Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Kepalsuan
Nolan bersama asistennya dengan cepat tiba di pusat perbelanjaan.
Pusat perbelanjaan tersebut adalah pusat perbelanjaan milik keluarga Sanjaya, Jadi setiap kali Nolan melewati satu toko, semua orang akan berlaku hormat padanya.
Akhirnya, Nolan memilih memasuki salah satu toko dan berbelanja begitu banyak, kemudian toko kedua, ketiga, keempat dan Seterusnya.
Sang asisten yang membawa barang pun akhirnya tidak dapat lagi menampung semua barang belanjaan di tangannya, jadi dia memanggil bala bantuan sehingga di belakang Alvin sudah ada 4 orang yang membawa barang untuknya.
Mereka pun tiba di toko perhiasan, Nolan menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap asistennya dan 4 orang dibelakangnya yang membuat mereka menarik begitu banyak perhatian.
"Suruh mereka untuk langsung mengantarnya ke apartemen, tidak perlu menarik perhatian seperti ini," Kata Nolan yang tidak suka melihat orang-orang terus memperhatikan mereka.
"Tapi, saya rasa akan lebih baik jika anda sendiri yang membawanya ke apartemen, dengan begitu Tuan akan memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Nona muda dan juga memperlihatkan ketulusan hati Tuan," kata sang asisten.
Nolan berpikir sesaat, dan dia merasa ide itu cukup baik jadi dia pun tidak melarang asistennya lagi dan akhirnya memasuki toko perhiasan itu.
Pada saat itu, beberapa perempuan yang merupakan teman-teman Luna juga sedang berbelanja di toko perhiasan dan ketika Mereka melihat kedatangan Nolan, ketiga perempuan itu langsung terpaku.
"Itu Nolan, dia datang berbelanja sebanyak itu?" Ucap salah seorang perempuan sambil memperhatikan Nolan, tatapan kagum tak bisa disembunyikan matanya.
"Pria seperti Dia datang sendiri untuk berbelanja, apa jangan-jangan dia berbelanja untuk diberikan pada Luna?" Kata perempuan yang lain.
"Benar sekali, Luna 'kan sudah dekat dengannya sejak kecil, bahkan mereka berdua disebut sebagai kekasih masa kecil dan sekarang Luna juga sudah kembali setelah menyelesaikan kuliahnya di luar negeri, Nolan pasti datang sendiri berbelanja untuk diberikan pada Luna."
"Ya ampun, aku tidak tahu kalau Nolan yang selalu dingin dan berwajah datar itu ternyata seromantis itu pada Luna, Luna pasti senang banget."
Salah satu perempuan mengeluarkan ponselnya, "aku akan menelpon Luna, kita ajak dia bertemu sekarang!"
"Benar, ajak dia bertemu, suruh dia mentraktir kita," kata perempuan yang lain sambil mengeluarkan ponselnya, segera memotret Nolan untuk diperlihatkan pada Luna.
Ketiganya pun terus berada di toko perhiasan, memperhatikan Nolan yang tampak sangat serius memilih perhiasan perempuan.
"Sudah ku bilang 'kan, itu semua untuk Luna, semuanya adalah perhiasan perempuan."
"Ya ampun, aku iri sekali, seharusnya aku terlahir sebagai Luna, dengan begitu aku akan menjadi perempuan paling beruntung di dunia ini!"
Ketiga perempuan itu terus berbincang sampai akhirnya Nolan meninggalkan toko perhiasan dan ketiganya juga pergi meninggalkan pusat perbelanjaan menuju sebuah restoran.
Di sebuah ruangan privat, Luna sudah duduk sambil menikmati segelas jus yang ia pesan.
Ketika ketiga temannya datang, suasana menjadi ramai.
"Luna!"
"Astaga Luna, perempuan paling beruntung di dunia!"
"Gila! Kenapa kau tidak memberitahu kami kalau... Ah sudahlah, gadis cantik kita akan segera mendapat kejutan dari kekasihnya, jadi hari ini harus mentraktir kita semua!"
