Lelaki yang hidup berkecukupan, dan sudah dipastikan akan menjadi pewaris tunggal kekayaan orang tuanya. sudah pasti di minati para wanita, banyak wanita yang ingin menjadi pacarnya namun ia selalu menolaknya karena seseorang.
Setelah menunggu sekian lamanya, seseorang itu datang. namun, diwaktu yang tidak tepat.
Ia sudah memiliki seorang istri, yang bahkan belum ia cintai.
"Menikahi wanita usia tiga puluh tahun itu bukan keinginan ku" ucap gatra dengan tegas
Apakah seorang gatra bisa mencintai istrinya? atau malah terjadi perselingkuhan? atau perceraian?
Yuk baca, kita intip rumah tangga gatra.
ig ; diah.ifro dan ruangg rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 13
Gatra duduk sambil menatap layar komputer yang berada di ruangannya, ia sesekali mengalihkan pandangannya pada foto yang selalu ada di meja kerjanya. wanita cantik dengan rambut panjang dan senyum manisnya, terlihat anggun nan mempesona.
"Gak bener, kenapa gue jadi ragu setengah mati gini nikah sama bu tania? padahal gue tau, ini nikah doang cinta mah urusan belakangan" desisnya kesal sambil memijit kening
Suara ketukan datang dari sekertaris cantik gatra, ia tersenyum sambil memberitahukan ada meeting bersama klien siang ini di salah satu restoran.
Seperti biasa gatra selalu menyempatkan menggoda marisa, karena marisa selalu cuek dan acuh padanya. "kamu ikut kan nanti cantik?" tanyanya sambil tersenyum menyeringai
"Saya ikut pak, kalau begitu saya permisi pak" jawab marisa langsung keluar dari ruangan gatra dengan wajah datarnya
Entah kebal atau apa, sekali pun ia tak pernah tergiur dengan tawaran gatra. bahkan gatra sering blak-blakan mengatakan ia cantik dan menarik, dan hanya marisa lah yang bisa membuat gatra menjadi lelaki sadboy yang selalu mendapatkan tolakan.
Mungkin marisa sudah tau siapa gatra yang sebenarnya, lelaki yang sering mendapatkan perhatian khusus dari para wanita ini jelas bukan lelaki idaman nya walaupun ia kaya. marisa pun tau cerita pahit gatra tentang percintaan dulu, jelas marisa tau siapa yang sebenarnya ada di hati gatra. semua ucapan gatra padanya hanyalah sebuah buaian semata, dan ia tak pernah merasa tertarik pada sosok gatra.
Kini gatra berjalan dengan gaya cool nya sambil sesekali membenahi jas berwarna hitam yang di kenakan nya, marisa tepat berada di belakang dengan wajah sedikit senyuman membuat seakan mereka pasangan kerja yang cocok dan kompak.
"Selamat siang pak, maaf di buat menunggu" gatra mengulurkan tangannya dengan senyuman lebarnya
Walaupun gatra sering disebut lelaki brandal atau sejenis itu ia tetap tahu posisi dimana ia harus mengubah sikapnya, ia bahkan bisa sangat manis seperti ini.
"Silahkan pak, saya tadi sudah pesan minuman buat kita" ucap lawan bicara gatra sambil tersenyum menatap gatra dan marisa bergantian
Mereka mulai membahas materi rapat, secara bergantian marisa menjelaskan tentang kerja sama yang akan dilakukan keduanya. sampai akhirnya mereka setuju dengan semua peraturan yang diberikan gatra.
"Selamat bergabung di perusahaan kami" ucap gatra kembali mengulurkan tangannya
"Saya sangat banyak terimakasih pak" jawabnya "oh iya pak, saya masih ada urusan harus pergi sekarang" sambungnya sambil melihat jam tangan
"Baik pak, senang bertemu" kata gatra dengan senyuman lebarnya menatap lelaki seumuran papahnya itu pergi
Gatra menatap marisa yang berdiri disampingnya sambil tersenyum "kamu manis banget sih" godanya
"Mau saya tanya pak ini sudah dibayar atau belum?" tanya marisa seolah mengalihkan pembicaraan
"Huhhh" gatra membuah nafasnya secara kasar "kamu itu gak mau apa pacaran sama saya?" tanya gatra sambil tersenyum kecil
"Saya rasa kita sebaiknya kembali ke kantor" jawab marisa menatap mata gatra tanpa ada rasa canggung dan takut
Gatra tertawa keras sambil meletakkan beberapa uang dimeja dan menggupaikan tangan pada pelayanan, gatra langsung berjalan pergi dikejar langkah marisa yang juga cepat.
