NovelToon NovelToon
Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Semua Ini Demi Kebahagian Ayah Dan Adik

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author:

Anjeli Pranita, putri cantik pak Burhan yang biasa di sapa Anjeli. Gadis cantik dengan julukan kembang desa rela putus sekolah semenjak insiden yang membuat Keseharian ayahnya hanya bisa duduk di kursi roda yang usang pemberian tetangganya. Anjeli adalah gadis yang pintar di bidang akademik, murah senyum dan ceria. Namun, kepergian ibunya bersama laki-laki lain dengan alasan sudah capek hidup miskin dan ditambah kondisi ayahnya, menghilangkan senyum dan keceriaan di wajahnya akibat luka yang ditoreh ibunya untuk mereka. Anjeli si gadis sederhana harus menjadi kuat dan tahan banting di umurnya yang masih 16 tahun. Suatu hari, Anjeli yang menjadi tulang punggung untuk keluarga sedang mengais rezeki sebagai kuli panggul di pasar menggantikan pekerjaan bapaknya sebelum kecelakaan. Pagi itu tanpa sengaja Anjeli bertemu seorang nenek yang sedang kelaparan, ia yang memang memiliki hati yang baik memberikan bekal untuk makannya kepada sang nenek itu. Dari pertolongan itu Anjeli diberikan sebuah cincin usang oleh sang nenek sebagai bentuk kebaikan Anjeli. Cincin apakah yang diberikan oleh sang nenek itu kepada Anjeli????? Apakah ada keajaiban untuk Anjeli dan keluarganya??? Yukkkkk….,ikuti cerita Anjeli….

11

Sinar matahari pagi menembus celah-celah dinding papan, menciptakan garis-garis cahaya yang menari di atas lantai semen yang retak. Anjeli sudah bangun sejak sebelum fajar, namun kali ini ia tidak langsung menuju kebun. Ia duduk di pinggir tempat tidur Aris, memperhatikan adiknya yang mendengkur halus. Di samping bantal Aris, tergeletak buku gambar baru yang kini penuh dengan coretan warna-warni gambar sebuah rumah besar dengan kebun tomat yang sangat merah.

Anjeli tersenyum kecil. Ia mengusap puncak kepala adiknya sebelum beranjak menuju kamar ayahnya. Di sana, Pak Burhan sudah terjaga, sedang mencoba menggerak-gerakkan jari kakinya dengan tekun.

"Pagi, ayah. Bagaimana rasanya? Masih gatal atau sudah mulai bisa dirasakan?" tanya Anjeli sambil membuka jendela agar udara segar masuk.

"Sudah mulai terasa dinginnya udara, Nak. Ayah rasa, kalau latihan terus, bulan depan Ayah mungkin sudah bisa mencoba melangkah satu-dua kali," jawab Pak Burhan dengan semangat yang menyala. "Tapi Njel, apa kamu nggk capek, Nak? Ayah lihat semalam kamu masih di kebun sampai larut."

"Anjeli nggk capek, Yah. Kan ada Ayah dan Aris yang jadi penyemangat. Anjeli cuma sedang merapikan pagar saja," dusta Anjeli halus. Padahal semalam ia menghabiskan waktu berjam-jam di Ruang Ajaib untuk mempersiapkan bibit Mawar Pelindung.

Setelah menyiapkan sarapan sederhana berupa singkong rebus hasil tukar kangkung kemarin, Anjeli mulai bekerja di sekeliling pagar rumahnya. Ia membawa keranjang berisi bibit mawar yang tampak unik. Batangnya hijau tua mengkilap dengan duri-duri kecil yang sangat rapat, namun pucuknya sudah menunjukkan kuncup bunga yang berwarna merah jambu keunguan.

Ia menanam mawar-mawar itu tepat di bawah pagar bambu yang reyot. Setiap kali ia menggali lubang, ia membisikkan doa agar tanaman ini benar-benar bisa melindungi keluarganya dari niat jahat.

"Kak, mawar ini buat apa? Kok durinya banyak sekali?" Aris menghampiri sambil membawa gelas berisi air untuk kakaknya.

"Ini mawar spesial, dek. Namanya mawar pelindung. Supaya kalau ada ayam tetangga atau orang yang berniat kurang baik mau melompati pagar kita, mereka akan berpikir dua kali karena tertusuk durinya. Tapi Adek juga harus hati-hati ya, sayang. Jangan main dekat sini dulu," jelas Anjeli.

Aris mengangguk patuh. Ia kemudian berjongkok di samping Anjeli, membantu menepuk-nepuk tanah di sekitar batang mawar. "Kak, mawar ini harum sekali. Lebih harum dari sabun yang dulu Ibu pakai."

Mendengar kata Ibu. Gerakan tangan Anjeli terhenti sejenak. Ada rasa perih yang lewat di hatinya, namun ia segera menguasai diri. "Iya, baunya memang harum. Harumnya akan membuat hati kita tenang, tapi durinya akan menjaga kita tetap aman."

Beberapa hari kemudian, suasana di desa mulai berubah. Beberapa ibu-ibu yang kemarin menerima benih kangkung dari Anjeli mulai merasakan hasilnya.

"Njel! Anjeli!" teriak Bu RT dari balik pagar dengan wajah berseri-seri.

Anjeli yang sedang membantu ayahnya berjemur segera menghampiri. "Iya, Bu RT? Ada apa?"

