NovelToon NovelToon
Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Dibuang Pak Jendral, Kunikahi Adiknya

Status: tamat
Genre:Wanita Karir / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Dokter Genius / Tamat
Popularitas:8.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kim99

"Nak!" panggil Pak Basuki. "Masih belum rela, ya. Calon suami kamu diambil kakak kamu sendiri?"

Sebuah senyum tersungging di bibir Sashi, saat ini mereka sudah ada di sebuah restoran untuk menunggu seseorang.

"Ya sudah, mending sama anak saya daripada sama cucu saya," kata sang kakek.

"Hah?" kaget Sashi. "Cucu? Maksudnya, Azka cucu eyang, jadi, anaknya eyang pamannya Mas Azka?"

"Hei! Jangan panggil Eyang, panggil ayah saja. Kamu kan mau jadi menantu saya."

Mat!lah Sashi, rasanya dia benar-benar tercekik dalam situasi ini. Bagaimana mungkin? Jadi maksudnya? Dia harus menjadi adik ipar Jendral yang sudah membuangnya? Juga, menjadi Bibi dari mantan calon suaminya?

Untuk info dan visual, follow Instagram: @anita_hisyam TT: ame_id FB: Anita Kim

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selingkuhan?

Pagi itu, di meja makan, duduklah seorang pria dengan postur tegap, mengenakan kemeja putih berkerah tinggi yang dilipat lengan hingga siku. Rambutnya tersisir klimis, wajahnya segar meski di bawah mata tampak ada bayangan gelap samar, mata panda yang tidak bisa berbohong.

Sashi duduk di seberang, mengenakan tunik panjang warna sage yang lembut dan rok putih bersih. Rambutnya digulung tapi di dalam kerudung instan yang belum sempat ia rapikan sempurna. Ia terus mencuri pandang ke arah Dirga, mencoba membaca gurat ekspresi di wajah suaminya itu yang terlihat... agak lelah?

Ia berdehem pelan, lalu membuka suara, "Mas... itu, bawah matanya kayak... Item. Kurang tidur?"

Dirga yang tengah menuangkan teh langsung berhenti sejenak. Ia menoleh dengan gerakan kaku, sedikit kikuk.

"Hmm?" gumamnya, seolah tak mengerti.

"Itu, matanya. Ada kantong hitamnya. Mas sakit?"

Dirga buru-buru membuang pandangan, menyesap tehnya. Ia tidak mungkin mengatakan kalau semalaman dia tidak bisa tidur, sebab istrinya yang malah tidak bisa berhenti bermain di atas anak buahnya yang menegang kaku.

"Enggak. Aku sehat. Kamu selesaikan sarapanmu, kita harus berangkat sebelum jam delapan. Aku sudah janji sama bagian registrasi."

Perempuan itu mengangguk kecil, mengambil sesendok nasi uduk dan menyuapkannya perlahan. Tapi tatapannya masih jatuh ke wajah suaminya itu. Pria yang menurut Bibi, sangat rapi, sangat disiplin, sangat... semuanya harus tepat waktu. Bahkan makan pun tak boleh lebih dari pukul tujuh pagi. Dan kini, pria se-disiplin itu, duduk bersamanya, menatapnya, dan menungguinya makan.

"Tuan Muda, ini ikannya," ucap Mbak Ika lembut sambil menyodorkan sepiring ikan panggang madu yang tampak menggiurkan.

"Terima kasih." Tapi tanpa menoleh ke arah Mbak Ika, Dirga mengambil sepotong dan, alih-alih menyuapinya ke mulut sendiri ia malah menyodorkannya ke piring Sashi.

Mata Sashi sempat menatap heran, tapi dengan cepat ia menangkap ekspresi Mbak Ika yang menegang, alisnya mengerut samar.

Sashi pun tersenyum kecil. Ia menatap Dirga dengan senyum tak biasa. "Aku nggak bisa makan ikan, Mas. Takut ketelan durinya."