"Cuma kamu perempuan yang nolak saya" kata gatra sambil menoleh ke arah belakang
"Saya harap bapak tidak bangga dan tidak tersinggung" jawab marisa dengan penuh penekanan
"Saya itu mau nikah tau, masa iya kamu gak mau ngabisin waktu bareng saya sebelum saya nikah" beritahu gatra sambil tersenyum lebar
Marisa mengerutkan keningnya, ia tentu tau tentang bu tania yang sudah sering dibicarakan dikantor sebagai calon istri gatra. namun, ia tak menyangka juga pernikahan ini benar-benar terjadi.
"Marisa kok kamu diem aja?" gatra kembali membuka suaranya
"Saya kan sering menghabiskan waktu bersama pak gatra dari pagi sampai sore" jawab marisa enteng
Gatra tersenyum kecut menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya membuat marisa yang berjalan kencang menghentikan langkahnya mendadak tepat di depan gatra.
Marisa menundukkan kepalanya sambil tersenyum "maaf pak, saya tidak sengaja"
Gatra tersenyum sinis menatap wajah marisa "gak usah so jual mahal, gue tau lo pernah tidur sama siapa aja. gak ada orang sukses diatas kasur marisa, kecuali... seorang pel*cur. kalo bukan karena bokap, mungkin lo sekarang sibuk kerja dikasur"
Seolah berubah seratus delapan puluh derajat kata-kata manis gatra hilang dalam sekejap, rayuan mautnya berubah menjadi kata kata yang menyakitkan dengan penuh penegasan ia berucap seolah sebagai katalisator emosi.
"Mari pak" marisa mengulurkan tangannya memberi jalan agar gatra jalan didepannya, tentu dengan rasa sesak di dada yang seakan membakar hatinya.
Gatra tersenyum puas dan kembali berjalan untuk ke mobil yang diparkir cukup jauh, tentu sengaja.
Marisa memang gadis beruntung yang bertemu pak dario, di usianya yang masih belia dulu ia sudah harus kehilangan keperawanannya. tentu hidup sulit menghantui setiap bangun paginya, kedua orangtuanya meninggal sejak ia sekolah dasar hal yang sangat tak bisa di terimanya hingga saat ini.
Seolah menjadi wanita tangguh ia hidup seorang diri dengan dibantu para tetangga di sekitar rumah kecilnya. semakin umurnya bertambah sudah sedikit orang yang mau membantunya, mau tidak mau bekerja adalah jalan keluarnya.
Setiap pulang sekolah saat kelas satu sma ia selalu menyempatkan bekerja di kedai makan dari siang sampai malam, namun uang tetap tak seberapa.
Dengan wajah dan tubuh bagusnya, membuat ia dikenal sebagai wanita cantik nan seksi. pakaiannya selalu begitu menggiurkan, kedai tempat ia bekerja pun kadang di jadikan sebagai cuci mata untuk melihat tubuhnya dan itu membuat pemilik kedai malah tak ingin melepasnya.
Setelah kelas dua sma, ia berhenti sekolah karena merasa tak ada gunanya. tak lama seorang perempuan berusaha menggoda dengan sebuah gepokan uang. marisa pun tergoda dan dia rela melakukan nya demi uang, sampai akhirnya diusia delapan belas taun tepat harusnya ia lulus sekolah ia sudah hampir melayani kurang lebih 20 lelaki hidung belang.
Kebanyakan adalah mereka yang beruang, marisa pindah ke rumah yang cukup besar bahkan ia bisa membeli sebuah mobil. tentu dari mereka yang benar-benar terlalu banyak uang.
Menjadi simpanan bukanlah hal tabu bagi marisa, sampai akhirnya marisa di ringkus polisi karena tertangkap basah di sebuah hotel dengan seorang lelaki.
Entah bagaimana pak dario sangat tersentuh setelah melihat marisa ada diberbagai berita, ia akhirnya mau mengeluarkan marisa yang padahal ia tak kenal sama sekali.
Sejak saat itu pak dario tau tentang latar belakang marisa, sejak saat itu juga marisa bekerja dikantor sebagai sekertaris gatra. walaupun gatra juga masih jarang di kantor, tetap marisa belajar dari awal.
Sampai akhirnya gatra dan marisa menjadi saling kenal, gatra tak pernah mengungkit masalah ini sebelumnya. dan ini kali pertama gatra memaki habis hatinya, sampai tak tersisa.
-hati yang tersakiti' konflik rumah tangga
'-pemikat sukma" mistis, romansa
-kuntilanak pemakan janin" horor
karya siti H
semalu malunya dia sebagai wanita kan karakter dasar yg kuat krn srbagai dosen lalu juga bantu urus segala perusahaan walau lewat tangan kanan, kan pastinya dah siap mental kl ada hal yg buruk gitu loh ko ini mewek banget bin lembek