NovelToon NovelToon
Dad, Where'S Mom?

Dad, Where'S Mom?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengasuh / Duda / Beda Usia
Popularitas:29.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Dad, di mana Mommy?”

​“Berhenti bertanya, bocah pembawa sial!”

​Pertanyaan polos dari Elio, bocah berusia enam tahun itu, justru dibalas dengan dingin dan amarah yang meledak.

​Bagi Jeremy, kematian istrinya setelah melahirkan adalah luka yang tak pernah sembuh. Dan Elio? Bocah itu adalah satu-satunya pengingat paling menyakitkan atas kehilangan tersebut.

​Hingga suatu hari, Jeremy dipertemukan dengan Cahaya. Gadis desa dengan wajah, sikap, dan keras kepala yang terlalu mirip dengan mendiang istrinya. Kehadiran Cahaya tidak hanya mengguncang dunia Jeremy, tapi juga mengusik dinding es yang selama ini ia bangun.

​Akankah Cahaya mampu meluluhkan hati seorang ayah yang lupa caranya mencintai? Ataukah Elio akan terus tumbuh dalam bayang-bayang luka yang diwariskan oleh sebuah kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

"Kurang gizi? Anda tidak sedang bercanda kan, Dok?"

Jeremy menatap dokter pribadi keluarganya dengan tatapan tidak percaya. Matanya melotot, hampir keluar dari tempatnya.

"Dokter tahu tidak? Kalau dia bicara suaranya melengking seperti petasan banting! Bagaimana mungkin makhluk cerewet ini kurang gizi? Apa dia tidak makan jatah bulanan yang orangtuanya berikan?"

Dokter paruh baya itu hanya menghela napas, lalu menutup tas medisnya dengan tenang.

"Tuan Sebastian, suara keras bukan indikator kesehatan. Nona Cahaya ini kelelahan akut, kurang istirahat dan berat badannya jauh di bawah standar. Sepertinya dia terlalu banyak beban pikiran dan lupa mengurus dirinya sendiri. Saya sudah memberinya vitamin melalui infus, biarkan dia istirahat."

Setelah dokter pergi, Jeremy berdiri mematung di samping ranjang besarnya. Di atas sana, Cahaya tampak sangat mungil, seolah-olah ia bisa tenggelam dalam tumpukan selimut sutra milik Jeremy.

Wajah yang biasanya selalu merah karena marah atau tertawa, kini pucat pasi seperti kertas.

Hingga... Satu jam berlalu. Dua jam. Cahaya tak kunjung membuka mata.

"Gadis bodoh," gumam Jeremy pelan. "Kenapa kau sok kuat sekali? Kalau kau mati di rumahku, Elio akan membenciku seumur hidup."

Jeremy mondar-mandir di dalam kamar, sesekali berhenti untuk memeriksa apakah Cahaya masih bernapas. Rasa takut yang sangat asing mulai menggerogoti dadanya. Ia tidak pernah merasa se kacau ini sejak kepergian Stella.

Jeremy akhirnya duduk di tepi ranjang. Ia mengambil selembar tisu dan perlahan mengusap keringat dingin yang masih muncul di kening serta pelipis Cahaya.

Gerakannya begitu hati-hati, seolah-olah Cahaya adalah porselen yang bisa retak hanya dengan satu sentuhan kasar.

Ia mencondongkan tubuhnya, mendekatkan wajahnya ke telinga Cahaya dan berbisik lirih, "Bangunlah... aku janji akan menuruti semua yang kau inginkan. Apa saja. Kau mau aku berhenti marah-marah? Oke. Kau mau aku berbaikan dengan Elio? Akan aku lakukan. Meskipun sebenarnya aku malas sekali. Tapi aku pastikan aku akan—"

PLAK!

Jeremy tersentak, kepalanya menoleh ke samping dan pipinya terasa panas juga perih .

"Monster Es? Mau apa kamu dekat-dekat?!" seru Cahaya.

Ia langsung terduduk tegak dengan napas memburu. Matanya yang sayu menatap Jeremy dengan tatapan penuh kecurigaan.

Tangan kanannya yang baru saja mendarat di pipi Jeremy masih bergetar. Rupanya, refleks pertahanan dirinya bekerja saat merasakan napas hangat Jeremy di dekat telinganya.

"Kau?!" maki Jeremy memegang pipinya yang memerah. Rasa haru yang sempat muncul beberapa detik lalu langsung lenyap, berganti dengan emosi yang meledak. "Bisa-bisanya kau menamparku saat aku baru saja meratapi kondisimu!"

"Salah sendiri kenapa wajah Om dekat-dekat! Om mau mencium saya saat saya pingsan ya? Dasar mesum!" balas Cahaya, wajahnya yang tadi pucat kini mendadak merona karena malu dan kesal.

"Menciummu? Hanya dalam mimpimu!" bentak Jeremy frustrasi. "Aku sedang mengecek apa kau masih bernapas atau sudah jadi mayat! Kau pingsan dua jam, Cahaya! Kau membuatku panik!"

Cahaya tertegun sejenak. Ia melihat sekeliling. Ini adalah kamar Jeremy. Cahaya juga melihat botol infus yang menggantung di samping ranjang.

"Dua jam? Masa sih?"

