Naomi Allura Karina seorang mahasiswi jurusan manajemen yang sering disapa Karina itu meninggal karena ingin menyelamatkan anak kecil yang akan tertabrak mobil.
Bukannya pergi tenang ke surga tapi Karina justru masuk ke dunia novel dan terbangun sebagai Aurora Evangeline Elowen nona keluarga Duke Elowen.
Sialnya lagi dia terkenal sebagai nona yang sangat menggilai putra mahkota yang merupakan calon tunangannya. Dimana dia nanti akan mati ditangan tunangannya sendiri karena dituduh meracuni adiknya.
Karina bertekad untuk menjauhkan diri dari sang malaikat mautnya bagaimanapun caranya dan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya.
Adelardo Aldric Luca Griffin sang putra mahkota yang berhati dingin dan kejam itu sangat tidak menyukai Aurora karena sikapnya yang selalu menjadi benalu baginya, tetapi suatu hari sang calon tunangannya itu tiba-tiba berubah menjadi membencinya.
Apakah Aurora yang merupakan Karina berhasil menjalankan rencananya dan mendapatkan kebahagiaan???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardatus Sholeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
siapa Aurora?
Karina berlari sambil membawa buku tadi di tangannya untuk mengejar bus yang sudah tiba di halte kampusnya
Setelah masuk dan duduk di kursi dekat jendela tempat favoritnya dia mulai memejamkan mata dengan mendengarkan musik, berusaha beristirahat sejenak sebelum sampai di restoran milik kak Candra karena tenaganya lumayan terkuras hari ini.
Sekitar 30 menit di dalam bus itu akhirnya Karina tiba di restoran milik kak Candra juga, setelah membayar dia bergegas masuk dan bersiap siap untuk mulai bekerja.
Salah satu karyawan di restoran yang bernama Rangga mendekati Karina "Rin tumben jam segini baru sampe kamu bisanya dari jam setengah 5 aja kamu udah datang ke resto??" Tanya Rangga pada Karin
Karina menoleh dan meringis kecil kemudian menjawab"iya kak ini tadi gue ngerjain tugas dulu soalnya deadline nya besok, bisa berabe kalo gue belum ngerjain mana dosennya killer pula, mau ngerjain pulang kerja pasti nanti udah capek juga kak"
Rangga menganguk kan kepalanya "Lagi sibuk banget ya rin? Kasian banget adek gue nih pasti capek ya rin" tanya Rangga dengan prihatin pada Karin
Karina tertawa" enggak kok kak rangga lagian namanya mahasiswa pasti ya sibuk kan, lagian disini banyak kakak gue yang pasti bisa bantuin gue ya kan ???" Tanya Karin sambil menaik turunkan alisnya menggoda Rangga
Rangga pun tertawa" iya deh yang kesayangannya orang sini jelas banyak yang bantu, tapi rin lo jaga kesehatan juga loh ya! Gue ke belakang dulu soalnya banyak pesanan" ucap Rangga sambil menepuk kepala Karin.
Karin pun mengganguk "iya kak makasih, gue juga mau ke depan bantuin kayaknya rame banget soalnya, dah kak" ujar Karina sambil berlari ke depan resto untuk membantu temannya yang lain, Rangga pun berjalan ke arah dapur.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam yang artinya resto sudah tutup dan Karina pun bersiap untuk pulang ke kost nya, tubuhnya sudah lelah ingin segera rebahan dan bergelung pada kasurnya.
"Kakak kakak semuanya Karina pulang dulu ya udah ngantuk banget nih soalnya" pamit Karin pada semua karyawan restoran itu, kebetulan kak Chandra sedang di luar kota jadi mereka tidak berkumpul seperti biasa setelah kerja untuk berbincang bincang.
Rangga menjawab "iya Rin hati hati ya, naik ojek online aja jangan bus!" Peringatnya pada Karin dan melambaikan tangannya
Karina mengangguk dan berjalan menuju jalan raya untuk menunggu ojek online pesanannya datang, kurang lebih 5 menit ojek online itu datang Karin pun segera naik setelah mengkonfirmasi bahwa pesanan nya benar.
20 menit dibutuhkan untuk sampai pada tempat kost nya, Karina pun turun dan mengucapkan terimakasih pada ojek online tersebut lalu bersiap untuk berjalan menuju kost nya dengan buku yang masih dia bawa.
Namun matanya tidak sengaja melihat ada anak kecil berlari ke tengah jalan raya dan Karin melihat ada sebuah mobil berwarna hitam melaju dengan cepat ke arah anak kecil itu,
Karin pun menjatuhkan bukunya dan segera berlari untuk menyelamatkan anak kecil itu setelah sampai dia segera menariknya ke pinggir jalan agar selamat.
