NovelToon NovelToon
Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Terjebak Di Tubuh Sang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Time Travel / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Sabrina Rasmah

Yang Chi, seorang mahasiswi sekaligus penulis novel amatir, terbangun di dalam dunia ceritanya sendiri setelah menyelesaikan bab tragis tentang kematian sang Permaisuri, Yang Nan. Namun, bukannya menjadi pahlawan, ia justru terjebak dalam tubuh Xiao Xi Huwan, putri dari kerajaan tetangga sekaligus antagonis utama yang baru saja membunuh Permaisuri tersebut.
Kini, Yang Chi harus berhadapan dengan murka Kaisar Long Wei, pria yang seharusnya menjadi pelindung permaisurinya namun kini bersumpah akan memenggal kepala Xiao Xi dengan tangannya sendiri. Berbekal pengetahuannya sebagai penulis tentang rahasia istana dan plot masa depan, Yang Chi harus memutar otak untuk membersihkan namanya, menghindari hukuman mati, dan mengungkap konspirasi gelap yang ternyata jauh berbeda dari apa yang ia tulis di atas kertas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Sabrina Rasmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pukulan batu bata dan rumah malam

Sesampainya di pasar malam, mata Yang Chi langsung berbinar-binar. Suasana begitu hidup dengan lampion berwarna-warni yang menggantung indah. Penciumannya langsung menangkap aroma makanan yang sangat menggoda.

"Ah ya ampun, itu pasti enak banget! Tuan berhenti, aku mau itu!" seru Yang Chi sambil menunjuk deretan penjual manisan buah tanghulu dan bakpao hangat.

Long Wei mendengus, namun ia tidak melepaskan genggamannya. "Cepat, kau ingin apa? Jangan membuat kita tertinggal di kerumunan," ucapnya datar namun tetap merogoh kantong koinnya.

Long Wei pun membelikan apa pun yang diminta Yang Chi. Mulai dari manisan buah yang merah merona sampai jajanan pasar yang belum pernah Yang Chi lihat di tahun ini. Yang Chi makan dengan lahap di balik topengnya, tampak sangat bahagia seperti anak kecil.

Setelah kenyang, mereka berjalan lebih jauh ke tengah pasar hingga sampai di depan sebuah panggung terbuka. Mereka melihat pertunjukan akrobat yang sangat ramai ditonton warga.

Yang Chi melihat seorang pria berotot besar yang sedang memamerkan kekuatannya. Pria itu menumpuk beberapa batu bata tebal, lalu dengan satu teriakan keras, ia memukul bata-bata itu hingga hancur berkeping-keping.

"Waaaaah! Hebat banget!" teriak Yang Chi sambil bertepuk tangan heboh.

Tiba-tiba, sifat ceroboh dan penuh rasa penasaran Yang Chi muncul. Ia lupa kalau dirinya sedang menyamar dan berada di dalam tubuh seorang putri kerajaan yang seharusnya anggun.

"Akuuuu mau coba! Aku mau coba pukul itu!" seru Yang Chi sambil melompat-lompat kecil dan mencoba merangsek maju ke arah panggung.

Long Wei langsung menarik kerah jubah Yang Chi dengan sigap. "Xiao Xi! Jangan gila! Kau bisa mematahkan tanganmu sendiri!" bisik Long Wei dengan nada yang sangat tertekan, menahan malu sekaligus cemas melihat tingkah laku tawanannya yang di luar nalar ini.

"Tuan, pelit banget sih! Sebentar saja, aku cuma mau tahu itu batu beneran atau kerupuk!" balas Yang Chi sambil meronta-ronta kecil.

Tanpa mereka sadari, keributan kecil yang mereka buat mulai menarik perhatian beberapa pria berpakaian hitam yang berdiri di sudut gelap dekat panggung akrobat. Salah satu dari mereka menyipitkan mata, memperhatikan postur tubuh Long Wei yang sangat tegap meskipun dalam penyamaran.

Para pria berpakaian hitam itu saling berpandangan, lalu menggelengkan kepala. "Tidak mungkin itu dia," bisik salah satu dari mereka. "Xiao Xi Huwan adalah putri yang angkuh dan dingin. Wanita itu tidak mungkin bertingkah memalukan seperti bocah di panggung akrobat." Mereka pun berbalik dan meninggalkan area itu untuk mencari target di sudut lain.

Sementara itu, Long Wei hanya bisa menepuk dahinya sendiri saat melihat Yang Chi benar-benar melompat naik ke atas panggung. "Xiao Xi, turun sekarang!" perintahnya dengan suara tertahan, namun Yang Chi tidak peduli.

Yang Chi berdiri di depan tumpukan batu bata. Penonton mulai bersorak, mengira ini hanya lelucon dari seorang gadis kecil. Namun, mereka tidak tahu bahwa di tahun 2026, Yang Chi adalah pemegang sabuk hitam karate di klub kampusnya.

Yang Chi mengambil napas dalam, memusatkan kekuatan di telapak tangannya. Ia memasang kuda-kuda kokoh yang membuat Long Wei sedikit tertegun. Gerakan itu... bukan gerakan sembarangan, batin Long Wei.

"Hiaaaaaat!"

PRAKKK!

Dengan satu pukulan karate yang presisi dan bertenaga, tumpukan batu bata itu hancur menjadi debu. Seluruh pasar malam mendadak sunyi sesaat sebelum akhirnya meledak dalam tepuk tangan yang luar biasa meriah.

