NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Primordial

Takdir Kaisar Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:17.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Xuan, seorang pemuda dari keluarga cabang Klan Lin di Benua Azure yang memiliki "Akar Spiritual Cacat", selalu dihina dan ditindas. Saat sekarat karena dikhianati oleh tunangannya sendiri demi merebut harta peninggalan orang tuanya, darahnya tanpa sengaja membangkitkan Mutiara Kekacauan Primordial yang bersemayam di kalung usangnya. Mutiara ini tidak hanya memperbaiki akar spiritualnya, tetapi juga memberinya warisan teknik terlarang dari era sebelum alam semesta terbentuk. Inilah awal perjalanannya menentang Surga, membelah galaksi, dan menapaki jalan menuju keabadian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Tanding Tungku dan Api Kelabu yang Menelan Langit

​Arena Hidup dan Mati Sekte Pedang Bintang biasanya digunakan untuk menyelesaikan dendam darah antarmurid dengan pertarungan pedang. Namun siang ini, udara di arena itu tidak dipenuhi oleh kilatan baja, melainkan oleh aroma tajam ramuan spiritual dan hawa panas yang menyengat.

​Tribun penonton berkapasitas sepuluh ribu orang itu penuh sesak. Berita bahwa seorang murid dari Puncak Pedang Patah—tempat buangan—berani menantang jenius alkimia dari Puncak Api Surgawi telah menyebar seperti api liar. Bahkan beberapa Tetua dari puncak lain hadir secara diam-diam untuk menonton lelucon ini.

​Di tengah arena yang luas, Wang Teng berdiri dengan postur tegap dan senyum meremehkan. Jubah merahnya berkibar tertiup angin panas. Di hadapannya, berdiri sebuah tungku perunggu setinggi dua meter yang diukir dengan naga melingkar yang terbuat dari batu giok merah.

​"Itu Tungku Api Naga Giok! Artefak Kelas Roh Tingkat Menengah!" seru seorang murid di tribun.

"Kakak Senior Wang Teng benar-benar tidak main-main. Ditambah dengan kultivasi Pembentukan Fondasi tingkat 3-nya, dia pasti bisa memurnikan Pil Tingkat 3 dengan mudah!"

​Di sisi lain arena, Shen Jin berdiri dengan kaki gemetar sambil memegang payung kertas untuk menutupi Lin Xuan dari terik matahari.

​Lin Xuan sendiri duduk santai di kursi kayu yang dibawa Shen Jin, memejamkan mata seolah sedang tidur siang. Di depannya, hanya ada sebuah kuali besi hitam biasa yang tampak seperti alat masak dari dapur pelayan—sesuatu yang sengaja ia pinjam dari kantin sekte pagi tadi karena Kuali Naga Api-nya sudah hampir hancur menahan Api Kekacauan.

​"Kakak Besar Lin... kau yakin dengan kuali sayur ini?" bisik Shen Jin, keringat dingin membasahi punggungnya. Sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah adalah taruhan yang bisa membuat Kamar Dagang Emas miliknya pun ikut bangkrut jika mereka kalah!

​Lin Xuan perlahan membuka matanya. "Tungku hanyalah wadah. Apilah yang menentukan segalanya."

​Tepat pada tengah hari, Tetua Hukum yang bertugas sebagai wasit melangkah ke tengah panggung. Ia menatap Lin Xuan dengan pandangan tidak setuju, lalu beralih ke Wang Teng dengan anggukan hormat.

​"Aturan Tanding Tungku hari ini! Kedua belah pihak akan memurnikan Pil Pembentukan Elemen (Pil Tingkat 3). Waktu yang diberikan adalah dua jam. Pemenang ditentukan oleh kualitas dan jumlah pil yang berhasil dimurnikan. Jika gagal atau tungku meledak, langsung dinyatakan kalah!"

​Tetua Hukum mengangkat tangannya. "Mulai!"

​WUSSS!

​Wang Teng tidak membuang waktu. Ia menepuk dasar tungkunya. Seketika, nyala api berwarna merah keunguan meledak dari telapak tangannya dan membungkus Tungku Api Naga Giok. Udara di arena langsung mendidih, membuat para penonton di barisan depan harus memanggil perisai Qi mereka.

