NovelToon NovelToon
JANJI CINTA SELAMANYA

JANJI CINTA SELAMANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Beda Dunia / Teen Angst / Romansa / Slice of Life / Konflik etika
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Vanya adalah putri kesayangan Hendra, seorang pria kaya yang memuja status sosial dan kasta di atas segalanya. Hidup Vanya terjepit dalam aturan emas ayahnya yang kaku, hingga sebuah tabrakan di pasar mengubah dunianya selamanya.

Arlan adalah pemuda liar, mandiri, dan hanya berbakti pada ibunya, Sujati. Sebagai seorang peternak dan penjual susu, Arlan dianggap "sampah" oleh Hendra. Namun, Arlan tidak pernah menundukkan kepala. Ia justru menantang dunia Vanya yang palsu dengan kejujuran dan cinta yang membara.

Saat cinta mulai tumbuh di antara perbedaan kasta, Hendra menyiapkan rencana keji untuk memisahkan mereka. Perpisahan tragis, pengorbanan nyawa, hingga munculnya Rayhan, seorang tentara gagah yang menjadi bagian dari cinta segitiga yang menyakitkan, akan menguji janji mereka.

Ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah tentang janji yang ditulis dengan air mata. Apakah Arlan dan Vanya bisa memenuhi Janji Cinta Selamanya mereka di tengah badai kasta dan rahasia masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: DEBU DI ATAS BUKIT SIMLA

BAB 35: DEBU DI ATAS BUKIT SIMLA

Udara dingin Simla menyambut kedatangan Arlan dan Ibu Sujati dengan pelukan kabut yang tebal, seolah-olah pegunungan itu sedang berusaha menutupi luka-luka masa lalu yang terkubur di bawah tanahnya. Setelah perjalanan panjang yang melelahkan dari Delhi, mobil jip yang membawa mereka akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besi tua yang sudah berkarat. Ini adalah pintu masuk menuju perkebunan keluarga yang selama puluhan tahun dikuasai secara zalim oleh Hendra.

Arlan turun dari mobil, menghirup aroma pinus dan tanah basah yang sangat akrab di indranya. Setiap sudut tempat ini membangkitkan kenangan. Di sana, di bawah pohon ek besar itu, dia dulu sering membacakan puisi untuk Vanya. Di jalan setapak itu, dia dulu berlari dengan penuh tawa sebelum dunianya dihancurkan oleh balok kayu dan pengkhianatan.

"Arlan, apakah kau yakin kita siap untuk ini?" tanya Ibu Sujati dengan suara bergetar. Dia menatap rumah besar di puncak bukit yang tampak suram dan tidak terawat. Bagi Sujati, rumah itu bukan sekadar bangunan, tapi simbol penjara bagi jiwanya selama bertahun-tahun.

"Kita tidak hanya siap, Bu. Kita berhak," jawab Arlan tegas. "Rumah ini sudah terlalu lama dihuni oleh kegelapan. Sekarang saatnya kita membawa kembali cahaya ke dalamnya."

Saat mereka melangkah masuk, Arlan menyadari bahwa Hendra tidak meninggalkan tempat ini begitu saja. Meskipun Hendra berada di balik jeruji besi di Delhi, pengaruhnya masih terasa seperti racun yang mengendap. Para pekerja perkebunan yang dulu tunduk pada Hendra menatap Arlan dengan pandangan penuh kecurigaan dan ketakutan. Mereka telah dicuci otak selama bertahun-tahun untuk percaya bahwa Arlan adalah orang asing yang ingin merebut mata pencaharian mereka.

Arlan tidak mempedulikan tatapan itu. Dia langsung menuju kantor utama perkebunan. Namun, saat dia membuka pintu kayu yang berat itu, dia menemukan ruangan tersebut telah diacak-acak. Berkas-berkas berserakan, dan lemari besi dalam keadaan terbuka paksa. Tampaknya, orang-orang suruhan Hendra telah membersihkan dokumen-dokumen penting sebelum Arlan tiba.

