NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Beberapa ibu-ibu tampak saling berbisik. Sebagian dari mereka ternyata sejak awal sudah mendengar percakapan panas di dalam rumah. Mereka melihat Kirana mengeluarkan rekening koran. Mendengar soal uang puluhan juta yang habis. Mendengar nama Kinanti disebut sebagai selingkuhan.

Berita itu menyebar cepat di lingkungan tempat tinggal Pak Darma. Lebih cepat dari api yang menjalar di musim kemarau.

“Pantas saja selama ini Kinanti hidup mewah,” bisik seorang ibu.

“Ternyata uang suami adiknya,” sahut yang lain.

“Ini yang sering sidebut ipar adalah maut,” celetuk seseorang dengan nada sinis.

Label pun tercipta. Tanpa pengadilan. Tanpa pembelaan. Kinanti dicap pelakor kejam. Perempuan yang merusak rumah tangga adiknya sendiri.

Perlakuan Bu Maya yang berbeda antara Kirana dan Kinanti kembali dibicarakan. Banyak yang sudah lama menyadarinya, hanya saja memilih diam.

“Dari dulu Kinanti memang diratukan sama Bu Maya dan Pak Darma,” ujar seorang tetangga.

“Katanya dia anak pembawa keberuntungan. Makanya harus dijaga baik-baik dan dibuat senang,” kata salah seorang wanita tua yang tinggal di samping rumah Pak Darma.

“Iya. Sementara, Kirana selalu disuruh mengalah,” timpal yang lain.

“Pola asuhnya salah. Terlalu dimanja.”

Di dalam rumah, keributan akhirnya mereda. Bu Ratih ditahan oleh kerabatnya. Rembulan melepaskan jambakannya dengan napas tersengal. Kinanti terduduk lemas di lantai, tubuhnya gemetar, dadanya naik turun tak beraturan.

Bu Maya memeluk putri sulungnya itu erat-erat. Tangisnya pecah. “Kenapa kamu melakukan ini kepada Kinanti?” tanyanya lirih, antara marah dan tak percaya.

Kinanti menatap ibunya dengan mata merah. Untuk sesaat, tidak ada kepolosan. Yang tersisa hanyalah dendam dan kebencian.

“Aku juga ingin bahagia,” ucap Kinanti parau. “Apa salahnya aku memperjuangkan perasaanku?”

Ucapan itu kembali memancing bisik-bisik sinis dari para tetangga. Banyak yang menggelengkan kepala dengan kelakuan Kinanti.

“Kebahagiaan di atas penderitaan orang lain,” gumam seseorang.

Hari itu menjadi mimpi buruk bagi Kinanti. Tidak hanya di lingkungan rumah Pak Darma, tetapi ke desa sebelah di mana dia tinggal. Bahkan keluarga mendiang Dipta pun ikut menghujat perbuatannya itu.

Kinanti ngamuk karena nama baiknya tercoreng. Ia merasa seolah seluruh dunia bersekongkol menjatuhkannya dalam semalam. Berita tentang dirinya kini diberi label sebagai pelakor, kini melekat seperti duri di daging.

Berita menjalar cepat, tak terbendung, tak memberi ruang bagi penjelasan. Ia disebut pelakor keluarga adiknya sendiri. Sebuah cap yang tak hanya menyakiti, tetapi merenggut sisa harga diri yang masih ia genggam dengan rapuh.

Pagi itu, saat Kinanti melangkah masuk ke kantor, udara terasa berbeda. Lebih berat. Lebih dingin. Langkahnya terhenti sesaat di depan pintu kaca. Pantulan wajahnya tampak pucat, mata sembap meski sudah disamarkan riasan tebal. Ia menarik napas panjang, berusaha menegakkan bahu, lalu melangkah masuk.

Tatapan-tatapan itu langsung menyambutnya.

Bukan tatapan ramah yang biasa ia terima. Bukan senyum-senyum kecil atau sapaan hangat. Yang ada hanyalah pandangan setengah menilai, setengah menghakimi. Beberapa orang berbisik sambil melirik. Ada yang pura-pura sibuk, ada pula yang sengaja berhenti bicara saat ia lewat.

