NovelToon NovelToon
AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

AKU BUKAN WARTEGMU, MAS!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Selingkuh / Balas Dendam
Popularitas:23.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Senja, seorang Arsitek berbakat dengan karier gemilang di Bali, memilih melepaskan proyektor dan penggarisnya demi sebuah janji suci. Ia jatuh cinta pada Rangga, mantan pengamen jalanan yang ia temui di tikungan parkir kantornya.

Demi "merajakan" sang suami, Senja resign dari firma arsitek, menguras tabungan untuk memodali karier Rangga menjadi DJ, hingga rela belajar memasak demi memanjakan lidah suaminya. Bagi Senja, rumah pribadinya adalah istana tempat ia mengabdi sepenuhnya.

​Namun, saat Rangga mulai sukses dan dipuja banyak orang, dia lupa siapa yang membangun panggungnya. Rumah hanya dijadikan tempat "numpang makan" dan ganti baju, sementara hatinya jajan di kamar hotel setiap luar kota.

Senja tidak akan menangis bombay. Jika Rangga hanya butuh pelayanan gratis tanpa kesetiaan, dia salah alamat. Senja siap menendang benalu itu dari rumahnya!

​"Aku istrimu, Mas. Bukan Warteg tempatmu numpang makan saat lapar, lalu kau tinggalkan setelah kenyang!"

Jam update:07:00-12:00-20:00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Pertemuan di Atas Awan

​Minggu malam itu, Senja diundang untuk menghadiri Grand Opening sebuah lounge eksklusif di lantai paling atas sebuah hotel berbintang di Semarang. Sebagai arsitek yang merancang interior ruangan tersebut, Senja adalah tamu kehormatan. Ia mengenakan gaun sutra berwarna champagne yang jatuh dengan sempurna di tubuhnya yang kini terlihat lebih bugar. Tidak ada lagi raut lelah warteg, yang ada hanyalah aura wanita berkelas.

​Di sisi lain kota, Rangga berhasil merayu Sinta untuk membawanya ke acara yang sama. Rangga mendapatkan undangan "gelap" dari salah satu kenalannya.

​"Sin, kita harus datang. Ini tempat kumpulnya orang-orang penting. Kalau aku bisa main di sini, karirku bakal langsung melejit. Kita buktiin ke mereka semua kalau kita juga bisa masuk ke lingkaran itu," rayu Rangga.

​Sinta, yang baru saja kehilangan emas warisannya, awalnya ragu. Tapi mendengar kata "buktikan ke mereka", pertahanannya runtuh. Ia bahkan rela menggesek kartu kreditnya lagi untuk menyewa gaun bermerek agar tidak terlihat memalukan di samping Rangga.

​Begitu Sinta dan Rangga masuk ke lounge, suasana sangat mewah. Lampu gantung kristal dan musik jazz yang elegan menyambut mereka. Rangga langsung berlagak seperti orang sukses, memegang gelas minuman dengan gaya sok tahu.

​"Lihat itu, Sin. Bagus kan desainnya? Ini pasti biayanya miliaran," ucap Rangga meremehkan.

​Sinta mengangguk, tapi matanya tiba-tiba terpaku pada satu titik di tengah ruangan. Di sana, dikelilingi para investor dan pejabat kota, berdiri Senja. Senja sedang tertawa kecil, memegang segelas jus jeruk, tampak sangat bersinar di bawah lampu kristal.

​"Itu... Senja?" bisik Sinta. Suaranya bergetar antara iri dan minder. Sinta melihat gaun yang ia sewa dengan susah payah ternyata masih terlihat "murah" dibandingkan keanggunan alami Senja.

​Rangga mendengus, wajahnya langsung berubah masam. "Cih, paling cuma menang hoki saja dia. Ayo kita ke sana, kita tunjukkan kalau kita bahagia."

​Rangga menarik tangan Sinta, berjalan mendekati kerumunan Senja. Begitu sampai di depan Senja, suasana mendadak hening. Para pengusaha itu menatap Rangga dan Sinta dengan tatapan bingung.

​"Hai, Senja. Wah, makin sukses ya," Sinta menyapa dengan suara yang dibuat-buat ceria, tangannya menggandeng lengan Rangga dengan sangat erat, seolah ingin memamerkan bahwa "sampah" yang dibuang Senja kini menjadi miliknya.

​Senja menoleh. Matanya yang jernih menatap Sinta, lalu beralih ke Rangga. Tidak ada kemarahan di sana. Hanya ada kekosongan yang membuat Rangga merasa kerdil.

​"Halo Sinta. Halo Rangga," jawab Senja tenang. "Senang melihat kalian bisa hadir di sini. Bagaimana kabarnya? Kudengar kalian sekarang tinggal satu atap?"

​Pertanyaan itu terdengar seperti basa-basi, tapi bagi Sinta, itu adalah serangan telak. Wajah Sinta memerah. "Iya, aku... aku cuma membantu Mas Rangga bangkit. Dan terbukti, sekarang Mas Rangga sudah mulai banyak tawaran main."

​Salah satu pengusaha di samping Senja mengerutkan kening. "Lho, Mas ini DJ ya? Yang kemarin ada berita soal ditagih hutang di media sosial itu bukan?"

