NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:613.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RENCANA LICIK

Kabar runtuhnya paviliun Lorenzo menyebar ke seluruh istana seperti api yang baru saja melahap bangunan tersebut.

Sementara Jayden sibuk mengurus sisa-sisa kebakaran dan menenangkan para menteri yang panik, di pinggiran ibu kota kerajaan Florist, di sebuah paviliun terpencil yang tetap mewah meski namanya pengasingan, suasana tampak begitu tenang.

Mantan Ibu Suri Isabella sedang duduk di depan meja riasnya, wanita tua itu sedang menyesap teh mawar dengan gerakan yang sangat perlahan, seolah-olah setiap sesapan adalah melodi kemenangan.

Di belakang Isabella ada Maria, pelayan setia Isabella yang sedang menyisir rambut peraknya yang masih terlihat tebal.

"Apa api itu sudah padam?" tanya Isabella, suaranya halus namun dingin.

"Sudah, Yang Mulia," jawab Maria dengan kepala menunduk.

"Laporannya, bangunan itu rata dengan tanah," lanjut Maria, mencengkram kuat gagang sisir yang dia pegang.

"Sayang sekali, padahal bangunan itu punya sejarah yang bagus, tapi terkadang, untuk membasmi hama, kita harus membakar seluruh ladangnya, bukan?" ucap Isabella tersenyum tipis, matanya menatap pantulan dirinya di cermin besar bermata emas.

"Tapi Yang Mulia..." ucap Maria ragu.

"Ada laporan bahwa, wanita itu keluar dari api, dia membawa Pangeran Lorenzo," lanjut Marian, memejamkan mata nya, siap menerima kemarahan Isabella.

BRAK!

Isabella meletakkan cangkir porselennya dengan kasar hingga tehnya tumpah ke atas meja marmer, matanya yang tadi tenang kini memancarkan kilat kemarahan yang mengerikan.

"Keluar? Dari api setinggi itu? Sambil membawa bayi?" tanya Isabella, berdesis geram.

"Apa dia benar-benar terbuat dari besi? Ataukah dugaanku benar bahwa dia menggunakan sihir hitam?" tanya Isabella, mengepalkan tangannya kuat, hingga kuku-kuku tangan nya memutih.

"Saya tidak tahu, Yang Mulia, tapi Grand Duke Jayden kini telah membawa mereka ke kediaman utamanya, dan penjagaan di sana sekarang sepuluh kali lebih ketat, bahkan lalat pun tidak bisa masuk tanpa izin," jawab Maria, menunduk kan kepalanya, tidak berni melihat Isabella.

Isabella berdiri, berjalan perlahan menuju jendela besar yang menghadap ke luar jendela, langit Florist tampak tertutup kabut, sisa-sisa asap paviliun yang masih mengepul di kejauhan.

"Wanita rendahan itu dia lebih licik dari yang kubayangkan," gumam Isabella, mengusap dagunya, berpikir keras.

"Dia membalikkan keadaan di gerbang, mematahkan rantai perak, dan sekarang selamat dari pembakaran hidup-hidup, dia bukan hanya Ibu Susu, tapi dia adalah kerikil tajam di sepatuku," gumam Isabella, dengan mata berkilat-kilat tajam.

Tok

Tok

Tok

Tiba-tiba, pintu kamarnya diketuk dengan terburu-buru.

Baron Harry masuk dengan wajah pucat pasi, keringat dingin membasahi dahinya.

"Yang Mulia! Kita dalam masalah besar!" seru Baron Harry tanpa memedulikan etika.

"Baron, jaga suaramu, aku tidak suka kegaduhan di kamarku," ucap Isabella berbalik dengan anggun, namun tatapannya tajam.

"Tapi Yang Mulia, Grand Duke Jayden telah menangkap sepasang suami istri dari desa itu! Mereka sedang diinterogasi di ruang bawah tanah sekarang! Jika mereka bicara tentang emas yang Anda berikan," ucap Baron Harry, panik dan juga ketakutan.

"Kau pikir aku sebodoh itu, Baron? Aku tidak memberikan emas itu secara langsung, ada perantara. Dan perantara itu yah, dia sudah tidak bisa bicara selamanya," jawab Isabella terkekeh, suara tawa yang membuat bulu kuduk Baron Harry berdiri.

"Tapi wanita bernama Calista itu!" ucap Baron Harry, cepat.

"Dia tahu tentang luka bakar di kaki pria itu! Dia tahu segalanya! Bagaimana mungkin seorang pelayan desa punya intelijen seakurat itu?" tanya Baron Harry, dengan wajah pucat pasi.

Isabella terdiam, itulah yang juga mengganggunya, dia merasa seolah-olah sedang berhadapan dengan hantu yang sangat mengenal seluk-beluk kerajaannya, padahal Calista hanyalah gadis desa yang direkrut karena golongan darah dan kesehatan fisiknya.

"Tenangkan dirimu, Harry," ucap Isabella kembali duduk di kursinya.

"Jika mereka tidak bisa disingkirkan dengan api, kita gunakan cara yang lebih elegan," ucap Isabella, tersenyum miring.

"Maksud Anda?" tanya Harry, tidak paham.

"Rakyat Florist adalah orang-orang yang sangat religius, jika kita tidak bisa membuktikan dia penyihir lewat rantai, kita akan membuktikannya lewat Penghakiman Suci di Kuil Pusat," jawab Isabella, dengan mata berkilat licik.

"Penghakiman Suci?" ulang Baron Harry menelan ludah nya kasar.

"Tapi itu ritual yang sangat berbahaya, Yang Mulia, jika dia terbukti tidak bersalah, maka penuduhnya yang akan dieksekusi" ucap Baron Harry, menggeleng kan kepala nya.

