***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tampak berbeda
Dean mengikuti langkah Rea menuju kamar, wajah Rea terlihat sangat lelah, langkah nya sayu dan langkah nya pun sangat berat, begitu sampai di kamar, Rea langsung naik ke tempat tidur, membaringkan tubuh nya tanpa banyak bicara.
Sementara itu Dean hanya berdiri di dekat pintu, ragu untuk mendekat, takut sisa aroma di tubuh nya tercium oleh Rea, ada rasa bersalah yang menyesak kan dada, membuatnya memilih langsung masuk ke kamar mandi tanpa berkata apa apa.
Suara air dari dalam kamar mandi terdengar jelas, Dean berusaha menghapus semua jejak, seolah dengan membasuh tubuh nya, dia bisa membersihkan rasa berdosa yang menempel di hati nya.
Di sisi lain, Rea yang berada di tempat tidur merasa ada yang janggal, dia butuh bukti untuk tau bahwa sesuatu telah terjadi, tapi malam itu dia memilih diam, pura pura tidak curiga.
Namun, Rea bukan wanita bodoh, dia tau diam bukan berarti menyerah, dalam hati nya dia berjanji untuk mencari tau kebenarannya, hanya saja bukan sekarang. Dengan nafas berat dia mencoba memejam kan matanya.
Mungkin kalau aku tidur semua nya akan terasa lebih ringan, pikirnya. Tapi bayang bayangan aneh terus menari di kepala nya , menolak membiarkan nya untuk tenang.
Walau menunjukan pukul 07:30, Dean sudah rapi dengan setelan kerjanya dan bersiap untuk pergi ke kantor, namun sejak tadi, dia tidak berani membangun kan Rea yang masih terlelap di tempat tidur akhir nya dia memutuskan menikmati secangkir kopi di ruang makan, sambil menunggu.
Mbak citra sudah menyiapkan sarapan dan lengkap dengan secangkir kopi hangat di meja, menurut mbak citra perempuan itu sudah pergi sejak pagi pagi sekali.
Nanti mungkin Dean atau mbak citra akan mengatakan bahwa Jule sedang pergi kuliah~ karna memang pekerjaan Jule di mulai setelah pulang kuliah, namun kenyataannya Jule bukan mahasiswi, dia hanya pengangguran yang menghabiskan waktu bersama teman teman nya, tentu saja dengan uang Dean.
Dean tengah menyesap kopinya ketika mata nya tiba tiba membulat, dia nyaris tersedak melihat penampakan Rea yang menuruni tangga.
Gadis itu tampak begitu berbeda pagi ini, Dia menggunakan celana jins warna navy, kaos ketat dan jaket kulit yang membuat tubuh ramping nya lebih menawan, rambutnya di ikat rapi dengan gaya ekor kuda, dan tas ransel kecil tersampir di bahu nya, sepasang sket putih melengkapi penampilannya.
Rea terlihat sangat cantik dan segar, benar benar seperti anak ABG yang mau berangkat kuliah, karena Rea memang masih seorang mahasiswi.
" Selamat pagi mas, maaf aku kesiangan, kenapa kamu GK membangun kn aku." tanya Rea sambil menatap Dean yang masih terpaku di tempatnya.
Dean menatap istrinya tanpa berkedip, penampilan Rea pagi ini benar benar membuatnya kehilangan kata kata, tapi tatapan Rea berubah ketika mata nya menangkap tanda merah samar di bawah telinga Dean, seketika tangan nya terkepal, dia bukan gadis polos yang tidak tau dari mana asalnya.
" Selamat pagi dek." ucap Dean cepat, sedikit tergagap ." maaf mas memang GK membangun kan mu, karna kamu kelihatan lelah ."
Rea menatapnya tajam sejenak, lalu menarik nafas dalam dalam, menahan gejolak di dada nya. " Kamu mau ke mana pagi pagi begini kok sudah rapi dek." tanya Dean berusaha mencairkan suasana nya.
Rea tersenyum tipis, senyum yang terlihat manis di bibir tapi dingin di hati.