Namun, ada satu hal yang menarik perhatian Arlan. Di tengah meja kerja yang kosong, terletak sebuah kotak kecil berbahan beludru hitam. Arlan membukanya dengan hati-hati. Di dalamnya terdapat sebuah cincin perak tua dengan ukiran bunga melati—cincin yang dulu pernah ia berikan kepada Vanya di Simla, yang kemudian dirampas oleh Hendra saat malam pengeroyokan itu.

Di bawah cincin itu, ada secarik kertas dengan tulisan tangan yang kasar:

“Kau boleh memiliki tanah ini, Arlan. Tapi kau tidak akan pernah memiliki apa yang ada di dalamnya. Rahasia terakhir keluarga Vashishth tertanam lebih dalam dari yang kau duga.”

Arlan meremas kertas itu. Dia tahu Hendra masih memiliki satu kartu as yang belum dimainkan. Hendra bukan tipe orang yang menyerah tanpa meninggalkan jebakan yang mematikan.

Sementara itu, di Delhi, kehidupan Rayhan dan Vanya mulai memasuki fase yang baru. Rayhan telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari dinas aktif militer sementara waktu. Skandal ibunya telah membuatnya merasa tidak pantas memimpin pasukan, meskipun atasan-atasannya bersikeras menahannya karena integritasnya yang luar biasa.

Vanya setia mendampingi Rayhan, namun hatinya tetap merasa cemas. Dia tahu bahwa kembalinya Arlan ke Simla bukan tanpa risiko. Dia mengenal ayahnya lebih baik dari siapa pun; Hendra adalah pria yang akan menghancurkan segalanya jika dia tidak bisa memilikinya.

"Rayhan, aku punya firasat buruk tentang Simla," ucap Vanya saat mereka duduk di beranda rumah Delhi yang kini terasa terlalu luas bagi mereka berdua. "Ayahku memiliki bunker rahasia di bawah perkebunan itu. Dia selalu bilang bahwa jika suatu saat dia kalah, dia akan memastikan tidak ada yang bisa menang."

Rayhan menatap istrinya dengan serius. "Bunker? Untuk apa? Senjata? Uang?"

"Lebih buruk dari itu," jawab Vanya pelan. "Ayahku menyimpan bukti-bukti keterlibatan pejabat-pejabat tinggi dalam perdagangan ilegal di perbatasan. Jika Arlan menemukan bukti-bukti itu tanpa perlindungan yang cukup, nyawanya akan berada dalam bahaya besar. Orang-orang yang terlibat tidak akan segan-segan melenyapkan Arlan untuk menutupi jejak mereka."

Rayhan segera berdiri, meraih mantelnya. "Kenapa kau baru mengatakannya sekarang, Vanya?"

"Aku baru mengingatnya setelah melihat peta lama Simla di perpustakaanmu kemarin," Vanya menangis. "Rayhan, kita harus memperingatkan Arlan. Dia sedang berjalan menuju sarang ular."

Kembali di Simla, malam telah jatuh. Arlan sedang memeriksa gudang penyimpanan alat-alat pertanian ketika dia mendengar suara detak yang aneh dari balik dinding beton. Detaknya sangat teratur, seperti detak jantung mekanis.

Arlan mengambil sebuah palu besar dan mulai menghantam bagian dinding yang terdengar kopong. Setelah beberapa pukulan keras, dinding itu runtuh, mengungkapkan sebuah lorong sempit yang menuju ke bawah tanah. Aroma udara lembap dan bau bahan kimia menyengat hidung Arlan.

Dia menyalakan senter dan mulai menuruni tangga beton yang curam. Di bawah sana, dia menemukan sebuah ruangan yang dilengkapi dengan peralatan canggih. Bukan gudang harta, melainkan laboratorium kecil dan tumpukan peti kayu yang disegel dengan lambang militer yang sudah kedaluwarsa.

Saat Arlan mendekati salah satu peti, lampu ruangan tiba-tiba menyala otomatis. Di sudut ruangan, sebuah layar monitor besar menyala, menampilkan rekaman video Hendra yang tampaknya sudah disiapkan sebelumnya.

