NovelToon NovelToon
The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

The Spy Cultivator [Haneen And Shadow System]

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembunuhan / Sistem / Pembaca Pikiran / Time Travel / Transmigrasi / Solo Leveling
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sands Ir

Haneen, mantan agen intelijen elit, dikhianati dan tewas di dunia modern. Namun, dia terbangun di tubuh gadis lemah yang namanya sama di dunia kultivasi, murid luar Sekte Pedang Langit dengan merdian rusak yang sering di-bully.

Beruntung, Haneen membawa Sistem Agen Bayangan yang memungkinkannya mengeluarkan senjata modern seperti pistol, drone intai, dan granat di dunia yang mengandalkan pedang dan jurus.

Awalnya hanya ingin bertahan hidup, Haneen justru mengungkap jaringan korupsi besar di dalam sekte. Para tetua yang terlihat suci ternyata saling melindungi sambil mencuri sumber daya. Bersama Yan Ling, murid luar yang juga jadi korban, Haneen mulai membongkar kejahatan satu persatu.

Namun setiap kebenaran yang terungkap, mereka semakin diburu. Dari tambang ilegal hingga ruang bawah tanah rahasia, Haneen dan Yan Ling harus terus berlari sambil mencari cara untuk bertahan.

Mampukah Haneen bertahan di dunia yang mengagungkan kekuatan spiritual sambil membongkar rahasia kelam para tetua?
Akankah teknologi modern dari sistemnya cukup untuk mengalahkan kultivator tingkat tinggi yang terus memburunya? Dan yang terpenting, bisakah dia dan Yan Ling saling percaya di tengah bahaya yang mengintai setiap langkah?

Penuh Aksi, strategi cerdas, dan intrik yang tak terduga.

Ikuti perjalanan Haneen membuktikan bahwa di dunia yang kejam ini, pinter dan siap bisa mengalahkan yang kuat.
Siapkah kamu mengikuti setiap langkah berbahaya mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sands Ir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Ujian Darah di Arena Batu Abu-Abu yang Dingin

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Matahari semakin tinggi menembus kabut pagi yang menyelimuti puncak gunung tempat Sekte Pedang Langit berdiri kokoh seperti raksasa batu yang telah tidur selama ribuan tahun, dan lonceng besar di alun-alun utama berbunyi sekali lagi dengan suara gemuruh yang getarannya bisa dirasakan hingga ke tulang sumsum setiap murid yang berbaris rapi dalam formasi kotak-kotak besar berdasarkan tingkat kekuatan dan tahun masuk mereka ke dalam sekte yang kejam ini.

Haneen berdiri di barisan paling belakang bersama murid-murid luar lainnya yang mengenakan jubah abu-abu kusam, sementara para murid inti yang mengenakan jubah berwarna-warni berdiri di podium yang lebih tinggi dengan tatapan merendahkan seolah-olah mereka adalah dewa-dewa kecil yang sedang menonton semut bertarung di dalam lingkaran tanah yang telah disiapkan khusus untuk ujian seleksi tahunan ini.

Dia mengamati setiap gerakan para tetua yang berdiri di sisi arena dengan mata setengah tertutup, menganalisis pola pernapasan mereka dan posisi berdiri mereka untuk menentukan siapa di antara mereka yang memiliki kekuatan tertinggi dan siapa yang hanya berpura-pura kuat demi menjaga wibawa di depan murid-murid baru yang masih polos dan penuh dengan harapan kosong tentang keadilan di dunia kultivasi yang sebenarnya hanya diatur oleh hukum rimba di mana yang kuat memakan yang lemah tanpa rasa belas kasihan sedikit pun.

[Misi Baru: Lolos dari Babak Penyisihan. Syarat: Tidak terbunuh dan tidak tereliminasi. Hadiah: 500 IP + Granat Asap Taktis.]

