Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .
Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .
Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰
Happy Reading 📖
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sumpah Hanabi
.
.
" lepaskan pengikat tangan dan kaki nya , tetapi tetap jaga dia jangan sampai dia keluar dari sini , satu Minggu lagi aku akan kembali dan aku tidak mau tau wanita ini harus kembali sehat " ucap Delvin lagi kepadanya anak buah nya sebelum ia benar-benar melangkah pergi dari sana
rencana ia ingin membunuh Hanabi malam ini tetapi wajah gadis cantik itu sama persis seperti wajah Amber di usia mudanya , hingga Delvin mengulurkan niatnya untuk membunuh Hanabi dengan waktu yang cepat .
" baik tuan " ucap anak buahnya , setelah nya Delvin melangkah pergi dari sana .
.
.
.
Di Mansion utama keluarga Johnson , Amber yang kini sudah nyenyak dengan tidur nya itu tiba-tiba terbangun dengan napas yang terengah-engah dan keringat yang bercucuran di keningnya.
Wanita paru baya yang terlihat masih cantik itu mendudukkan dirinya di atas ranjang dengan napasnya yang naik turun , tangan kanannya mengelus dadah nya yang tiba-tiba berdebar tidak karuan .
" apa yang terjadi kenapa aku merasa gelisah seperti ini " gumam Amber seraya ia melirik jam dinding
" sudah jam dua pagi ,... Kemana Delvin kenapa dia belum pulang juga , apa sesuatu terjadi kepada nya " ucap nya seraya ia meraih ponsel nya dengan cepat ia menelpon suaminya itu tetapi ponsel Delvin tidak bisa di hubungi , tentu saja hal itu membuat Amber merasa semakin khawatir ia takut terjadi sesuatu kepada suami nya itu , suami yang selama ini ia yakini sangat baik .
tetapi tak lama pintu kamarnya terbuka dan masuklah Delvin , seraya tersenyum lembut menatap nya , Amber bernapas dengan lega.
Wanita paru baya itu segera beranjak dari ranjang nya dan menghampiri suami nya yang baru pulang itu .
" kenapa belum tidur hhhmmm ... ? " tanya Delvin dengan lembut nya
" kau dari mana saja .... Kenapa baru pulang jam segini ? " bukanya menjawab pernyataan dari Delvin , Amber malah bertanya balik kepada suaminya itu.
" aku ada urusan sayang .... Dan baru selesai sekarang , besok aku harus berangkat ke Rusia selama satu Minggu , ada proyek yang harus aku urus di sana , dan Matteo dia tidak bisa kesana karena dia juga ada proyek yang harus dia selesaikan di Negera ini " jawab Delvin penuh keyakinan .
Amber bernapas dengan lega mendengar nya " lanjutkan tidur nyenyak mu sayang .... Aku mandi dulu " Delvin mengelus kepala Amber setelah nya ia melangkah masuk kedalam kamar mandi .
.
.
.
Jenifer kini ia sudah sampai di negara Hongkong , tempat yang pertama ia kunjungi adalah apartemen sahabat nya Hanabi .
Gadis bergaya tomboy itu sudah berkali-kali membunyikan bel apartemen Hanabi tetapi tidak ada respon di dalam sana .
" kemana dia ... Atau dia belum bangun " tanya Hanabi kepada dirinya sendiri
" kebiasaan " Jenifer mengacak acak ponsel nya dan ia menelpon Hanabi tetapi hanya operator yang menjawab nya.
" CK kemana dia .... Atau aku masuk aja ya .... Mungkin sandi apartemen nya masih yang dulu " ucap Jenifer
Gadis bergaya tomboy itu memasukkan sandi yang sama yang di beri tahukan oleh Hanabi tiga bulan yang lalu sebelum ia berangkat ke Belanda , dan ternyata sandi nya masih sama , pintu apartemen itu langsung terbuka otomatis .
Jenifer bernapas dengan lega , ia melangkah masuk dan pintu itu kembali tertutup rapat .