"Dokter bilang kau kurang gizi. Kau itu pengasuh anak atau korban kelaparan, hah? Membuatku malu saja," gerutu Jeremy, meski matanya tetap memperhatikan Cahaya dengan cemas.

Cahaya terdiam, matanya tiba-tiba berkaca-kaca. Ia teringat telepon dari ayahnya, teringat bagaimana ia harus mengerjakan tugas kuliah sampai subuh, dan teringat betapa lelahnya ia berpura-pura kuat di depan Elio.

"Ya, mungkin saya memang kurang gizi. Capek hati juga. Capek liat muka Om tiap hari," gumam Cahaya pelan, air matanya mulai luruh.

Melihat Cahaya menangis, nyali Jeremy yang tadi sempat naik langsung ciut.

"Hei... kenapa menangis? Aku tidak memintamu mengganti rugi pipiku yang kau tampar tadi."

"Hiks... Om jahat. Habis melamar orang secara tiba-tiba, lalu dimarahin lagi," tangis Cahaya pun pecah.

Jeremy merasa seperti penjahat internasional. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, benar-benar tidak tahu cara menenangkan wanita.

"Sudahlah, berhenti menangis. Pipiku yang sakit, kenapa kau yang menangis?"

Cahaya tetap sesenggukan. Tanpa sadar, Jeremy mengulurkan tangannya, ragu sejenak sebelum akhirnya menepuk-nepuk bahu Cahaya dengan kaku.

"Tidur lagi sana. Aku akan suruh Martha masak sup yang banyak. Kau harus gemuk sedikit, kalau tidak, nanti kau ditiup angin Milan bisa hilang."

"Janji dulu..." bisik Cahaya di tengah isaknya.

"Janji apa?"

"Janji mau nurutin semua kemauan saya " Cahaya menatap Jeremy dengan mata sembap yang terlihat lucu sekaligus menyedihkan.

"Kapan aku bilang begitu?"

"Tadi di mimpi saya," ucap Cahaya. "Kalau Om tidak mau saya juga menolak dengan tegas lamaran Om!"

Jeremy menghela napas panjang, meratapi nasibnya dan nasib dompetnya di masa depan.

"Gimana? Setuju tidak?" Cahaya melirik Jeremy.

"Sial! Ini benar-benar senjata makan tuan," batin Jeremy kesal.

1
Sri Rahayu
kamu anak yg baik hati Elio....meskipun daddy mu galak, sering membentak dan memarahi mu...tp kamu tetap sayang dan perhatian pd daddy mu...lanjut Thorr😘😘😘
Nice1808
nah loh jeremy dah mulai2 nich😃mulai menyukai makanan buatan aya dan lio sennagnya bukan main😃👍👍
Tiara Bella
Jeremy pngn nguasain cahaya sndiri bt diri dia sndiri.....
Kinara Widya
lah Jeremi macem2 bae
Kostum Unik
Ciiih duda sableng mulai posesif mendekati bucin
Senja: Wkwkw🤣
total 1 replies
Keysha Aurelie
ciee posesif dan cemburuan banget Tuan🤭🤣
tenang Dad saat ini nikmati saja sandiwara ini sampai jadi kebiasaan yang nyaman dan pastinya merindukan tak ingin jauh jauh🤣🤣
Sri Rahayu
akankah Cahaya mau menikah dgn Jeremi meskipun hanya kontrak 😇😇😇
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
Kinara Widya
lanjut
tinie
hadeeeuuh bumbu cemburu sudah ada
posesif mulai tumbuh
beeuugh apa lagi kalau bukan bucin 🤣🤣🤔
TRI SRI SULANJARI
kasihan alvin thor kasih juga dong buat alvin gadis yang baik/Puke//Sob/
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Keysha Aurelie
ciee Daddy berharap lebih sama Mommy😂
mulai posesif ingin Aya hanya dekat dan menjadi milik nya saja🤭
eitss tapi Aya kok aku gak yakin ya kalau kamu gak akan baper sama Jeremy 🤭
kamu bisa lho baper sama Jer yakin banget aku🤣
apa lagi nih si Jeremy mulai ada rasa sama kamu Aya jadi kesimpulan nya Jer akan berusaha membuat kamu punya perasaan sama Jer itu🤭
Keysha Aurelie: Mungkin setiap baca aku senyam senyum ikutan salting, apa lagi dengan tingkah Jeremy yang udah gak gengsi lagi
mengalir mengikuti perasaannya🤭🤣
total 3 replies
partini
aduh putus baik" aja lah ga usah kaya gitu Aya nanti malah ada kata prettt pada waktunya untuk kalian berdua 🤣
Keysha Aurelie: bener banget ih mending break dulu sama Alpin 🤭
tapi nanti keterusan break dan gak akan kembali🤣
berharap boleh gak sih😂
total 1 replies
erviana erastus
ih harusx kamu paham cahaya itu artinya cinta
Nice1808
Dia melarang krna dah mulai cinta dan merasa memiliki km cahaya🤣
Kostum Unik
Sukak
Tiara Bella
Elio seneng bngt semoga gk sementara ya Lio seneng nya
+21 🎂
mwehehehehehehe 🌚
Nice1808
Elio sngt bersemngat sementara jeremy merasa trtekan dgn kontrak yg dia buat😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!