Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.
Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.
"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"
"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"
"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"
"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Kuis
"Baiklah, kuisnya mudah," sang dosen mengambil spidol, mulai menggambar di papan tulis, ia hanya menggambar 7 buah kursi di papan tulis.
"Teka-tekinga gampang, ada 7 buah kursi, dan kalian harus mengatur ke-7 kursi ini supaya muat untuk 3 orang ibu yang masing-masing membawa dua orang anaknya, semua orang memiliki waktu berpikir sampai kelas kita hari ini selesai," ucap sang dosen sebelum mengambil laptopnya dan melanjutkan mata kuliah mereka hari itu.
"Michelle, apa kau tahu jawabannya?" Tanya temen Michelle dengan suara pelan.
"Hm,,, kita harus memikirkannya dulu, lagi pula waktu yang diberikan masih banyak," ucap Michelle sambil memperhatikan gambar 7 buah kursi di papan tulis.
Ada tiga orang ibu yang membawa masing-masing 2 anak mereka maka seharusnya kursinya disediakan ada 9, tapi kenapa hanya ada 7?' Michelle berusaha memikirkan jawabannya, tetapi meski sudah memutar otaknya berkali-kali, dia tetap tidak bisa menemukan jawabannya.
Michelle menatap Jessica, tapi tampak jelas Jessica hanya fokus pada mata kuliah, sibuk mendengarkan penjelasan sang dosen meski wajahnya terlihat tidak mengerti apa pun.
'Hah... Apa yang diharapkan dari si bodoh ini? Bisa masuk kampus ini juga karena bantuan keluarga Wijaya sehingga tidak perlu ikut tes. Sekarang sudah dua semester berlalu dan nilainya hanya ada di rata-rata saja, benar-benar buruk,' pikir Michelle dalam hati lalu berusaha untuk fokus pada kuis yang diberikan, bukan pada pelajaran.
Akhirnya kelas selesai, sang dosen menutup seluruh bukunya dan menatap semua mahasiswa, "jadi siapa yang akan memberikan jawaban untuk kuis kita hari ini?" Tanya sang dosen.
Tidak ada yang tahu jawabannya, mereka semua menatap Michelle karena satu-satunya orang yang mereka pikir bisa menjawabnya adalah bunga fakultas ekonomi dan bisnis yang berasal dari luar negeri.
Kemampuan mahasiswa luar negeri pasti jauh lebih baik daripada mahasiswa dalam negeri.
"Cepat Michelle, jawablah, kami juga penasaran jawabannya" kata teman saya michelle dengan suara yang lantang menatap Michelle.
Michelle menjadi panik, tetapi dia tetap tersenyum sambil berkata, "tentu saja aku akan menjawabnya, tapi kesempatan ini hanya diberikan pada suatu orang mahasiswa saja. Kakak angkat ku juga mengetahui jawabannya, jadi biar dia yang menjawab," ucap Michelle sambil menatap Jessica.
Jessica mengangkat sebelah alisnya, 'sungguh murah hati,' ucap Jessica dalam hati dan hendak menjawab ketika salah seorang teman michelle kemudian menyelah nya.
"Halla! Dia mana tahu. Lagipula kalau dia tahu pun, seharusnya dia tahu untuk balas budi pada keluarga Wijaya, tidak akan mengambil kesempatan yang seharusnya menjadi milikmu!" Ucap teman Michelle sambil menatap Michelle.
"Bener sekali, dia anak angkat yang dibesarkan keluarga Wijaya sampai-sampai bisa masuk universitas nomor dua ibukota. Kalau dia mengambil kesempatan Michelle, maka dia orangnya yang sangat tidak tahu diri!"
Michelle menggelengkan kepalanya, "tidak, tidak seperti itu! Kami berdua adalah saudara, meski hanya saudara angkat, tapi kami memiliki kesempatan yang sama dalam segala hal. Dan kali ini karena kak Jessica adalah kakakku, jadi aku pasti akan memberikan kesempatan ini pada kak Jessica yang lebih tua dariku," ucap Michelle.
"Percuma memberinya kesempatan, dia pasti tidak tahu!"
"Iya, mana mungkin mahasiswa dengan nilai rata-rata seperti dia bisa tahu jawabannya?! Jenius di kampus kita saja belum tentu mengetahuinya!"
"Iya benar!"
Orang-orang berbincang, semuanya merendahkan Jessica hingga membuat Michelle sangat senang, 'aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil alih perhatian, pokoknya semua perhatian hanya boleh tertuju padaku dan dia hanya boleh mempermalukan dirinya sendiri!' ucap Michelle dalam hati.
"Baiklah, tidak ada yang menjawab? Begitu kuis hari ini dianggap hangus dan kalian semua harus mengikuti kelas sampai akhir untuk mendapatkan nilai paling tinggi A-!" kata sang dosen membuat semua orang terkejut.
"Pak! Kakak saya bisa menjawabnya, iya 'kan Jessica," kata Michell sambil menatap Jessica.
Sang dosen ikut menatap Jessica, "silahkan dijawab," ucap sang dosen.
Michelle menatap Jessica dengan senyuman, tapi dalam hati dia mengutuk, 'mampus kau! Dosen ini tidak bisa diganggu, kalau kau berbohong bisa menjawab tapi ternyata tidak bisa, maka sudah dipastikan kau mendapat nilai E! Kehidupan kampusmu akan hancur di tanganku, dan Nolan pasti tidak akan pernah lagi melirik mu, dia akan menjadi milikku!'
Wajah semua orang tampak merendahkan Jessica, tetapi Jessica dengan percaya diri berdiri dan berkata, "seorang ibu membawa dua orang anaknya, lalu dua anaknya itu masing-masing membawa dua anak mereka sehingga total orang yang disediakan kursi adalah 7 orang."
Michelle melongo mendengar ucapan Jessica, ternyata Jessica benar-benar bisa menjawabnya.
"Benar sekali! Beri tepuk tangan untuk salah satu mahasiswa dalam kelas kita," kata sang dosen membuat semua orang bertepuk tangan dengan rasa tak percaya mereka.
Jessica benar-benar mengetahuinya!
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
maling teriak maling😎
semangat thor 💪