NovelToon NovelToon
Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Dilarang Sentuh Mami: Si Kembar Rahasia Tuan CEO

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Om Ganteng, kerjanya cuma duduk doang? Kok nggak lari-lari kayak Mami? Om pemalas ya?"


Cayvion Alger, seorang CEO dingin, terkejut saat bocah 4 tahun yang mengatainya "pemalas" ternyata adalah anak kembarnya sendiri—hasil "kesalahan satu malam" empat tahun lalu dengan asisten pribadinya, Hara.

Rahasia ini terbongkar saat Hara terpaksa membawa anak-anaknya ke kantor karena pengasuh sakit.

​Demi hak asuh dan citra perusahaan, Cayvion mengajukan pernikahan kontrak dengan syarat dilarang jatuh cinta. Hara menyetujuinya, namun menegaskan bahwa kekuasaan Cayvion sebagai bos tidak berlaku di rumah.

Kini, Cayvion harus menghadapi tantangan baru: mengurus kekacauan anak-anak dan menahan hatinya yang perlahan luluh pada istri kontraknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​BAB 32: Bencana Kepang Rambut

​"Saya mau mandi. Sepuluh menit. Jangan bakar rumah, jangan bikin banjir, dan jangan bikin anak nangis. Mengerti, Pak?"

​Hara berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan handuk tersampir di bahu. Matanya menatap Cayvion tajam, memberikan ultimatum terakhir sebelum dia masuk ke satu-satunya tempat di mana dia bisa tenang sejenak dari kekacauan keluarga ini.

​"Tenang saja, Hara," jawab Cayvion santai tanpa mengalihkan pandangan dari iPad-nya. Dia duduk di tepi kasur Elia. "Saya sudah belajar dari kesalahan kemarin. Manajemen krisis saya sudah meningkat levelnya. Sana mandi, biar wangi."

​Hara mendengus sangsi, lalu menutup pintu kamar mandi. Cklek. Suara kunci diputar terdengar.

​Detik berikutnya, Elia muncul di hadapan Cayvion sambil membawa sisir bergambar Hello Kitty dan segenggam karet jepang warna-warni.

​"Pa, kepang rambut Elia dong," pinta Elia sambil menyodorkan pantatnya—maksudnya membelakangi Cayvion agar rambut panjangnya bisa dipegang. "Elia mau video call sama Lala. Harus cantik kayak Elsa Frozen."

​Cayvion meletakkan iPad-nya. Dia menatap rambut hitam panjang putrinya yang halus dan licin itu.

​"Kepang? Elsa Frozen?" ulang Cayvion. Dia belum pernah memegang rambut perempuan selain untuk mengelusnya. "Kenapa nggak digerai saja? Lebih natural. Lebih efisien."

​"Nggak mau! Lala kemarin pamer rambutnya dikepang Mamanya. Elia mau juga!" Elia mulai merengek, kakinya menghentak lantai. "Papa bisa nggak? Kalau nggak bisa, Elia gedor pintu Mami."

​"Eh, jangan!" sergah Cayvion cepat. Kalau Hara diganggu saat mandi, nyawanya bisa terancam. "Siapa bilang Papa nggak bisa? Papa ini lulusan cum laude dari universitas top dunia. Mengepang rambut itu cuma soal simpul dan tegangan tali. Itu fisika dasar. Kecil."

​Cayvion menyambar sisir itu dengan percaya diri.

​"Duduk diam. Papa akan buatkan kepangan paling aerodinamis buat kamu."

​Elia duduk manis di karpet. Cayvion segera membuka aplikasi YouTube di ponselnya. Dia mengetik: Tutorial French Braid for Beginners.

​Video dimulai. Seorang wanita dengan suara cempreng menyapa, "Hi Guys! Welcome back to my channel! Hari ini kita akan belajar kepang Prancis yang simpel banget..."

