Lima tahun lalu, Kiara diceraikan Jonathan, alasan perceraian itu tidak lain karena cinta pertama Jonathan kembali. Tanpa Jonathan tau, ternyata Kiara membawa benih darinya.
Setelah Lima tahun kemudian, Kiara dan Jonathan dipertemukan kembali dalam sebuah acara perayaan ulang tahun perusahaan tempat Kiara bekerja. Tak disangka, pertemuan itu menghadirkan kembali cinta yang telah lama menghilang di antara mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Itu Dia
Motor yang di kendarai Kiara akhirnya sampai di rumah sederhana tipe tiga enam itu, rumah minimalis yang ia beli dari uang yang diberikan mantan suami sebagai uang kompensasi atas perpisahan mereka. Kala itu, Kiara di beri uang cukup banyak oleh mantan suaminya, namun uang itu tidak cuma-cuma pria itu berikan. Uang itu adalah merupakan uang tutup mulut untuk Kiara, atas perselingkuhan yang Jonathan lakukan. Jika sampai berita ini tersebar, maka Jonathan tidak akan mendapatkan sepeser pun warisan dari keluarganya.
Kala itu Kiara tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran Jonathan, waktu itu Kiara tahu bahwa dirinya hamil, sedangkan Jonathan yang memang sedari awal tidak mencintai dirinya, membuat Kiara takut, Jonathan akan memintanya menghilangkan calon bayi yang ada di dalam kandungannya.
Untuk menyelamatkan buah hatinya, Kiara pun akhirnya menerima permintaan Jonathan untuk bercerai, sekaligus menyembunyikan fakta bahwa sebenarnya Jonathan telah berselingkuh dengan cinta pertamanya
Lima tahun yang lalu...
"Jangan drama di depanku, kita sama sama tau, aku nggak pernah menginginkan pernikahan ini. Cepat tanda tangani surat cerai itu, kamu ambil uang itu dan jangan pernah menunjukkan wajahmu di depanku lagi, mengerti," ucap Jonathan sembari menyodorkan surat perjanjian cerai itu.
"Apa kamu serius? Aku nggak akan kasih tahu keluargamu soal perselingkuhan mu, aku janji, tapi tidakkah kamu mau menunggu sampai kakek mu keluar rumah sakit?" balas Kiara, masih berusaha mempertahankan rumah tangganya, mengingat dia juga harus memberikan keluarga untuk calon bayi yang akan ia lahirkan.
"Jangan coba mengulur waktu denganku! Kamu tahu, sebelum kehadiran mu, aku dan Tasya adalah sepasang kekasih. Kami sudah berencana menikah. Tasya hanya kuliah di luar negeri, bukan meninggalkan aku karena alasan lain. Kamu hanyalah pengganti, jadi jangan pernah punya harapan lebih," ucap Jonathan lagi, penuh emosi.
"Baik, jika itu inginmu. Tapi andai aku hamil anakmu, apakah kamu juga akan menceraikan aku?" tanya Kiara lagi, kali ini dia merasa butuh kepastian atas kehadiran calon bayi mereka. Kiara ingin tahu apakah Jonathan akan berubah pikiran jika sampai mereka memiliki anak.
"Kamu pikir aku peduli. Meskipun kamu melahirkan seribu anakku, aku nggak akan peduli, bahkan seandainya saat ini kamu hamil, aku nggak akan segan memintamu menggugurkan bayi itu. Jadi sebaiknya kamu jangan pernah bermimpi memiliki posisi Nyonya Himawan ini seumur hidupmu, paham!" jawab Jonathan lagi.
Kiara terdiam, jiwanya tertampar. Wanita cantik ini tertegun tanpa kata, ia tersadar, bahwa penikahan ini adalah pernikahan yang salah. Pernikahan yang memang tidak pernah diinginkan oleh Jonathan.
Tanpa berpikir panjang, Kiara pun segera menandatangani surat cerai itu. Mengambil sebuah kartu ATM yang Jonathan sudah persiapankan untuknya. Air mata Kiara menetes tanpa Jonathan tahu. Jiwa Kiara hancur, sehancur hancurnya. Namun Kiara tak berani bertahan mendampingi Jonathan. Apa lagi nyawa bayinya yang jadi taruhannya. Sungguh Kiara takut kehilangan keluarga satu satunya ini.
Kembali ke masa kini...
Kiara merentangkan tangan mana kala Kevin, putra satu satunya hasil pernikahannya dengan sang mantan suami menyambut kedatangannya dengan tawa renyahnya. Bocah berusia kurang lebih empat tahun itu tampak begitu bahagia saat melihat kedatangannya. Dengan penuh semangat, bocah tampan ini pun langsung menghambur kepelukan sang ibu.
"Bunda," pekik bocah tampan itu.
"Iya sayangku, astaga, aduh berat sekali anak bunda ini. Sudah besar rupanya," balas Kiara sembari mencium harum pipi gembul bocah tampan ini. Mereka pun berpelukan, lalu bergandengan tangan masuk ke dalam rumah.
"Hari ini Kevin pinter ga?" tanya Kiara pada putra semata wayangnya ini.
"Pinter, Bunda, makannya habis, Kevin rapikan mainan, Kevin sholat juga," jawab bocah tampan ini, penuh semangat.
"Aduh, pinter sekali tuan muda Bunda ini," puji Kiara sembari memeluk kembali tubuh gembul Kevin. Kebahagiaan yang Kiara rasakan saat memiliki Kevin memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bahkan jika ditanya dia menyesal atau tidak menikah dengan Jonathan, maka jawabannya adalah tidak. Sebab tanpa pernikahan itu, mungkin Kevin tidak akan hadir di tengah-tengah kehidupannya. Mungkin dia akan tetap sendiri sampai detik ini.
Di detik berikutnya, datang seorang wanita paruh baya membawakan segelas air untuknya. Wanita itu adalah Bi Biah, pengasuh sekaligus ART yang bekerjasama di rumah Kiara.
"Makasih banyak, Bi. Bi nanti kalo mau pulang, ambil separo buah anggur itu. Bawa pulang ya," ucap Kiara memberi tahu.
"Baik, Non, Terima kasih banyak. Oiya Non, besok Bibi agak terlambat ya, besok Bibi mau ambil bantuan di Kantor Pos," ucap Bi Biah, meminta izin.
"Oh boleh, Besok saya masuk siang kok, Bi. santai saja. Weh, bantuan ngalir terus ini. Kali ini dari partai mana, Bi?" tanya Kiara, basa-basi.
"Kali ini bukan dari partai, Non. Dari pengusaha kaya, kalo ga salah namanya... siapa ya? ahhhh namanya kayak artis itu lo, Non. Ah itu, Jonathan Himawan, yang punya hotel mewah itu lo Non. Yang pacarnya artis sinetron, Pesona istri ke dua, tau kan Non," ucap Bi Biah penuh semangat.
Sayangnya semangat Bi Biah justru malah membuat Kiara terdiam. Ia terdiam tanpa kata. Sumpah Demi apa, Kiara sama sekali tidak pernah mencari tahu kabar apapun tentang mantan suaminya. Tetapi kenapa selalu ada yang memberinya kabar tentang pria itu.
Bersambung...
ayo dong Thor bikin Jonathan menyesal atas kata²nya, jgn cuma ngomong Kiara jahat,, padahal dia yg sangat jahat