Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.
"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.
"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.
Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.
Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.
Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.
Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Please! Don't go!
Ainsley mulai terbangun dari tidurnya saat ia merasa Sean tak lagi mendekapnya.
"Sean?" panggil Ainsley lirih dan mulai melihat kesekeliling kamar nya dengan matanya yang masih kabur karna baru bangun tidur.
"Sean...." panggil Ainsley lirih sekali lagi dan mulai bangun dari tidurnya, Ainsley benar-benar seperti anak ayam yang di tinggal induknya jika Sean pergi.
Jangan...
Kumohon....
Huhu...
Mata Ainsley langsung membulat sempurna saat ia mendengar suaranya sendiri yang terekam di video pelecehan nya, kakinya pun langsung berlari cepat dan melihat Sean yang sedang memutar video nya dari ponselnya.
Deg....
Jantung nya serasa akan berhenti, lidah nya keluh, dan bahkan langkahnya semakin berat untuk menuju kekasihnya.
"Se-sean..." panggil Ainsley pelan dan lirih dengan suara bergetar.
Sean pun langsung melihat ke arah Ainsley yang langsung pucat seketika melihat ke arah nya, terlihat jelas gadis itu ketakutan hingga membuat tubuhnya gemetar seketika.
"Ini apa? Ha?" tanya Sean datar sembari memperlihatnya video Ainsley yang sedang ciumi dengan seorang pria dengan dada yang sudah terbuka tanpa tertutup apapun.
"I-itu..." jawab Ainsley gemetar dengan suara yang sangat pelan, ia sebisa mungkin menahan tangis nya agar tak tumpah.
"Kutanya sekali lagi…" ucap Sean menahan emosinya. "INI APA?!" Bentak nya hingga membuat suaranya menggema di setiap sudut apart mewah tersebut.
Ainsley langsung tersentak, ia tak dapat lagi menahan tangisnya, secara refleks ia pun langsung mendekat dan bersimpuh di kaki Sean.
"Ma-maaf...
A-aku..." ucap nya tersendat dengan karna tangis nya yang meleleh begitu mendengar bentakan Sean.
"Kenapa tak bilang dari awal?!" tanya Sean dengan nada tinggi sehingga membuat Ainsley semakin gemetar ketakutan.
Mungkin bagi orang lain pelecahan pada wanita adalah hal mudah diungkapkan namun nyatanya tidak! Rasa malu, aib, dan trauma menyelimuti si korban, semua norma susila tetap menyerang wanita dan menganggap wanita yang disalahkan. Tak mudah untuk mengungkap suatu pelecehan begitu saja.
"A-aku salah Sean...
Huhu...
Maaf..." ucap Ainsley menangis sembari menyatukan kedua tangan nya pada Sean.
Sean memejam sesaat menahan emosi nya agar tak meledak, seketika ia ingat dengan apa yang di katakan dokter yang merawat Ainsley jika Ainsley mungkin saja mengalami pelecehan atau kekerasan dan nyatanya, itu semua benar. Sean selalu berusaha menepis semua kemungkinan tersebut, kemungkinan yang merupakan kenyataan.
"Aku mau jawaban...
Kenapa tak bilang? Hm?" tanya Sean dan mulai berjongkok menyamai tinggi wajah Ainsley yang sedang bersimpuh padanya.
"Ma-maaf Sean...
A-aku..." jawab Ainsley yang kebingungan dan gelisah.
Sean menatap wajah Ainsley yang terlihat begitu ketakutan dengan terus mengalirkan bulir beningnya. Ia benar-benar merasa marah saat tau wanita nya di lecehkan seperti itu, dan ia juga sangat marah karna Ainsley tak mengatakan apapun padanya.
"Ukh!" pekik Ainsley saat Sean tiba-tiba mencengkram rahang nya dengan kuat, gadis cantik itu meringis dalam tangisnya saat ia merasakan tangan kasar kekasih nya.
"Bukan itu jawaban yang kuinginkan! Kau tak bisa bicara?! Ha?!" tanya Sean dengan nada penuh penekanan pada Ainsley yang semakin gemetar dan menangis.
"Maaf...