" Maaf mas, Aku mau apartemen, mau ambil motor sama beberapa barang barang ku, aku akan menyuruh ke dua sahabatku untuk menempati apartemen itu? Aku sekalian mau ke restoran, sudah sebulan aku GK main ke sana." jawab nya santai lalu menegak susu yang ada di hadapannya.
Dean hanya mengangguk pelan, dia tau , memang benar selama ini Rea tinggal di apartemen bersama ke dua sahabatnya, tapi kenapa entah pagi itu ada sesuatu di balik kata kata nya, yang membuat nya gelisah, seolah kalimat sederhana itu menyimpan pesan tersembunyi.
" Ya sudah, mas mau ke kantor hari ini, apa kamu mau Mas anter sekalian bareng sama mas." ucap Dean mencoba terdengar tenang, meski ekspresi nya masih canggung dan kikuk.
" Gak usah mas, lagian arah kita berlawanan, aku sudah pesan taksi online, kamu GK perlu khawatir aku bisa berangkat sendiri." ucap Rea lalu memulai sarapan nya.
" Kalau begitu mas berangkat sekarang ya, hati hati nanti kalau naik motor." ucap Dean sambil mengulurkan tangan nya, Rea menyambar tangan Dean dan mencium nya.
" Mas berangkat." ucap Dean sambil mendaratkan ciuman ke kening Rea.
Rea hanya tersenyum, kali ini tanpa menatapnya dalam diam, hati nya sudah menyusun rencana, karena dia tau ada sesuatu yang harus dia ungkap sendiri.
Begitu memastikan Dean sudah benar benar meninggalkan halaman rumah, Rea tiba tiba melemparkan sendok dan garpu nya ke meja, suara nya nyaring memecah keheningan pagi, membuat mbak citra terlonjak kaget.
" Brengsek !!! dasar sialan !!!bajingan dia." desis Rea dengan rahang menegang, mata nya memerah menahan emosi.
" Berani berani nya dia menipu aku dengan senyum manis dan wajah polos itu, liat saja Dean sebentar lagi kamu akan tau siapa aku." ucap Rea sambil mengepalkan ke dua tangan nya.
Napasnya tersengal sengal, tangan nya mengepal di sisi meja.
" Awas saja kalau aku dapat bukti nya, aku pastikan dia bakal menyesal."
Tanpa pikir panjang, Rea beranjak berdiri dari meja makan dengan langkah keras, setiap hentakan jelas di lantai marmer rumah itu.
Dari kejauhan mbak citra hanya bisa. Menatap dengan wajah tegang, melihat sorot mata Rea yang begitu garang membuat nya bergidik ngeri, namun, perempuan paruh baya itu memilih diam, dia tidak mau ikut campur urusan rumah tangga majikannya.
Cukup sudah masalah nya gara gara Jule, dia tak mau terseret lebih jauh lagi.
Mbak citra mengusap dada nya pelan, berusaha menenangkan diri setelah melihat Rea menaiki taksi online yang baru saja dia pesan, wanita paruh baya itu gak habis pikir dengan perubahan majikan nya itu pagi ini.
Padahal, sejak kemarin Rea terlihat begitu lugu, lembut dan kalem, tapi mendengar makian tajam yang keluar dari mulut gadi itu barusan, membuat mbak citra bergidik ngeri, dia bisa merasakan kemarahan dan kekecewaan yang begitu dalam.
" Ya tuhan." gumam nya lirih, dia menatap kosong ke arah gerbang yang baru saja tertutup setelah taksi melaju pergi.
Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika nanti Rea benar benar mengetahui hubungannya Dean dengan Jule.
" Ya Allah." desah nya pelan sambil menunduk.
" Kenapa engkau membiarkan hamba terlibat dalam urusan ini ??? hamba hanya ingin bekerja mencari nafkah untuk anak anak hamba, jauh kan hamba ya allah Dari orang orang egois yang hanya mementingkan kepentingan nya sendiri."
Mbak citra menarik nafas panjang, lalu kembali masuk ke dalam rumah, dengan hati yang sangat gelisah, dia mulai membereskan sisa sarapan Rea dan secangkir susu yang tak habis di minumnya tadi, berusaha mengalihkan pikirannya dari kekacauan yang mungkin akan pecah di rumah ini