NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:89.5k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Ternyata ....

Bab 28

Lisa menghampiri Asoka yang fokus dengan laptop dipangkuannya, lalu duduk di samping pria itu. Berada di ruang tamu, sedangkan trio semprul ada di beranda. Terdengar obrolan tidak jelas, ngalor ngidul sambil mereka merokok. Yuli ada di kamar sedang menyetrika.

“Dok, aku udah kirim ya laporan harian.” Mengulurkan tablet milik Asoka.

Asoka menoleh dan tersenyum lalu kembali fokus pada layar.

“Kamu aja yang pegang. Tugas dari aku selaku ketua tim, kirim laporan harian.”

“Dih, masa aku bendahara tapi merangkap sekretaris juga.”

“Merangkap kekasih juga,” seru Asoka lalu terkekeh dibalas Lisa dengan mencebik.

Penasaran dengan yang dikerjakan Asoka, Lisa melongokkan wajahnya menatap layar laptop. Yang ada, Asoka merangkul gadis itu agar duduk semakin dekat dengannya.

“Tesis ya, dok.”

“Hm.”

Sudah tidak aneh saat Asoka malah mengusap kepala Lisa lalu mendaratkan bibirnya di kening.

“Ish, dokter. Nanti bapak kost marah.” Menjauhkan wajah asoka darinya.

Asoka malah terkekeh.

“Aku balik ke kamar ya, takut ganggu.”

“Jangan, di sini aja. Jadi mood booster aku. Udah selesai kok, tinggal edit sedikit.” Bukan lanjut malah laptop diletakan di atas meja. “Bisa nggak kamu jangan panggil aku dokter, kecuali kita sedang bekerja.”

“Nggak bisa-lah. Lebih enak manggilnya gitu, udah kebiasaan juga."

Gemas dengan jawaban itu, Asoka menarik ujung hidung Lisa membuatnya menjerit karena sakit lalu membalas dengan memukul lengan yang tangannya diraih untuk digenggam.

“Nggak ada bedanya dengan dokter yang lain dong. Sedangkan kamu spesial, sayang.”

“Apa ya …ah, Mas Oka.”

Asoka menggeleng.

“Kakak?”

Kali ini bukan hanya menggeleng, decakan pelan lolos dari bibir Asoka.

“Ah iya, akang atau Aa, kayak panggilan di sini ‘kan begitu.”

“Panggil aku, papi atau daddy.”

“Ish, itu mah kalau udah nikah kali, tapi nggak mau daddy juga berasa jadi gula.”

“Makanya … nikah, yuk!”

Lisa melirik lalu menghela pelan. Mereka dekat dengan label kekasih belum lama, bahkan Asoka mengutarakan perasaannya baru beberapa hari yang lalu. Sekarang mengajak nikah. Dari obrolan sebelumnya, dia akan cepat lulus baru akan menikah. Sepertinya isi kepala Asoka mulai mesum, makanya mengajak cepat menikah.

“Pasti di sini omes.” Tunjuknya ke dahi Asoka.

“Wajar sayang, kalau dekat kamu nggak omes patut dicurigai ketidaknormalan aku.”

“tapi, aku penasaran dok.” Lisa merubah duduknya menghadap Asoka dengan kaki bersila di atas sofa. “Emang dokter cinta pada pandangan pertama sama aku ya? Love at first sight.”

Mendengar itu, Asoka mengernyit heran. “Memang ada cinta begitu? Cinta datang karena biasa, seiring waktu.”

“Ih, ada dok. Buktinya dokter gitu. Kita ‘kan awalnya nggak kenal, nggak mungkin dokter suka aku jauh-jauh hari. Iya ‘kan?”

Dari pada menjawab, Asoka malah mengedikan bahu lalu bersedekap dan wajahnya memandang layar laptop. Belum tahu saja kalau sebelumnya, Asoka selalu memandang dan mengagumi dalam diam.

Rama menuju dapur melewati pasangan itu. “Awas, tangan angkat ke atas. Jangan pegang-pegang, bahaya.”

“Eh iya, Rama bilang dokter ajak Pak Cecep ngobrol biar nggak nyusul aku dan Yuli?”

“Jangan sebut nama pria lain, apalagi sedang denganku.”

“Emang kenapa?”

Rama kembali lewat, kali ini membawa ember berisi air. Rupanya sedang mencuci motor.

“Bang, ada kucing lagi mojok noh," ujarnya pada Beni lalu menyiramkan air ke ban motornya yang terlihat masih kotor.

“Bukan siram saja, sama kau. Nanti berisik pula.”

“Sama abang aja. Kita udah sepakat abang jadi bapak kost di sini.”

“Sepakat pala kau, pening aku Ram. Berasa punya dua anak gadis yang pacarnya udah ngebet minta kawin. Nggak kasihan sama si bungsu, belum ada gandengan. Gigit jari terus melihat kalian pacaran.”

“Iya Bang, saya juga mau pacaran terus nikah.” sapri ikut menimpali.

