Ketika pernikahan yang selama ini ku anggap sempurna,ternyata hanya sebuah kebohongan membuat kehidupan ku hancur lagi dan lagi.
Namun aku bertahan berharap bisa mengubah pernikahan palsu itu benar-benar nyata,namun semakin aku bertahan rasanya semakin aku jatuh dan hancur mengetahui lebih banyak hal yang lebih menyakitkan.
"Aku mau bercerai"
"Setelah kau membuat ku bergantung pada mu,kau ingin bercerai dengan ku?JANGAN HARAP!.KAU TIDAK AKAN BISA PERGI DARI KU SELAMANYA SAMPAI AKU MATI!"
"Kenapa tidak?,AKU AKAN PERGI SELAMANYA SAMPAI KAU TIDAK PERNAH MELIHAT KU SAMPAI KAU MATI!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hantari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak pulang
"Udah nyerah belum?"
Sambil mengemudi Lusia bertanya pada Alessia yang sejak tadi hanya diam menatap keluar jendela.
"Menyerah?,apakah aku memang sudah menyerah?",bukan nya menjawab pertanyaan Lusia, Alessia justru kembali bertanya hal yang sama pada diri nya sendiri sembari mengingat kembali kejadian di restoran saat melihat tangan nya lagi.
Bayangan raut wajah panik dan khawatir Oliver saat melihat keadaan Yasmine,sampai tidak memperhatikan siapapun yang ada di sana bahkan mendorong nya sampai terluka seperti sekarang.
Jika di tanya menyerah, sebenarnya Ia sudah menyerah saat keluar dari rumah sakit beberapa waktu yang lalu,namun selalu ada sesuatu dalam hatinya yang menahan nya untuk bertahan lebih lama lagi.
Entah sampai kapan hatinya akan lelah dan benar-benar menyerah tanpa sedikitpun rasa sakit lagi.
Lusia mengangguk, mengerti dengan keterdiaman Alessia saat ini,sehingga Ia tak lagi bertanya tentang hal itu.
"Sudah jangan sedih begitu lagi.Bagaimana kalau kita bersenang-senang agar kau bisa melupakan rasa sedih mu sementara?",goda nya tanpa mengalihkan perhatiannya yang sedang menyetir.
"Kau tau aku tidak penting suka masuk bar,jadi jangan coba membawa ku ke sana atau aku akan turun sekarang",ancam Alessia dengan nada bercanda dan seperti biasa dengan tawa kecil nya yang palsu.
"Dasar culun!"
Lusia mencibir,namun Alessia tidak pernah peduli dengan sebutan itu setiap kali Ia menolak ajakan orang lain untuk masuk ke dalam bar.
Tidak ada orang yang tau kalau keluarga nya kecelakaan saat pulang dari bar,hari dimana ibunya mengetahui papa nya punya simpanan dan menjemput sang papa yang sedang berselingkuh bersama simpanan nya di dalam bar dengan membawa kakak laki-lakinya di dalam mobil.Dalam perjalanan pulang bersama sang papa yang sudah berada dalam mobil sebuah kecelakaan besar membuat mobil mereka hancur se-hancur nya meremukkan tubuh mereka dalam mobil tanpa dapat di kenali lagi.
Dan satu bulan yang lalu, sebenarnya Ia juga kembali dari bar karna ingin menghilangkan rasa trauma nya,hingga memutuskan untuk membuat pesta Anniversary pernikahannya di sebuah bar yang sebenarnya sangat kondusif dan tidak pernah ada hal negatif karna tempat itu hanya untuk minum dan bersantai saja,dengan niat di temani orang tercinta dan bersama banyak orang yang penuh kebahagiaan dan ucapan selamat akan membuat nya merasa aman.
Namun sekali lagi,setalah keluar dari bar setelah mempersiapkan acara dan tempatnya yang sudah di hiasi dengan sedemikian rupa,Ia kecelakaan yang sampai merenggut nyawa nya meski itu memang keinginan nya sendiri.
