NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Action / Komedi
Popularitas:510
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan seorang agen kocak tapi cool

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi sukses tanpa korban

Di tempat lain, di dalam rumah.

Terlihat orang-orang sudah standby di posisinya masing-masing untuk menyambut jika kelompok Wawan masuk ke dalam rumah.

Suasana kala itu menjadi sangat tegang.

Dan ketegangan itu menimbulkan suasana sunyi dan hening.

Namun keheningan itu hancur ketika seorang pemuda tiba-tiba saja turun dari lantai atas sambil marah-marah.

"Kurang ajar!!"

"Siapa yang berani-beraninya menyerang rumahku ini!?" Ia membawa-bawa senjata berjenis shotgun panjang.

Dari gelagatnya, ia sepertinya sudah tidak sabar lagi ingin menembak seseorang.

"Tuan! Di sini berbahaya, sebaiknya anda naik ke atas dan serahkan masalah di sini pada kami!" Kata orang yang ikut turun dengan orang yang teriak-teriak itu.

Dan orang yang teriak-teriak itu tidak lain adalah Mukidi, target penangkapan Wawan malam ini.

"Diam!!"

"Aku mau menembak kepala orang-orang itu dengan tanganku sendiri jadi jangan hentikan aku!" Awalnya ia terlihat meyakinkan.

Ia memiliki watak berani, arogan dan kejam untuk sesaat.

Namun sesaat kemudian, semua itu tiba-tiba saja hilang tanpa jenjang karena sebuah peluru yang melesat melewatinya.

Whoosss!!

Mukidi seketika pucat karena syok dan tidak bisa berkata-kata apa-apa untuk beberapa saat.

"Um... Setelah ku pikir-pikir... Mungkin sebaiknya aku tidak di perlukan di sini!" Mukidi langsung balik badan dan lari kocar-kacir.

Ia bahkan melemparkan senjatanya begitu saja hingga pelatuknya tertekan secara tidak sengaja dan membuat peluru yang ada di dalam senjata keluar.

Dorr!!

Suara itu tentu saja membuat semua orang terkejut hingga perhatian mereka semua teralihkan ke arah datangnya suara.

Jelas, itu adalah tindakan yang sangat ceroboh.

Karena ketika itu juga pihak Wawan langsung melemparkan beberapa granat ke dalam rumah.

Sekaligus juga menembaki beberapa orang hingga tumbang.

Duarr!!

Beberapa granat yang di lempar langsung meledak dan membuat beberapa orang lagi tumbang.

"Gawat!!"

"Tahan mereka!! Jangan sampai menerobos pertahanan!!" Teriak kepala keamanan rumah pada anak buahnya.

Di saat bersamaan, kelompok Wawan masuk dan mengambil alih beberapa tempat persembunyian dan mulai membalas tembakan dari sana.

Suara letusan peluru, suara selongsong peluru yang jatuh dan suara teriakan terdengar jelas dan membuat merinding.

Wawan makin panik dan cemas saja dalam hatinya.

Namun berbanding terbalik dengan wajahnya.

Ekspresi wajah Wawan malah terlihat seperti orang yang sangat fokus dan sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini.

Wawan terlihat cukup keren meksipun skillnya tidak begitu keren karena selalu meleset.

Ketika baku tembak masih berlangsung.

Agen Rambut Panjang tiba-tiba saja bergerak dari posisinya dan mencari jalan memutar dan akhirnya ia sampai di belakang para musuh.

Dari sana ia menembaki semua musuh dan hal tersebut tentu saja membuat semua musuh panik.

Karena panik jadi fokus mereka berantakan hingga mereka bisa di kalahkan dengan mudah oleh pihak Wawan.

Semua orang yang sudah menyerah langsung di kumpulkan di tengah-tengah ruangan dengan persenjataan yang sudah di lucuti.

"Katakan dimana bos kalian!?" Tanya agen Kepala Botak dengan sorot mata yang mengintimidasi.

"Di... Di lantai atas!" Kata orang yang di tanyai.

Karena semuanya sudah seperti ini jadi tidak ada gunanya berusaha merahasiakan keberadaan majikan mereka.

Karena pada akhirnya akan ketemu juga.

Jadi daripada nanti mereka harus mendapatkan salam olahraga dari agen Kepala Botak, mereka lebih memilih jalan yang lebih mudah.

Yaitu terus terang dan memberitahukan keberadaan bos mereka.