Asoka mendengar percakapan itu, tapi mengabaikan. Lisa masih menanyakan sejak kapan Asoka menyukainya.

“Tidur gih, udah malam.”

“Baru jam 9, belum ngantuk.

“Makin malam, bahaya Sa.” Asoka sampai mengusap kepala Lisa membuat rambutnya berantakan lalu terkekeh. “Aku mau tidur. Beberapa malam ini kurang tidur. Ngejar dateline.”

“Ya udah, aku temenin di sini. Mau lanjut selesaikan itu ‘kan?” Lisa menunjuk laptop Asoka, tapi dijawab dengan gelengan pelan.

“Udah selesai, besok siap di e-mail. Ayo, kamu tidur.”

Asoka berdiri dan menarik tangan Lisa untuk ikut beranjak dari sana, apalagi pintu rumah terbuka membuat udara malam terasa semakin dingin.

“Besok ke kota ya dok, aku mau beli sesuatu.”

“Iya, apa sih yang nggak untuk kamu.”

“Ish, gombal.” Meski sudah terbiasa, tapi rayuan atau ucapan serta perhatian dari Asoka selalu berhasil membuat hati Lisa menghangat dengan debaran jantung mendadak disko.

Asoka mengantar Lisa sampai ke kamarnya, seolah tujuan mereka jauh.

“Aku masuk ya dok. Ingat langsung tidur, nggak usah respon chat si Marimar.”

Asoka mengangguk dan tersenyum. “Malam, sayang.” Lisa membalas senyuman lalu menutup pintu kamar dengan pelan dan dadah-dadah ria.

“Hadeuh, tinggal satu atap dan mau tidur aja udah kayak orang pacaran beda provinsi.”

Lisa terkekeh dan mengabaikan Yuli yang masih menyetrika di lantai beralas tikar. Mengambil cardigan yang ada di atas kasur lalu memakainya sebelum ia berbaring untuk bersiap tidur. Lengkap dengan selimut tebalnya.

“Gimana dong, namanya juga lagi jatuh cinta. Dunia serasa milik berdua.”

“Terus, si Sapri ngontrak gitu?”

Lisa terkekeh. Kantuknya belum datang, ponsel sedang di charge. Akhirnya ia sibuk dengan tablet milik Asoka. Berselancar dengan aplikasi yang ada di sana dan penasaran dengan folder galeri.

“Izinnya, besok aja." Telunjuknya sudah menunjuk dan mengklik folder tersebut. Ternyata ada beberapa folder lagi di sana. Berisi foto yang terkumpul dengan identitasnya. “Kuliah, on the job, Bunda …” lisa menyebutkan nama-nama folder yang ada lalu penasaran dengan folder berjudul, cintaku.

Ia klik lalu terpampang isi dari folder tersebut. Mulutnya ternganga mendapati foto-foto yang ada di dalam folder itu.

"Ini ... sejak kapan dia? Ya ampun."

1
mery harwati
Inka anak tiri belagunya selangit, tabok lah Rama itu Inka pake botol infusan 😄
Iccha Risa
bapak kost langsung tlpn aja dech gosah ketak ketik
juwita
emak sm anak sama" pny penyakit hati🤣🤣🤣
Shee_👚
gass malah kesenengan asoka itu mah🤣
Shee_👚
lah staf doank juga kalau kerjanya rajin dan jujur lama-lama bisa naek jabatan. inka ini mau nya langsung di atas aja tanpa mau berproses 😒
Shee_👚
ibu sama anak sama aja pengin kaya tapi g mau kerja. kalau gitu mah cari aki-aki yang kaya tapi dah mau mati biar hartanya jadi milik sendiri🤣
Vtree Bona
hahahhaa si Rama kebakaran jenggot 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bang Beni pasti ngetiknya panjang kali lebar, gak kelar²🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² Lisa, bahaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo ngambek mah tinggal dikokop aja/Chuckle/
Septyana Kartika
Bang Ben ngetiknya berasa mau kultum, gak selesai2
mmh nengmuti
sapri panggil penghulu 🤣
Lia Kiftia Usman
suka sikapnya doni... putus...😊👍
stnk
gassss...grebek aja Ram biar langsung dikawinin...🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha ada yang senewen, ga dapat calon menantu sekaliber dokter Asoka, sudah dokter, anak pemilik rumah sakit pula. kak penulis, tolong jangan ada drama INKA menjebak dokter Asoka, supaya INKA bisa jadi istrinya, dan menyingkirkan Lisa, aku ga rela kak
Siti Dede
Lagi enak²nya baca dah habis aja🤪
Siti Dede: iya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Elia Rossa
tambah tantrum Inka tau Asoka anak direktur RS....rasain 😀
Eva Karmita
lanjut otor 🥰🥰🥰🥰
Siti Dede
Gimana reaksi Inka dan mamanya ya saat tahu calon suami Lisa anak pemilik RS?
Ranita Rani
asoka jgn macem2 cpet anter lisa plg,,,,gak usah dkokop dulu cz sekli ngrasa isa ketagihan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!