​"Api Inti Bumi! Kakak Senior Wang berhasil menaklukkan Api Spiritual Alami!" sorak murid-murid Puncak Api Surgawi dengan bangga.

​Dengan gerakan yang sangat anggun dan mengalir, Wang Teng mulai memasukkan bahan-bahan obat spiritual Tingkat 3 ke dalam tungkunya satu per satu. Tangannya bergerak membentuk segel-segel alkimia yang rumit, mengendalikan suhu api dengan presisi sempurna. Setiap gerakannya memancarkan kejeniusan seorang alkemis bintang dua.

​Sementara itu, semua mata kini beralih ke Lin Xuan, menanti apa yang akan dilakukan pemuda dari puncak buangan itu.

​Lin Xuan bangkit dari kursinya. Ia meregangkan otot lehernya hingga berbunyi krek, lalu berjalan mendekati kuali sayur hitamnya.

​Alih-alih menyalakan api terlebih dahulu, Lin Xuan membuka cincin penyimpanannya. Dengan lambaian tangan yang sangat kasar, ia membuang semua bahan obat spiritual—termasuk Teratai Darah Tingkat 3, Akar Naga Emas, dan dua puluh jenis rumput pelengkap—ke dalam kuali secara bersamaan!

​Keheningan seketika menyelimuti arena, diikuti oleh ledakan tawa yang menggelegar.

​"Hahahaha! Apa yang dia lakukan?! Membuat sup sayur?!"

"Memasukkan bahan utama dan pelengkap yang saling bertentangan secara bersamaan? Itu adalah pantangan terbesar dalam alkimia! Kuali itu akan meledak dalam tiga tarikan napas!"

"Sudah kuduga, bocah ini bahkan tidak tahu dasar-dasar memilah esensi obat!"

​Wang Teng yang sedang fokus melirik sekilas ke arah Lin Xuan dan mencibir sinis. "Sampah. Mati saja kau terkena ledakan kualimu sendiri."

​Namun, di tengah cemoohan puluhan ribu orang, Lin Xuan tetap tenang.

​"Berisik sekali," gumamnya datar. Ia mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jarinya ke bawah kuali hitam tersebut.

​Puff.

​Sebuah nyala api kecil berwarna abu-abu pekat muncul. Api itu tidak memancarkan hawa panas sedikit pun. Bahkan, sekilas terlihat seperti asap rokok yang rapuh. Tidak ada fluktuasi energi spiritual yang dahsyat, tidak ada tekanan yang menakutkan.

​Tetapi, di tribun kehormatan yang tersembunyi, seorang tetua berjubah abu-abu yang merupakan Master Puncak Api Surgawi tiba-tiba berdiri dari kursinya. Matanya menyipit tajam menatap api kelabu itu. Entah mengapa, saat api kecil itu muncul, Api Inti Bumi di dalam Dantiannya sendiri bergetar... ketakutan?

​Di arena, Lin Xuan tidak melakukan segel tangan yang rumit seperti Wang Teng. Ia hanya berdiri diam, membiarkan Api Kekacauan Primordial menyelimuti dasar kuali sayurnya.

​Apa yang tidak dilihat oleh siapa pun adalah pembantaian brutal yang terjadi di dalam kuali tersebut. Api Kekacauan tidak melebur bahan obat dengan suhu panas, melainkan menghancurkan semua kotoran dan racun pada tingkat molekuler, menyisakan esensi kehidupan murni yang 100% tanpa cacat. Karena tidak ada perlawanan dari energi obat (karena semuanya langsung ditelan oleh hukum Kekacauan), kuali tipis itu tidak meledak sama sekali.

​Satu jam berlalu.

​Wang Teng berteriak keras, "Kondensasi!"

Ia menepuk tungku naganya. Asap putih wangi mengepul tebal. Tiga butir pil berwarna merah menyala melesat keluar dan mendarat di nampan giok yang dibawakan oleh Tetua Hukum.

​"Tiga butir Pil Pembentukan Elemen! Semuanya memiliki Dua Pola Awan! Kualitas Menengah Atas!" seru Tetua Hukum dengan nada takjub.

