NovelToon NovelToon
Dipaksa Jadi Yang Kedua

Dipaksa Jadi Yang Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: heni

Keinginan Zella, dia ingin tetap menjalani kehidupan tenang dan damainya dengan status janda. Namun hal itu terbentur oleh keadaan yang memaksanya harus menjadi istri kedua pria yang tak dia kenal. Zella dipaksa keadaan masuk dalam rumah tangga orang lain.

Hal ini sangat Zella benci, biduk rumah tangganya dulu hancur karena orang ketiga, namun kini dirinya malah jadi yang ketiga. tapi Zella tak berdaya menolak keadaan ini.

Akankah kehidupan damai berpoligami bisa Zella jalani dengan keluarga barunya? Ataukah malah masuk ke dalam sebuah neraka yang tak berdasar? Ataukah ada keajaiban yang membuka jalan pilihan lain untuk Zella, agar tak masuk dalam paksaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Cium! Cium!

Kabar pernikahan poligami yang dihadiri oleh istri sah, sangat mengejutkan banyak orang. Pernikahan Zella dan Abi menjadi pembahasan hangat di media sosial. Sebab sangat jarang ada yang berani jujur pada istri sah untuk menikah, dan sangat jarang istri sah menyetujui pernikahan suaminya lagi. Tentu pernikahan Abi menjadi pusat perhatian. Di depan hotel banyak wartawan yang ingin mencari informasi langsung. Namun pernikahan diadakan secara tertutup, hanya anggota keluarga yang hadir sebagai tamu.

Keadaan ballroom mulai ramai, para keluarga yang hadir sebagai tamu mulai menempati tempat duduk mereka masing-masing. Keadaan ballroom seperti akad nikah pada umumnya, namun bagi Zella, akad nikahnya kali ini ada yang berbeda. Yaitu kehadiran Ayahnya sebagai wali nikahnya. Berbeda dengan pernikahannya dengan Akhsan dulu. Ayahnya tak hadir, hanya menyerahkan urusan nikah pada pihak KUA yang bertindak sebagai wali nikah.

Kini semua kursi sudah terisi. Bahkan Zella sudah duduk di tengah barisan keluarganya, dia terlihat cantik dengan gaun pernikahan melayu yang serba putih. Di dekatnya ada 3 anak yang terlihat begitu ceria. Di bagian sisi keluarga Abi. Abi duduk di kursi rodanya dengan setelan jas putih. Di sisi kanan Abi ada Melvita, dan Thom saudara Abi. Sedang di sisi kiri Abi ada Anjani yang juga duduk di kursi roda. Dia terlihat manis mengenakan dress putih modern.

Acara akad dimulai ....

Dibuka dengan rangkaian do'a dan sambutan singkat. Memastikan semua syarat pernikahan poligami lengkap. Penghulu memanggil Abi untuk bergabung di meja akad. Dengan sigap Miko segera mendorong kursi roda Abi.

"Ayah mempelai wanita, ingin menikahkan langsung atau diwakilkan?" tanya penghulu.

"Saya ingin menikahkan langsung," sahut Bagas.

Mendengar itu Zella tersenyum, namun saat yang sama air matanya juga menetes begitu saja.

Tifa tahu ibunya menangis bahagia. Dia mengambil tisu dan memberikan pada ibunya.

"Terima kasih." Zella membelai lembut sisi wajah putrinya.

"Silakan mempelai wanita bergabung bersama kami," pinta penghulu.

Zella diapit oleh Rihana dan Tifa menuju meja akad. Setelah memastikan Zella duduk dengan nyaman, Tifa segera kembali ketempat duduknya. Sedang Rihana mendekati Ayahnya dan memeluknya.

"Semangat Ayah! Jangan tegang," bisiknya.

Abi menepuk lembut pundak Rihana dan tersenyum. "Terima kasih."

Rihana kembali ketempat duduk.

Di meja akad.

