NovelToon NovelToon
Mencuri Benih Mafia Mandul

Mencuri Benih Mafia Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:134.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Ava Seraphina Frederick (20) memiliki segalanya kekayaan, kekuasaan, dan nama besar keluarga mafia. Namun bagi Ava, semua itu hanyalah jeruji emas yang membuatnya hampa.

Hidupnya runtuh ketika dokter memvonis usianya tinggal dua tahun. Dalam putus asa, Ava membuat keputusan nekat, ia harus punya anak sebelum mati.

Satu malam di bawah pengaruh alkohol mengubah segalanya. Ava tidur dengan Edgar, yang tanpa Ava tahu adalah suami sepupunya sendiri.

Saat mengetahui ia hamil kembar, Ava memilih pergi. Ia meninggalkan keluarganya, kehidupannya dan juga ayah dari bayinya.

Tujuh tahun berlalu, Ava hidup tenang bersama dengan kedua anaknya. Dan vonis dokter ternyata salah.

“Mama, di mana Papa?” tanya Lily.

“Papa sudah meninggal!” sahut Luca.

​Ketika takdir membawanya bertemu kembali dengan Edgar dan menuntut kembali benihnya, apakah Ava akan jujur atau memilih kabur lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35

Alana mematung di tengah koridor, menatap punggung Ava yang perlahan menghilang di balik pintu ruang perawatan.

Getaran di tangannya bukan lagi karena amarah, melainkan ketakutan yang merayap dingin. Suara sepatu hak tinggi Ava yang beradu dengan lantai marmer seolah menjadi lonceng kematian bagi rahasia yang ia simpan rapat selama tujuh tahun.

Pikirannya melayang kembali ke sebuah malam di ruang kerja pribadinya, tujuh tahun silam. Ivy datang padanya dengan wajah sembab dan napas memburu, memegang selembar amplop berisi hasil pemeriksaan medis Ava.

"Mama, tolong aku sekali ini saja. Papa harus membantuku," rengek Ivy kala itu. Wajah cantiknya tampak bengis karena rasa iri yang sudah berkarat. "Dokter bilang penyakit Ava tidak parah, dia hanya butuh istirahat dan pengobatan rutin. Tapi aku ingin dia pergi! Aku ingin Edgar menganggap Ava sudah tidak punya masa depan!"

Alana teringat bagaimana ia sempat ragu. "Ivy, dia sepupumu. Jika kita memalsukan laporannya dan mengatakan dia akan mati dalam hitungan bulan, itu kejam. Dia akan hancur."

Namun, Ivy justru tertawa sinis, sebuah tawa yang selalu menghantui Alana.

"Kejam? Yang kejam adalah bagaimana Ava selalu mendapatkan segalanya! Dia cerdas, dia disayangi kakek, dan sekarang dia mendapatkan Edgar! Edgar tidak pernah melihatku karena ada Ava. Jika Edgar tahu Ava sekarat, dia tidak akan mau menikahi wanita yang sebentar lagi jadi mayat. Edgar butuh ahli waris, Mama! Dan aku bisa memberikannya!"

Karena rasa sayang yang buta pada putrinya, Alana akhirnya luluh. Ia membujuk suaminya untuk menggunakan pengaruh keluarga mereka guna menyabotase laboratorium. Mereka mengganti hasil tes medis Ava dengan diagnosa penyakit terminal yang mematikan.

"Pergilah, Ava," bisik Alana dalam hati saat melihat Ava menangis memegang laporan palsu itu tujuh tahun lalu. "Menghilanglah agar putriku bisa bahagia."

Kini, kenyataan itu menghantamnya kembali. Ava masih hidup. Ava justru berdiri tegak, jauh lebih kuat dan lebih dingin dari sebelumnya.

"Dia tahu..." gumam Alana, suaranya nyaris hilang. "Dia sudah tahu bahwa kami yang melakukannya?"

Langkah kaki kecil yang tergesa-gesa membuyarkan lamunan Alana. Cleo datang menghampirinya dengan wajah penuh tanda tanya.

"Nenek? Kenapa Nenek melamun di sini? Tadi itu siapa? Wanita yang bicara dengan Nenek tadi, dia siapa?" tanya Cleo, matanya yang tajam menatap ke arah pintu tempat Ava menghilang.

Alana mencoba menguasai dirinya, meski jantungnya berdegup kencang.

"Bukan siapa-siapa, Cleo. Hanya orang asing yang bertanya jalan."

"Nenek bohong," sahut Cleo dengan nada manipulatif yang sangat mirip dengan ibunya.

"Wajah Nenek pucat. Dan wanita itu, dia sangat cantik tapi matanya galak. Dia menyebut nama papa, kan? Aku dengar tadi."

Alana menarik napas panjang, mencoba menenangkan cucunya. "Cleo, jangan dengarkan orang asing. Sekarang kita harus masuk dan melihat papamu. Tapi ingat, jangan katakan apa-apa soal wanita tadi pada siapa pun, mengerti?"

Cleo mengangguk pelan, namun otaknya mulai menyusun potongan teka-teki. Ia tahu neneknya sedang menyembunyikan sesuatu yang besar.

Saat mereka melangkah menuju pintu ruang rawat, Alana merasa seperti sedang berjalan menuju eksekusi mati. Ia tahu, jika Edgar sampai tahu bahwa keluarganya yang menyabotase hidup Ava, maka semua yang dibangun Ivy akan runtuh dalam semalam.