​Gemuruh sorak-sorai meledak dari Puncak Api Surgawi. Memurnikan pil Tingkat 3 dengan dua pola awan di usia muda adalah pencapaian luar biasa. Masa depan Wang Teng sebagai Alkemis Bintang Tiga sudah dipastikan!

​Wang Teng mengangkat dagunya tinggi-tinggi, menatap Lin Xuan dengan tatapan seorang kaisar yang melihat pengemis. "Batas waktumu tinggal lima belas menit, sampah. Kualimu bahkan tidak mengeluarkan asap. Apa apimu yang menyedihkan itu sudah padam?"

​Lin Xuan menguap pelan. Ia menatap kuali hitamnya yang memang diam tak bergerak dan tidak mengeluarkan aroma apa pun. Itu karena Api Kekacauan telah menyegel semua esensi di dalam pil tanpa membiarkannya bocor secuil pun ke udara.

​"Ah, kau sudah selesai? Baiklah, mari kita akhiri komedi ini," ucap Lin Xuan.

​Ia melangkah maju dan, tanpa menggunakan energi pelindung apa pun, menendang kuali hitam panas itu dengan kaki telanjangnya.

​BAM!

​Kuali besi murahan itu terbalik. Tutupnya terpental ke udara.

​Dan pada detik itu juga... fenomena yang membuat seluruh arena membeku terjadi.

​Tidak ada asap wangi yang menyebar. Alih-alih, sebuah pilar cahaya keemasan setebal lengan orang dewasa melesat langsung menembus langit di atas arena. Awan di atas mereka berputar, membentuk sebuah pusaran kecil yang menyerap energi spiritual alami dari jarak puluhan mil di sekitarnya.

​"F-Fenomena Langit Penarik Roh?! I-ini... ini hanya terjadi jika sebuah pil mencapai tingkat kesempurnaan mutlak!" Master Puncak Api Surgawi di tribun akhirnya menjerit kehilangan ketenangannya, suaranya bergetar hebat.

​Dari dalam kuali yang terbalik itu, menggelinding sembilan butir pil berwarna emas pucat. Setiap pil seukuran mutiara naga, memancarkan cahaya redup yang menyilaukan mata. Dan yang paling mengerikan...

​Di permukaan kesembilan pil itu, terukir jelas Lima Pola Awan yang saling mengait membentuk formasi alami!

​"Sembilan butir... batas maksimum pemurnian dalam satu tungku!" Tetua Hukum berjalan gontai mendekati meja Lin Xuan, matanya nyaris keluar dari tengkoraknya. Tangannya gemetar saat mengambil salah satu pil. "L-Lima Pola Awan... Kualitas Sempurna Mutlak! 100% tanpa erysipelas! B-bahkan Master Puncak... tidak, bahkan Ketua Sekte tidak bisa memurnikan ini!"

​PRANG!

​Wang Teng tersandung ke belakang, menabrak nampan gioknya sendiri hingga tiga pil kebanggaannya jatuh ke lantai. Wajahnya kehabisan darah, seputih mayat. Kesombongan, harga diri, dan kejeniusannya hancur berkeping-keping dalam sekejap mata.

​"T-tidak mungkin... Kau curang! Kau pasti menukar pilnya dari cincin penyimpananmu! Kuali sayur dan api sekecil itu tidak mungkin memurnikan pil Tingkat 3 Sempurna!" jerit Wang Teng histeris, menuding Lin Xuan dengan jari gemetar.

​Lin Xuan menatap Wang Teng dengan dingin, matanya sedingin es abadi.

​"Hanya karena kau adalah katak di dasar sumur, bukan berarti langit itu seluas mulut sumurmu," ucap Lin Xuan datar. Suaranya bergema di seluruh arena yang sunyi senyap.

​Lin Xuan berjalan mendekati Wang Teng yang kini terduduk di tanah.

​"Sesuai taruhan," ucap Lin Xuan tanpa ampun. Ia melambaikan tangannya, dan Tungku Api Naga Giok beserta sebuah cincin penyimpanan berisi sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah milik Wang Teng langsung tersedot masuk ke dalam cincinnya sendiri.

​"Dan karena kau mempertaruhkan kariermu..." Lin Xuan membungkuk, berbisik tepat di telinga Wang Teng. "Aku sudah bilang, aku akan memastikan kau tidak akan pernah bisa memurnikan pil lagi."

