NovelToon NovelToon
Sweet After Divorce

Sweet After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:189.6k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Mereka pikir, bercerai adalah pilihan terbaik untuk mengakhiri pernikahan yang terasa jauh dan hambar tanpa rasa. Namun siapa menyangka, Jika setelah pahit perceraian justru terbitlah madunya pernikahan... rasa rindu yang berkepanjangan, kehilangan, rasa saling membutuhkan, dan manisnya cinta?

Sweet after divorce...manis setelah berpisah.

"Setelah berpisah, kamu jadi terlihat menawan dimataku."

"Setelah berpisah, kamu jadi manis terhadapku."

"Mau rujuk?"
.
.
.
Cover by Pinterest and Canva

Dear pembaca, bijaklah memilih bacaan. Jika hanya ingin mampir dan tidak berniat membaca sampai akhir, maka jangan berani membuka ya 🤗 kecuali kalau sudah tamat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Kesal

"Pak Ganes..." lirih mereka langsung bereaksi heboh. Mulai dari mengurungkan niatan menyuap, bergeser, mendadak haus, seret dan yapp! Mengangkat pan tat masing-masing.

"Lanjut saja, jangan terganggu dengan kedatangan saya." Jawab Ganesha masuk lebih dalam.

Oh yang benar saja! Kehadirannya saja sudah mengganggu, memberikan vibes berbeda yang membuat selera makan---yu dadah babay...sebab pak Yaris sudah memberikan tempat untuknya, Anye bersama tim ikut-ikutan menggeser posisi duduk demi memberikan ruang, persis di angkutan kota. Bahkan Maulana memilih untuk duduk bersila di lantai saja layaknya rumah makan lesehan.

"Makan siang, pak?" tawar pak Yaris.

/

Akhirnya Desti bisa meloloskan satu bungkus nasi Padang ke dalam lambungnya, meskipun makan di bawah pengawasan BMKG. Gerak salah dikit langsung hujan petir.

Desti dan yang lain sudah selesai dengan makan siangnya, sementara Anye....ia tak sanggup jika harus menghabiskan porsi miliknya, "ini punya aku setengah porsi kan Des? Kok berasa masih segunung gini ya?"

"Lah, ibu...ya iya setengah porsi. Masa sih banyak, nih dua wanita super ini aja lambungnya persis karet?! Seporsi tapi ludes." Tunjuk Maulana pada Desti dan Angel, dimana di atas kertas nasi mereka tak menyisakan sebutir pun nasi di atasnya.

"Porsi Bu Anye kan porsi batita, kaya yang ngga tau aja...Bu Anye lagi diet, ya Bu?" kikik Angel mendorong kacamata yang bertengger di pangkal hidungnya dengan punggung tangan.

"Itu diet apa ngga punya beras?" tembak Maulana lagi memancing tawa mereka selain Ganesha tentunya.

Ganesha masih melahap nasi bersama lauk miliknya, sebelum akhirnya melirik porsi milik Anye yang masih tersisa banyak dan berantakan, kemudian menatap wajah tak sanggup wanita itu. Sedikit sekali porsi makannya sekarang...padahal setau Ganesha, dulu porsi makan Anye cukup normal untuk ukuran manusia dewasa.

Yap! Ia akhirnya meminta Yahya membeli nasi Padang juga dan sukses membuat yang lain menunda makannya hanya demi menunggu nasi Ganesha sampai di depan empunya. Mereka masih trauma dengan kasus mie instan kemarin.

Hingga tak lama ponsel Anye berdering tepat disaat semuanya telah hening kembali.

Anye meraih dengan tangan yang bersih, mengangkat panggilannya sembari beranjak dari duduk dan membungkus kembali sisa nasi miliknya, "hallo mas?"

Mereka yang ada disana langsung terdiam saling menatap, termasuk Ganesha dengan alis berkedutnya.

"Lah, Bu Anye punya gebetan, Des?" kini bisik Angel menyerang Desti.

"Mana gue tau..." jawab gadis itu sambil, suhah-suhah...mulutnya kepedasan.

"Lah, Lo kan asistennya, Des..." ujar Maulana.

"Ya emangnya ranah pribadi Bu Anye---gue harus tau juga, ya?" Desti bahkan tak berani melirik Ganesha saat ini yang sedang khusyuk mengunyah, apakah daging rendang sealot itu ? Sampai-sampai rahangnya terlihat mengeras?