"Apa dulu mama juga sengaja menabrakkan mobilnya pada truk itu?"
Memikirkan hal itu kembali, membuat nya berfikir hal yang sama lagi setelah belasan tahun,kalau ibunya sengaja melakukan kecelakaan itu karna terlalu sakit hati hingga kehilangan akal.
"Al aku anterin kamu pulang aja gimana?",tanya Lusia akhirnya setelah membiarkan Alessia diam saja sepanjang perjalanan mereka yang hampir beberapa jam.
Alessia segera menolak."Seperti nya aku tidak pulang hari ini,ada begitu banyak persiapan untuk peresmian minggu depan aku ingin fokus bekerja beberapa hari ke depan", ucapnya dengan serius.
"Jadi kita pergi ke apart kamu?",tanya Lusia dengan bersemangat karna Alessia tidak pulang jadi Ia akan menginap dengan Alessia di apartemen nya, yang sejujurnya sejak dulu yang ingin Ia kunjungi karna Apartemen milik Alessia berada di apartemen elite di kota itu yang tidak sembarang orang bisa beli atau masuk.
"Tidak,aku akan menginap di hotel lebih dekat dengan kantor baru ku",jawab Alessia dengan senyum polosnya yang seketika meruntuhkan semangat Lusia di sampingnya.
Lusia menjerit dalam hati,namun Ia sama sekali tidak protes karna Ia berfikir apa yang di ucapkan Alessia memang benar,"Baiklah,kalau begitu aku ikut menginap dengan mu ya kita pesan satu kamar yang sama"
Alessia cukup terkejut mendengar nya,apakah sekarang mereka benar-benar sedekat itu sekarang?, padahal mereka baru bertemu beberapa kali tapi memang terasa mudah begitu akrab dan nyaman satu sama lain."Boleh",meski begitu Ia tetap menyetujuinya karna setidaknya Ia tidak akan kesepian nanti.
Keduanya akhirnya sampai di depan hotel bintang 3 yang tepat berada di depan kantor baru Alessia,kedua gedung itu saling berhadapan hanya dengan batas jalan raya.
Meski bintang 3 setidaknya dekat dengan kantor, itulah yang di pikiran Alessia sehingga Ia akan fokus untuk persiapan peresmian brand nya yang akan rilis Minggu depan.
"Apa kamu tidak berpikir suami mu akan mencari mu?",tanya Lusia sengaja saat mereka sudah sampai di kamar dan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur hotel yang nyaman dan amepuk.
"Tidak,dia sangat sibuk sekarang dia mungkin juga tidak akan kembali ke rumah",jawab Alessia dengan tersenyum sinis.
Lusia mengangguk dan berfikir hal yang sama."Kalau gitu kamu mandi duluan aku pesan makanan oke", ucapnya dengan bersemangat seperti biasa.
"Iya,kebetulan aku tidak ada persiapan sama sekali nanti mungkin ada seseorang yang datang untuk mengantarkan pakaian"
"Oke siip boss"
Jawab Lusia dengan gaya menghormat.
Malam hari di mansion hampir tengah malam pukul sebelas,Oliver baru selesai dengan pekerjaan nya dan masuk ke kamar tapi tidak seperti biasa,Ia tidak menemukan Alessia ada di sana.
"Belum kembali?"
Segera Ia mengambil ponselnya dan menghubunginya,namun setelah Ia menelpon nya ponsel Alessia tidak aktif hal itu membuat nya langsung menelfon seseorang dengan cepat.
"Istri ku tidak ada di rumah,dalam lima menit aku ingin tau dia ada dimana"
"Baik tuan"
***
telat kamu cemburu olav karena Ale sudah hilang rasa cinta dan pedulinya untuk mu terbang di bawa angin
padahal gak sakit di bikin sakit
sakit beneran baru tau rasa dia
Kamu tahu rasanya bagaimana diabaikan bahkan ramah pada orang lain