NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Mafia / Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:852.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Alana mematung di tengah koridor, menatap punggung Ava yang perlahan menghilang di balik pintu ruang perawatan.

Getaran di tangannya bukan lagi karena amarah, melainkan ketakutan yang merayap dingin. Suara sepatu hak tinggi Ava yang beradu dengan lantai marmer seolah menjadi lonceng kematian bagi rahasia yang ia simpan rapat selama tujuh tahun.

Pikirannya melayang kembali ke sebuah malam di ruang kerja pribadinya, tujuh tahun silam. Ivy datang padanya dengan wajah sembab dan napas memburu, memegang selembar amplop berisi hasil pemeriksaan medis Ava.

"Mama, tolong aku sekali ini saja. Papa harus membantuku," rengek Ivy kala itu. Wajah cantiknya tampak bengis karena rasa iri yang sudah berkarat. "Dokter bilang penyakit Ava tidak parah, dia hanya butuh istirahat dan pengobatan rutin. Tapi aku ingin dia pergi! Aku ingin Edgar menganggap Ava sudah tidak punya masa depan!"

Alana teringat bagaimana ia sempat ragu. "Ivy, dia sepupumu. Jika kita memalsukan laporannya dan mengatakan dia akan mati dalam hitungan bulan, itu kejam. Dia akan hancur."

Namun, Ivy justru tertawa sinis, sebuah tawa yang selalu menghantui Alana.

"Kejam? Yang kejam adalah bagaimana Ava selalu mendapatkan segalanya! Dia cerdas, dia disayangi kakek, dan sekarang dia mendapatkan Edgar! Edgar tidak pernah melihatku karena ada Ava. Jika Edgar tahu Ava sekarat, dia tidak akan mau menikahi wanita yang sebentar lagi jadi mayat. Edgar butuh ahli waris, Mama! Dan aku bisa memberikannya!"

Karena rasa sayang yang buta pada putrinya, Alana akhirnya luluh. Ia membujuk suaminya untuk menggunakan pengaruh keluarga mereka guna menyabotase laboratorium. Mereka mengganti hasil tes medis Ava dengan diagnosa penyakit terminal yang mematikan.

"Pergilah, Ava," bisik Alana dalam hati saat melihat Ava menangis memegang laporan palsu itu tujuh tahun lalu. "Menghilanglah agar putriku bisa bahagia."

Kini, kenyataan itu menghantamnya kembali. Ava masih hidup. Ava justru berdiri tegak, jauh lebih kuat dan lebih dingin dari sebelumnya.

"Dia tahu..." gumam Alana, suaranya nyaris hilang. "Dia sudah tahu bahwa kami yang melakukannya?"

Langkah kaki kecil yang tergesa-gesa membuyarkan lamunan Alana. Cleo datang menghampirinya dengan wajah penuh tanda tanya.

"Nenek? Kenapa Nenek melamun di sini? Tadi itu siapa? Wanita yang bicara dengan Nenek tadi, dia siapa?" tanya Cleo, matanya yang tajam menatap ke arah pintu tempat Ava menghilang.

Alana mencoba menguasai dirinya, meski jantungnya berdegup kencang.

"Bukan siapa-siapa, Cleo. Hanya orang asing yang bertanya jalan."

"Nenek bohong," sahut Cleo dengan nada manipulatif yang sangat mirip dengan ibunya.

"Wajah Nenek pucat. Dan wanita itu, dia sangat cantik tapi matanya galak. Dia menyebut nama papa, kan? Aku dengar tadi."

Alana menarik napas panjang, mencoba menenangkan cucunya. "Cleo, jangan dengarkan orang asing. Sekarang kita harus masuk dan melihat papamu. Tapi ingat, jangan katakan apa-apa soal wanita tadi pada siapa pun, mengerti?"

Cleo mengangguk pelan, namun otaknya mulai menyusun potongan teka-teki. Ia tahu neneknya sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.

Saat mereka melangkah menuju pintu ruang rawat, Alana merasa seperti sedang berjalan menuju eksekusi mati. Ia tahu, jika Edgar sampai tahu bahwa keluarganya yang menyabotase hidup Ava, maka semua yang dibangun Ivy akan runtuh dalam semalam.

"Tujuh tahun kami membangun kebohongan ini.Dan sekarang, wanita itu kembali untuk meruntuhkannya hanya dengan satu tatapan," batin Alana pedih.