Bahkan beberapa kali, lelaki CEO itu kedapatan meneguk air minumnya sambil mere mas botolnya sedikit lebih kencang hingga terdengar seperti---kreteekkk...

Apalagi saat suara sayup Anye di belakang sana yang terdengar bercengkrama santai sambil terkikik kecil cukup jelas terdengar, membuat para manusia ini khusyuk menajamkan pendengaran.

Lagi kerja.

Belum....aduh sekarang ya?! Aku liat dulu jadwalku dulu deh, mas. Soalnya lagi sibuk-sibuknya...

Malam Minggu, ya? Hihihi...

Diapelin nih ceritanya?

Ekhem! Ganesha berdehem membuat tatapan Desti, Maulana, Angel, dan Yahya meliriknya horor. Desti segera beranjak begitupun Angel dan Maulana yang membubarkan diri. Mencium aroma-aroma bencana akan datang.

Yahya mendengus sambil mengangguk yakin, "lo bener pak, Anye sama lo udah punya kehidupan masing-masing sekarang....ucapan adalah do'a, dan do'a lo diijabah Tuhan." Senyum Yahya membuat wajah datar itu hanya diam tak memberikan reaksi lebih.

"Baiknya lo juga begitu. Hidup itu harus tetap berjalan, right?" Tambah Yahya mere mas bungkus nasi miliknya sekarang dan bersendawa kenyang, "Alhamdulillah."

"Ck. Saat ini saya lagi ngga butuh pendamping." Jawabnya benar-benar ketus, tak tau saja moodnya mendadak ambruk persis bangunan di tanah sengketa. Ia beranjak ke arah belakang untuk mencuci tangannya, sempat berpapasan dengan Anye yang kembali, ia menunjukan sikap skeptisnya. Unbelieveble, semudah dan secepat ini mantan istrinya itu move on darinya?

"Mau aku cuciin, bang?" tanya Anye menawarkan, ia menghentikan langkahnya sejenak menoleh ke arah punggung Ganesha. Namun, Ganesha justru melengos saja tak berhenti apalagi berbalik, "saya bisa sendiri."

"Oh oke." Anye mengernyit dengan reaksi dinginnya itu, tapi...ya sudahlah! Bukankah memang biasanya pun begitu?

~~

Tak lagi datang ke Kemang Regency selepas sesi shot selesai, Anye dan tim sudah memulai proses editing video di kantor Imaginary untuk bersiap melakukan pemasaran di sosial media.

Ia bertemu pak Yaris, dan mungkin selama project pemasaran sesuai kontrak yang tertera, Anye akan lebih sering bertemu dengan lelaki paruh baya ini untuk berdiskusi dan yeahhh....sebab mereka memang terkoneksi untuk pemasaran unit.

Seperti hari ini, Anye datang ke kantor untuk mengonfirmasi pada pihak Jilo corp tentang pemasaran unit yang akan mulai ia rilis.

Ayunan langkah santainya masuk ke dalam gedung Jilo corp, "mbak Maya," sapa Anye ke arah meja resepsionis.

"Bu Anye? Wahh...ibu apa kabar?" sapanya ramah, tau dan mengenal Anye sedikitnya membuat Maya tak lagi asing dengan sosok Anyelir.

Anye tersenyum, "baik. Saya mau ketemu pak Yaris..."

Maya tersenyum, "kirain mau ketemu pak Ganesha, hihihi...maaf Bu becanda, oh ya...project pemasaran regency baru dipegang ibu, ya?"

Bukan Anye, melainkan Desti yang juga sudah tertawa kecil.

Ia menepis udara dan berdecak.

"Eh tapi pak Ganesha lagi ada tamu kayanya Bu, tadi---" bahkan jempol Maya saja masih mengudara untuk memetakan informasi menunjuk ke arah lift, tapi belum selesai bicara---beberapa orang baru saja turun dan keluar dari lift membuat beberapa pasang mata yang kebetulan sekali mengarah kesana mengikuti petunjuk Maya melihat ke arahnya.

Sosok Ganesha dan Yahya tengah bersama seorang perempuan dengan celana sopan dan blouse biru yang juga hadir disana, tepatnya membersamai langkah mereka.

"Anye!" sapanya riang, membuat Ganesha dan Yahya ikut menoleh pada meja resepsionis.

Wajah sumringah Anye mendadak getir sekaligus dibuat tak percaya, begitu pun Desti yang---oh my...Bu, Bu...itu temen ibu yang namanya Afrika kan?