"Halo, Arlan," suara Hendra di video itu terdengar mengejek. "Jika kau melihat ini, berarti kau sudah cukup pintar untuk menemukan ruang rahasiaku. Kau ingin keadilan, bukan? Di dalam peti-peti ini ada bahan kimia berbahaya yang diselundupkan dari perbatasan utara dua puluh tahun lalu. Bahan yang seharusnya dimusnahkan oleh ayahmu, Jenderal Vashishth, tapi dia justru menyimpannya karena tekanan dari atasan-atasannya. Ayahmu bukan pahlawan, Arlan. Dia adalah seorang konspirator. Dan sekarang, kau berdiri di atas bom waktu. Jika kau membuka rahasia ini, kau akan menghancurkan nama baik ayahmu selamanya. Tapi jika kau diam, kau akan hidup dalam kebohongan yang sama dengan Suman."

Arlan mematung. Tubuhnya gemetar. Inilah jebakan psikologis Hendra yang sesungguhnya. Hendra tidak ingin membunuh fisik Arlan, dia ingin membunuh jiwa dan keyakinan Arlan terhadap ayahnya sendiri.

Tiba-tiba, suara langkah kaki terdengar dari atas lorong. Arlan memadamkan senternya, bersiap untuk bertarung. Dia mengira itu adalah orang suruhan Hendra, namun dia terkejut saat melihat sosok yang muncul dari kegelapan lorong.

"Arlan! Jangan sentuh apa pun!" teriak Rayhan yang baru saja tiba bersama Vanya.

Arlan menoleh, napasnya memburu. "Rayhan? Bagaimana kau bisa tahu?"

"Vanya memberitahuku," jawab Rayhan sambil terengah-engah. Dia melihat ke arah peti-peti itu dan layar monitor yang masih menyala. Rayhan membaca situasi dengan cepat sebagai seorang perwira. "Arlan, ini jebakan tingkat tinggi. Bahan-bahan di sini tidak stabil. Hendra ingin kita semua mati di sini agar rahasia ini terkubur selamanya."

Vanya berlari mendekati Arlan, memegang lengannya. "Arlan, kita harus pergi! Ayahku sudah memasang penghitung waktu di gedung ini. Dia tidak akan membiarkanmu memiliki Simla dalam keadaan utuh!"

Tepat saat Vanya bicara, sebuah alarm nyaring mulai berbunyi di seluruh area bawah tanah. Lampu merah berkedip-kedip, menandakan proses pembersihan diri atau penghancuran otomatis telah dimulai.

"Kita hanya punya lima menit!" teriak Rayhan. "Arlan, ambil dokumen-dokumen penting itu, kita harus keluar sekarang!"

Arlan menatap peti-peti itu. Dia tahu bahwa di dalam sana tersimpan kebenaran yang pahit tentang ayahnya. Jika dia meninggalkannya, nama ayahnya akan tetap bersih, tapi dunia akan tetap dalam bahaya. Jika dia membawanya, dia akan menghancurkan martabat keluarganya sendiri.

Dalam detik-detik yang menentukan itu, Arlan mengambil sebuah keputusan besar. Dia meraih sebuah tas hitam berisi dokumen asli di atas meja, lalu menarik tangan Vanya dan Rayhan.

"Lupakan hartanya! Selamatkan nyawa kalian!" perintah Arlan.

Mereka berlari menaiki tangga lorong tepat saat ledakan kecil mulai terjadi di ruang bawah tanah. Debu dan asap mengepul di belakang mereka. Saat mereka berhasil keluar dari gudang dan berlari menuju halaman terbuka, sebuah ledakan besar mengguncang bukit Simla. Gudang itu runtuh, menimbun semua rahasia gelap Hendra di bawah berton-ton tanah dan beton.

1
falea sezi
moga arlan dpet cewek lah males liat vanya yg plin plan abis ne arlan dpet jodoh lu pasti cmburu vanya
falea sezi
moga cpet dpet jodoh wanita g toxic kayak. vanya ya
falea sezi
bkin lah arkan pergi jauh males liat muka vanya q ngapain nikah ma Reyhan gatel amat
falea sezi
mending bawa pergi jauh deh arlan
falea sezi
ksian bgt arlan knp semua novel mu isinya sedih teros kapan bahagia nya q baca semua nya tp isinya menderita trs jd g mood baca pdhl mau ksih hadiah jd males
falea sezi
menyimakkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!