"Lihat ini! Benih Kangkung yang kamu kasih tempo hari, baru empat hari sudah tumbuh setinggi ini di pot depan rumahku! Daunnya lebar-lebar sekali, suamiku sampai tidak percaya. Dia bilang, mungkin tanah di desa kita memang sedang subur-suburnya," kata Bu RT dengan antusias.

Beberapa warga lain yang lewat juga ikut mengangguk. "Iya, Njel. Punya saya juga bagus. Ternyata cara fermentasi pupuk yang kamu ajarkan itu manjur sekali. Maafkan kami ya kemarin sempat kemakan omongan Bu Sumi."

Anjeli tersenyum lega. "Alhamdulillah kalau tumbuh bagus, Bu. Memang kuncinya ada di pupuk dan kasih sayang saat menyiramnya."

Strategi Anjeli berhasil. Dengan membagikan benih yang sudah diberkati air rohani dalam dosis sangat rendah, ia berhasil membuktikan bahwa keajaiban itu bukan karena pesugihan, melainkan karena kualitas bibit dan pupuk. Sekarang, warga justru menganggap Anjeli sebagai ahli tani kecil di desa itu.

Namun, tidak semua orang senang. Di kejauhan, dari balik jendela rumahnya yang lebih megah, Bu Sumi menatap kerumunan itu dengan tangan mengepal. Ia melihat bagaimana mawar-mawar di sekeliling rumah Anjeli tumbuh dengan sangat cepat, menutupi pagar bambu yang tadinya buruk menjadi dinding bunga yang sangat indah dan sulit ditembus.

"Sialan anak itu! Sekarang dia malah jadi pahlawan di desa ini," gerutu Bu Sumi. "Lihat saja, aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang. Kalau aku tidak bisa membuktikan dia pakai pesugihan, aku akan cari cara lain untuk menghancurkan kebunnya."

Bu Sumi kemudian memanggil suaminya, Pak Darmo. "Pak! Jangan cuma diam saja. Kamu lihat itu, mawar-mawar di rumah Burhan sudah tinggi. Sekarang kita bahkan tidak bisa mengintip ke dalam kebunnya lagi. Kamu harus cari tahu di mana dia menyimpan pupuk rahasianya itu!"

Pak Darmo hanya menghela napas, ia sebenarnya mulai merasa malu karena ulahnya kemarin, tapi ia tidak berani membantah istrinya yang sedang emosi.

Malam itu, di meja makan yang hanya diterangi lampu teplok, Pak Burhan menatap kedua anaknya dengan penuh syukur.

"Njel, Aris. Ayah senang sekali lihat tetangga-tetangga mulai baik lagi sama kita. Ternyata benar kata Ayah, kebaikan akan selalu menang," ujar Pak Burhan sambil menyuap nasi.

Aris mengangguk semangat. "Iya, Ayah! Tadi Aris di sekolah juga dikasih kue sama teman, katanya ibunya senang karena kangkung dari Kak Anjeli enak sekali."

Anjeli hanya tersenyum tipis. Ia meraba cincin di jarinya. Ia tahu perjuangannya baru saja dimulai. Hutang sepuluh juta masih menggantung, dan musuh dalam selimut seperti Bu Sumi masih mengintai. Namun, melihat ayahnya mulai bisa menggerakkan kaki lebih leluasa dan adiknya bisa tertawa lepas tanpa takut dihina, Anjeli merasa setiap tetes keringatnya sangatlah berharga.

"Besok, Anjeli mau coba menanam buncis di sela-sela tomat, Yah. Pak Hendra bilang permintaan sayuran hijau sedang tinggi," lapor Anjeli.

"Lakukanlah, Nak. Ayah selalu mendukung dan mendoakanmu," sahut Pak Burhan lembut.

Malam itu, mawar-mawar di pagar rumah Anjeli mekar dengan sempurna, mengeluarkan aroma wangi yang sangat kuat, seolah-olah menciptakan kubah pelindung yang menjaga kedamaian di dalam rumah kecil itu. Anjeli tidur dengan perasaan sedikit lebih tenang, tanpa tahu bahwa esok hari, seorang tamu tak diundang dari masa lalu akan datang membawa kabar yang mengguncang ketenangan mereka.

1
Wanita Aries
emak dzolim ninggalkan hutang ke anjeli
Wanita Aries
kasian anjeli masa jd kuli panggul
@Mita🥰
wkwkwk pak Handoko gigit jari🤣🤣🤣
Wanita Aries
mampir thorr
@Mita🥰
wah kasihan ya rumah Anjeli baru di bangun
Andira Rahmawati
lanjutttt makin seruuu💪💪💪
Lala Kusumah
semangat Anjeli, kamu pasti bisa 💪💪💪
Lala Kusumah
good job Anjeli 💪💪💪👍👍👍😍😍
@Mita🥰
semangat Anjeli
@Mita🥰
semoga sukses selalu thor
@Mita🥰
lanjut thor
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
mantaaap 👍👍👍
@Mita🥰
ini ruang ajaib nya bukan di cincin itu ya thor kok lewat pintu
@Mita🥰
bagus ceritanya
@Mita🥰
lanjut
Lala Kusumah
sukses selalu untuk Anjeli ya 🙏🙏🙏
Aretha Shanum
lanjut, suka ceritanya
Putri Hasan
suka ceritanya /Smile/
semangat updatenya 💪💪
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!