Jenifer langsung masuk kedalam kamar Hanabi ia yakin sahabat nya itu masih tidur tetapi pada saat ia masuk kedalam, kamar itu kosong , Jenifer mengerutkan alis nya
" apa urusan nya belum selesai sehingga dia belum pulang juga " ucap Jenifer lagi
Ia mendudukkan dirinya di atas ranjang Hanabi, keadaan kamar wanita itu masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah .
dengan santainya Jenifer meraih bantal untuk ia letakkan di pangkuan nya dan bersamaan dengan itu surat yang di tulis oleh Hanabi sebelum pergi itu terjatuh ke lantai .
Jenifer mengerutkan aslinya , tetapi tiba-tiba ia mengingat kebiasaan Hanabi sebelum melakukan misi nya , sahabat nya itu menulis surat terlebih dahulu meninggalkan pesan kepada seseorang , karena bagi Hanabi keberuntungan tidak selalu berpihak kepadanya .
Dengan cepat Jenifer meraih surat itu dan membaca nya , tangan nya terkepal kuat saat ia membaca isi dari surat itu .
" apa jangan - jangan Hanabi tertangkap ... " ucap Jenifer
" tidak ....tidak .... aku harus mencari nya sekarang , disini tertulis harusnya misinya itu berhasil di jam dua malam tapi ini sudah siang dan dia belum kembali juga " lanjut Jenifer .
" apartemen xxx .... bukan kah apartemen ini tidak berpenghuni lagi , dan lebih tepat nya dikenal dengan apartemen berhantu " ucap Jenifer
tanpa berfikir lama lagi Jenifer berlari pergi ia harus mencari Hanabi ia sangat yakin jika saat ini ada sesuatu yang terjadi kepada sahabat nya itu.
.
.
.
" air ... " Hanabi tersadar dari pingsan nya luka di tubuh nya sebagian sudah di obati oleh anak buah Delvin
Brak
Satu botol air melayang ke arah nya dan tepat mengenai lengan nya yang terluka , Hanabi meringis kesakitan sekujur tubuh nya sangat lah lemah akibat cambukan yang diberikan oleh Delvin kepadanya .
dengan tangan yang gemetaran Hanabi meraih botol air itu dan meminum nya sampai habis .
pintu sel terbuka dan masuk lah dua anak buah Delvin seraya membawa kotak obat dan juga makanan yang bau nya sangat tidak sedap itu .
Brak
Kotak obat dan makanan itu di letakkan di hadapan Hanabi dengan cara yang kasar , Hanabi hanya diam , tubuh nya masih sangat lemah sekarang.
" makan terus itu obati lukamu , sebelum tuan Zilong kembali kau harus sembuh " ucap salah satu dari anak buah Delvin
Hanabi melihat makanan itu ternyata makan yang di berikan oleh anak buah Delvin itu bukan lah makanan manusia melainkan makana anjing.
" kau pikir aku ini seekor anjing " ucap Hanabi dengan suara lemah nya seraya menatap mereka satu persatu .
Sesuai permintaan Delvin tangan dan kaki Hanabi kini sudah tidak terikat lagi , gadis cantik yang sekujur tubuh nya penuh dengan luka itu terbaring lemah di atas lantai .
" hahahahahaaa..... " kedua anak buah Delvin itu tertawa mengejek
" kau ini peliharaan tuan Zilong , jadi jangan banyak protes makan saja yang ada " ucap salah satu dari mereka , setelah nya mereka pergi dari sana dan kembali menutup dan mengunci sel dimana saat ini Hanabi berada
Hanabi menghela napasnya dengan kasar tetapi tatapan nya sangat lah tajam " tunggu aku Delvin , setelah keluar dari sini aku bersumpah akan membalaskan semua apa yang sudah kau lakukan kepada ayah ku dan juga diriku , darah di balas dengan darah dan nyawa dibalas dengan nyawa .... Aku Hanabi Scott Xander akan membalaskan kematian ayah ku dan juga penyiksaan yang sudah kau berikan kepadaku " Hanabi bersumpah kepada dirinya sendiri ia akan membalas semua yang sudah di lakukan oleh Delvin atau Zilong kepada ayah nya dan juga diri nya.
tanpa ia ketahui setelah ini Delvin atau Zilong akan segera membunuh nya .
.
.
.