“Oh, ini yang viral itu, ya?” suara itu terdengar jelas, sengaja dikeraskan.

Kinanti menoleh. Seorang rekan kerja perempuan berdiri di dekat pantry, tangan menyeduh kopi, bibirnya menyunggingkan senyum miring.

“Yang rebut suami adiknya sendiri?” sahut yang lain, tertawa kecil tanpa rasa bersalah.

Dada Kinanti terasa seperti diremas. Napasnya tercekat. Ia melangkah cepat menuju mejanya, menunduk, berpura-pura tak mendengar. Namun, kata-kata itu seperti paku ditancapkan satu per satu ke dalam kepalanya. Nama baiknya runtuh dalam semalam.

Di mejanya, layar komputer menyala. Email masuk berderet. Notifikasi grup kantor berdenting. Ia membuka satu pesan, lalu menutupnya lagi. Jari-jarinya gemetar. Tangannya dingin. Keringat dingin merembes di punggung.

“Kinanti,” sebuah suara memanggil dari belakang.

Kinanti menoleh. Riri, rekan kerjanya yang sering makan siang bersamanya berdiri dengan tangan terlipat.

“Rupanya pacar yang selalu kamu banggakan itu suami adikmu sendiri, ya?” ejek Riri, tanpa basa-basi. “Hebat juga, ya, bisa menyimpan rahasia sejauh itu.”

Beberapa orang tertawa. Ada yang menutup mulut, pura-pura terkejut, tapi mata mereka berkilat puas.

Kinanti menelan ludah, rahangnya mengeras.

“Kamu tidak tahu apa-apa,” balasnya singkat, berusaha terdengar tenang.

“Oh, kami tahu cukup,” sahut yang lain. “Ternyata yang suka buat tanda merah di badanmu itu iparmu sendiri. Sungguh menjijikkan.”

Kalimat itu menghantam lebih keras dari tamparan. Kinanti berdiri mendadak. Kursinya berderit keras, menarik perhatian satu ruangan. Wajahnya memerah, matanya berair.

“Jaga mulutmu!” teriak Kinanti, suara bergetar antara marah dan malu. “Kalian tidak berhak menghakimi hidupku!”

“Kenapa? Takut kebenaran?” balas perempuan itu santai.

Kinanti tak sanggup lagi. Ia meraih tasnya dan berlari keluar, melewati lorong kantor yang terasa terlalu panjang. Tangisnya pecah begitu pintu belakang gedung tertutup di belakangnya. Ia bersandar pada dinding, melorot ke lantai, menutup wajah dengan kedua tangan.

Dunia yang dulu terasa aman kini menjadi medan perang. Di rumah setelah pulang kerja, amarah Kinanti meledak. Ia melempar ponsel ke dinding hingga terdengar bunyi retak. Ia menjerit frustrasi, merobek tisu, mengacak-acak tempat tidur.

“Semua salah Kirana!” teriaknya histeris. “Dia yang membuka aib ini! Dia sengaja mempermalukanku!”

Kinanti mondar-mandir seperti hewan terkurung. Setiap sudut kamar terasa menyempit. Napasnya memburu. Kepalanya dipenuhi bayangan tatapan sinis, tawa merendahkan, bisikan kejam. Namun, di balik kemarahannya, ada kebenaran yang tak bisa ia bantah.

Kinanti sudah kalah. Bukan hanya di mata orang-orang, tetapi juga di hati Rafka.

Ponselnya yang retak menyala. Sebuah pesan masuk. Dari Rafka. Ia menatap layar itu lama, berharap ada kata yang membela, satu kalimat yang memihak. Namun, pesan itu singkat dan dingin.

[Aku butuh waktu. Jangan hubungi aku dulu.]

Kinanti tertawa pahit. Suara tawanya berubah menjadi isak. Ia merosot di tepi ranjang, memeluk lutut, menangis tanpa suara. Dia benar-benar merasakan kehilangan, bukan hanya reputasi, tetapi ilusi tentang cinta yang selama ini ia yakini miliknya.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!