NovelToon NovelToon
Istri Yang Mereka Remehkan

Istri Yang Mereka Remehkan

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:474.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Elina bukan istri yang polos. Saat suami dan mertuanya berusaha merebut aset dan perusahaannya, ia memilih diam sambil menyiapkan perangkap.

Mereka mengira Elina tidak tahu apa-apa, padahal justru menggali kehancuran sendiri.

Karena bagi Elina, pengkhianatan tidak dibalas dengan air mata... melainkan dengan kehancuran yang terencana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istirahat

"Saya ingin cuti satu bulan, Dewa."

Dewa mengangguk paham. Elina memang membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari pekerjaan dan drama panjang yang baru saja berakhir.

Malam ini, Dewa, Dirga, Bayu, Lusi, dan Luna berkumpul di rumah Elina.

"Saya ingin kalian mengurus perusahaan saya untuk sementara," lanjut Elina sambil menatap mereka satu per satu.

"Siap, Nona. Nona istirahat saja dulu. Kami akan menangani perusahaan," ucap Lusi.

Yang lain mengangguk setuju.

"Kami paham apa yang sedang Nona rasakan."

Elina tersenyum tipis. "Terima kasih. Kalian selalu ada untuk saya," ucapnya tulus. Lalu pandangannya beralih pada Dirga dan Bayu.

"Dirga, Bayu... mulai besok kalian tidak perlu bekerja di balik layar lagi. Mereka semua sudah tahu tentang kalian."

Bayu tersenyum tipis. "Baik, Nona Elina," ucapnya tenang. "Sejujurnya, bekerja di balik layar selama ini justru memudahkan kami mengamankan semua hal yang menimbulkan kecurigaan."

Dirga mengangguk setuju.

“Semua dokumen penting sudah kami rapikan, Nona. Aset, saham, hingga alur keuangan, tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan lagi.”

Elina menatap mereka bergantian.

“Mulai besok,” lanjut Bayu, nadanya profesional, “kami akan bertindak secara terbuka. Tidak ada lagi penyamaran. Semua keputusan legal akan kami ambil di hadapan direksi dan publik.”

Dirga menambahkan, suaranya datar tapi meyakinkan,

“Dan bila pihak Ares mencoba bergerak, kami sudah menyiapkan langkah hukum lanjutan.”

Elina mengangguk pelan.

“Kalian bekerja sangat rapi,” ucapnya singkat.

Bayu dan Dirga saling pandang sejenak, lalu membungkuk hormat bersamaan.

“Ini bagian dari tanggung jawab kami, Nona,” jawab Bayu.

“Dan bentuk kesetiaan kami,” sambung Dirga singkat.

“Aku percaya kalian,” ucap Elina sambil menatap mereka berdua. Lalu pandangannya beralih pada Lusi. “Lusi, maafkan saya. Pekerjaan kamu bertambah.”

Lusi langsung menggeleng pelan. “Tidak apa-apa, Nona. Saya masuk ke perusahaan dan menjadi asisten memang sudah siap sejak awal.”

Ia menatap Elina penuh hormat. "Saya akan menangani jadwal, koordinasi direksi, dan semua laporan yang biasanya langsung ke Nona. Selama Nona cuti, tidak akan ada satu pun keputusan penting yang terlewat."

Elina terdiam sejenak.

"Saya tahu ini berat," lanjut Lusi pelan. "Tapi Nona tidak perlu khawatir. Perusahaan ini akan tetap berjalan seperti biasa."

Ia tersenyum lagi, lebih hangat. "Dan saat Nona kembali nanti... semuanya sudah rapi."

Elina mengangguk, sorot matanya sedikit melunak. "Terima kasih, Lusi."

Lusi membungkuk sopan. "Sudah tugas saya, Nona."

Elina kini menatap Luna. "Luna, tinggal dua minggu lagi, kan? Maya harus membayar uang sewa?"

Luna mengangguk. "Iya, Nona."

"Kamu tahu, kan, apa yang harus kamu lakukan?" tanya Elina dengan senyum miring.

Luna kembali mengangguk. "Tentu saja, Nona. Saya sudah menyiapkan rencana," jawabnya dengan senyum yang sama.

“Good job, Luna. Saya percayakan semuanya ke kamu. Kalau kamu butuh apa pun, hubungi saya langsung,” ucap Elina.

“Siap, Nona,” balas Luna singkat.

“Oh ya, Luna, tolong carikan pembeli yang ingin membeli rumah saya ini,” lanjut Elina.

“Nona mau menjual rumah ini?” sahut Dewa, terkejut.

Elina mengangguk. “Iya, Dewa. Rumah ini sudah dinodai oleh pengkhianatan Ares, saya tidak sudi lagi menempatinya,” jelas Elina. “Untuk sementara, saya akan tinggal di apartemen.”

“Baik, Nona. Saya akan segera mencarikan pembelinya, secepatnya saya hubungi Anda,” ucap Luna.

“Dan jangan lupa carikan saya rumah baru, kalau bisa yang dekat dengan kantor,” tambah Elina.