A-aku salah..." jawab Ainsley lirih sembari mulai memegang tangan Sean yang sedang mencengkram dagunya dengan kuat hingga semakin membuatnya meringis.
"Ckk!" decak Sean kesal dan melepaskan cengkraman tangan nya dengan kasar.
Ainsley menunduk tak berani menatap wajah Sean yang mengunakan tatapan elang nya pada gadis cantik itu. "Maaf..." ucap Ainsley lirih dengan suara gemetarnya.
"Siapa orang nya?" tanya Sean lagi pada Ainsley yang terus menunduk menangis tersedu dan terus mengatakan maaf.
Walaupun Ainsley tak salah apapun dan ia adalah korban sebenarnya, namun ia tetap mengatakan kata tersebut, ia tak tau lagi apa yang harus di katakan.
"Jawab kalau aku tanya!" ucap Sean yang yang semakin marah saat melihat Ainsley yang hanya menunduk menangis.
Tangan nya pun mulai menarik rambut panjang gadisnya dengan kuat, hingga membuat Ainsley langsung mengandah padanya.
"Akh!" pekik Ainsley dan langsung memegang tangan Sean yang membuat rambut nya serasa akan rontok karna tarikan yang sangat kuat.
"A-aku gak ingat Sean...
Di-dia pakai topeng...
A-aku gak tau..." jawab Ainsley jujur sembari menahan sakitnya rambut panjang nya yang sedang di tarik oleh kekasihnya.
"Mereka menutup mata mu?! Tidak kan? Kau tiba-tiba amnesia? Sampai tak ingat apapun?!" Tanya Sean sembari terus menarik rambut panjang gadisnya.
Ainsley menggelengkan kepala nya perlahan, semakin Sean mendesak ingatan yang tak ingin ia ingat sama sekali semakin membuat nya ingatan tersebut memecah dan membuatnya semakin kesakitan secara fisik dan mental.
"Me-mereka menculik ku...
Lalu banyak pria yang memakai jas...
Da-dan pria yang memakai topeng pemimpinnya..." jawab Ainsley lirih mengingat sebisa mungkin.
"Kenapa mereka menculik mu?" tanya Sean lagi dan tetap tak melepaskan tarikan di rambut Ainsley.
"Gak tau...." ucap Ainsley lirih, ia sengaja berbohong tak mau mengatakan jika ia menjadi saksi mata dari pembantaian di hutan sebelumnya, ia takut jika memberi tau Sean akan membuat pria bertopeng itu mendatanginya lagi.
"Sean....
Aku salah...
Maaf..." mohon Ainsley menangis dengan wajah memelas sembari menyatukan kedua tangan nya dan menggosoknya nya di depan pria nya.
"Akh!" pekik Ainsley saat Sean melepaskan tarikan rambutnya dengan kasar.
Sean pun mulai berdiri dan menatap Ainsley yang masih menangis bersimpuh di hadapan nya.
"Kau tunggu disini! Coba ingat sebaik mungkin!" ucap Sean dan mulai beranjak pergi.
Ainsley pun semakin kalang kabut saat Melihat Sean pergi, refleks ia pun langsung bangun dan mengejar Sean, ia takut jika Sean benar-benar meninggalkan nya.
"Sean mau kemana?
Jangan pergi...." pinta Ainsley dengan segala pengharapan sembari memegang tangan Sean.
Sean pun langsung menepis dan berusaha melepaskan pegangan tangan nya membuat Ainsley semakin takut.
"Sean...
A-aku masih suci Sean...
A-aku bisa jamin...
Dia belum melakukan nya..." ucap Ainsley yang berusaha mencegah Sean agar tak pergi.
"Benarkah? Kau tak bilang apapun pada ku sebelum nya, jadi bagaimana aku bisa tau? Hm?" tanya Sean sembari menatap tajam Ainsley, ia masih kesal karna Ainsley menutup semuanya sendiri.
"A-aku tak bohong...
Ka-kau kan bisa tau, aku mau melakukannya Sean...
Aku mau...