Mendengar proses sakral akan dimulai, keadaan seketika hening. Suara bagas yang begitu tegas mengucap 'saya nikahkan dan saya kawinkan engkau' seakan membuat napas ikut berhenti. Ketegangan semakin meninggi saat mendengar Abi menjawab 'saya terima nikahnya', namun ketegangan itu lenyap seketika saat kedua saksi menyatakan akad itu 'sah'

Seakan suara kelegaan napas terdengar dari segala penjuru. Semua proses itu ditutup oleh do'a yang dipimpin oleh penghulu. Acara singkat yang mengikat dua manusia itu selesai.

"Alhamdulillah sudah sah. Silakan tukar cincin," ucap penghulu.

Sesi tukar cincin berlangsung, setelah cincin terpasang di jari masing-masing, Zella langsung menyalimi Abi, dan mencium punggung telapak tangan laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya. Dunia Abi bagai diterjang gempa saat Zella mencium tangannya. Refleks tangan kiri Abi menyentuh punggung Zella.

"Cium! Cium! Cium!" sorakan para tamu menyemangati agar pengantin saling cium.

"Nggak ada cium! Ada hati yang harus saya jaga," Abi menoleh pada Anjani dan tersenyum padanya.

"Whohhhh!" teriak Rihana sendirian. Merasa tak ada dukungan, Rihana malu sendiri dan duduk kembali.

Seperti pernikahan umumnya, sesi foto-foto mengabadikan momen itu juga mewarnai hari indah Zella dan Abi. Yang menjadi pusat perhatian, saat sesi foto kala Abi menyerahkan batang mulia berukir 400 gram sebagai mas kawinnya pada Zella.

"Masya Allah yank, 400 gram, 400 dikali 2 juta aja berapa tuh, banyak yank!" bisik Alea pada suaminya.

"Iri?" goda Arfa.

"Enggak yank, kagum aja. Apalagi emas sekarang kan di atas 2,5 juta."

Acara terus berjalan, hingga tak terasa keadaan mulai lengang, anggota keluarga yang sedari tadi sibuk berfoto sebagian sudah pindah ke sudut lain yang disiapkan untuk menikmati hidangan.

Perlahan Anjani mendekati Abi dan Zella. "Selamat Zella. Kamu sudah sah menjadi maduku."

"Jika aku melakukan hal yang kelempat batas. Jangan sungkan untuk menegurku." Zella memeluk wanita itu.

"Tante." Rihana tiba-tiba mendekat, dia datang bersama Tifa. "Tante mau makan apa? Aku sama tifa siap ambilkan!"

"Kok masih tante, kan Zella sudah sah jadi istri Ayahmu," protes Anjani.

"Kamu panggil ibumu apa?" tanya Rihana pada Tifa.

"Aku manggilnya mama," sahut Tifa.

"Kalau gitu aku ikut kamu, manggil tante Zella jadi mama." ucap Rihana.

"Mama-Ayah, jadi kurang cocok," protes Abi.

"Kan Ayah-ibu sudah ada. Nggak apa-apa kurang cocok, pokoknya mama." sahut Rihana.

"Terserah kamu." Tatapan Abi beralih pada gadis manis di sisi Rihana. "Kamu mau panggil saya apa?" tanya Abi pada Tifa.

"Aku dan Rayhan manggil dia Ayah," sela Rihana.

Tifa memandang kearah Zella. Meminta persetujuan wanita itu.

"Terserah Tifa mau panggil apa, senyamannya Tifa aja," ucap Zella.

"Manggil abi boleh?"

Abi dan Zella langsung melongo mendengar jawaban Tifa.

"Abi itu nama Ayahku, masa kamu panggil Ayahku dengan sebutan nama," protes Rihana.

"Bukan itu maksud Tifa, abi yang Tifa maksud adalah panggilan Ayah dalam bahasa arab, teman-teman Tifa di pondok banyak yang memanggil ayahnya dengan panggilan abi," Zella menjelaskan.

"Maaf, aku nggak tahu itu nama Ayahmu," sesal Tifa.

"Nggak apa-apa. Kalau kamu nyamannya itu saya setuju! Panggilan itu membuat saya merasa dapat seorang teman," sahut Abi.

