*Dokter bar bar dan Pak CEO
Nana : Nunggu 10 tahun tapi gak ada kepastian, sedangkan ada orang baru yang sudah pasti bisa memberikan kepastian.
Sagara : Aku bukan sengaja membuat mu menunggu , tapi aku sedang mempersiapkan diri agar ketika hidup bersama mu aku sudah bisa meratukan mu sepenuhnya.
Hai guys,,, aku datang dengan cerita cinta yang ada komedi dan juga actiaonnya . cerita ini sebenarnya seasen dua dari cerita "lelaki itu punyaku" yang aku tulis di aplikasi orange sebelah.
yukk baca aku tunggu saran saran kalian di cerita aku ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cinnam0n17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. NML
Happy Reading ✨
"mau makan apa?" tanya Sagara pada Nana Yang sepertinya tengah memilih menu apa yang ingin dia makan.
"aku ditraktir makan kayak gini bukan berarti aku masih nggak ngambek ya, aku masih ngambek sama kamu masih kesel tau nggak aku sama kamu" Kata Nana yang masih mengingat jelas kekesalannya karena apa.
"sayang Kan udah aku bilang semua itu di luar kendali aku aku nggak tahu kalau dia suka sama aku karena kan aku anggap dia cuma teman" jelas Sagara untuk kesekian kalinya.
"Mas saya mau yang ini ini ini dan ini" tunjuk Nana pada beberapa menu yang terdapat di buku menu.
"terus saya mau es krimnya yang tiga rasa ya Mas di mix" Kata Nana lagi sambil tersenyum pada pegawai restoran tersebut.
"saya samakan aja mas sama istri saya"kata Sagara yang menyamakan menu makannya pada menu makanan.
setelah pegawai restoran itu pergi Nana lagi-lagi memasang wajah kesalnya dengan mood yang benar-benar hancur kali ini siapa yang tidak kesal ada yang terang terang suka pada suaminya.
"sayang udahlah jangan kayak gini, kan aku juga nggak mungkin sama dia Aku kan udah nikah sama kamu" kata Sagara membujur Nana sambil menarik jemari tangan Nana yang ada di atas meja.
"mas kayaknya perang lagi banget deh di sana pasti banyak banget punya temen cewek kan???" tanya Nana lagi.
"kamu juga punya banyak teman cowok sayang bahkan temen cowok kamu lebih banyak daripada aku" kata Sagara yang membuat Nana mendesis.
"kalau dulu mah iya aku punya banyak teman cowok tapi sekarang kan udah nggak" kata Nana yang memang benar adanya .
Nana sekarang dan dulu jauh berbeda, kalau dulu Nana suka sekali berkumpul bersama banyak orang dan punya banyak teman teman lelaki tapi sekarang jauh beda Nana lebih suka menyimpan dan berbagi rahasia dengan pada mayat di ruang otopsi yang Nana panggil besti itu.
"tapi kan kamu juga banyak yang suka?" kata Sagara sekarang berbalik menyerang Nana.
"aku banyak yang suka itu karena nggak dapat kepastian dari kamu Karena ke mana-mana sendiri apa-apa sendiri semua sendiri aku nggak punya pacar lah" Kata Nana yang adu debat dengan Sagara dan tidak ingin kalah.
"Aku kan nggak pernah nggak ngasih kepastian sayang, aku kasih kepastian tapi tunggu dulu aku bilang kan kayak gitu"
"udah jangan debat lagi itu makanan kita datang mending kita makan dulu nggak usah berdebat lagi oke" kata Sagara yang melihat pegawai restoran berjalan mendekati mereka dengan nampan berisi makanan yang mereka pesan tadi.
makanan sudah tersusun rapi di meja dan hal itu membuatmu nanah sedikit membaik, semua masalah bisa diselesaikan nanti yang penting makan terlebih dahulu itu menurut Nana.
kesal marah juga butuh tenaga jadi yang penting terlebih dahulu adalah makan, jadi jika Nana nanti ingin mengomel lagi dia sudah punya tenaga karena sudah makan.
"sudah kepikiran mau bulan madu ke mana???" tanya Sagara yang seketika membuat Nana menggantung sendoknya di udara karena baru terpikir tentang bulan madu.
"bulan madu ya??? ah kok aku baru kepikiran ya Aku cuma dapat cuti dua minggu lagi" kata Nana yang merasa cuti dua Minggu itu terlalu singkat.
sedangkan Nana jika sudah berliburan akan lupa waktu dan mulai bermalas malasan, apalagi jika sudah libur panjang begini aduh mau kembali berangkat bekerja pun rasanya Nana malas.
memang ya cita-cita Nana dari dulu tidak berubah, ingin jadi istri CEO kaya atau duda kayak biar tidak lelah bekerja.
