NovelToon NovelToon
Bersinar Lah Bersama Matahari

Bersinar Lah Bersama Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Menjadi Pengusaha
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Orkestra di Balik Dapur

BAB 10: Orkestra di Balik Dapur

Suasana di ruko baru "Basreng Matahari" tidak lagi seperti dapur rumah yang santai. Pukul empat pagi, suara mesin pemotong bakso otomatis menderu halus, beradu dengan suara gesekan sudip raksasa di atas empat kompor mawar yang menyala bersamaan. Nayla berdiri di tengah ruangan, memegang papan jalan berisi target produksi hari ini: 1.000 bungkus.

Tahun 2026 membawa tantangan baru bagi Nayla. Ia bukan lagi sekadar gadis pengiris bakso; ia kini adalah seorang manajer. Ada enam orang karyawan—semuanya tetangga dari gang lamanya—yang kini bergantung pada keputusan-keputusan yang ia ambil.

"Ibu-ibu, mohon perhatiannya. Untuk batch Sambal Ijo pagi ini, pastikan cabai hijaunya sudah benar-benar tiris dari air sebelum masuk ke penggilingan. Kita tidak mau bumbunya membuat basreng jadi melempem," instruksi Nayla dengan nada tegas namun tetap lembut.

Melihat Ibu-ibu yang dulu hanya ngerumpi di depan gang kini bekerja dengan seragam bersih dan penutup kepala yang higienis, membuat hati Nayla bergetar. Ia telah menciptakan lapangan kerja. Ia tidak hanya menyinari hidupnya sendiri, tapi juga menyinari dapur rumah orang lain.

Namun, mengelola manusia ternyata jauh lebih sulit daripada mengelola resep bumbu. Di tengah kesibukan, Kak Sari—salah satu karyawan kepercayaannya—mendatangi Nayla dengan wajah gelisah.

"Nay, maaf... timbangan di bagian pengemasan sepertinya ada selisih. Setelah dicek, ada sekitar lima puluh bungkus yang beratnya kurang sepuluh gram dari standar," lapor Kak Sari pelan.

Nayla menghentikan aktivitasnya. Sepuluh gram mungkin terdengar kecil, tapi bagi pelanggan, itu adalah bentuk ketidakjujuran. Di dunia digital 2026, satu ulasan buruk tentang "timbangan curang" bisa meruntuhkan reputasi yang dibangun berbulan-bulan.

"Bongkar semua yang sudah dikemas, Kak," ujar Nayla tanpa ragu.

"Tapi Nay, kurir ekspedisi untuk pengiriman luar kota akan datang satu jam lagi. Kalau kita bongkar, kita bisa telat kirim," bantah Kak Sari.

Nayla menatap mata Kak Sari dengan dalam. "Lebih baik telat kirim dan minta maaf kepada pelanggan, daripada kirim tepat waktu tapi mengkhianati kepercayaan mereka. Nama kita 'Matahari', Kak. Matahari itu jujur, cahayanya tidak pernah menipu."

Keputusan itu berat, namun semua karyawan segera bergerak cepat melakukan pengemasan ulang. Di saat itulah Nayla menyadari bahwa integritas adalah bumbu paling mahal dalam bisnisnya.

Sambil menunggu proses pengemasan ulang selesai, Nayla duduk di teras rukonya yang menghadap ke jalan raya. Ia melihat matahari mulai muncul di ufuk timur, membiaskan warna jingga di antara gedung-gedung kota. Ia teringat kembali saat ia masih berjualan dengan motor tua dan tas punggung yang berat. Kini, di depan rukonya, sudah ada dua motor operasional dan tumpukan kardus yang siap meluncur ke berbagai kota di Indonesia.

Ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi email masuk. Nayla membukanya dan hampir berteriak kegirangan. Itu adalah konfirmasi bahwa izin P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dan Sertifikasi Halal untuk Basreng Matahari telah terbit secara resmi.

"Ibu! Ayah! Lihat ini!" Nayla berlari ke dalam ruko, menunjukkan layar ponselnya.

Ibunya yang sedang mengawasi penggorengan langsung meletakkan sudipnya dan menangis haru. Ayahnya, yang kini bertugas mengelola pembukuan digital di meja depan, mengusap air matanya.

"Sekarang tidak akan ada lagi yang berani bilang dagangan kita nggak jelas, Yah. Kita sudah resmi," bisik Nayla sambil memeluk ayahnya.

Momen itu menjadi puncak emosional bagi Nayla. Takdir yang dulu ia takuti, kini ia syukuri.

Namun, kesuksesan membawa musuh yang lebih besar. Di layar televisi ruko yang menyiarkan berita ekonomi, muncul iklan sebuah perusahaan camilan raksasa yang meluncurkan produk "Bakso Goreng Pedas" dengan harga yang sangat murah karena diproduksi secara masif oleh mesin pabrik besar. Nayla tahu, perang harga akan segera dimulai.

"Biarkan mereka punya mesin raksasa," gumam Nayla sambil melihat karyawannya yang sedang memasukkan daun jeruk segar ke dalam bumbu. "Mereka punya mesin, tapi mereka tidak punya 'tangan' dan 'hati'. Mereka tidak punya aroma rempah asli yang digiling dengan cinta."

Nayla mengambil satu bungkus Basreng Matahari yang baru saja selesai dikemas ulang. Ia memindai kode QR di kemasannya, dan muncul video singkat yang memperlihatkan senyum Ibu-ibu tetangganya saat bekerja. Itulah nilai jualnya: Pemberdayaan dan Keaslian.

"Menjadi besar bukan berarti tanpa masalah. Semakin tinggi matahari naik, semakin panjang bayangan yang dihasilkan. Tapi aku tidak takut pada bayangan, karena itu tandanya cahayaku sedang bersinar terang. Hari ini kami memenangkan legalitas, besok kami akan memenangkan hati lebih banyak orang lagi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!