​"Oke, skip iklannya," gumam Cayvion tidak sabar. "Langsung ke teknisnya. Bagi rambut jadi tiga bagian. A, B, C. Tarik A ke tengah, silangkan C ke bawah B. Oke. Gampang. Ini sama kayak merakit kabel server."

​Cayvion mulai membagi rambut Elia. Masalah pertama muncul: Jari-jarinya terlalu besar dan kaku. 

Tangan yang biasa menandatangani kontrak miliaran itu gemetar saat memegang helaian rambut yang super halus.

​"Aduh! Sakit, Pa!" jerit Elia saat Cayvion menarik terlalu kencang.

​"Tahan sedikit, Elia. Ini butuh pondasi yang kuat biar nggak roboh," dalih Cayvion. 

Dia mencoba menyilangkan rambut bagian kiri ke kanan. Tapi rambut itu licin seperti belut. Bagian yang sudah rapi lepas lagi. Bagian yang belum rapi malah nyangkut di kancing manset kemejanya.

​"Pa... kok rasanya ketarik banget?" keluh Elia, kepalanya mendongak paksa mengikuti tarikan tangan ayahnya.

​"Diam, Elia. Papa lagi hitung rasio silangannya," Cayvion mulai berkeringat dingin.

​Video di HP terus berjalan. "Nah, lihat kan? Hasilnya rapi dan cantik!" kata si YouTuber.

​Cayvion menatap layar HP, lalu menatap kepala anaknya. Beda jauh. Di layar terlihat seperti karya seni, di tangan Cayvion terlihat seperti sarang tawon yang baru saja dilempar batu.

​"Sial, kenapa kusut begini?" umpat Cayvion pelan.

​Dia mencoba memperbaiki kesalahan dengan menarik salah satu untaian rambut yang menggumpal.

​"AWWWW! PAPAAAA!" Elia menjerit kencang. "SAKITTTT! RAMBUT ELIA JEWER!"

​"Jangan gerak! Makin kamu gerak, makin nyangkut!" bentak Cayvion panik.

​Situasi berubah dari 'Salon Kecantikan' menjadi 'Bencana Alam'.

​Entah bagaimana caranya, Cayvion berhasil membuat simpul mati di tengah rambut Elia. Sisir Hello Kitty itu sekarang terjebak di dalam gumpalan rambut, tidak bisa maju, tidak bisa mundur.

​"Pa... sisirnya nyangkut di kepala Elia..." isak Elia, air matanya mulai menetes. "Berat..."

​Cayvion menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. Dia memegang gumpalan kusut itu. Ini bukan lagi soal estetika. Ini soal penyelamatan aset. Sisir itu terkunci mati. Logika tekniknya mengatakan: jika simpul tidak bisa diurai, maka harus dipotong.

​"Tenang, Elia. Papa punya solusi," kata Cayvion dengan nada serius.

​Matanya menyapu meja belajar Elio di dekat situ. Ada gunting kertas bergagang oranye.

​Cayvion menyambar gunting itu.

​"Pa? Papa mau ngapain?" tanya Elia ngeri saat mendengar bunyi krek-krek gunting di dekat telinganya.

​"Papa harus memotong simpul setannya, Sayang. Cuma sedikit. Biar sisirnya lepas. Percaya sama Papa. Nanti rambutnya tumbuh lagi dalam dua minggu. Itu regenerasi sel yang wajar."

​"NGGAK MAU! NANTI BOTAK!"

​"Nggak botak, cuma model layer ekstrem," Cayvion memegang gumpalan rambut yang kusut itu dengan tangan kiri, dan tangan kanannya mengarahkan mata gunting ke sana. Dia sudah putus asa. Keringat membanjiri dahinya. Dia harus menghilangkan bukti kekacauan ini sebelum Hara keluar.

​"Tahan napas... satu... dua..."

​CKLEK.

​Pintu kamar mandi terbuka. Uap air hangat mengepul keluar.

​Hara melangkah keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Wajahnya segar dan rileks.

​"Nah, sudah sepuluh men—"

​Ucapan Hara terhenti di tenggorokan. Matanya membelalak lebar melihat pemandangan horor di depannya.

