NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:597.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. SALAH PAHAM?

Liora menatap sosok tinggi yang kini berdiri di ambang pintu kamarnya.

Untuk pertama kalinya sejak hari pernikahan itu, sejak ikrar suci yang terasa lebih seperti panggung penghinaan, Liora benar-benar melihat Duke Alaric Ravens. Pria yang sudah resmi berstatus suami Liora.

Tak menyangka kalau Duke Alaric benar-benar datang ke kamar tidur Liora.

Bukan dengan baju perang.

Bukan dengan mantel jenderal.

Melainkan dengan pakaian santai berwarna gelap, tanpa pedang, tanpa zirah. Rambut hitamnya tidak sepenuhnya rapi, seolah ia baru saja melepas ketegasan seorang Duke dan menyisakan seorang pria yang tidak ... berbahaya.

Jantung Liora berdegup tidak karuan.

Ini berbeda. Sangat berbeda dari bayangan dingin dan kejam yang selama ini hidup di kepalanya.

Alaric menatap Liora sejenak, lalu berkata dengan suara rendah namun jelas, "Bolehkah aku masuk?"

Pertanyaan sederhana itu justru membuat Liora semakin gugup.

Silahkan menelan ludah, lalu mengangguk kecil.

"Silakan," ucap Liora.

Alaric melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya.

Sunyi.

Sunyi yang terlalu terasa.

Liora mengutuk dalam hati.

Seharian aku jungkir balik, pura-pura sakit, bikin kediaman ini heboh dan tetap saja dia datang! batin Liora menjerit.

Rasanya ingin sekali Liora melompat keluar jendela. Atau pura-pura pingsan sungguhan. Apa pun selain menghadapi situasi canggung ini.

Namun sebelum Liora sempat mundur satu langkah pun ....

Alaric sudah berdiri di hadapannya.

Dan tiba-tiba, tangan besar itu menempel di dahi Liora.

Hangat.

Liora tersentak. Refleks ia mendongak, mata mereka bertemu begitu dekat.

"Apa-" Liora sampai tidak tahu harus berkata apa.

"Kau masih panas," ujar Alaric serius. "Seharusnya kau istirahat hari ini jika sakit."

Liora membeku.

"Kudengar dari Gideon, kau justru banyak bekerja hari ini," lanjut Alaric yang entah kenapa terdengar seperti ... khawatir.

Liora terdiam.

Dia ... membicarakan kesehatanku? Pikir Liora yang terasa berantakan.

Duke Alaric Ravens? Pria yang meninggalkanku di altar? Yang bahkan tidak menatapku di hari pernikahan?

Dan sekarang, dia berdiri di kamarnya, menyentuh dahinya, dan berbicara tentang kondisinya? batin Liora yang terus bergumul.

Alaric menyadari tatapan Liora yang terlalu lama. Ia menghela napas kecil ketika tahu isi kepala Liora saat ini.

"Jangan menatapku seperti aku ini penjahat berhati dingin," kata Alaric.

Alis Liora mengerut lalu menjawab langsung, "Bukankah memang begitu?"

Alaric terkejut, jelas. Liora tidak menepis ucapan dan justru menjawab balik. Alaric berkata, "Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Liora mendengus pelan. "Lalu apa yang seharusnya kupikirkan ketika kau meninggalkanku di upacara pernikahan dan tidak menemuiku di malam pertama, lalu membiarkanku di kediamanmu ini seperti tamu asing."

Alaric mengerjap mendengar ucapan blak-blakan Liora.

Gadis itu menatap Alaric tanpa gentar.

"Walau, sejujurnya," lanjut Liora dengan nada datar, "aku bersyukur kau tidak datang. Aku bisa tidur dengan nyenyak malam itu."

Hening.

Lalu ...

Alaric tertawa kecil.

Bukan tawa mengejek.

Bukan tawa dingin.

Tawa terkejut.

Liora berkedip. "Kenapa tertawa?"

Alaric mendekat satu langkah,.terlalu dekat, lalu tanpa peringatan mencubit pipi Liora yang gembul.

"Hey!" protes Liora ketika pipinya ditarik gemas oleh Alaric.