"Nggak jadi. Ikut kak Rihana aja, manggilnya Ayah." ucap Tifa.

"Ya sudah, salim dulu sama Ayah Abi, dan ibu Anjani." pinta Zella pada Tifa.

Tifa langsung menyalimi Abi, dan mencium punggung telapak tangan pria itu, lalu dia menyalimi Anjani.

"Siapa tadi teriaknya paling kencang sendiri?" ucap Zella.

"Maaf tant- eh mama." Rihana malu sendiri.

"Nanti aku balas saat kamu nikah!" ucap Zella.

"Mana ada, aku masih sekolah." balas Rihana.

"Kan kamu anak kami yang paling besar, jadi kamu pastinya yang duluan nikah."

"Anakku masih kecil, jangan bahas pernikahan dia!" ucap Abi.

Rihana sangat senang mendapat pembelaan dari Ayahnya, dia langsung memeluk Abi dari arah belakang. "Memang aku paling besar, tapi di mata Ayah aku masih anak kecil. Iya kan yah?" ucap Rihana manja.

"Iya anak Ayah yang paling nakal!" Abi mencubit gemas hidung Rihana.

"Rihana sudah makan?" Melvita tiba-tiba ikut bergabung.

"Sudah nek." Rihana langsung menoleh pada Tifa. "Adek, kenalin ini nenek aku, dia ibu dari.Ayah kita. Jadi dia nenekmu juga."

Tifa tersenyum dan langsung menyalimi Melvita. Sedang Melvita hanya merespon dengan senyuman.

"Kalau Rihana sudah makan, saatnya kita pulang sayang. Perjalanan kita jauh, sedang kamu besok sekolah."

"Yah ... aku masih mau di sini." protes Rihana.

"Kan kamu nanti ketemu sama bunda Zella di rumah, bunda Zella akan tinggal di rumah Ayahmu." ucap Melvita.

"Bukan bunda nek, tapi mama. Aku bukan nggak siap pisah sama mama. Tapi aku masih pengen main sama adik Tifa."

"Kak Rihana pulang aja, lagian sebentar lagi aku juga akan balik ke pondok," ucap Tifa.

"Ya sudah." Dengan wajah malasnya Rihana mendekati Tifa. "Nanti saat libur kamu harus main ke rumah kami. Aku akan minta bi fifi siapin kamar yang nyaman buat kamu."

"Insya Allah, kak."

"Harus datang ya nanti! Aku akan paksa Ayah dan mama jemput kamu."

"Ayo kita pulang, Rihana. Om Thom sudah nunggu di mobil."

"Mas, aku boleh pulang bareng ibu?" sela Anjani.

"Boleh," jawab Abi.

"Zella, aku balik duluan, sampai jumpa lagi di rumah kita. Tapi nggak di waktu yabg dekat, karena aku akan pergi menjalani pengobatan."

"Iya, semoga proses pengobatan yang kamu jalani berjalan lancar, dan hati-hati di jalan."

Keluarga Abi pergi meninggalkan tempat itu, kini tersisa keluarga dekat Zella.

"Tifa, kamu sebelumnya bilang dapat izin beberapa hari, kok udah mau balik ke pondok?" tanya Zella.

"Saat aku makan, Kakek dikabari sama Abah. Kalau ustadzah pesan ada ujian besok."

"Abah itu siapa?" sela Abi.

"Abah itu, ayah kandung Tifa. Dia tinggal di dekat pondok pesantren," jawab Zella.

"Padahal mama masih kangen tifa."

"Nanti pas libur panjang, Tifa minta Kakek antar ketempat mama."

"Kami tunggu kedatanganmu di rumah kami," sahut Abi.

1
Yusna Wati
aku gk suka abi perhatian sama anjani pdhal anjani udh menghianati pernikahan apa gk jijik si abi deket2 anjani
Ma Em
Semangat Thor semoga menjadi yg terbaik dan selalu mendapatkan rating 🤲🤲🤲.
ᗰIՏՏ ᘜᗩᑭTᗴK ᵖⁱⁿⁿ: Aamiin, makasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!