Alana memegang gagang pintu ruang rawat Edgar dengan tangan yang basah oleh keringat dingin.

Saat akan masuk, sebuah lengan kokoh menghalangi jalannya. Jeremy berdiri di sana dengan wajah sedingin es.

"Berhenti, Nyonya!"

"Minggir, Jeremy! Aku harus bertemu menantuku sekarang juga!" bentak Alana.

"Maaf, Nyonya Alana. Tuan Edgar sedang dalam observasi ketat pascaoperasi. Tidak ada yang boleh masuk," ujar Jeremy tenang, namun sorot matanya tak tergoyahkan.

"Aku bukan orang asing! Dan Cleo ingin bertemu ayahnya!" Alana menunjuk Cleo yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.

Jeremy sedikit membungkuk ke arah Cleo, lalu kembali menatap Alana.

"Saya punya kabar yang lebih penting, Nyonya. Nyonya Ivy sudah kembali. Beliau sudah berada di rumah sekarang."

Mendengar nama putrinya disebut, raut wajah Alana berubah drastis. Amarahnya berganti dengan kecemasan yang nyata.

"Ivy? Dia sudah di rumah? Bagaimana kondisinya? Apa dia terluka?"

"Beliau baik-baik saja, namun sepertinya sedikit syok. Beliau membutuhkan Nyonya saat ini juga," jawab Jeremy.

Alana bimbang. Ia menatap pintu ruangan Edgar, lalu teringat rahasia besar yang baru saja ia dengar dari Ava. Ia harus segera bicara dengan Ivy untuk menyusun rencana.

"Baiklah. Kita pulang sekarang!" putus Alana.

"Tapi Nenek, Cleo mau papa! Cleo rindu Papa!" teriak Cleo, air mata buatannya mulai mengalir. "Kenapa kita harus pulang? Papa ada di dalam!"

"Ibumu lebih penting sekarang, Cleo! Jangan membantah!" Alana menarik tangan Cleo dengan kasar.

Cleo menatap pintu itu dengan dendam. Ia tahu Jeremy berbohong, dan ia benci karena rencananya untuk membuat keributan di depan Ava gagal total.

"Papa pasti sedang bersama anak-anak nakal itu," batin Cleo sengit.

"Mari, Nyonya. Saya akan mengantar Anda," ucap Jeremy datar sambil membukakan jalan menuju lift.

1
Uthie
intinya mafia ternyata gampang di bodohi juga 😁
Uthie
lanjut 👍
Uthie
menarik 👍
Uthie
Sy mampir kembali di sini 👍
Yenti Sasmira
👍👍👍👍👍
Pa Muhsid
wkwkwk ngakak Edward jaga pintu beneran nih, yang dibalik pintu ga ikut dijaga pasalnya kabur ke balkon 😱🥱🥱
Pa Muhsid
sepertinya Jeremy si penghianat ya bapak nya cleo
Dinda
emang Ava terluka karena apa, karena hamil anak Edgar, atau karena ditidurin sama Edgar. lah kan dia sendiri di awal pengen benih berkualitas, nyari di klub sambil mabuk, yg nga ngenalin orangnya siapa coba 🤭🤭
Rumi Yati
Terima kasih thor
Sulis Tiyeas
yang namanya jeremy ini bodoh sekali. nggak pantas jd asisten
Meriam Tehupelasury
🥰
Asihfitr
Edward kok gini haduh bikin kesel
Asihfitr
manipulatif pantas dimusnahkan
Asihfitr
Alana sangat mengecewakan paling gara2 dulu sempet dipisahin sama Daniel kan pas hamil
Asihfitr
Ivy kpn dpt hukuman setimpal udh jahat bgt harusnya dari awal yg nikah ma Edgar Ava
Asihfitr
terlalu lemah Edgar diancam si licik Ivy gak bisa lawan mafia BKN si pake trik dong
Asihfitr
ini yg kutakutkan Anak Alana jadi cwek licik, manipulatif, obsesi gak suka fiks gak tahu terimakasih lho pdhl ortu AVA jg ikut ngerawat dari bayi
Dewi Yanti
aku suka istrinya diego🫰
Dewi Yanti
edgar hrs ganti asisten,punya asisten lemah dan bodoh ky jeremi malah bikin masalah
Dewi Yanti
itu si asisten nya sebenarnya bawahan siapa sih, si ivy ato edward. ko malah ky berpihak ke si ivy aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!