******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Flashback
Saat Arga melihat kedatangan Bella dia langsung menyala ponsel nya untuk merekam apa yang di katakan Bella nantinya, Arga menyimpan ponselnya di saku celana nya tanpa Bella sadari dan pura-pura tak melihat kedatangan Bella.
flashback off.
Lamunan Arga terhenti saat dia mengingat bagaimana dia bisa mendapatkan rekaman sebagai bukti. Semua yang ada di ruangan itu terkejut saat mendengar rekaman yg di putar oleh Vino, saat di berikan oleh Arga hingga membuat kepala sekolah sekaligus om Bella malu dengan apa yang di lakukan keponakan nya.
Sedangkan kedua orang teman nya mulai cemas tapi tidak dengan Bella dia santai saja karena merasa ada yang akan membelanya.
"Apa tindakan yang akan anda ambil pak Eko Cahyono setelah mendengar pengakuan keponakan anda sendiri?" tanya Adit.
"Kalian melakukan pembullyan terhadap Alana di saat jam sekolah maka kalian bertiga saya skors selama 1 minggu dan setelah itu kalian harus minta maaf ke Alana saat kalian masuk kembali kesekolah." ucap kepala sekolah.
Bella yang mendengar jika dia di skors terkejut dan tak terima dengan hukuman yang dia dapat.
"Om, ini gak adil, om harus dengar dulu kenapa Bella melakukan itu, itu semua salah Alana yang memulai duluan om dia yang menyiram Bella dengan es campur saat di kantin, semua orang lihat dan mereka menertawakan Bella saat itu. Bella malu om." ucap Bella dengan lantang
Arga yang mendengar perkataan Bella tak terima jika adik nya di salah kan.
"Cukup semua orang di kantin melihat jika Alan gak sengaja menyiram kamu dengan es campur dan dia juga sudah minta maaf sama kamu atas apa yang dia lakukan, andai kamu bukan perempuan sudah saya robek mulut mu." ucap Arga dengan kesal.
"Apa kamu bilang Ga, kamu mau menyakiti aku, apa kamu lupa kita sempat pacaran Ga, dan kamu mutusin aku hanya karena Alana." ucap Bella dengan sengaja mengungkit jika dia pernah pacaran dengan Arga Mahardika.
"Cukup, Arga kembali lah ke kelas biar ini jadi urusan orang tua. Terima kasih kamu sudah memberikan bukti jika dia pelakunya." ucap Chan.
Arga menarik nafas saat mendengar perkataan Chandra ayah dari Sagara dia pun pamit undur diri setelah Vino memberikan ponsel nya.
"Dan kalian bertiga jika tak suka dengan hukuman yang di berikan oleh kepala sekolah kalian silahkan hubungi orang tua kalian kami tunggu sekarang juga kedatangan orang tua kalian masing - masing." ucap Adrian.
Bella yang mendengar perkataan ayah dari Arga langsung mengeluarkan ponsel nya dan langsung menghubungi ayahnya yang sedang sibuk bekerja.
Sedangkan mereka semua menunggu kedatangan orang tua Bella yang tak tahu siapa yang mereka hadapi.
"Ayah akan datang om." ucap Bella.
"Kalian berdua tidak mau menghubungi orang tua kalian?" tanya kepala sekolah mereka.
Kedua nya menggeleng karena ingat siapa 4 orang yang ada di hadapan mereka. Kepala sekolah pun memberikan surat skors untuk dua orang teman Bella, tapi tidak dengan Bella yang tak terima jika dia mendapatkan hukuman.
Satu jam mereka semua menunggu kedatangan ayah dari Bella dengan sabar dan tak lama pintu di buka dengan kasar oleh seseorang yang tak terima putrinya di hukum.
Cekrek...
"Apa yang terjadi." ucap nya yang baru datang dan langsung mengutarakan kekesalan nya.
Semua orang melirik kearah orang tersebut dan Chan mengenal nya dengan baik siapa yang datang. Bella yang tau kedatangan ayah nya langsung berlari kecil kearah ayah nya dan memeluk ayah nya.
"Ayah om Eko skors Bella." adu Bella kearah ayahnya.
Ayah Bella melirik kearah Eko yang hanya menatap nya saja tanpa dia sadari ke 4 orang fokus menatap ke arah ayah Bella. Sedangkan Chan duduk dengan santai karena dia tau siapa ayah Bella.