Entah kenapa, kalimat itu mengandung isyarat. Dan entah kenapa juga, Dirga langsung tanggap.

Ia memindahkan piring ikan ke hadapannya, lalu dengan tenang menggunakan sendok dan garpu untuk memisahkan daging dari duri. Gerakannya teliti, seperti seorang ahli bedah yang membedah luka, sabar dan fokus.

Ah, Sashi hampir lupa kalau suaminya memang dokter bedah yang begitu dipuja-puja.

Kemudian, ia mendorong kembali potongan daging bersih ke piring Sashi. "Udah nggak ada durinya. Makanlah."

Sashi terkesiap. Tidak hanya karena perlakuan lembut itu, tapi karena... ia tahu seseorang sedang menatapnya dengan penuh murka dari seberang dapur.

"Makasih, Mas," gumamnya pelan.

Dirga hanya mengangguk, melanjutkan makan tanpa menanggapi sorot mata Mbak Ika yang kini penuh api yang tak bisa disembunyikan.

** **

Setelah bergabti pakaian dan berpamitan pada Bibi dan Mbak Ika, Sashi berjalan pelan ke halaman depan, mengikuti Dirga yang sudah lebih dulu menuju mobil G-Class hitam miliknya. Mobil gagah itu terparkir rapi di depan teras, mengilap seperti baru keluar dari showroom. Sashi menatapnya dengan ekspresi setengah kagum, setengah bingung.

"Masya Allah..." gumamnya lirih. "Mobil atau kapal induk?"

Dengan langkah ragu, ia berdiri di sisi penumpang, mencoba membuka pintu. Tapi handle-nya tidak langsung bisa ditarik seperti mobil biasa. Ia mencoba menekan, menarik, memutar—semuanya gagal. Bahkan sempat terdengar klik kecil seperti alarm aktif.

Sashi mengerutkan dahi, lalu berdiri tegak sambil berpura-pura melihat ke arah langit seolah-olah sedang menikmati cuaca pagi. Setelah itu, ia mencoba lagi membuka pintu, kali ini dengan tenaga lebih besar. Tapi tetap tidak berhasil.

"Kenapa susah banget sih..." bisiknya sebal, lalu mencoba mengetuk pelan jendela.

Dari sisi kemudi, Dirga sudah memperhatikan sejak tadi. Ia kembali keluar dari mobilnya, untuk membuka pintu.

"Silakan!"

"Makasih, Mas." Sashi mencoba untuk naik tapi malah hampir jatuh, untung Dirga menahannya dari belakang.

"Pelan-pelan, Nyonya Muda."

Sashi merengut, masuk ke mobil dengan gerakan pelan, dan begitu duduk, dia membenarkan kerudungnya sambil berdehem kecil.

Pria itu menggeleng kemudian berjalan mengitari mobil, setelah di dalam Sashi belum sempat memasang seat belt, Dirga sudah memutar ke sisinya, membungkuk, dan membantu memasangkan sabuk pengaman dengan cekatan.

Gerakan itu begitu dekat, hidung mereka hanya terpisah beberapa senti saja.

"Makasih, Mas," gumam Sashi dengan suara pelan dan pipi memerah.

Dirga menatapnya sejenak, lalu duduk kembali di kursi pengemudi. "Baru seperempat hari, udah kayak aplikasi yang sering ngucapin 'terima kasih' tiap klik tombol."

Sashi hanya menunduk, mencoba menyembunyikan senyum kecil yang tumbuh di sudut bibirnya. Lalu dia harus bagaimana, suaminya ini terlalu baik dan dia tidak biasa tidak mengucapkan terima kasih.

KOMANDO KESEHATAN ANGKATAN DARAT – Pendaftaran Istri Personil

"Kita... daftar ke sini?"

