya berdiri....

"Paman, setelah ini kita akan kemana?" Tanya Tuan Putri Ellie kepada pamannya.

"Hmm... Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu sambil membicarakan sesuatu." Ucap Yang Mulia Raja kepada keponakannya itu.

"Mhmm.. Itu ide yang bagus paman. Bagaimana kalau kita bicaranya di sana." Ucap Tuan Putri Ellie sambil menunjuk tempat duduk yang ada di dekat danau.

"Baiklah kalau begitu." Ucap Yang Mulia Raja sambil berjalan ke tempat duduk yang berada di dekat danau.

"Salam kepada Yang Mulia Kaisar, Sang Matahari Kekaisaran dan Tuan Putri Ellie, Sang Bintang Kedua Kekaisaran." Ucap Duke Muda Verita, Grand Duchess Yuuki, Nona Everest, Nona Paddington, Nona Schubert, Marquess Meligina, Marquess Glazer, dan Baroness Monique serempak memberi salam kepada Yang Mulia Kaisar dan Tuan Putri Ellie.

"Salam juga untuk kalian semua." Ucap Yang Mulia Kaisar membalas salam mereka.

"Maaf Yang Mulia kalau saya sedikit lancang, anda dan Tuan Putri Ellie ingin pergi kemana ya?" Tanya Grand Duchess Yuuki kepada Yang Mulia Kaisar dan Tuan Putri Ellie.

"Yang Mulia ingin membicarakan sesuatu dengan saya, Grand Duchess Yuuki." Ucap Tuan Putri Ellie menjelaskan.

"Maaf, Yang Mulia, apa anda sudah memutuskan siapa yang akan jadi Penerus anda nantinya?" Tanya Marquess Glazer memulai permasalahan.

Yang Mulia Kaisar, Tuan Putri Ellie dan mereka semua langsung tertegun setelah mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut Marquess Glazer itu. Begitu pun dengan Tuan Putri Lea, Ivy, Luca, Sena, Eugeo, dan Alice yang berdiri tidak jauh dari Yang Mulia Kaisar dan Tuan Putri Ellie juga ikut tertegun.

"Apa? Apa saya salah? Bukankah Yang Mulia sudah seharusnya menentukan siapa yang akan menjadi penerus anda nantinya."

"Anda sudah menurunkan Tuan Putri Quinella dari posisinya, yang seharusnya beliau yang menjadi Kaisar selanjutnya setelah mendiang Yang Mulia Kasiar sebelumnya mangkat akibat penyakit nya yang tidak di ketahui penyebabnya, tapi anda tiba-tiba saja menurunkannya begitu saja." Ucap Marquess Glazer makin menjadi-jadi.

"Marquess Glazer jaga ucapan mu!! Omong kosong apa yang kau katakan di depan Yang Mulia!!" Bentak Tuan Putri Ellie yang dari tadi sudah menahan amarahnya.

"Saya hanya mengatakan yang sebenarnya saja Tuan Putri. anda tidak perlu terkejut seperti itu. Atau mungkin anda belum mengetahui kebenaran yang sesungguhnya?" Ucap Marquess Glazer semakin memancing emosi orang di sekitarnya.

"Plak!!"

Suara tamparan yang sangat keras pun di layangkan oleh Tuan Putri Lea yang mendengarnya dari jarak yang tidak begitu jauh dari mereka hingga dia berlari menuju Yang Mulia Raja, Tuan Putri Ellie dan yang lainnya, tamparan itu pun mengenai wajah tampan milik Marquess Glazer dan meninggalkan bekas yang sangat parah di wajahnya.

"Jaga ucapanmu! Kalau aku mendengar hal yang serupa aku tidak akan segan lagi pada mu, Marquess!" Ucap Tuan Putri Lea memberi peringatan pertama pada Marquess Glazer yang merupakan teman dari Tuan Putri Ellie.

"Plak!!!"

Suara tamparan terdengar lagi dan mengenai wajah sebelah kiri milik Marquess Glazer.

"Tuan Putri?" Tanya Marquess Glazer kepada temannya itu sambil memegang wajah sebelah kirinya

"Dan itu untuk ibu! Kau memang pantas mendapatkannya, Malcolm!" Ucap Tuan Putri Ellie tegas dengan nada marah sambil memegang tangan kirinya yang habis menampar wajah Marquess Glazer.

1
Bryand 😎🎤🎧
bagus banget
Nakahara Freya
bagus sekali aku suka ceritanya
Megantrow
mantul
Nakahara Freya
ada Athy jga lho bkn hnya lilian doang
ASA
Wah ... fantasi. Selalu amaze sama author yang bisa buat cerita fantasi. Terlebih lagi kolosal.

Sukses terus Thor ... Salam kenal dari saya, Aulia 🥰
Duwi Hariani
next tor

aku beri vote bunga like n fav


salam. dari istri yang bisu 🙏
Duwi Hariani
lanjut torr
Triple.1
ada Lily disini ...
Ilmara
semangat kak
Sebutir Debu
sebutir debu hadir ya kakak
Hajime Nagumo
done like komen give fav, vote, dan rate 5 ya
Hajime Nagumo
hai kak salam kenal, aku mampir
Yukity
Hai aku mampir nih..
semangat ya
Follow ig : tinatina3627
mampir kak caca kalau berkenan ke novelku juga
Follow ig : tinatina3627
mampir kakak caca aku sudah like favorite sama vote dan bunga yah kak.
Caca Merica
Aku mampir kak... Semangattt yaaa......
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤
R⃟•Dinaa
lanjut
R⃟•Dinaa
aku mampir kak..salken dr diana.
Lady Rose🌹
semangat bestie😊👍🏻
Lady Rose🌹
hebat, semangat yw(≡^∇^≡) bestie😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!