"Sudah drama nya, jika belum selesai kita akan tunggu sampai selesai." ucap Chandra dengan sengaja.
Norman ayah Bella mengerutkan dahi saat dia mendengar suara yang sangat dia kenal dan langsung menatap kearah dimana 4 orang duduk menatap nya.
"Pak Chandra anda sedang apa pak?" tanya Norman.
"Tanyakan saja pada kepala sekolah dan putri anda, kenapa saya dan saudara saya ada di sini. Karena kamu tau saya tak suka mengulang cerita." ucap Chandra.
"Abang kenal?" tanya Vino dengan berbisik pelan.
"Hm." hanya kata deheman yang keluar dari mulut Chandra dan Vino paham.
Kepala sekolah menjelaskan semua yang terjadi hingga membuat Norman marah kearah putrinya, karena dia sangat malu saat tau apa yang di lakukan oleh putri nya.
Plak....!
Bella terkejut saat ayah nya menampar diri nya dengan keras dia memegangi pipi nya yang terasa perih, hingga dia teringat saat Arga menampar nya di tempat yang sama, Bella diam dengan tangan mengepal dan tatapan penuh kebencian yang dia simpan di dalam hati untuk Alana.
"Ayah tampar Bella?" tanya Bella dengan mata yang berkaca - kaca.
"Diam kamu, ayah tak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat jahat apalagi sampai mencelakai orang." ucap nya.
"Tapi Alana yang salah ayah." ucap nya dengan pelan.
"Diam. kamu lebih tua dari nya dia masih anak smp yang berusia 13 tahun jika sampai putri tuan Aditya meninggal karena kehabisan udara bagaimana ha..... Apa kamu gak berpikir kesitu Bella, toilet kalian pegap tak ada udara jika pintu di tutup. Kamu bisa di penjara mau jadi apa kamu." bentak nya.
Bella terdiam bukan karena ucapan ayah nya tapi rasa benci nya ke Alana semakin jadi. Setalah memberikan hukuman ke Bella dan dua teman nya Chan dan yang lain pulang karena ada urusan. Saat mereka berjalan mereka sudah tak melihat lagi para siswa dan siswi berada di luar kelas karena sudah jam pelajaran.
Di kelas Riski yang biasa duduk bersama Alana merasa kesepian saat sahabat nya tak ada di dekatnya.
"Kenapa Ki?" tanya teman Riski yang sengaja duduk di bangku Alan.
"Gue kehilangan Alan, biasa di gangguin gue saat lagi belajar ini sepi gak ada anak itu." ucap Riski.
"Cieeee lu suka sama Alana adik dari Sagara dan Ken?" tanya nya.
Plak...!
Riski memukul pundak teman nyan saat dia di ledek suka sama Alana.
"Sakit bro."
"Habis kamu asal aja kalau ngomong, Alan itu temen gue sejak kecil mana mungkin gue suka." ucap nya.
"Terus yang lu suka siapa?"
"Gak ada gue mau fokus sekolah dulu kerja baru mikirin nikah" jawab Riski.
Sedangkan di rumah sakit Vina menunggu suami nya yang datang dengan pakaian untuk diri nya.
"Bunda kenapa?" tanya Alan yang melihat ibu nya hanya menatap kearah pintu dengan gelisah.
"Bunda tunggu ayah kamu nak, lama banget datang nya." ucap Vina kearah sang putri.
Alan yang mendengar perkataan bunda nya tau jika bunda nya belum mengganti pakaian sejak semalam.
Di mobil Chandra mengantar Adit kerumah sakit setelah mereka mendengar keputusan dari kepala sekolah tentang hukuman yang di berikan untuk Bella.
"Kamu kenal dengan ayah anak itu?" tanya Adit.
"Iya dia asisten ku." ucap Chandra dengan mata yang fokus melihat kearah jalan.
Mendengar jika ayah Bella asisten dari Chandra, Adit hanya mengangguk saja dan tak lama mereka sampai di depan rumah sakit peninggalan ayah nya Aditya, Adit turun sedangkan Chandra memilih ke kantor terlebih dahulu karena banyak pekerjaan yang harus dia kerja kan dan sore nya dia baru akan datang untuk melihat keadaan Alana.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