Pria itu menoleh sambil mengunci mobil, "Iya. Kamu harus punya identitas sebagai istri anggota aktif. Nanti ada pemeriksaan dasar juga. Tes kesehatan ringan. Standar."

"Aku harus periksa juga?" tanya Sashi.

"Tenang. Gak bakal disuntik," jawab Dirga santai, membuat Sashi mengernyit pelan, antara lega dan kesal.

"Siapa juga yang takut disuntik." Ia menggerutu.

Sashi berjalan di belakang Dirga, mengikuti langkah kaki panjang suaminya itu. Namun, belum seberapa jauh, mereka malah dihadang seorang perempuan dengan pakaian serupa seperti Sashi saat ini. Apa mungkin dia juga ingin mendaftar untuk pernikahan?

"Komandan!" panggil perempuan itu sambil tersenyum. Ia memberikan hormat kecil. Kemudian melirik ke belakang Dirga. "Siapa?" tanyanya penasaran. "Selingkuhan komandan?"

1
Rahma Susanty
mantap
Siti Maulidah
ceritanya menarik
sumala trulala 🌟🌠
saya sebagai orang jawa ingin salto, pliss ya allah kasih aku 1 kek gini 😍
Carrot Enak
jenderal pinter.. 🤭adu domba.. ee..
dia dan anak selamat🤭.. jadi penonton
Andi Heryadi
bego,sebal karakter sashi lemah,cengeng gak bisa melawan atau membantah.
Andi Heryadi
benci dgn karakter Sashi,lemah dan cengeng.
Imam Sujono
walau agak terlambat menemukan ini, sangat puas dg ceritanta...jempol delapan Thor....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ragil Saputri
Alhamdulillah, akhirnya semua akan indah pada waktunya, kamu berhak bahagia Sashi, bersama mas Dirga, bunda, ayah Basuki n ayah Hasan 🥰
Ragil Saputri
setuju bik, bibi aja yg notabene orng biasa bisa menilai.mana yg benar/salah, baik buruk kita BKN kita yg menilai, pak Hari merasa dirinyalah yg paling benar, cuih....orng tua tu hrsnya jdi panutan pak Hari, walaupun k anak sambung sekalipun, lha inialah memeras Sashi
Ragil Saputri
dasar Hari, masih aja keras kepala, pingin ku getok palanya pke pentungan kasti herman deh😡😡😡
Ragil Saputri
nah lho, bengong kan ditagih kesepakatannya ma Dirga, jgn pura" lupa pak,....Dirga jelaskan apa yg dh dilakukan Amara k Sashi....kesepakatan tetap kesepakatan,sanggup GK kasih 2 milyar ke Dirga, bengong kaaaaan Lo
Ragil Saputri
apa ada hubungan dgn Azka, n Azka berharap Om Dirga GK balik lgi....
Ragil Saputri
hmmmm jdi pinisiriiiiin ma Dirga yg seminggu ngilang 🤔🤔🤔
Rahmawati Amma
wah akhirnya selesai semua pada bahagia 😊
Rahmawati Amma
kuberharap anaknya yg lahir laki tapi ternyata 😔
Rahmawati Amma
dirganya kasian 🤣
Ragil Saputri
skrng dia punya kluarga baru yg mengasihinya, kluarga dri suaminya bgt sayang k Sashi 😥🥰
Ragil Saputri
gaesss akoh terhura DECH 😭....buat Sashi bahagia y Thor, kasian dia waktu mudanya tersiksa ditengah" keluarganya 😥
Ragil Saputri
Alhamdulillah Dirga hh pulang....moga author GK lgi ngeprank Emak READERS 🤭🤭🤭
Ragil Saputri
kasian Sashi dia butuh suaminya disaat-saat seperti ini, kehilangan satu janin n hrs mempertahankan yg satu lgi, sendiri, tanpa didampingi sosok yg bikin dia kuat, walaupun ada bunda Far n ayah Basuki n ayah Hasan yg sll disisinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!