"Waaaaaa!" Yang Chi mengangkat tangannya tinggi-tinggi ke udara, melompat kegirangan seolah baru saja memenangkan kejuaraan nasional. "Lihat, Tuan! Aku bisa! Aku benar-benar bisa!"

Long Wei terpaku di tempatnya. Ia melihat tangan halus Yang Chi yang sama sekali tidak terluka. Rasa heran menyelimuti hatinya; sejak kapan seorang putri kerajaan yang manja bisa melakukan teknik bela diri sekuat itu?

"Hebat! Gadis bertopeng itu hebat!" teriak para penonton sambil melemparkan beberapa koin tembaga ke panggung.

Yang Chi dengan gesit memunguti koin-koin itu sambil tertawa, lalu berlari kembali ke arah Long Wei. "Tuan, lihat! Aku dapat uang buat beli jajan lagi!"

Long Wei langsung menyambar pergelangan tangan Yang Chi dan menyeretnya menjauh dari kerumunan sebelum ada yang memperhatikan lebih detail. "Kau benar-benar tidak bisa diam, ya? Kau hampir membuat jantungku copot!" bentak Long Wei pelan, namun matanya tidak bisa menyembunyikan rasa kagum.

Namun, di tengah tawa Yang Chi, ia tiba-tiba teringat plot novelnya. Ia melihat jam pasir besar di menara kota. Gawat, kembang api pertama akan meledak sebentar lagi. Itu artinya jebakan panah beracun di jembatan akan dimulai!

"Tuan, berhenti!" Yang Chi menahan langkah Long Wei. "Kita jangan lewat jembatan kayu itu, tolong. Lewat jalan memutar saja!"

Lanjutannya ada di tanganmu!

Apakah Long Wei akan menuruti firasat Yang Chi, atau mereka justru akan terjebak tepat saat kembang api meletus? ✍️✨

Respons AI mungkin berisi kesalahan. Pelajari lebih lanjut

"Tuan, ayo kita ke rumah malam saja!" ajak Yang Chi dengan nada mendesak, tangannya menarik-narik ujung jubah Long Wei.

Long Wei langsung menghentikan langkahnya. Ia menoleh perlahan, menatap tajam ke balik lubang mata topeng porselen Yang Chi. "Kau bilang apa? Rumah malam?"

Wajah Long Wei seketika mendingin. Di era ini, "Rumah Malam" atau House of Night adalah sebutan halus untuk rumah bordil atau tempat hiburan malam yang penuh dengan wanita penghibur dan minuman keras.

"Xiao Xi Huwan! Kau benar-benar sudah gila, ya?" desis Long Wei dengan suara rendah yang sangat mengancam. "Seorang putri kerajaan dan seorang... pria terhormat pergi ke tempat kotor seperti itu? Apa kau ingin mempermalukanku di depan seluruh rakyat?"

Yang Chi baru tersadar. Di tahun 2026, "kelab malam" mungkin hal biasa untuk nongkrong, tapi di sini itu adalah tempat yang sangat tabu bagi bangsawan. Namun, ia punya alasan kuat; di dalam novelnya, tempat itulah satu-satunya lokasi aman karena kaki tangan Li Xuan tidak akan berani membuat keributan di sana untuk menjaga rahasia mereka sendiri.

"Bukan begitu, Tuan! Dengar dulu!" bisik Yang Chi panik sambil memperhatikan sekeliling. "Ramalanku bilang, kalau kita tetap di jalanan terbuka atau lewat jembatan, kita akan jadi sasaran empuk. Di rumah malam itu, suasananya sangat kacau dan banyak orang mabuk, jadi musuh akan sulit membidik kita!"

Long Wei menyipitkan matanya, rahangnya mengeras. "Kau ingin aku bersembunyi di tempat seperti itu? Aku lebih baik menghadapi seribu panah daripada harus menginjakkan kaki di sana bersamamu!"

DUARRR!

Kembang api pertama meledak di langit, mewarnai malam dengan cahaya merah. Di saat yang sama, Yang Chi melihat kilatan logam dari atas atap bangunan di dekat jembatan.

"Tuan, menunduk!" teriak Yang Chi sambil menarik tubuh Long Wei sekuat tenaga tepat saat sebuah anak panah melesat membelah udara di tempat Long Wei berdiri tadi.

Long Wei terkejut. Ia menyadari bahwa ucapan "ramalan" Yang Chi benar lagi. Musuh sudah mengepung mereka.

"Sial!" umpat Long Wei. Ia menarik pedang pendeknya. "Baiklah! Kita ke rumah malam itu sekarang! Tapi jika kau macam-macam di sana, aku sendiri yang akan mengikatmu di tiang gantungan!"

Long Wei langsung menyambar pinggang Yang Chi dan membawanya berlari menembus kerumunan, menuju gedung merah dengan lampion-lampion mencolok yang dikenal sebagai pusat hiburan malam kota.

1
Fatur Fatur
thor bikin adegan romantis thor bikin adegan dia pas namnya pulih bikin dia kabur dari istana itu bikin kaisar kejar dia thor
Fatur Fatur
cepat update lagi thor cerita seru
Nur Sabrina Rasmah: like aja kagak /Sob/🙏🙏🙏🤣, bercanda
total 1 replies
Fatur Fatur
cepat bersihkan nama mcnya thor bikin kaisar itu jatuh cinta pada mcnya bikin mcnya pergi dari istana kaisar itu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!