NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa jadi seperti ini ~

 "Mama sabar saja, setelah wanita itu sehat kita akan melamar wanita itu untuk putra kita. Setelah itu barulah rencana Mama untuk menikah mereka."Tuan Fahril menenangkan istrinya yang begitu besar keinginannya menginginkan seorang cucu.

 "Dengar apa yang Papamu katakan, Jika dia tetap menolakmu kamu harus berusaha untuk meyakinkan.Buktikan jika kamu itu adalah suami yang pantas untuk dia."Dio hanya menganggukkan kepala, Iya mengerti apa yang diinginkan oleh Mamanya.

  Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.00 malam,Dio masih belum tertidur dengan posisi laptop ada di pangkuannya.

 Sesekali dia melihat keadaan Malia yang masih dalam keadaan belum sadarkan diri.Pandangannya tak pernah teralihkan oleh wajahnya.

 "Gara-gara ulah pria itu, calon istriku harus menderita seperti ini. Aku tak akan bisa mengampuni dengan apa yang dia perbuat oleh calon istriku."Dio benar-benar emosi dengan apa yang dilakukan oleh Robi kepada calon istrinya.

 Perlahan-lahan jemari Malia bergerak perlahan-lahan dan tanda-tanda itu sempat Dio melihat sehingga dia segera bangkit dari tempat duduknya.

 "Sayang."terdengar suara lirih pada bibir Dio, perlahan-lahan kedua mata Malia terbuka secara pelan-pelan hingga spontan bangkit dari tempat tidurnya.

 "Aku di mana."Malia terlihat sedikit kebingungan dengan ekspresi syok dengan kejadian yang menimpa dirinya.

 Dio mulai menenangkan Malia yang hendak menangis,"Kamu tenang, Sekarang kamu ada di rumah sakit."Dio mencoba menenangkan calonnya istrinya itu yang terlihat begitu ketakutan setelah kejadian menimpa dirinya.

" Aku ada di rumah sakit." Malia masih terlihat kebingungan mendapati dirinya berada di rumah sakit.Dio segera memberikan segelas air minum untuk Malia.

 "Pelan-pelan sayang." Mendengar namanya disebut sayang, Malia langsung melirik ke arah Dio.

 "Apa sayang?"

 "Iya memang kenapa?"Tanya balik Dio yang terlihat bingung.

 "Aku punya nama, Jangan panggil aku dengan nama Sayang."Malia langsung memperingati pria itu.

 Dio hanya tersenyum mendengar jawaban itu."Kamu adalah calon istri, hal wajar jika aku memanggilmu nama sayang."Dio masih tetap keras kepala, ia masih tetap memanggil nama saya.

 Malia hanya bisa menghilang nafas melihat sifat keras dari pria itu. Tangan kanannya meraba kepalanya yang telah dibalut dengan kain.

 "Jangan disentuh, kepalamu luka." Ucap Dio yang menghentikan tangan Malia untuk menyentuh bagian kepala yang sudah diobati.

  "Kenapa saya bisa di rumah sakit, bukannya saya berada di ruangan bersama..."seketika dia menyelam bicara Malia.

  "Maksud kamu Robi, dia sudah ada di penjara dengan kasus penculikan dan penganiayaan yang kamu alami sayang."Seketika Malia berdiam tak percaya jika pria itu telah menyelamatkannya.

 "Jadi..."

 Dio langsung menjelaskan secara rinci dari awal hingga dari akhir kejadian yang menimpa Malia.

 "Jadi posisi Robi sekarang berada di penjara?"tanya lagi Malia pada dosennya.

 "Iya, posisi pria itu sekarang berada di penjara."terlihat Malia terdiam dan tak menyangka jika Robi bisa melakukan hal itu padanya, walaupun sedari awal dia melakukan itu karena terlalu obsesi kepada dirinya dan dia berani berbuat melakukan itu pada dirinya.

 "Kejadian ini bukan pertama kalinya dia lakukan padamu, dialah orang yang memberikan obat perangsang kepadamu dan sekarang dia mulai berani menculikmu "mendengar jawaban itu, Malia semakin dibuat syok dengan pengakuan yang selama ini dia tidak ketahui.

