Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tujuh
Sebuah mobil terparkir di halaman rumah besar, dua insan keluar dari mobil tersebut dengan tangan yang saling bertaut mereka berjalan menuju pintu utama rumah tersebut.
"Yang, Lo duduk dulu aja, gue mau siapin makanan nya dulu." Titah Arga.
"Eh gak usah kak, biar gue aja yang siapin makanannya." tolak Kanaya berusaha untuk mengambil alih kotak bekal ditangan Arga.
"Nurut ya Nay, Lo udah masak dan bawa makanan ini jadi giliran gue siapin makanannya."
Kanaya pasrah dan memilih menurut pada kekasihnya itu, ia duduk di salah satu kursi di meja makan. Dari sana Kanaya bisa melihat tubuh tegap Arga yang sedang menyiapkan makanan, ia tersenyum sendiri membayangkan jika suatu saat dirinya berumah tangga dengan laki-laki itu, mungkin ini gambaran kecilnya.
Arga meletakkan dua piring berisi makanan dan meletakkannya diatas meja. "Makan yang,jangan kaya kemarin-kemarin lo cuma bawain gue makan, tapi gak nemenin gue makan."
Kanaya mengangguk, ia mengambil salah satu piring dan melahap makanan itu. Di tengah kegiatan makan malam itu, sesekali Kanaya memperhatikan Arga yang tengah fokus makan. Kanaya baru tersadar jika Arga setampan ini, laki-laki itu adalah definisi laki-laki sempurna secara fisik. Arga memiliki rahang yang tegas, hidung mancung, kulit putih, tubuh tinggi tegap, serta dada yang bidang yang tempat ternyaman nya untuk bersandar.
"Kenapa?terpesona kepadaku nona?"ucap Arga ketika ia sadar gadisnya itu sedang memperhatikannya.
Kanaya memalingkan wajahnya, ia menunduk malu karena ketahuan memperhatikan Arga.
Arga terkekeh melihat tingkah Kanaya. "Habisin dulu makanannya, setelah itu lo boleh liat gue sepuas yang lo mau."
Arga dan Kanaya duduk di balkon, mereka melihat hamparan bintang di langit malam itu.
"Indah ya bintangnya,"ucap Kanaya takjub.
"Iya sama kaya lo Nay, indah."puji Arga.
Kanaya tersenyum, Arga pandai sekali membuat hatinya berbunga-bunga. Setiap kali bersama Arga dirinya mendadak menjadi gadis yang kalem dan mudah tersipu, memang ya kekuatan cinta sehebat itu sampai bisa mengubah kepribadian seseorang.
"Kanaya"
Kanaya menoleh pada laki-laki itu, keduanya kini saling menatap satu sama lain, menyalurkan perasaan cinta mereka.
Tangan Arga terulur membelai lembut wajah Kanaya, hingga ibu jarinya menyentuh bibir gadis itu.Arga memperkecil jarak, ia memajukan wajahnya perlahan.
Jantung Kanaya berdebar-debar, jarak antara wajahnya dan Arga kini hanya tinggal beberapa senti, gadis itu memejamkan matanya ketika deru nafas Arga begitu terasa di wajahnya.
Kanaya kembali membuka matanya ketika sebuah kecupan mendarat di keningnya, kecupan itu terasa begitu lembut dan tulus.
Arga membawa gadis di depannya ke pelukannya, begitu cintanya ia pada gadisnya itu.
Maaf Nay, gue gak mau jadi cowok brengsek dengan merebut first kiss Lo.
Arga ingin sekali mengecup benda itu tapi ia mencoba menahan, ia sadar akan insting nya sebagai laki-laki jika sudah merasakan itu. Ia tak mau melakukan hal yang belum semestinya ia lakukan pada Kanaya, apalagi sampai merenggut kehormatan gadis itu hanya untuk memuaskan nafsu semata, ia tak mau hal itu terjadi.
Entah kenapa di tengah kegiatannya,ia teringat pada Kayla. Rasa bersalah muncul di hatinya, selama menjalin hubungan dengan Kayla ia tak pernah melakukan hal seperti ini padanya ,bahkan untuk sekedar mengajak gadis itu ke rumahnya pun ia tak pernah.
Kayla maaf, gue teu gue brengsek tapi gue gak mau lepasin lo, apalagi melepas Kanaya.
___
Si sisi lain seorang gadis sedang termenung di balkon, ia menatap gemerlap bintang diatas sana.
Pasti saat ini mereka sedang menikmati bintang ini berdua, Arga bahkan untuk melakukan hal kecil seperti ini aja lo gak pernah.