Segera setelah itu Wawan dan satu agen lainnya naik ke atas karena pada saat itu mereka menganggap kalau situasi sudah aman.

Semua musuh di anggap telah tertangkap kecuali pimpinan mereka.

Jadi agen-agen senior beranggapan kalau Wawan dan satu agen amatir saja sudah cukup.

Keduanya naik dengan penuh kehati-hatian.

Lorong lumayan panjang mereka telusur dan setiap ruangan mereka periksa guna mencari keberadaan si Pimpinan.

"Pak! Tinggal satu pintu tersisa!"

"Ada tidaknya orang yang kita cari semuanya akan terjawab setelah kita membuka pintu terakhir ini!" Kata agen amatir itu pada Wawan.

Wawan tak berkata apa-apa selain hanya mengangguk.

Dengan hati-hati mereka membuat pintu.

Kemudian mereka masuk ke dalam, namun...

Di dalam sana tidak ada siapa-siapa.

"Loh?... Apa orang itu melompat keluar dari jendela, ya!?" Kata agen amatir itu sambil melirik ke arah jendela.

Wawan juga merasa aneh dan bingung.

Ia ingin berpikiran yang sama seperti agen amatir itu tapi...

Tidak ada satupun jendela yang terbuka, jadi tidak mungkin orang itu telah kabur lewat jendela.

Belum selesai berpikir, Wawan di kejutkan oleh sebuah suara yang terdengar sangat keras.

Brakkk!!

Wawan terbelalak seketika.

Tapi Wawan tidak sedikit menoleh atau diam terlalu lama di tempatnya berdiri.

Wawan refleks melompat ke arah agen amatir tadi hingga keduanya jatuh ke lantai tepat ketika suara tembakan terdengar.

Dorr!!

Tembakan barusan di lancarkan oleh pimpinan tempat ini yaitu Mukidi yang ternyata bersembunyi di lemari.

Ia tadi keluar dan langsung menembak ke arah Wawan dan agen amatir.

Tapi serangannya meleset karena Wawan lebih dulu melompat dan menjatuhkan dirinya ke lantai bersama agen amatir tadi.

"Sialan!!" Umpat Mukidi sambil mengarahkan senjatanya ke arah Wawan dan agen amatir tadi.

Namun pada saat bersamaan, Wawan dan agen amatir itu telah berlindung ke balik sofa yang sangat tebal.

Dorr!

Dorr!

"Keluar kalian berdua!!" Teriaknya sambil terus menembak tanpa henti.

Hingga akhirnya...

Peluru yang ia miliki habis tanpa satupun yang mengenai Wawan atau agen amatir tadi.

Sadar kalau peluru lawan telah habis, Wawan segera bangun dan mengarah senjatanya pada Mukidi.

"Jangan bergerak!!" Kata Wawan dengan nada mengancam.

"Cihh!" Namun Mukidi tak mendengarkan perkataan dan malah melarikan diri keluar ruangan.

Hal tersebut tak memberikan Wawan pilihan lain selain mengejar kemudian menembak kaki Mukidi agar ia tidak bisa lari lagi.

Dor!!

"Argh!!" Mukidi terjatuh dan berguling-guling karena ia tadi berlari sangat cepat.

Wawan dan agen amatir tadi segera meringkus Mukidi sebelum akhirnya ia di gotong ke bawah untuk di kumpulkan bersama Antek-anteknya.

"Pak! Misi telah selesai!" Kata Wawan pada pimpinan dari operasi ini yaitu agan Penembak Jitu.

"Kerja bagus semuanya!..."

"Ngomong-ngomong apa ada yang terluka!?" Semua orang serentak memeriksa keadaan mereka.

Ada beberapa luka tapi itu cuma goresan.

"Sepertinya tidak ada... Baguslah karena semuanya selamat!" Agen Penembak Jitu tersenyum puas karena tidak ada korban di pihak mereka.

Setelah itu, semua orang yang tadi telah di ringkus di bawa ke markas Wawan.

Tentu saja tidak semua karena tidak muat.

Hanya orang-orang yang di anggap perlu saja yang di bawa untuk di pertemukan dengan komandan yang akan memutuskan akan di kirim ke penjara mana orang ini atau akan di beri hukuman macam apa.

Ngomong-ngomong. Tidak semua agen ikut pulang ke markas.

Ada beberapa agen yang tinggal di dalam rumah untuk mengamankan rumah ini dan untuk memeriksa lebih lanjut.

Salah satu yang tinggal di rumah adalah Wawan.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!