 "Apa obat perangsang."Dio hanya menganggukkan kepala dan menjelaskan secara detail tentang siapa Robi sebenarnya.

 Malia benar-benar dibuat syok dengan kebenaran yang selama ini disembunyikan oleh Robi dan tentunya dirinya pun merasa kecewa kenapa dia melakukan itu kepada dirinya.

 "Aku sudah mengeceknya dan itulah kebenarannya, setelah apa yang terjadi kepada kita berdua aku pun akan segera bertanggung jawab dan akan menikahimu. Itulah tanggung jawabku kepadamu dan aku tak akan pernah main-main dengan apa yang menjadi keputusanku."Dio secara langsung mengungkapkan kepada Malia akan keseriusannya kepadanya.

 Malia terdiam tak bisa berkata apa-apa setelah kejadian yang menimpanya karena ulah Robi."Jangan pikirkan pria itu, dia sudah ada di tempat yang layak untuk dia pertanggung jawabkan kesalahannya."Malia menundukkan kepala begitu rasa kecewanya kepada Robi kepada dirinya.

 "Iya saya mengerti."Malia mencoba menenangkan pikirannya, dan mencerna semua kejadian yang terjadi pada dirinya.

  "Rasa obsesi dia benar-benar membuat buta pikirannya."batin Malia yang baru menyadari akan obsesi gila dari Robi kepada dirinya.

  " Semuanya pun sudah aku serahkan pada pihak berwajib dan dia akan dipenjara sesuai kesalahan yang dia perbuat."Malia hanya terdiam sembari melirik ke arah pria itu.

 "Istirahatlah, ini masih jam 01.00 malam waktunya kamu istirahat."Dio Langsung menuntun Malia untuk tidur kembali.

  Dimalam itu Malia lebih banyak diam dan menuruti apa perkataan pria itu. Posisi Dio masih berada di ruangan itu menemani Malia yang sedang istirahat, dengan tatapan diam-diam Dio melirik kearah Malia dari dekat.

 "Semoga kejadian ini tidak membuat dirinya trauma, setelah apa yang terjadi hari ini.Aku janji akan terus menjagamu dan tidak akan ada orang lain yang berani menyakitimu."batin Dio yang tak akan tinggal diam.

 Pagi hari

 Malia perlahan-lahan membuka matanya,dan pandangannya kearah samping yang dimana ada pria itu lagi yang nampak begitu lelah setelah semalam dia menunggu dirinya.

 Perlahan-lahan dia bangkit dari tidurnya dengan rasa pusing yang masih dia rasakan.

 "Awww." Tiba-tiba saja Malia merasakan pusing dikepalanya,suara sontak membuat Dio terbangun dan kaget melihat posisi Malia sudah dalam posisi duduk dengan tangannya memegang kepalanya.

 Dio lari mendekati Malia."Apa yang sakit?" Tanya Dio yang terlihat begitu ketakutan setelah melihat posisi Malia mengeluh sakit.

 "Hanya sakit kepala."jawab Malia yang masih memegang kepalanya di posisi kain kasa masih menutupi kepalanya.

 "Jangan terlalu banyak bergerak."dia secara langsung memperingatkan Malia untuk tidak banyak bergerak.

 Malia tetap saja bergerak hingga kakinya menyentuh lantai."Kamu mau ke mana?"

 "Aku mau ke kamar mandi, Sudahlah jangan larang aku untuk bergerak."Malia mulai protes dan pada akhirnya dia memegang tangan Malia dan menuntut secara pelan-pelan.

 "Cepat keluar."Malia mengusir Dio dari tempat itu.

 "Bagaimana nanti kamu jatuh, Aku hanya ingin membantu."Malia menatap dengan tatapan tajam.

 "Tidak perlu,aku bisa sendiri." Malia langsung menutup pintu kamar mandi, posisi Malia berada didepan cermin yang melihat langsung wajah sedikit memar dengan kain kasa mengelilingi kepalanya.

 "Kenapa nasibku seperti ini,Apa yang sebenarnya yang dia pikirkan hingga berbuat setega itu padaku."Malia benar-benar setelah mendengar kebenaran apa yang terjadi pada dirinya.

1
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!