“Baik, Nona,” jawab Luna.

Elina lalu mengalihkan pandangannya ke arah Dewa. “Dan untuk kamu, Dewa… di antara mereka semua, pekerjaan kamu akan lebih berat."

Dewa tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan, tangannya menyilang santai di depan dada.

“Tenang saja, Nona. Saya tidak mempermasalahkan hal ini,” ucapnya dengan nada datar. Ekspresinya tetap terkendali, nyaris tak menunjukkan emosi. “Meskipun saya tetap bekerja di belakang layar, saya pastikan semuanya aman.”

Ia menatap Elina sesaat, seolah ingin memastikan keputusannya dipahami, lalu sedikit menundukkan kepala dengan sikap hormat.

“Semua keputusan strategis akan tetap berjalan seperti biasa. Bedanya, saya yang akan memastikan siapa pun yang mencoba bergerak…” Ia berhenti sejenak, suaranya tetap tenang namun mengandung tekanan. "akan berhenti sebelum sempat menimbulkan dampak.”

Keheningan sesaat tercipta, membuat kata-katanya terasa semakin tegas.

“Semua laporan akan saya kirim ke email Anda setiap saat,” tutupnya mantap.

Dewa melanjutkan pelan,

“Dan soal Ares, dia boleh merasa bebas sekarang. Tapi setiap langkahnya akan saya pantau.”

Ia mengangguk sekali lagi.

“Nona istirahat saja. Yang kotor, biar kami yang urus.”

Elina mengangguk pelan, menatap mereka satu per satu. “Saya percaya kalian.”

Mereka semua menunduk hormat.

“Kepercayaan itu tidak akan saya sia-siakan, Nona,” ucap Dewa mewakili yang lain.

♡♡

Sementara di kediaman Ares…

Tok! Tok!

“Ares! Maya! Buka pintunya!” teriak Amelia dari luar kamar.

Di dalam, Ares dan Maya masih terlelap di balik selimut. Maya membuka mata perlahan, suara Amelia mengganggu tidurnya.

“Mas, bangun. Mama teriak-teriak terus,” ucap Maya dengan nada kesal.

“Kamu saja yang buka, sayang. Mas masih ngantuk,” jawab Ares dengan suara serak.

Maya menghela napas kasar, lalu turun dari ranjang dan membuka pintu.

“Ada apa, Mah?” tanya Maya.

“Ini sudah pagi, May. Mama dan Papa mau sarapan,” ucap Amelia.

“Ya terus kenapa? Kalau Mama dan Papa mau makan, ya makan saja,” jawab Maya dengan wajah masih mengantuk.

“Heh! Kamu pikir Mama pembantu? Kamu masak, cepat!” perintah Amelia.

“Aku malas, Mah. Maya ngantuk, capek. Kalau Mama lapar, pesan saja,” sahut Maya, lalu langsung menutup pintu kembali, membuat Amelia geram.

“Maya! Heh! Kurang ajar…”