"Tujuh tahun kami membangun kebohongan ini.Dan sekarang, wanita itu kembali untuk meruntuhkannya hanya dengan satu tatapan," batin Alana pedih.

Alana memegang gagang pintu ruang rawat Edgar dengan tangan yang basah oleh keringat dingin.

Saat akan masuk, sebuah lengan kokoh menghalangi jalannya. Jeremy berdiri di sana dengan wajah sedingin es.

"Berhenti, Nyonya!"

"Minggir, Jeremy! Aku harus bertemu menantuku sekarang juga!" bentak Alana.

"Maaf, Nyonya Alana. Tuan Edgar sedang dalam observasi ketat pascaoperasi. Tidak ada yang boleh masuk," ujar Jeremy tenang, namun sorot matanya tak tergoyahkan.

"Aku bukan orang asing! Dan Cleo ingin bertemu ayahnya!" Alana menunjuk Cleo yang berdiri di sampingnya dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.

Jeremy sedikit membungkuk ke arah Cleo, lalu kembali menatap Alana.

"Saya punya kabar yang lebih penting, Nyonya. Nyonya Ivy sudah kembali. Beliau sudah berada di rumah sekarang."

Mendengar nama putrinya disebut, raut wajah Alana berubah drastis. Amarahnya berganti dengan kecemasan yang nyata.

"Ivy? Dia sudah di rumah? Bagaimana kondisinya? Apa dia terluka?"

"Beliau baik-baik saja, namun sepertinya sedikit syok. Beliau membutuhkan Nyonya saat ini juga," jawab Jeremy.

Alana bimbang. Ia menatap pintu ruangan Edgar, lalu teringat rahasia besar yang baru saja ia dengar dari Ava. Ia harus segera bicara dengan Ivy untuk menyusun rencana.

"Baiklah. Kita pulang sekarang!" putus Alana.

"Tapi Nenek, Cleo mau papa! Cleo rindu Papa!" teriak Cleo, air mata buatannya mulai mengalir. "Kenapa kita harus pulang? Papa ada di dalam!"

"Ibumu lebih penting sekarang, Cleo! Jangan membantah!" Alana menarik tangan Cleo dengan kasar.

Cleo menatap pintu itu dengan dendam. Ia tahu Jeremy berbohong, dan ia benci karena rencananya untuk membuat keributan di depan Ava gagal total.

"Papa pasti sedang bersama anak-anak nakal itu," batin Cleo sengit.

"Mari, Nyonya. Saya akan mengantar Anda," ucap Jeremy datar sambil membukakan jalan menuju lift.

1
Jj^
semangat update nya thor 🤗
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
partini
kata orang darah lebih kental dari pada air and then buah tidak jauh jatuh dari pohonnya so kita lihat apa Cleopatra ini jadi baik atau iblis
Sri Rahayu
bener kata Edward dan Ava....Cleo masih anak2 masih bisa dibimbing ke jln yg baik...tdk seperti yg diajarkan ibu dan nenek nya yg menjadikan Cleo anak egois, menipulatif, licik...kasihan Cleo hrs ada yg bimbing dan menyayangi nya...lanjut Thorr 😘😘😘
Sri Rahayu
Lily dan Luca bener2 anak jenius yg menggemaskan....pantas Edward minta Edgar memberi nya lagi cucu kembar jenius 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Marya Dina
semangat edg pasti bisa
pelan2 aja
Leny Wijaya
smoga cleo bisa sadar dan menjadi ank seperti luca dan lily bukn ank kecil manipulatif😃
Leny Wijaya: semoga ja kita lihat end nya🤣🤣🤣
total 2 replies
Retno Palupi
semoga usaha mu berhasil Ed, Cleo benar benar jadi baik
Wulan Sari
semoga Cleo sadar dan mau menerima keadaannya dan bisa berbaur dengan kelg semangat ayo Edgar bisa merubah semuanya ..
lanjut Thor semangat 💪 salam sehat selalu ya ❤️🙂🙏
Syarifah
kasih teguran halus gpp kan luca
Marya Dina
hebat si luca,
semangat kak senja.
up lagi😃😁😁
Leny Wijaya
wah hebat luca, kau tau klo cleo menghubungi org mistrius buat selamatin ibunya atau menghancurkan kluarga mu💪💪jgn lengah luca terus pantau cleo yg licik dan manipulatif🤣
Marya Dina
kok kok belum up lagi
Karsa Sanjaya
koq GK bisa d like ya beberapa kali coba gagal terus
Senjakala: Iya suka eror kak skrg😭
total 1 replies
Karsa Sanjaya
harusnya kasihin aja sama neneknya ibunya s maxim
Karsa Sanjaya
Thor s ava ini anak mafia udah tau siapa keluarganya dn jg tau siapa Edgar bahkan selama 7thn dia bekerja sebagai pencuri tpi kenapa dia syok mengetahui semuanya harusnya dia biasa saja krna dh terbiasa dengan dunia mafia beda lagi ceritanya kalo dia orang biasa GK tau apa apa
Karsa Sanjaya
s Daniel kemana ya
Karsa Sanjaya
udah tau anaknya sakit masih mikirin gengsi harusnya minta bantuan orang tua nya seorang ibu pasti melakukan apa saja demi anak nya
Andriyati
aku rasa cleo anak jeremy,,, dasar penghianat kau jeremy
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!