"Pak." Maya membungkuk kecil nan sopan ke arah Ganesha, wajah datar nan dingin itu hanya menatap saja Anye dan Desti disana, menatap malas nan singkat, "May, kalau ada tamu untuk pak Ganesha....bilang saja sedang makan siang." Itu Yahya yang berbicara, "Nye..Des..." sapa Yahya mengangguk kecil.

Tanpa bicara sepatah katapun, Ganesha kembali membuang pandangan dan berjalan dibarengi Afiqah, "Nye, duluan ya..." tampak sekali rona bahagia itu terpancar dari wajah Afiqah, sekaligus nervous sepertinya...seolah sedang bicara pada Anye --- Nye, gue mau jalan sama Ganesha nih, seneng banget!

Anye mengerjap kaku dan mengangguk, "ah iya."

Desti menatap wajah atasannya yang mendadak kaku itu, hingga akhirnya Maya memecah lamunan Anye, "Bu, pak Yaris sudah mengkonfirmasi kedatangan ibu, ibu ditunggu di ruangannya."

Ia segera menyudahi ketidakpercayaannya barusan, "oh iya, makasih mbak May..." jawabnya tersenyum kecut, ia menghela nafas cukup terkejut, nyatanya se-serius itu Afiqah mendekati Ganesha dan mantannya itu, haahhh! Sudahlah. Ia mendengus sumbang.

Desti tetap mengekor sesekali menyamai langkah Anye yang tanpa ia sadari cukup cepat, macam atlit sprint.

"Bu, ibu ngga apa-apa kan?" tanya Desti menyadari perubahan Anye.

Yang benar saja, Desti! Ia sudah memiliki keinginan makan beling! Anye mengangguk mantap, "baik. Memangnya saya kenapa?" giginya menggertak mendadak kesal seraya menarik kasar ujung blazer di badannya, menegaskan jika ia tidak pernah terpengaruh dengan apapun tentang Ganesha.

.

.

.

.

1
Tysa Nuarista
AQ sih udah nebak dari awal Klo pelakunya ibas. waktu ditolak Anye kn diasakit hati bngt kn sampai pulang gk pamitan....
Siska melisa Melisa
Ibas Yudhoyono 😱
Mamayayaica Acafayeq
Ibas? wah ternyata oh ternyata, tp kt blm tau ya, teteh ngegantung lg ini, aku kan jadi penasaran 😄
Kh2103💙
waaah....mas ibas pelakunya? eehmm..... gak nyangka bgt...🥹🥹🥹 dia kan keliatan baik bgt ya, sabar... gitu waktu anye nolak jg nerima" aja... ternyata dibalik muka baik dan ramah, menyimpan dendam yg begitu besar....tega kamu mas ibas...ckckck..
Eleanor
siap
Eleanor
🥰🥰❤️
Farani Masykur
lho diluar prediksi bmkg ya ibas kelihatannya coolman bgt nyatanya seba dji ngan itu sampe nyebar fitnah yg gak tanggung tanggung yg imbasnya ngenapd seluruh kryawan imaginary
Denok 82
Ibas kah...
Bunda Idza
sebegitu ngebet dia sama Anye sampai pke cara begitu???
Ita Rcwt
masa sih ibas begitu,ga nyangka dibalik wajah kalemnya bisa berbuat seperti itu, gara2 di tolak anye
Bunda Idza
eh si Ibas????
Eleanor
bang ganesh anaknya icot 😂
Tysa Nuarista
kapok ngak kamu nesh ditinggal ngumpet dulu wkwkwkwkkk.... biar kelimpungan dulu lah... biar tau rasa
little boyy
gmn kl kita ikat d pohon mangga yg ada semut nya biar kapok si ibas 😤😤😤
Trituwani
bagaskara kah??😯
diam diam menenggelamkan ternyata
Kh2103💙
Aku setuju sm momy ica...ganesh hrs dikasih pelajaran dulu....enak aja mau ketemu anye dgn mudahnya, setelah menyakitinya bertubi"....
Eleanor
dari awal niatnya udh ga bener ni bang ganesh
Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o
plot twist dooong ternyata... ibas pelaku nyaa🤭😁😁😁... setelah kmrnan su'udzon ama neng afikah.., 🤭😄
Tuty Ismail
😭😭😭😭😭😭😭😭🤲
Miko Celsy exs mika saja
byk yg iri sm km nye,km pinter,cantik,pnya pendirian dan sukses,mknya byk yg iri ingin sprtimu🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!