"Aku tahu," jawab Isabella cepat.

"Tapi siapa yang bilang dia akan sampai ke tahap pembuktian? Di perjalanan menuju Kuil Pusat, ada banyak hal yang bisa terjadi, kecelakaan kereta, serangan perampok, atau mungkin keracunan udara?" lanjut Isabella, tersenyum licik.

Isabella mengambil sebuah sisir kecil berbahan gading dan memainkannya di jemarinya.

"Kirim pesan kepada para Tetua Kuil yang masih memihak ku. Katakan bahwa keberadaan wanita ajaib ini mengancam kesucian tahta, dan katakan pada mereka, aku butuh setidaknya satu dari mereka untuk menyatakan bahwa Lorenzo telah tercemar oleh energi gelap wanita itu," perintah Isabella, melirik Baron Harry, dingin.

"Baik Yang Mulia, Saya akan segera laksanakan," jawab Baron Harry mengangguk patuh, meski tangannya masih sedikit gemetar.

"Saya permisi," pamit Baron Harry, undur diri.

"Hem"

Setelah Baron Harry pergi, Isabella kembali menatap asap di kejauhan.

"Calista, atau siapa pun kau yang ada di dalam tubuh itu," bisik Isabella pada angin.

"Kau mungkin bisa selamat dari api fisikku, tapi kau tidak akan selamat dari api politik yang akan ku nyalakan," gumam Isabella, dengan segala rencana jahat di kepala nya.

"Nikmatilah kenyamanan di pelukan Jayden selagi kau bisa, karena segera, aku akan memastikan kalian berdua jatuh bersama," lanjut Isabella, mengepal kan tangan nya kuat, mengingat Jayden yang selalu menentang diri nya.

Sementara itu, di kediaman Grand Duke, Calista baru saja selesai dibasuh oleh para pelayan, saat ini dia mengenakan jubah mandi sutra hitam milik Jayden, karena semua pakaiannya habis terbakar.

Sekali lagi, miliki Jayden!

Calista duduk di depan perapian, mengeringkan rambutnya yang panjang, sementara di sampingnya, ada Lorenzo yang sedang tidur pulas di keranjang darurat yang dilapisi kain-kain paling lembut di kerajaan.

Ceklekk.

Tapi di ketuk, tiba-tiba pintu terbuka, Jayden masuk dengan membawa nampan berisi sup hangat dan sebotol obat oles untuk luka di punggung Calista.

"Kau masih hidup, rupanya," ucap Jayden, meletakkan nampan itu di meja samping Calista.

Tak

"Sayang sekali, kan?" jawab Calista tanpa menoleh.

"Padahal kau pasti sudah menyiapkan pidato pemakaman yang sangat heroik untukku," lanjut Calista, tersenyum mengejek.

Jayden tidak membalas ejekan itu, dia lebih memilih untuk duduk di kursi seberang Calista, menatap wanita itu dengan tatapan yang sulit diartikan.

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jay konyol... tapi bisa di acungi jempol perjuangannya.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Jay tinggal bilang saja kalau kamu memang mencintai dia dan ingin hidup bersama bukan karna Lorenzo saja.. apa susahnya siihh..🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Betul Cal kalau ada cara mudah ngapain buang tenaga buat menang.👍🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Pengirim hadiah misteri, siapa ya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mending Jujur saja Cal, bahwa kamu adalah Yura si Agen Rahasia pejuang wanita tangguh.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Calista kayak Penampakan, datngnya tiba² tanpa suara.👍🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Owen saja Syookk ya lihat jiwa Iblisnya Calista kalau jiwa Yura sudah bangkit.. apa lagi orang lain.👍🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nurut saja Calista, jangan ngeyel.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi ikutan Ngilu bacanya, ya ampuunn..🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di semprot makanya pake Baygon istananya Cal, biar ga terus di masukin lagi Para tikus kecilnya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Calista versi Yura memang Mengerikan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hama datang lagi minta di semprot obat pestisida rupanya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
guliran sudah sadar malah kumat arogannya...🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosimu belum bisa terkontrol Jay
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosionalku di buat naik turun bacanya, bentar² biasa, bentar lagi ngakak terus di bikin mewek sama Authornya... untung ga sampe meraung² Nangisku.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau Jayden tetap meminta mu untuk mengakhiri nyawanya, coba pancing emosionalnya Owen... bilang kalau seandainyapun Jayden meninggal dan Calista selamat, pasti Calista bakal lanjutin hidupnya dan bakal jadi milik laki² lain dan hidup bahagia tanpa Jayden biar dia mikir² lagi buat ga nyakitin dirinya sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bangkit Jay, lawan trauma mu... Ingat Keponakanmu ga punya siapa² lagi kalau kamu pergi terus Calista lagi berjuang buat bertahan hidup, harusnya kamu bisa lawan paranoidmu dengan melihat perjuangan Calista.

karna kalau kamu beneran pergi tar Calista bangun otomatis bakal kepincut lagi sama Owen dan artinya kamu kalah.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jayden di hajar mentalnya bertubi² sedari kecil, di racuni otak dan pikirannya dengan hal negatif, di jadikan umpan hanya untuk kekuasaan yang di inginkan Ibunya dan sekarang dibsaat sudah mulai bisa bahagia dengan adanya Calista dan mulai tenang malah ujian datang lagi jadi berat banget jadi kamu Jay... Ayo Calista bangun dan cepatlah sadar kasian Jayden dan Lorenzo membutuhkanmu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Itu yang jatuh kepala manusia apa kepala Ayam Jay, enteng banget tebasnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Perasaan Jantung itu posisinya di dada sebelah Kiri deh Thor, bukan sebelah Kanan.🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!