Rangga langsung pucat. Sinta lebih parah lagi, ia merasa ingin menghilang dari bumi.

​"Itu... itu cuma salah paham, Pak. Biasalah, masalah administrasi," jawab Rangga terbata-bata.

​Senja hanya tersenyum tipis. "Sinta, kamu hebat ya. Memang butuh kesabaran ekstra untuk mengurus 'aset' yang banyak hutangnya. Semoga emas-emas yang kamu korbankan kemarin sudah bisa tertutup dengan tawaran main yang kamu maksud ya."

​Sinta terperanjat. Bagaimana Senja bisa tahu soal emas itu? Ia lupa bahwa Mbak Sari adalah sahabat Senja, dan di kantor tidak ada rahasia yang benar-benar tertutup.

​"Senja, kamu nggak perlu menghina Sinta!" bentak Rangga, mencoba membela "inang" barunya agar Sinta tidak lepas kendali. "Sinta itu punya hati, nggak kayak kamu yang cuma peduli sama duit!"

​Senja meletakkan gelasnya di meja marmer di sampingnya. Ia melangkah lebih dekat ke arah Rangga. Aroma parfum Senja yang mahal menusuk hidung Rangga, aroma yang dulu pernah ia miliki namun sekarang terasa sangat jauh.

​"Mas Rangga," suara Senja sangat rendah, hanya bisa didengar oleh mereka bertiga. "Aku tidak pernah menghina Sinta. Justru aku berterima kasih padanya. Karena dialah yang dengan sukarela mengambil alih beban hidupku. Tapi Sinta, saran ku sebagai teman lama... pastikan kamu punya cadangan oksigen yang banyak. Karena laki-laki ini tidak akan berhenti menghisap sampai kamu benar-benar kering."

​Senja kemudian berbalik kembali ke arah para koleganya. "Maaf ya semuanya, gangguan kecil. Mari kita lanjut bicara soal rencana galeri seni di Solo."

​Sinta dan Rangga ditinggalkan begitu saja seperti pajangan yang salah tempat. Orang-orang di sekitar mulai berbisik-bisik. Sinta merasa martabatnya hancur berkeping-keping. Ia melihat Rangga, yang bukannya malu, malah sibuk mengambil makanan dari nampan pelayan yang lewat dengan rakus.

​"Mas, ayo pulang. Aku malu!" bisik Sinta sambil menarik baju Rangga.

​"Bentar, Sin! Makanannya enak nih, sayang kalau dilewatkan. Lagian kita sudah bayar sewa baju mahal-mahal, harus balik modal dong!" jawab Rangga tanpa perasaan.

Sinta menatap Rangga. Untuk pertama kalinya, sebuah pikiran terlintas di benaknya: Apakah Senja benar? Apakah dirinya ini cuma 'Warteg' cadangan?

​Tapi lagi-lagi, saat ia melihat Senja yang begitu berkuasa di tengah ruangan, rasa irinya mengalahkan logikanya. "Nggak! Aku nggak boleh kalah! Aku akan buktikan kalau aku bisa bikin Rangga lebih sukses dari Senja!"

​Sinta kembali tersenyum palsu, meskipun hatinya perih luar biasa. Ia berdiri di samping Rangga yang sedang mengunyah, mencoba terlihat elegan di tengah kehancuran mentalnya.

​Senja, dari kejauhan, hanya melihat mereka dengan tatapan seorang arsitek yang melihat sebuah bangunan yang tinggal menunggu waktu untuk roboh total. Ia tidak perlu mendorongnya. Gravitasi dari kebohongan Rangga sendiri yang akan melakukannya.

1
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
semoga kamu bahagia iya senja🤗
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
harusnya suruh rangga usaha dlu baru nikah
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
kayanya udah direncana deh pertemuan mereka🤭
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
inget nasihat ibumu senja, harus hati"
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Senja ayo terima saja Axel dia pria yang selalu membantu masalah kamu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel Senja bakal baik baik saja asal kamu jadi tameng dia
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Axel akan memastikan hidup Rangga seperti di neraka kalau Rangga masih ganggu Senja
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
udah ga ketolong si sinta mah😭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
dari sini harusnya sinta sadar rangga tak sebaik diliatnya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
demi mas dj kau korbanin emas peninggalan orang tuamu sin, parah
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
sinta padahal udah tau msh mau bertahan
awas jangan smpai nyesel iya
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
itu baru didompet udah berani ambil tanpa bilang loh
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
mau nolong liat" dlu orangnya sinta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
doni p3ngen aku ulek mulutnya lemes banget dia
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
ga usah diurus senja
rangga udah keterlaluan
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wow semua yg nanggung senja🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
rangga ga malu apa astaga memutar balikan fakta
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wkwkw rasain cuma dimanfaatin smaa cewe matre wkwkkw kurma nya langsung ini🤭
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
wah banyak juga yang udah diberikan ke serangga 🤔
🪱☘𝓡𝓳 мυмυ
nah betul
bawa semua bukti" nya kalau rangga itu ga baik biar segera diproses
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!