Setelah tau hubungan adik dan kekasihnya, ia jadi sadar jika Arga hanya bersikap baik dan manis padanya, laki-laki itu tak pernah memperlakukan nya seperti kekasih pada umumnya. Setiap kali ia mengajak Arga untuk melakukan hal-hal semacam itu, ada saja alasan untuk laki-laki itu menolak, hingga akhirnya ia lelah dan memilih untuk tidak menuntut laki-laki itu untuk melakukan hal apapun.
Kayla menatap ponselnya sebentar, tak ada notifikasi apapun dari kekasihnya. Ia tersenyum getir sepertinya Arga sedang bahagia bersama Kanaya di luar sana, sampai laki-laki itu lupa mengabarinya. Ia juga jadi sadar jika hubungannya dengan Arga hanya sebatas status dan formalitas saja.
Arga sebenarnya lo cinta gak si sama gue?semakin hari gue semakin sadar bagaimana hubungan kita selama ini.
Sudah puas melihat bintang gadis itu masuk ke dalam kamar, niatnya ingin segera tidur untuk melupakan perasaan-perasaan mengganjal dalam hatinya.
Namun baru saja ia memejamkan mata,ponsel di sampingnya bergetar menandakan ada pesan masuk. Ia meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan padanya.
Bukan Bastian steel
Kay, lo mau ikut ke danau gak?kita liat bintang di sana,ada banyak jajanan juga katanya malam ini di dekat sana. Sasha sama Andre juga ikut.
Anda
Ikut,gue izin ke mamah dulu ya. Lo mau jemput gue atau gue yang ke rumah lo?
Bukan Bastian steel
Gue jemput aja, Sasha udah duluan kesana sama Andre Gue otw rumah lo ni
Anda
Mamah gue udah izinin,gue tunggu di rumah ya Bas.
Bukan Bastian steel
Oke
Cukup lama menunggu akhirnya Bastian sampai di rumahnya, ia mengerutkan keningnya melihat Bastian yang membawa mobil.
"Eh biawak, mobil siapa yang Lo curi ini?"tanya Kayla curiga, setahunya Bastian tak memiliki mobil, laki-laki itu biasa mengendarai motor sport nya kemanapun.
"Eh Kunti sepuh, sembarangan kalau ngomong ini mobil ayah gue, bunda sama ayah gue baru pulang tadi pagi jadi gue pinjem mobilnya."
"Oh gitu ngomong dong, kok Lo gak bilang om sama tante udah pulang?"
"Siapa Lo anjir gue harus bilang segala kalau ayah bunda gue udah pulang."
"Gak boleh gitu, gimana pun gue udah dianggap anak sama mereka. Kali aja mereka bawa oleh-oleh gue kan bisa kebagian tuh."
Bastian menoyor kepala Kayla "Dasar manusia tak tau adab, Lo tunggu di sini gue mau izin ke mamah Lo dulu."
Kayla menurut untuk tetap diam di teras rumah sedangkan Bastian masuk ke dalam untuk meminta izin kepada mamahnya. Ia dan Bastian sudah berteman semenjak sekolah dasar jadi wajar keluarga keduanya begitu dekat satu sama lain.
"Yok jalan nanti keburu malam"
Keduanya masuk kedalam mobil, lalu Bastian melajukan mobilnya menuju danau.
"Kanaya gak ada di rumah kah?"tanya Bastian di tengah perjalanan.
"Gak ada, dari sore dia keluar."
Wajah Kayla kembali murung mendengar Bastian menanyakan Kanaya.
"Kemana dia tumben banget."
Kayla mengangkat kedua bahunya. "Gak tau, ketemu pacarnya mungkin."
Bastian menoleh sebentar ke arah Kayla, melihat wajah murung Kayla ia tahu siapa yang di maksud pacar dari perkataan gadis itu tadi.
"Muka lo jangan di tekuk gitu, udah jelek makin jelek,"ledek Bastian.
Kayla menatap sinis Bastian "Gak usah ngatain, Lo juga sama jeleknya."
"Lo lebih jelek Kay asli."
Kayla kesal ia memukul bahu laki-laki itu. " Udah jelek ngatain jelek, makin jelek, dasar jelek."
Bastian terkekeh. "Gue lebih seneng liat Lo kesel gini Kay, daripada liat wajah kusut Lo sebelumnya."
Gue rela Kay ngelakuin apapun asal Lo bahagia. Gue gak mau sahabat gue sedih cuma gara-gara cowok brengsek kaya Arga.