Notifikasi sistem muncul di sudut pandangannya dengan huruf berwarna biru neon yang hanya bisa dilihat oleh matanya sendiri, dan Haneen menghela napas pelan karena dia tahu bahwa sistem ini tidak akan pernah memberikan misi yang mudah meskipun dia hanyalah seorang murid luar dengan meridian yang rusak dan dianggap sampah oleh seluruh penghuni sekte.

Nama Haneen dipanggil oleh seorang penguji bertubuh besar yang suaranya sangat keras hingga terdengar jelas di seluruh arena, dan dia melangkah maju menuju arena batu abu-abu yang telah dipenuhi dengan bekas goresan pedang dan noda darah kering dari peserta ujian tahun-tahun sebelumnya yang gagal dan harus membayar harga kegagalan mereka dengan luka fisik atau bahkan nyawa mereka sendiri di atas tanah dingin ini. Lawannya adalah seorang pemuda bertubuh kekar dengan senyum arogan yang dikenal sebagai salah satu anak buah Song Wei yang mungkin sudah menyadari bahwa pemimpin mereka hilang semalam dan sekarang mencari sasaran empuk untuk melampiaskan kemarahan serta kecurigaan mereka kepada siapa saja yang berada di sekitar mereka pada malam kematian itu.

"Aku tidak tahu apa yang terjadi pada Kakak Senior Song Wei, tapi aku tahu kau ada di dekat kamarnya semalam," ucap pemuda itu sambil menarik pedang besi kasar dari sarungnya yang terbuat dari kulit binatang buas. Energi spiritual berwarna kuning mulai mengalir di sepanjang bilah pedang itu, menandakan bahwa dia telah mencapai tingkat kondensasi Qi tingkat tiga yang jauh di atas Haneen yang sepertinya tidak memancarkan aura kekuatan apa-apa karena dia sengaja menekan semua tanda-tanda kekuatan yang mungkin masih tersisa di tubuh rapuhnya.

Haneen tidak menjawab tuduhan itu karena dia tahu bahwa penjelasan hanya akan dianggap sebagai kelemahan oleh orang-orang yang hanya menghormati kekuatan fisik, dan dia justru memilih untuk diam sambil tangannya yang tersembunyi di dalam lengan jubah longgar itu menyentuh sebuah benda kecil bulat yang telah dia beli dari toko sistem menggunakan poin informasi yang dia dapatkan dari misi malam sebelumnya.

Pertarungan dimulai dengan penguji meniup peluit tajam yang memotong udara pagi yang dingin, dan pemuda itu langsung menerjang maju dengan kecepatan yang menakutkan bagi orang biasa namun terlihat lambat bagi mata Haneen yang telah dilatih untuk mengamati gerakan musuh dalam pecahan detik di medan perang dunia sebelumnya yang penuh dengan teknologi tinggi dan kematian yang mengintai di setiap sudut jalan yang gelap.

Saat pedang itu ayunkan ke arah lehernya dengan tujuan untuk melukai bukan membunuh karena kematian peserta ujian akan membawa masalah birokrasi bagi sekte, Haneen menghentakkan kakinya ke tanah bukan untuk melompat mundur melainkan untuk mengaktifkan alat kecil yang dia lempar ke tanah di antara mereka yang seketika meledakkan asap tebal berwarna abu-abu pekat yang memenuhi seluruh arena dalam waktu kurang dari tiga detik sehingga menghalangi pandangan semua orang termasuk para penguji yang berdiri di pinggir arena batu itu.

Di dalam kabut asap yang tebal itu, Haneen tidak menggunakan pedang atau tinju melainkan bergerak seperti bayangan yang cair menuju belakang lawan yang sedang batuk-batuk karena terkejut dengan senjata asing yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya di dunia yang hanya mengandalkan sihir dan energi spiritual murni untuk bertarung dalam duel yang seharusnya adil menurut aturan kuno yang mereka pegang teguh hingga saat ini.