1
dome🌬️🌀🌀🌀
sadar Buu Amel... ingat umur sudah tua sudah keriput jangan makin dibanyakin dosanya. kalaupun kau punya uang satu dunia ga akan bisa dibawa mati
dome🌬️🌀🌀🌀
kalau jadi manusia punya penyakit kronis iri dan dengki . daaahh laahhh ga ada obatnya. hanya azab dari Allah aja nanti yg menyembuhkannya
dome🌬️🌀🌀🌀
mayaaa.. kalo kamu punya sahabat yg sudah sayang sama kamu bahkan sudah seperti saudara sendiri padahal kamu yg biasa biasa saja tapi bisa bergaul dan disayang seseorang yg kelas ekonomi crazy jangan malah kau Injak kepala mereka. yg ada pancungan malah menantimu
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini mimpi apa gimana yaa.. emangnya nama besar Anderson itu dan seluruh kekayannya dibangun atas apa??
apakah dr mimpi siang bolong langsung tetiba jadi kaya raya lalu perusahaan nya JD maju JD besar.
helloooooo... jangan samakan otak cetek kalian dengan otak pebisnis kluarga Anderson yaaa.. kalau kalian kesuksesan dibangun karna mimpi siang bolong. kalau Anderson suksenya dibangun karna otak cerdas berbisnis. si bapak ojol sianak supir siemak buruh cuci tapi mimpinya nyampe bisa ngalahin kerak neraka🤣🤣🤣
astagaaaaa ..... ksian banget siihhh mereka, ketololan yg hakiki tapi masih betah dipelihara 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
manusia serakah penghianat 😈😈😈
dome🌬️🌀🌀🌀
dah ceritain aja sama bapakmu El, kelamaan proses kamu mah. biar bapakmu yg langsung turun tangan. biar cepet kelar
dome🌬️🌀🌀🌀
waduhhh... tak bisa lagi ku tuk berkata kata akan ketidak tahu dirian si Ares ini
dasar muka badak
dome🌬️🌀🌀🌀
astagaaaa.. lama lama kesel bangeettt... ngapa ga langsung tendang aja dr rumah dr perusahan dan dr kehidupan kamu Elina si Ares itu. kok yaa lama lama kesel banget sama orng ga tau diri seperti mereka 😤😤😤
kalo kamu lama prosesnya, sini kasih foto mereka kirim ke aku biar nanti aku santet mereka El El....🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
makanya yaa Besti mencari pasangan harus banyak banyak pertimbangan. dipikir ulang matang matang. jangan asal yang katanya sudah cinta sudah klop sudah cocok langsung gasss aja. padahal kebanyakan rata2 sifat asli seseorang akan muncul kepermukaan disaat kita sudah hidup berdua setiap hari 24 jam full. mau sifat terburuknya pun akan ditunjukkan. jadiiiiii...... 🤣🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
heraannnn banget yaaa.. sama manusia manusia kardus itu. kok yaa senengnya mau rebut harta orng sihhhh... jual diri kalau mau banyak duit tapi ga mau kerja keras. upsss Maya kan emang udah jual diri sama Ares yaq 🤣🤣🤣 Zong kau may... may.. ternyata si Ares dl cuma sopir
wkwkwkwkwkwk
dome🌬️🌀🌀🌀
ada satu hal yg aku malas dari para FL dinovel. sudah tau dikhianatin ditipu sama pasangannya dan kluarga nya, tapi ga mau cerita dengan orng tua dia tentang permasalahan yg dia hadapin. setidaknya kalau ortunya tau bisa saling handle dr pihak ortunya si Elina disana biar bisa antisipasi. jangan sok gayaan bisa handle sendiri tanpa orang tuanya tau. oke lah kuat cerdas, tapi setidaknya disana bisa mengantisipasi masalah yg tiba tiba datang yg semisal Elina ga tau.
dome🌬️🌀🌀🌀
itu si Bayu emang beneran suruhan Ares apa dipihak Elina yaa... JD deh deg an deh
dome🌬️🌀🌀🌀
ngaca woyyy.. ngaca.. noh comberan tetangga lagi item itemnya pake coba buat ngaca mukamu. sapa tau JD sadar dr kesurupan.. perempuan murahan kok yaa ga nyadar🤣🤣. apaan sih lu may kalo gila yaa diem diem aja jangan kita kita disini pada tau🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares ini nganggep Elina apa coba. jauhhhhh sebelum kau bermain permainan amatiran seperti ini Elina dan kluarganya sudah biasa memainkan nya. disaat kau LG bermain comberan Elina sudah belajar tentang bisnis dan sebagainya..
wkwkwkwkwkwkwkwk...
berasa dia sudah cerdas apa yyaaa🤣🤣🤣
masuk lah kau kelubang buaya dan mati disana dengan mengenaskan ares😈
dome🌬️🌀🌀🌀
eehhh... Mak lampir. kalau anakmu si resres itu mampu pintar dan bisa diandalkan. ga mungkinn kalian hidup susah. dia cuma pintar cari mangsa kaya lalu morotin hartanya tapi dengan otak bodohnya coba coba selingkuh. udah lah laki mokondo ga guna pula. enaknya buang kecomberan nih kluarga ares
dome🌬️🌀🌀🌀
si Ares bukan bermimpi setinggi langit El. tapi bermimpi di siang bolong. ngarep aja terus si Bambang. ga tau apa bentar lagi bakalan ditendang 🤣🤣
dome🌬️🌀🌀🌀
dihh gila nya udah level akut Ares dan kluarga nya. mau kaya usaha dongggg... kerja keras banting tulang. buka ngerebut hartanya orng lain.. ngepet kek kalian Maya sama emakmu jaga lilin kau dan bapakmu yg keliling ngepet cari mangsa🤣🤣🤣
gedeg sumpah sama modelan lintah darat macam mereka
dome🌬️🌀🌀🌀
bagussss... gercep El singkirin para benalu ga tau malu... kalau bisa goreng mereka sampe krispi😈😈😈
mereka kejam kau harus lebih kejam el😈
dome🌬️🌀🌀🌀
idihhhh... aresss.. aress.. Siti amnesia kah. emang kau dan kluarga kauu kan emang numpang 🤣🤣🤣
kok jadi geli yaa dengernya dia ngerasa seolah2 numpang hidup sama istrinya 🤣🤣. lah itu kan kenyataannya 🤣

yoookkkk ketawain Ares berjamaah atas penyakit gilanya. karna gila mau rebut harta orng lain.. gak tau diri lu res... res
dome🌬️🌀🌀🌀
eehh.. eehh.. eehh.. siapa yaa anda anda ini. hidup aja masih numpang, makan aja masih dikasih. dah lah gitu ga punya apa apa. heelloooo Situ pada stres yaa karna kelamaan hidup susah pas diangkat derajatnya dan hidupnya jadi enak, lali berubah jadi kadal beracun yaa. harta orang mai dikuasain.....🤣🤣🤣 coba kalian pada berobat dl minta obat sama dokter jiwa siapa tau kalian ada penyakit gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!