​Elia duduk di lantai dengan rambut megar acak-acakan seperti singa gila, sisir nyangkut menggantung di kepalanya, dan wajah penuh air mata.

​Dan di belakangnya... Cayvion Alger sedang memegang gunting tajam yang terbuka lebar, hanya berjarak satu sentimeter dari kepala Elia.

​Waktu seolah berhenti.

​Otak jenius Hara langsung memproses bahaya: Suami. Gunting. Rambut Anak.

​Handuk di tangan Hara jatuh ke lantai. Naluri keibuannya meledak.

​"JANGAN SENTUH RAMBUT ANAK SAYA!"

​Teriakan Hara menggelegar, lebih dahsyat dari suara petir tempo hari.

​Cayvion kaget setengah mati. Gunting di tangannya terlepas dan jatuh ke karpet.

​"Hara! Tunggu! Ini tindakan medis darurat!" bela Cayvion panik, mengangkat kedua tangannya tanda menyerah. "Sisirnya terjebak! Aku melakukan amputasi parsial demi keselamatan!"

​Hara menerjang maju seperti macan tutul yang melindungi anaknya. Dia menepis tangan Cayvion kasar, lalu memeluk kepala Elia.

​"Amputasi parsial gundulmu!" semprot Hara, matanya menyala-nyala menatap Cayvion. "Bapak mau bikin anak saya pitak?! Minggir! Bapak saya pecat jadi tukang salon sekarang juga!"

​Elia langsung memeluk pinggang ibunya erat-erat. "Mami... Papa mau potong kepala Elia..."

​"Bukan kepala, Elia! Cuma rambut!" ralat Cayvion frustasi.

​"Keluar!" tunjuk Hara ke arah pintu, jarinya gemetar karena emosi. "Keluar dari zona ini sebelum gunting itu saya pakai buat potong aset Bapak!"

​Cayvion refleks menutup bagian bawah tubuhnya dengan kedua tangan. Ancaman Hara terdengar sangat valid dan meyakinkan.

​Tanpa berani membantah lagi, Sang CEO mundur teratur dan kabur dari kamar itu, meninggalkan Elia yang masih sesenggukan dengan sisir menggelantung menyedihkan di rambutnya.

1
Ayu Padi
keren
Naufal hanifah
suka ceritanya
Rania
good
🍃EllyA🍃
ceritanya menRik
Ririn Nursisminingsih
kereenn semua karyamu peranya pinter2, cerdass👍😍😍
Savana Liora: makasih kk
total 1 replies
🍃EllyA🍃
sedih y pak dikacangin
Bonny Liberty
asal jangan di kasih api aja bisa hilang tuch Alger🤭
🍃EllyA🍃
ijin mampir author trimksh
Savana Liora: yuk mari kak
total 1 replies
awesome moment
kak, koq alger sibling dinotice klo dihapus? knp? koq bisa? trossh bsia baca dimana?
Savana Liora: iya kak, maaf yak. cerita mereka aku hapus dulu untuk sementara waktu. ketentuan dari noveltoon, maksimal hanya 4 buku yg boleh terkontrak. saat ini bukuku sudah ada 4 judul yg lg jalan. jadi, sayang banget aku up terus tp belum terkontrak bukunya. nanti kalau sudah ada bukuku yg tamat, aku up ulang cerita anak2nya.
total 1 replies
awesome moment
cayvion sdh tau. dia hrs bgmn
awesome moment
bersama dalam ketidak sempurnaan adalah untuk saling melengkapi dan menjadi kuat.
awesome moment
smg nenek sihir kalah
awesome moment
good choice. mak sihir bgitu bikin cpt mokat
awesome moment
sok2an bgts
awesome moment
jgn2 tu nenek sihir bukan mak cayvion
awesome moment
tsundere bgts
awesome moment
hnya twins yg bisa melawan
awesome moment
siap2 j. bntar lg...end
awesome moment
anak yg hebat
awesome moment
terhura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!