Namun sayang mobil itu sudah berada didepannya sekarang Karina tidak sempat menyelamatkan diri akhirnya tertabrak mobil itu, Karina hanya merasakan tubuhnya terbentur dengan keras lalu melayang dan jatuh.
Karina merasakan sakit yang teramat padanya bahkan bernafas pun sangat susah, darah Karin menggenangi jalan itu orang orang pun mulai berkumpul untuk menyelamatkan Karin.
Karina memejamkan matanya dalam hati dia berkata" apakah ini saatnya aku pergi? Mama papa aku datang, aku merindukan kalian" setidaknya dia pergi setelah melakukan kebaikan tenangnya dalam hati.
Didalam gelapnya itu Karina melihat cahaya putih mendekat padanya lalu menyinarinya, hanya itu yang dia tau setelahnya kegelapan merenggut dirinya sepenuhnya.
...****************...
Karina membuka matanya dan menghirup udara dengan rakusnya, matanya berkeliling melihat dia di mana sekarang ini dengan tatapan binggung nya,
Dia bangun dan menatap sekelilingnya.
Tunggu dimana dia sekarang ini bukankah dia meninggal karena tertabrak mobil setelah menyelamatkan anak kecil itu?, Kenapa dia bisa berada di sini ini jelas bukan surga kan? Karena diruangan ini ada perabotan mewah dengan gaya klasik.
Tiba tiba pintu kamar terbuka dan menampilkan seseorang masuk dengan seragam berwarna hitam putih dengan apron di depannya, seseorang itu melotot lalu berteriak nyaring" Nyonya duchess!!! Nona Aurora sudah sadar !!!!" Teriaknya sambil berlari keluar lagi.
Lalu suara kaki berlarian terdengar mendekati kamar yang Karina tempati, seseorang wanita cantik dengan gaun yang indah datang lalu masuk dan memeluk Karina dengan eratnya "Putriku kamu sudah bangun sayang, apa ada yang sakit atau kamu rasakan beritahu ibu sayang??" Ucap wanita itu dengan menangis haru.
Karina yang masih binggung pun membuka suara untuk bertanya" maafkan aku tapi ini sebenarnya ada di mana dan siapa kalian ini? Kenapa aku bisa berada di sini apa kalian sedang melakukan syuting film kolosal???" Tanya Karin dengan raut binggung nya.
Duchess Mirabella Elowen pun menutup mulutnya dengan raut wajah terkejut dan menatap pelayan pribadi putrinya" Apa yang terjadi pada putriku lily? Kenapa dia tidak mengingat kita??" Tanya duchess terkejut lalu menatap Karin kembali " sayang kamu tidak mengingat ibu?? Ini ibu sayang ibu kamu Aurora!!" Tanyanya bergetar.
Karina pun semakin bingung, bagaimana bisa ibunya bahkan sudah meninggal lama dia pun menjawab" aku benar benar tidak mengerti! Sebenarnya aku sedang dimana dan siapa kalian ini aku tidak mengenali kalian semua!" Tanya karina dengan frustasi.
Duchess Mira pun semakin tertegun lalu segera memerintahkan pelayannya untuk memanggil Duke Elowen" Lily cepat panggil suamiku dan tabib!! Cepat Lily!!!" Seru duchess Mira dengan panik.
Karina yang mencoba untuk memahami keadaan ini dikejutkan dengan kedatangan seseorang pria bertubuh tinggi lalu di susul oleh pria tua dengan membawa tas di tangannya.
Duchess mira pun segera memeluk suaminya itu lalu berkata" suamiku Aurora dia tidak mengingat kita bagaimana bisa itu terjadi???" Katanya sambil menangis.
Duke Aaron pun membalas pelukan istrinya lalu menjawab " kamu tenang dulu istriku biar tabib yang memeriksa Aurora dulu ya, tabib segera periksa putriku" ucapnya sembari menenangkan duchess.
Lelaki tua itu kemudian mendekati Aurora dan memeriksa sembari menanyakan keadaannya" nona Aurora apakah anda mengenali kedua orang itu?" Tanyanya sambil menunjuk Duke dan duchess.
Karina yang ditanya pun hanya menggeleng kan kepalanya tanda tidak tahu.
Lalu tabib kembali bertanya padanya" lalu apakah nona tahu nama nona sendiri?" Dan kembali Karina menggelengkan kepalanya dan berucap
"Aku tidak mengerti sebenarnya kalian siapa sih? Dan siapa yang kalian panggil Aurora namaku adalah Naomi Allura Karina bukan Aurora!!" Tegas Karina