"Benar sekali, Aku sengaja memilih restoran paling mahal supaya Luna mengeluarkan lebih banyak uang untuk kita sebelum mendapat banyak hadiah dari kekasihnya..."
Ketiga perempuan dengan semangat duduk, mereka menatap Luna yang kebingungan.
"Apa maksud kalian?" Tanya Luna dengan ekspresinya yang tidak tahu apa-apa.
"Hallla! Kau jangan menyembunyikannya lagi, tebak kami baru raja bertemu dengan siapa?!" Salah seorang teman Luna menatap Luna dengan penuh semangat.
"Kalian ini, memangnya kalian habis bertemu dengan siapa?" Tanya balik Luna.
"Astaga! Kau harus lihat foto ini!" Salah satu teman Luna menunjukkan layar ponselnya pada Luna membuat Luna terkejut saat ia melihat foto-foto Nolan yang berbelanja begitu banyak, bahkan tampak serius memilih perhiasan.
"Ya ampun! Coba lihat banyaknya tas yang dibawa para pengawalnya, Dan dia bahkan membeli banyak sekali perhiasan wanita, Nolan sungguh romantis padamu! Apa dia sudah menghubungimu untuk bertemu? Atau jangan-jangan dia ingin memberi kejutan?" Tanya sang perempuan menatap Luna dan semangat.
Pokoknya sekarang dia harus benar-benar menempel pada Luna supaya nanti bisa kecipratan keberuntungan yang dimiliki Luna.
Luna pun terkejut, 'Nolan pasti belanja lagi untuk diberikan pada perempuan yatim piatu dari keluarga Wijaya itu. Hah... Tapi tidak apa-apa mengakuinya sekarang, lagi pula mereka bertiga tidak akan mengetahuinya,'pikir Luna dalam hati, merasa malu kalau harus mengatakan pada mereka Kalau hadiah-hadiah itu bukan untuknya melainkan untuk seorang perempuan yang bahkan tidak bisa dibandingkan dengan seujung kukunya.
Luna kemudian berkata, "Dia memang mengajakku bertemu nanti malam, tapi aku tidak tahu kalau hari ini dia pergi berbelanja sebanyak itu. Biasanya dia tidak pergi berbelanja secara langsung, biasanya langsung memanggil Para desainer ke kantornya atau--"
"Kalian dengar itu?! Hadiahnya benar-benar untuk Luna! Kalau begitu hari ini kita makan sepuasnya! Ronde kedua harus segera disiapkan!" Sang perempuan dengan semangat mengambil buku menu yang diletakkan di atas meja dan memesan makanan-makanan mahal di sana.
Luna hanya tersenyum melihat kelakuan para perempuan di sana, tapi dia juga sangat senang mendapat pujian dari mereka dan tentunya dengan begini dia telah mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin diantara semua teman-temannya.
Sungguh menyenangkan melihat semua perempuan-perempuan ini menjilat padanya!
Mereka pun bersenang-senang sampai sore hari, mereka berpisah dengan Luna menaiki mobil pribadinya sambil memikirkan percakapan sebelumnya dengan teman-temannya.
'Hah,,, bagaimana bisa Nolan benar-benar terpikat pada perempuan yatim piatu itu? Memangnya aku kurang apa sampai-sampai Nolan tidak pernah melirikku?' Luna menghela nafas bersamaan dengan ponselnya yang berdering.
Drringg.... Drringg....
"Halo Bu," kata Luna pada perempuan di seberang telepon yang merupakan ibu kandungnya.
"Luna, Ibu sudah berhasil membujuk Nyonya Sanjaya supaya meminta posisi sekretaris Nolan untukmu. Malam ini mereka mengundang kita untuk makan malam di rumah Sanjaya, cepatlah pulang supaya kita siap-siap pergi ke sana," kata perempuan dari seberang telepon dengan penuh semangat.
Luna tersenyum, 'Bagus, kalau begitu aku akan mengambil foto dengan Nolan dan mengunggahnya di media sosial supaya anak-anak itu semakin percaya kalau hadiah-hadiah yang dibeli Nolan tadi di pusat perbelanjaan sudah diberikan padaku,' pikir Luna dalam hati.
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