​Sebelum ada yang bisa bereaksi, Lin Xuan menusukkan dua jarinya ke Dantian Wang Teng dengan kecepatan kilat, menyuntikkan seutas tipis Niat Ngeri dari Pedang Pembelah Kekacauan langsung ke dalam lautan Qi pemuda itu.

​"ARGH!" Wang Teng menjerit melengking, memuntahkan darah hitam, dan langsung pingsan dengan mata melotot. Dantiannya tidak hancur, namun Niat Ngeri itu akan membuat tangannya gemetar setiap kali ia mencoba mengendalikan api spiritual seumur hidupnya.

​"BERANINYA KAU MELUKAI MURID INTI-KU!"

​Sebuah raungan marah meledak dari tribun atas. Master Puncak Api Surgawi, seorang kultivator di puncak Nascent Soul, melesat turun seperti meteor yang menyala, niat membunuhnya mengunci langsung ke arah Lin Xuan.

​"Mati kau, bocah iblis!"

​Namun, tepat sebelum telapak api raksasa sang Master Puncak menyentuh Lin Xuan, sebuah angin berbau alkohol murahan menyapu arena.

​Slurp.

​Sosok bungkuk berpakaian compang-camping tiba-tiba muncul tepat di depan Lin Xuan. Feng Wuchen, dengan mata setengah tertutup, mengangkat labu araknya untuk menangkis telapak api mematikan dari Master Puncak Api Surgawi.

​BOOOM!

​Bentrokan itu menghasilkan ledakan yang membelah awan. Anehnya, labu arak usang milik Feng Wuchen tidak retak sedikit pun. Sebaliknya, Master Puncak Api Surgawi terpental mundur belasan langkah, wajahnya pucat pasi, matanya membelalak dipenuhi ketidakpercayaan.

​"Lie Tian... anak-anak sedang bermain, mengapa kau yang sudah bau tanah ikut campur?" Feng Wuchen bersendawa keras, memancarkan bau alkohol yang membuat beberapa murid di dekatnya pingsan.

​Meski auranya masih tampak seperti orang cacat, ada ketajaman di matanya yang membuat nyali sang Master Puncak menciut.

​"Sesuai aturan arena," Feng Wuchen menggaruk lehernya yang gatal, menatap dingin ke sekeliling, "Muridku memenangkan taruhannya dengan adil. Jika ada yang tidak terima dan ingin menindas Puncak Pedang Patah... kalian bisa mencoba bertanya pada pedang berkaratku."

​Tidak ada yang berani menjawab. Puluhan ribu orang di arena itu terdiam membisu, menyaksikan bagaimana guru dan murid paling aneh di sekte ini baru saja menginjak-injak martabat faksi alkimia terkuat di Sekte Pedang Bintang.

​Lin Xuan tersenyum tipis di belakang gurunya. Dengan Tungku Naga Giok, sepuluh ribu Batu Roh, dan ketenaran yang kini absolut, ia memiliki semua yang ia butuhkan untuk mendobrak Tahap Pembentukan Fondasi tingkat 3 dan merombak total Pedang Pembelah Kekacauan.

1
Nanik S
Pasti Lin Feng
Nanik S
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan
Nanik S
Mantap sekali tampar giginya rontok
Nanik S
Hadir semoga menjadi cerita yang bagus
hahaahaha
Luar biasa
Fatur Fatur
cepat bantai jendral long teng dengan cara paling kejam thor ambil semua sumber dayanya
Fatur Fatur
cepat bantai chukang beserta keluarga dan leluhurnya thor serap semua kultivasi mereka untuk ranah kultivasi mcnya naik
Hendri Doenan
Hancuuuuuuurkaaaaaaaaan..
Aji Note
bagus
dan kalau bisa update nya jangan lama lama
MelodyStar
lagi 😆
Fatur Fatur
cepat bikin mcnya bantai kaisar itu dengan cara paling kejam bikin mcnya ambil alih Kekaisaran naga Azure thor bikin kaisar itu mengutuk putranya karena berani mengusik mcnya
Fatur Fatur
cepat bantai Kekaisaran naga Azure thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!