Dengan gerakan cepat dan efisien, dia menusuk titik tekanan di leher lawan menggunakan jari telunjuknya yang telah dialiri sedikit energi kinetik dari sistem untuk melumpuhkan saraf tanpa harus membunuh atau meninggalkan luka fisik yang bisa menjadi bukti penggunaan kekuatan asing yang bisa mencurigakan bagi para tetua sekte yang mungkin sedang mengawasi ujian ini dari menara tinggi yang menjulang di atas awan.

Pemuda itu roboh ke tanah dengan mata terbelalak karena tubuhnya tidak bisa bergerak meskipun sadar sepenuhnya, dan Haneen mundur kembali ke posisi semula tepat saat asap itu mulai menipis ditiup oleh angin spiritual yang dialirkan oleh para penguji untuk membersihkan arena dari gangguan visual yang dianggap curang oleh sebagian besar peserta ujian yang lain yang masih berdiri bingung di luar lingkaran pertarungan.

"Pemenangnya adalah Haneen," ucap penguji itu dengan nada datar meskipun matanya menyipit curiga karena dia tidak merasakan adanya ledakan energi spiritual yang signifikan dari gadis lemah itu, namun aturan ujian menyatakan bahwa siapa pun yang masih berdiri saat lawan jatuh adalah pemenang mutlak tanpa pertanyaan lebih lanjut mengenai cara yang digunakan untuk mencapai kemenangan tersebut.

Haneen membungkuk sopan kepada penguji dan para penonton sebelum turun dari arena, menyembunyikan senyuman tipis di sudut bibirnya karena dia tahu bahwa dia baru saja mengirimkan pesan tersirat kepada siapa saja yang berani mengincarnya bahwa meskipun dia tidak memiliki aura kekuatan yang mencolok, dia tetaplah berbahaya seperti ular yang bersembunyi di dalam rumput tinggi yang siap menyengat kapan saja jika ada yang terlalu dekat dengan wilayah kekuasaannya yang telah dia tandai dengan darah dan rahasia pada malam sebelumnya.

[Misi Selesai. Poin Informasi Ditambahkan: 500 IP. Saldo Saat Ini: 1950 IP. Item Baru Terbuka: Peluru Penenang, Alat Penyadap Mini, Bom Asap Level 2.]

Suara sistem itu kembali terdengar memberikan konfirmasi bahwa strateginya berjalan sempurna, dan Haneen kembali ke barisannya sambil merasakan tatapan tajam dari beberapa murid inti yang sekarang mulai menganggapnya sebagai variabel yang harus dihitung dalam persamaan kekuasaan di Sekte Pedang Langit yang semakin rumit sejak kematian Song Wei yang masih menjadi misteri bagi semua orang kecuali dia dan bayangan malam yang menjadi saksi bisu kejadian itu.

Dia duduk bersila di atas tanah dingin sambil memejamkan mata seolah-olah sedang beristirahat, padahal pikirannya sedang bekerja keras merencanakan langkah berikutnya karena kemenangan ini hanyalah langkah pertama dalam catur besar yang akan menentukan apakah dia akan menjadi pemain atau hanya menjadi pion yang dikorbankan dalam permainan para dewa dan iblis yang sedang berlangsung di Alam Xuanling yang luas dan penuh bahaya yang tidak terlihat oleh mata biasa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Bersambung…...

Jangan lupa like, komen dan share😁

1
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
huh ... thor serasa ikut dalam cerita...👍👍
Mbu'y Fahmi
deg² thor takut ketauan😄
Ahyar Alkautsar Rizky
keren thor😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Mbu'y Fahmi
lanjut thor... makin seru cerita nya
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor 🔥
Ara putri
semangat kak. jgn lupa mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor🔥
Ahyar Alkautsar Rizky
izin save gambarnya ya thor 🙏
Fajar Fahri
ikut kedalam cerita
Fajar Fahri
visualnya kerenn 👍
Intan21
😍
Intan21
good
Saskia Natasya
alur cerita nya bagus
Ahyar Alkautsar Rizky
seru kali thor 😍
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor
Ahyar Alkautsar Rizky
lanjut thor please
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!