Bagaimana rasanya mengetahui jika kekasihmu selingkuh dengan adikmu sendiri? Kayla terkejut mendengar pembicaraan Arga dan Kanaya adiknya di UKS,ia tak menyangka jika selama ini keduanya menjalin hubungan di belakangnya.Walaupun merasa sakit,ia memilih untuk diam dan berpura-pura tidak tahu.Selain belum siap melepaskan Arga,ia juga ingin melihat sejauh mana keduanya dapat menyembunyikan hubungan itu.Tapi lama-lama Kayla tak tahan, terlebih ketika ayahnya meninggal Arga lebih mementingkan Kanaya di banding dirinya. "Kalau dari awal lo suka Kanaya,kenapa lo harus deketin gue dan jadiin gue kekasih lo Arga?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
satu
"SEMANGAT ARGA!"
Suara melengking itu mengalun di lapangan yang tengah ramai oleh anak-anak SMA1, diangkatnya tinggi-tinggi karton bertuliskan semangat Arga di tangannya. Berbagai tatapan tertuju padanya, namun sepertinya gadis itu tak peduli. Kayla, gadis manis itu duduk di barisan paling depan untuk memberi semangat pada kekasihnya yang tengah bermain basket di tengah lapangan sana.
Setelah beberapa menit pertandingan di hentikan sementara untuk istirahat, Kayla dengan sigap melangkah menghampiri Arga yang tengah duduk di samping lapangan untuk memberikan sebotol air dingin serta handuk kecil, sedangkan karton yang dipegang sebelumnya ia titipkan pada temannya.
"Capek?" tanya Kayla yang ikut duduk di samping laki-laki itu.
Laki-laki itu tersenyum "Lumayan."
Kayla memberikan handuk kecil dan air dingin di tangannya "Keringat nya lap dulu,nanti perih kena mata. Airnya juga diminum ya."
Arga mengambil handuk pemberian kekasihnya,lalu ia mengelap keringat pada wajah dan juga lehernya,setelahnya ia menegak setengah air pemberian Kayla.
"Makasih ya."ucap Arga
Kayla mengangguk sambil tersenyum tipis, ia menatap wajah Arga yang tengah mengipasi dirinya sendiri dengan tangan. Entah mimpi apa ia bisa menjadi kekasih Arga, bahkan setelah beberapa bulan menjalin hubungan ia masih tak percaya jika dirinya kekasih seorang Arga.
Arga yang merasa ditatap menoleh ke arah Kayla "Ngedip Kay, nanti matanya copot"ujar Arga lalu terkekeh.
Kayla yang tersadar hanya tersenyum "Siapa suruh jadi orang ganteng, makanya aku liatin terus"
"Ya beginilah resiko jadi orang ganteng."Ucap Arga percaya diri.
Kayla memutar bola matanya malas, Arga ini jika sudah di puji percaya dirinya selalu menjadi-jadi bahkan terkesan seperti narsis.
"Semoga kamu memang jodohku ya, supaya nanti anak-anak ku ganteng kaya kamu"
"Kalau gak jodoh gimana?"
Kayla melotot mendengar pertanyaan Arga "Haruslah,,aku mau rajin berdoa sama Allah supaya kamu jadi jodohku."
"Itu namanya pemaksaan."ujar Arga
"Gak apa-apa, sebagai bentuk usaha aku untuk jadi jodoh kamu. Kalau nanti kamu tetep jadi jodoh orang lain, aku bakal labrak jodohmu itu terus aku culik supaya aku bisa gantiin posisi dia jadi jodoh kamu"
"Jahat banget. "Arga menggeleng mendengar omongan halu Kayla yang terdengar ekstrim.
"Gapapa asalkan aku bisa jadi jodoh kamu. "ujar Kayla lalu ia tertawa.
Arga terkekeh kemudian ia termenung, menatap sepasang sepatu yang ia gunakan.
"Kamu kenapa?"tanya Kayla melihat Arga seperti tengah melamun memikirkan sesuatu.
Arga kembali menatap Kayla,, laki-laki itu menggelengkan kepalanya "Aku gapapa, Kay kamu itu gadis baik."tanpa bisa dipungkiri Kayla memang gadis yang baik, ia bersyukur bisa memiliki gadis itu, sikap galak, manja dan sedikit pemalu gadis itu seakan menjadi pewarna hari-harinya.
Kayla hanya tersenyum membalas ucapan Arga sambil terus menatap kagum laki-laki di sampingnya.
