Mona Kavitha Luis adalah anak yatim piatu.
Orang tuanya meninggal karena kecelakaan pada saat dia berusia 18 tahun, tetapi Mona yakin jika orang tuanya meninggal karena suatu kesengajaan, papanya meninggalkan sebuah perusahaan besar kepadanya. Mona selalu ingin menyelidiki kecelakaan yang menimpa orang tuanya tetapi selalu dilarang oleh tantenya. Mona sekarang tinggal bersama adik papanya bernama Dewi Felicya Luis. Tantenya ini sangat baik dan sayang terhadap Mona.
Apakah disini tantenya terlibat atas kecelakaan orang tuanya Mona atau Rekan bisnis papanya yang tidak menyukai keluarga mereka yang berhasil??
*****
Suatu hari Mona terpaksa menikah dengan supir pribadinya dikarenakan suatu kesalah pahaman, tetapi supir itu sendiri juga menyimpan suatu rahasia.
Siapakah supir itu, Mona tidak mengetahuinya dan bagaimana Mona akhirnya bisa menerima supir itu sebagai suaminya.
Silakan dibaca teman2
Semoga kalian suka.
Terima kasih
🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lie_lili, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11. Menyelidiki Gavin Alvaro
Pagi ini Mona terbangun dengan kondisi dia dalam pelukkan Gavin, Mona kaget sendiri, dengan perlahan dia mencoba melepaskan lengan Gavin yang berada dibadannya.
"Ups"
"Sedikit lagi" batin Mona.
"Huft" menghembuskan nafas kasar.
"Akhirnya terlepas, kog bisa aku dalam pelukannya?" Tanda tanya dalam benak Mona.
1 jam kemudian semua telah bersiap untuk berangkat kekantor, dengan Gavin yang sudah menghidupkan mesin mobil.
Mereka pun kemudian masuk kedalam mobil, Gavin membawanya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya dikantor, Mona langsung meminta asisten Friska untuk langsung keruangannya.
Friska pun langsung mengikuti Mona menuju keruangannya.
Karyawan yang lain mendengar kejadian Mona diculik pun merasa senang mengetahui jika bosnya telah kembali kekantor.
"Duduk" tegas Mona.
Friska hanya menunggu perintah saja dari Mona.
"Friska, saya perintahkan anda untuk menyelidiki siapa sebenarnya Gavin Alvaro, saya merasa banyak kejanggalan di dirinya" kata Mona dengan serius.
"Baik Nona, saya laksanakan!"
"Saya minta hasilnya segera ya!" Mengedipkan mata ke Friska.
"Nona ini" batin Friska.
Friska jika sudah berada dikantor, tidaklah banyak bertanya kepada Mona, dia hanya menjalankan apa yang diperintahkan Mona.
"Oh, iya apa tante tau soal penculikkan itu?" Tanya Mona.
"Tau, karena aku yang meneleponnya dan dia berkata akan pulang hari ini, nanti malam sampai" jawab Friska.
"Ah, ya sudah lah enggak apa-apa" jawab Mona.
Ditempat lain.
Gavin sedang berada diparkiran, dia didalam mobil terlihat serius dalam menelepon.
"Dirgo, bagaimana apa yang ku perintahkan apa sudah ada hasil?!" Tanya Gavin yang sudah tidak sabar menerima berita bagus.
"Belum, karena kasus ini sudah ditutup polisi, mau mengungkapnya sangat membutuhkan waktu!" Jelas Dirgo.
"Bagaimana pun caranya temukan hasil yang bagus, jika tidakkkk!!" Ancam Gavin, dia tidak melanjutkan kata-katanya lagi.
"Pasti mau memotong gaji ku lagi" jawab Dirgo malas.
"Tentu" jawab Gavin.
"Huaaaaa, jangan bos, huaaaa!" Tangis pura-pura Dirgo seakan tersakiti
"Cih"
"Cowok mewek!" Kata Gavin tertawa.
"1 lagi selidiki kasus penculikkan Mona, siapa wanita yang bersama para penculik itu!" Kata Gavin tegas.
"Itu persoalan mudah, beri aku 1 hari untuk menyelesaikannya" Dirgo.
"Aku tunggu, hasilmu!" Jawab Gavin langsung mematikan teleponnya.
Dirgo yang baru ingin berbicara, tiba-tiba panggilannya sudah terputus oleh Gavin.
"Untung bos, kalau tidak sudahku jitak kamu!" Omel Dirgo kearah hpnya, bermaksud memarahin Gavin.
Siang hari, Friska sedang berada diruangan Mona, menyerahkan hasil penyelidikannya.
"Hasilnya hanya begini?" Tanya Mona ke Friska merasa heran, tidak ada hasil lain yang didapatkan Friska.
"Iya Nona, memang apa yang Nona harapkan dari penyelidikkan ini?" Tanya Friska.
"Hm, sudahlah silakan kembali bekerja" ucap Mona, nampak sangat malas dari nada suaranya.
Mona membolak balikkan data yang diberikan oleh Friska,
"Hanya ini, Ktp sesuai, orang biasa enggak ada pekerjaan dari lulus sekolah menengah keatas, tidak mempunyai papa, anak tunggal, hanya punya seorang mama, yang tidak tau sekarang berada dimana!?" Batin Mona.
"Begini mah sama saja" batin Mona.
Mona memijit kepalanya yang sedikit berdenyut karena sakit kepala yang menyerangnya, kondisi stress yang membuatnya begitu.
Tiba-tiba saja tante Dewi memasuki ruangan Mona, karena melihat sedikit cela dipintu Mona.
"Sayang, tante sangat khawatir sama kamu, syukurlah jika kamu tidak apa-apa! Tante meminta penerbang lebih cepat, agar cepat melihat mu, baru membuat tante tenang" langsung saja Dewi berlari dan memeluk Mona.
"Iya tante, Mona tidak apa-apa kog!" Jawab Mona tersenyum.
Tante Dewi sangat cemas dengan keadaan Mona, dia sangat tidak tenang berada diluar negeri ketika tau Mona diculik.