"Mas ada hal penting yang aku mau tanyain ke kamu boleh nggak???"tanya Nana yang kali ini terlihat seperti serius, bahkan Nana melepas sendok garpunya dan mulai fokus melihat ke arah suaminya.
"pertanyaan apa nih pilihan ganda atau essay???" tanya Sagara yang malah bercanda.
"is,, pakai kayak gitu pula aku ini mau nanya serius loh " kata Nana mencubit kecil lengan berotot suaminya itu.
tidak sakit memang ,karena lihat saja Sagara bergerak saja tidak ketika Nana cubit dia malah santai santai melajukan makannya.
"ya udah tanya mau tanya apa memang???" kata Sagara yang juga ikut melepas sendok garpunya dan fokus menatap ke wajah istri cantiknya itu.
"kalau aku berhenti bekerja boleh nggak??? sepenuhnya gitu jadi ibu rumah tangga yang ngurus yang kamu dan ngurusin anak kita nanti???" tanya Nana pada suaminya itu.
sejujurnya Nana deg-degan sih bertanya seperti ini pada saudara takut menerima respon negatif dari suaminya ya bagaimanapun juga ya perempuan itu harus jadi independen woman menurut Nana.
dan ibunya pun juga selalu mengingatkan Nana untuk menjadi wanita mandiri agar nanti ketika dikhianati, ya amit-amit ya dikhianati oleh laki-laki Nana tidak terlalu terpuruk dan bisa hidup tanpa laki-laki tersebut.
"kalau aku sih nggak ada masalah, kalau kamu mau berhenti kerja. semua keputusan tuh ada di tangan kamu cuman aku sebagai suami mengingatkan kamu lagi kalau kamu mau berhenti bekerja ,bicarakan ini sama ibu dan ayah karena apa? Karena beliau berdua yang menyekolahkan kamu" kata Sagara yang bicara sehalus mungkin agar tidak menyinggung perasaan istrinya ini.
"aku tahu dari dulu ibu itu selalu nge-pus kamu supaya kamu jadi wanita mandiri, sebenarnya apa yang di katakan ibu tuh nggak ada salahnya. tapi saran aku ya kalau kamu mau berhenti bekerja kamu ngomong dulu ke ibu sama ayah gimana tanggapan mereka" kata Sagara yang tidak salah memang.
takutnya jika Nana berhenti mendadak bekerja ibu dan ayahnya akan syok dan Nana juga harus membicarakan ini ke ibu dan ayahnya.
kakaknya juga tidak sepenuhnya berhenti bekerja, Bee juga masih sesekali membantu suaminya Rio di perusahaan.
"sayang,,,aku nggak ngelarang kamu kalau kamu mau berhenti bekerja, aku malah senang kalau kamu di rumah jadi ibu rumah tangga seutuhnya. pulang bekerja aku ada yang menyambut ada yang menyediakan semua kebutuhanku Aku senang malah sangat-sangat senang karena memang tugasku sebagai kepala rumah tangga dan sebagai suami kamu itu mencari uang memberikan kamu nafkah memenuhi segala kebutuhan kamu" kata sagara mengusap tangan Nana pelan karena melihat kegundahan di wajah istrinya ini.
"Aku akan coba ngomong deh ke ibu sama ayah nanti boleh apa enggak. sejujurnya juga aku masih bimbang sih Mas kalau mau berhenti bekerja, cuman kan jadwal aku tuh padat banget kadang aku harus nginep di rumah sakit kadang nggak pulang namanya kan kerja jadi dokter forensik tuh nggak mudah" kata Nana yang selama ini kadang kalau galau pikirannya ingin selalu berhenti bekerja.
sudah macam remaja labil saja kan, padahal umur Nana sudah hampir 28 tahun .
"ya bagusnya begitu kamu bicarakan baik-baik sama ibu dan ayah dan apapun keputusannya nanti kamu harus ingat aku tidak pernah melarang kamu untuk berhenti bekerja aku yakin aku sanggup membiayai kamu sampai kapanpun" kata Sagara tersenyum pada Nana.
"Kan aku bilang enak kalau punya suami kaya raya ,akhirnya cita-cita kedua aku sudah terwujud. punya suami kaya raya hahahah" kata Nana tertawa yang membuatku Sagara juga ikut tertawa.
Ya cita citanya simpel buka cuma mau suami kaya raya tapi belum tentu yang punya cita cita sama seperti Nana bisa memiliki suami kaya raya seperti diri nya.
************