Tapi jangan pergi..." ucap Ainsley memohon, ia sebelum nya selalu menolak secara halus jika Sean memintanya melakukan hal tersebut, dan Sean selalu menurutinya tetapi membuat nya melakukan hal lain untuk membuat hasrat kekasihnya turun.
"Sekarang kau mau melakukan nya? Karna kau mau bukan kah jadi aneh? Bagaimana kalau dia menyentuh mu saat kau tak sadar? Aku tak mau milikku di sentuh orang lain! Kau juga sangat tau hal itu kan?" tanya Sean sekali lagi.
Ainsley pun menggelengkan kepala nya perlahan, air mata terus saja mengalir deras dari manik coklatnya.
"Ti-tidak aku...
A-aku masih..." ucap Ainsley lirih karna perkataan Sean barusan membuat nya tak yakin.
"Virgin? Kau pikir itu yang jadi masalahnya? Hm? Aku tak mempermasalahkan hal itu, kau masih suci atau tidak....
Mau berapa banyak pria yang kau tiduri sebelum pacaran denganku, aku juga tak peduli...
Yang terpenting adalah saat kita memulai hubungan, saat kau jadi milikku semua yang ada pada mu juga milikku! Termasuk hidup mu!" ucap Sean penuh penekanan.
"Aku milikmu Sean...
Ma-maaf...
Aku salah..." ucap Ainsley yang terus menangis dan memohon padanya.
"Kau tak ingat apapun? Tak ada yang kau ingat?" tanya Sean lagi.
Ainsley hanya menggeleng perlahan mengindahkan ucapan dari Sean. Sekali lagi Sean melepaskan tangan Ainsley yang sedang memegang erat tangannya, dan mulai beranjak meninggalkan gadis itu lagi.
Ainsley pun langsung mengikuti Sean, ia benar-benar sangat takut jika Sean meninggalkan nya, walaupun Sean memberi rasa takut tapi Sean memberi rasa cinta yang bersamaan membuat dirinya merasa jika ia juga memiliki orang lain.
"Jangan mengikuti ku! Tetap disitu!" ucap Sean tegas pada Ainsley, hingga membuat langkah gadis itu terhenti.
Ainsley tak lagi mengikuti langkah Sean, ia melihat punggung Sean yang meninggalkan nya dan hilang di balik pintu apartnya.
Blam!
Sean keluar dari apart Ainsley, ia marah, kesal, khawatir di saat yang bersamaan, ia tak berniat meninggalkan Ainsley, ia hanya ingin pergi dan mencari tau siapa pria yang menculik gadisnya, tapi ia salah menunjukkan sikap. Ia malah membuat gadis itu berpikir jika ia sudah di tinggalkan.
Ia jelas tau dari video tersebut jika Ainsley tak menginginkan hal itu terjadi padanya, itu tak membuat nya marah, karna apa? Karna Ainsley tak mau dan memiliki paksaan dari pihak si pria, berbeda jika mereka melakukan nya mau sama mau, itu berarti Ainsley sudah mengkhianatinya.
Tapi apa? Gadis itu tak memberikan nya penjelasan ataupun memberitau nya, Sean berpikir jika mengatakan hal tersebut adalah mudah bagi Ainsley, nyatanya tidak! Banyak hal yang berputar di kepala gadis cantik itu.
Sementara itu.
Ainsley duduk terjatuh sembari menatap sayu ke arah pintu keluar apart nya, tempat ia tak lagi melihat Sean.
Sunyi.....
Gadis cantik itu kini benar-benar merasa sudah sendirian, ia merasa tak lagi memiliki seseorang bersama nya. Hati kecil nya terus berdoa dan berharap jika Sean akan datang lagi dan memeluknya, seperti yang biasa di lakukan pria itu padanya.
...****************...
Ya ampun babang Sean🤧🤧
Yah jangan di tinggal gitu ajj lah mbk Ainsley nya🤧🤧
Dia mana tau kamu cuma nyari pelakunya, yah dia tau nya kamu udah ninggalin dia kalo gitu🤧🤧😭😭
Jangan lupa like komen vote fav rate 5 dan dukung othor yah🥰🥰❤️❤️
Happy Reading❤️❤️
*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,
*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini
contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian