NovelToon NovelToon
Jerat Sumpah Sang Mantan

Jerat Sumpah Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Menikahi tentara / Ibu susu / Mantan
Popularitas:20.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bayinya baru saja lahir ke dunia. Namun, dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, mobil yang membawa sang istri duluan pulang, ternyata mengalami kecelakaan maut, sehingga menelan korban. Nyawa istrinya melayang.

Kini Kapten Daviko sedih sekaligus kalang kabut mencari ibu susu untuk sang putra yang masih bayi merah.

Saliha perempuan 26 tahun, baru saja patah hati dan ditinggal pergi kekasihnya, stress berat sehingga mengalami galaktorea, yaitu kondisi di mana ASI melimpah.

Selain stres Saliha mendapat tekanan dari tempat kerjanya, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk bekerja. Perusahaan memberhentikannya bekerja. Ia tertekan sana sini, belum lagi tagihan uang kos yang sudah nunggak.

Saliha butuh pekerjaan secepatnya. Tapi, siapa yang mau menerimanya bekerja, sementara perusahaan jasa tempat ia bekerja saja memilih mengeluarkannya tanpa pesangon?

"Lowongan pekerjaan, sebagai ibu susu". Mata Saliha terbelalak seketika, setelah ia membaca berita online.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Hanya Sebatas Pegawai Kontrak Dan Majikan

     Sejak kehadiran Saliha di ruang perawatan intensif, kondisi Kaffara berangsur membaik dengan kecepatan yang membuat tim medis pun geleng-geleng kepala.

     Tubuh mungil yang tadinya layu seperti bunga kekeringan, kini perlahan kembali segar. Pipinya yang pucat mulai menampakkan rona kemerahan setiap kali ia selesai menyusu dan tertidur lelap dalam dekapan Saliha.

     ​Saliha sendiri tak henti-hentinya meneteskan air mata haru. Di sela-sela waktu istirahatnya, ia hanya duduk memandangi wajah Kaffara. Sesekali ia menciumi kening bayi itu dengan penuh kasih sayang, membisikkan doa-doa keselamatan yang langsung keluar dari relung hatinya. Ia merasa seolah nyawanya sendiri baru saja kembali setelah sempat hilang saat ia berada di Yogyakarta kemarin.

     ​Tiga hari kemudian, suasana rumah sakit yang mencekam itu berubah total. Keadaan Kaffara dinyatakan benar-benar sehat kembali. Suhu tubuhnya normal, pencernaannya membaik, dan berat badannya mulai naik.

     Tim dokter akhirnya membolehkan keluarga pasien untuk membawa Kaffara pulang ke rumah.

     ​Sebelum mereka meninggalkan rumah sakit, kepala tim dokter secara khusus menghampiri keluarga Daviko. Ia menjabat tangan Papa Arkaffa, namun matanya tertuju pada Saliha yang sedang menggendong Kaffara.

     ​"Kami sangat berterima kasih atas kerja sama Mbak Saliha selama proses penyembuhan ini. Tanpa bantuan Mbak, jujur saja, kami hampir kehilangan arah," ucap sang dokter dengan tulus. Ia kemudian menoleh ke arah Daviko. "Kapten, Anda sangat beruntung memiliki Mbak Saliha. Dia adalah dewi penyelamat bagi Kaffara. Ikatan batin mereka jauh melampaui apa yang bisa dijelaskan oleh ilmu kedokteran."

     ​Mendengar pujian itu, respon yang muncul dari orang-orang di sana berbeda-beda. Mama Davira dan Papa Arkaffa tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca. Pak Dino, ayah mendiang Amara, juga tampak lega dan mengangguk setuju. Namun, tidak bagi Bu Ratna dan Tari.

     ​Wajah mereka berdua tampak masam. Bagi mereka, pujian dokter itu seperti tamparan keras. Bukannya berterima kasih karena cucu mereka selamat, mereka justru merasa tersisih.

     Di belakang keluarga Daviko, saat berjalan menuju parkiran, Bu Ratna mulai ngedumel dengan suara lirih namun penuh nada sinis.

     ​"Dewi penyelamat apa? Cuma ibu susu saja dipuji setinggi langit. Kalau bukan karena susu formula yang kurang cocok saja, Kaffara tidak akan sampai begini," bisik Bu Ratna pada Tari.

     Tari menyilangkan tangan di dada, matanya menatap tajam punggung Saliha. "Iya, Ma. Kebetulan saja itu. Harusnya dokter itu sadar kalau Saliha ini cuma pekerja kontrak, bukan pahlawan."

     ​Kaffara pun akhirnya dibawa pulang. Rumah besar Daviko yang selama enam hari terasa seperti makam yang sunyi, kini kembali hangat. Aroma minyak telon, bedak bayi, dan tawa kecil kembali mengisi setiap sudut ruangan. Detak jantung rumah itu seolah berdenyut lagi.

     ​Daviko menghampiri Saliha, setelah mereka berada di dalam rumah. Dengan jiwa besar, pria yang biasanya angkuh itu berdiri di depan Saliha dengan kepala yang sedikit menunduk.

     ​"Saliha... tunggu sebentar," panggil Daviko pelan.

     ​Saliha berhenti, namun ia tidak menatap wajah Daviko. Ia tetap fokus memandangi Kaffara dalam gendongannya.

     ​"Aku ingin meminta kamu kembali ke rumah ini. Melanjutkan tugas kamu untuk menjaga Kaffara," ucap Daviko dengan suara yang jauh lebih lembut dari sebelumnya.

     ​Mama Davira dan Papa Arkaffa yang berdiri tidak jauh dari sana langsung mendekat. "Benar, Saliha. Kembalilah di sini.Bukan hanya Kaffara yang senang kamu berada di sini. Kami juga sangat bahagia jika kamu di sini lagi. Dan hal penting yang ingin kami sampaikan sama kamu, berulang kali kami ingin mengucapkan terima kasih, Nak... terima kasih sudah mau memaafkan kesalahan kami dan kembali demi Kaffara," ucap Mama Davira sambil mengusap lengan Saliha.

     ​Saliha terdiam sejenak. Ia menarik napas dalam-dalam. Jika boleh jujur, di dalam lubuk hatinya, Saliha ingin selamanya berada di samping Kaffara. Ia ingin melihat bayi ini tumbuh besar, melihat langkah pertamanya, mendengar kata pertamanya. Tapi ia sadar diri. Ia hanyalah orang asing yang masuk hanya sebagai pekerja kontrak.

     Setelah berpikir keras, Saliha akhirnya menjawab. "Saya bersedia kembali, Pak Daviko. Tapi saya punya satu syarat."

     ​Daviko menatapnya dengan penuh perhatian. "Apa itu?"

     ​"Saya hanya akan menjadi ibu susu Kaffara sampai masa ASI eksklusifnya selesai, yaitu sampai dia berusia dua tahun. Setelah itu, saya akan berhenti," ucap Saliha dengan nada bicara yang datar namun sangat tegas.

     ​Daviko terdiam, ia berpikir sejenak. Syarat itu cukup adil, sekaligus menyadarkannya bahwa Saliha benar-benar terluka oleh kejadian kemarin. Akhirnya, Daviko mengangguk pelan. "Baik. Aku setuju dengan syarat itu."

     ​Kini, Saliha resmi kembali tinggal di rumah itu. Namun, suasana batinnya sudah jauh berbeda. Meski rumah itu kembali hangat, Saliha tetap menjaga batasan yang sangat jelas.

     Di sini, ia hanya melakukan tugasnya dengan sangat profesional layaknya seorang ibu asuh. Dan sikapnya kepada Daviko masih seperti sebelumnya, ia adalah majikannya. Yang berubah adalah, pintu hati Saliha sudah perlahan ditutup rapat. Ia tidak ingin lagi mengenang masa lalu, yang bisa menjebaknya jatuh cinta kembali terhadap Daviko.

     ​Saliha tidak pernah lagi memulai percakapan jika tidak ditanya. Ia selalu menunduk saat berpapasan dengan Daviko. Meskipun sikap Daviko kini sudah jauh lebih lembut dan tidak sekasar dulu.

     ​Sikap Saliha yang sangat formal ini justru membuat Daviko merasa sangat tidak nyaman. Ada rasa bersalah yang terus menghimpit dadanya setiap kali melihat Saliha yang seolah menjaga benteng pertahanan begitu tinggi.

     ​Suatu sore, setelah Saliha keluar dari kamar karena baru saja menidurkan Kaffara, Daviko sudah berdiri di ruang tengah, menunggunya.

     ​"Saliha," panggil Daviko.

     ​Saliha berhenti, berdiri kaku dengan jarak dua meter dari Daviko. "Iya, Pak? Ada yang bisa saya bantu?"

     ​Daviko menghela napas. "Aku... hanya ingin berterima kasih sama kamu, karena kamu sudah menolong Kaffara. Dan... aku juga ingin meminta maaf. Atas sikap aku yang kasar, aku sangat menyesal."

     ​Saliha tetap menunduk, tidak berani menatap mata pria itu meskipun ia bisa merasakan ketulusan dari nada suaranya. "Jangan berterima kasih pada saya, Pak. Ini sudah menjadi kewajiban saya sebagai ibu susu yang dibayar. Saya hanya menjalankan tugas sampai kontrak saya selesai dua tahun lagi."

     ​"Saliha, tapi aku benar-benar...."

     ​"Permisi, Pak. Saya masih harus menyiapkan perlengkapan mandi Kaffara," potong Saliha dengan sopan namun dingin, lalu ia segera melangkah pergi meninggalkan Daviko yang hanya bisa berdiri mematung.

     ​Daviko merasa hatinya seperti dicubit. Ia baru sadar, luka yang ia goreskan di hati Saliha ternyata begitu dalam, sampai-sampai permintaan maaf pun tidak cukup untuk mencairkan kebekuan di antara mereka.

1
Arin
Takut banget harta Daviko benar-benar jatuh ke tangan Saliha😁😁😁. Padahal kepikiran aja gak Saliha. Dia udah sakit hati banget ke Daviko, Tari. Berarti dirimu yang berusaha deketin kakak iparmu demi hartanya, biar gak jatuh ke orang lain. Kalau bisa ya dirimu yang dilirik Daviko, jadi hartanya aman....
Farid Atallah
di tunggu up selanjutnya 🤪
Farid Atallah
maksih up nya Thor, ceritanya bagus sekali ☺️
semangat ya😚
Farid Atallah: semoga hari ini bisa up lagi 🤭
total 2 replies
Oki Rulianti
alhamdulillah,,up nya bnyak banget..cpet2 di sah kan aja..🤭🤭
Nasir: Ditunggu ya.
total 1 replies
Ai Oncom
Makasi kak dah up banyak, tpi ttp berasa kurang..🤭 ttp semangat di tunggu up selanjutnya..😄
Nasir: Mksh ya Kak... 🥰🥰🥰
total 3 replies
Pipit Rahma
penasaran keluarga saliha kemnh. bukannya ada kakaknya?
Nasir: Orang tuanya sudah meninggal, kakak Saliha yg perempuan setelah menikah, dibawa merantau oleh suaminya ke Pulau Sulawesi. Kisahnya sudah saya selipkan sedikit di bab2 awal. Tapi gak dijabarkan secara gamblang. Begitu Kak... lanjut ya.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
Alhamdulillah.. Terima kasih up nya kak..
Nasir: Sama2 Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Pipit Rahma
lanjut semangat....
Nasir: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Ai Oncom
koq blm up kak..?
Farid Atallah
kok blm up sih Thor 😥
Nasir: Besok aja ya Kak. Jam segini idenya msh ngambang.. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Farid Atallah
semangat selalu 🤭
Farid Atallah
di tunggu up selanjutnya ya Thor 😚
Nasir: Siap Kak... mksh dukungannya.... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Mama lilik Lilik
nah,mentingin ego sama kemakan omongan mantan mertua nya,tinggal penyesalan,rasain tuh🤭
Dini Hidayani
lanjut dong lagi ramai nih
Nasir: Iya Kak... nanti ya....
total 1 replies
Ai Oncom
lanjut donk kak..🙏
Nasir: Hehe... nanti sore ya....
total 1 replies
Tini Uje
lanjott thor..tpi ntar dlu deh masih ngos ngosan 😅🫰
Nasir: Hehheeh.... tenang Kak.... 🙏🙏
total 1 replies
Ai Oncom
makin seru ceritanya..
Nasir: Mksh Kak..
total 1 replies
Tini Uje
dipinggirin dlu duo dajjal npa thor..pokus salihah sama daviko aja dlu 🤭
Nasir: Hehehh..... 👍👍👍👍
total 1 replies
Arin
Makanya hati-hati dengan mulut.... Sekali terucap hal yang menyakitkan hati akan terus terasa dan diingat....
Nasir: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Afternoon Honey
sudah saya kirim ☕ tambah 🌹
Nasir: Wahhhh.... mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!