Arga membalas tatapan Kayla dengan sorot rumit, lalu ia mengalihkan sedikit pandangannya ke arah gadis yang berada di belakang Kayla, jarak gadis itu tak terlalu jauh sehingga ia bisa melihatnya tengah berbincang dengan temannya sembari tertawa, seulas senyum terukir diwajahnya Arga.
Ya tanpa disadari oleh kekasihnya ia tersenyum karena sosok lain di belakang gadis itu.
"Woy Kayla!"
Panggilan nyaring itu membuat Arga tersadar, kemudian ia menoleh ke arah suara berat yang memanggil nama kekasihnya.
"Kenapa si teriak-teriak?"tanya Kayla pada sosok yang memanggilnya.
"Pulpen gue mana anjir, itu pulpen satu-satunya masih aja lo colong."cibir Bastian.
"Eh apaan nih nuduh-nuduh, gue gak maling cuma pinjem"
"Gak ada ya lo bilang pinjem pulpen gue, itu tandanya lo nyolong"
"Heh daki biawak, gue udah bilang ya o nya aja yang budek. "
Kayla merogoh kantong rok nya, kemudian ia memberikan sebuah pulpen pada Bastian.
"Nih pulpen lo, cuma pulpen sebiji doang ribet amat si!"
Bastian mengambil pulpen miliknya dari tangan Kayla "Udah minjem bukannya terima kasih malah ngatain, dasar anak Dajjal"
"Masih mending gue balikin ya pulpen lo."
Tak mau membalas ucapan Kayla lagi,Bastian memilih pergi meninggalkan gadis itu.
Arga yang melihat interaksi antara Kayla dan Bastian terselip rasa tidak suka dengan kedekatan mereka berdua. Walaupun terlihat seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar, tapi sebenarnya mereka adalah teman dekat. Ia paham Kayla hanya menganggap Bastian hanya sebatas teman biasa dan mereka kenal jauh sebelum dirinya mengenal kekasihnya itu, tapi tetap saja ia tidak suka.
"Woy daki Dajjal!"
Kayla menatap ke arah Bastian yang berlari ke arahnya, mau apa lagi si anak ini?
"Apalagi si Bas, gue gak pinjem barang apapun lagi selain pulpen yang tadi"
"Duh Kay,,waktu pembagian akhlak Lo ketiduran kah atau emang stok akhlak dalam diri Lo habis. Mikir lah woy Lo pinjem pulpen gue sampai habis tintanya, nanti gue nulis pake apa?"
Kayla menghela napasnya "Astaga Bas, masalah pulpen lagi. Bastian Lo tuh bukan orang miskin ya, Lo ke sekolah aja naik motor gede begitu masa pulpen abis aja ribet banget. Gue yakin uang jajan lo pasti merah semua kan? Lo tinggal ke kantin cari pulpen yang Lo mau, terus Lo beli pake uang merah Lo beres kan?"ujar Kayla dengan entengnya.
Bastian menggeram lalu laki-laki itu mengusap dadanya berusaha untuk bersabar menghadapi gadis titisan Dajjal berwujud manusia "Kayla,,gue baru beli pulpen itu dua hari yang lalu, hari ini pulpen itu Lo colong dan Lo balikin ke gue dengan keadaan habis tanpa tinta. Selain itu ini bukan kali pertama Lo nyolong dan rusakin alat tulis gue ya"
"Yaelah perhitungan amat si sama temen sendiri."ujar Kayla tak mau kalah.
Bastian menunjuk ke arah Arga"Eh Lo pacarnya Kayla kan?"
Arga yang ditunjuk pun mengangguk.
"Kok mau si jadi pacar anak Dajjal ini?udah jelek, pendek, badan tipis kaya triplek gada hot-hot nya pisan, tukang nyolong alat tulis gue, galak pula. Kalau gue mending cari cewe lain"
Kayla melotot mendengar penuturan Bastian "Aku ke kelas dulu ya, mau ngasih pelajaran ke biawak yang satu ini, bye."pamit Kayla pada Arga.
Gadis itu mencubit lengan Bastian kemudian menarik paksa seragam laki-laki itu supaya mengikuti langkah nya meninggalkan lapangan menuju ke arah kelas.
Tatapan mata Arga terarah mengikuti Kayla dan Bastian yang semakin menjauh, sekali lagi ia tak suka dengan kedekatan keduanya.Karena jika mereka berdua bersama pasti akan ada pertengkaran atau perdebatan yang berakhir membuat dirinya diabaikan oleh Kayla.
Senyum Arga kembali terbit ketika melihat gadis yang sempat duduk di belakang Kayla tadi.
"Maaf Kay"