"Ternyata istriku pandai bicara," kata Alaric sambil tersenyum miring. "Tidak takut aku akan mengeksekusimu karena bicara kasar padaku?"

Liora langsung menepis tangan Alaric. "Berhenti mencubit pipiku!"

Alaric hanya tersenyum simpul. Terhibur dengan sikap Liora yang tidak bisa ia tebak ini.

Liora menatap tajam Alaric. Sepertinya hewan jinak yang waspada terhadap predator.

"Kau tidak mungkin berani. Aku tidak punya kesalahan sampai harus dieksekusi. Lagi pula tidak ad manfaatnya untukmu mengeksekusiku," kata Liora seraya mengelus pipinya.

"Benarkah?" tantang Alaric.

Liora menarik napas, lalu melanjutkan tanpa ragu, "Dan percayalah, di luar sana banyak yang bicara buruk tentangmu. Terutama sikap dinginmu itu. Kau pikir itu keren? Itu menyebalkan asal kau tahu."

Alaric terdiam mendengar ucapan Liora yang benar-benar tidak bisa ia duga ini.

Lalu Alaric tertawa lebih keras.

Sudah lama sekali ia tidak tertawa seperti ini.

Jika Gideon melihatnya sekarang, Alaric yakin tangan kanannya itu akan terpaku di tempat karena tidak percaya.

Mungkin karena ini pertama kalinya ada orang yang tidak takut berhadapan dengan Alaric, bahkan terkesan yang paling berani bicara dengan Alaric selain keluarga kerajaan.

Liora justru semakin bingung. "Apa lucunya?"

Alaric menatapnya lama, lalu berkata,

"Aku datang untuk membicarakan kenapa aku pergi di hari pernikahan."

Liora melihat Alaric untuk mendengar lanjutannya.

Wajah Alaric berubah serius. "Gideon sudah memarahiku soal itu. Dan aku ingin minta maaf padamu."

Liora terkejut. "Minta maaf?"

"Wilayah Duke di Utara diserang monster hari itu. Serangan besar. Berbahaya. Aku harus pergi saat itu juga bersama para kesatria karena nyawa penduduk dalam bahaya," jelas Alaric.

Monster? batin Liora.

Alaric mengepalkan tangan. "Aku tidak bermaksud mencoreng nama baikmu."

Liora menatap Alaric tanpa berkedip.

Liora tahu soal wilayah Utara. Ia membaca laporannya. Wilayah yang berbatasan langsung dengan tanah para monster. Serangan yang sering memakan korban.

"Jadi," Alaric melanjutkan, "aku tidak pergi karena jijik pada tubuhmu, seperti rumor yang beredar."

Liora terdiam, rumor itu tentu saja Liora tahu. Ia bahkan pernah memikirkan itu. Ia sempat yakin itulah alasannya Alaric pergi di upacara pernikahan mereka.

Namun kini ....

"Aku justru marah saat upacara pernikahan itu," kata Alaric tiba-tiba.

Liora mengernyit. "Kenapa?"

"Karena pakaianmu," jawab Alaric dengan wajah mengernyit seolah sebal.

Hati Liora terasa mencelos. Ia tersenyum getir dan berkata," Karena gaunku tidak pantas untuk seorang yang akan menjadi Duchess?"

Alaric menggeleng pelan. "Karena kau terlihat tidak nyaman dengan gaunmu."

Liora melihat Alaric, terkejut.

Alaric menatap Liora dengan mata tajam. "Gaun itu terlalu ketat. Kau jelas sulit bernapas. Siapa pun penjahitnya, aku akan pastikan dia tidak punya nama lagi di ibukota. Itu adalah hari pernikahanmu, tapi mereka memberikan gaun yang seolah sengaja untuk menghinamu dan membuatmu tampil buruk."

Liora terperangah. "Kau ... memperhatikan itu?"

"Tentu saja," jawab Alaric. "Sejak kau masuk ruangan."

Liora lagi-lagi terkejut.

Alaric menghela napas. "Aku menahan diri untuk tidak memanggil penjahit itu saat itu juga."

Ada kehangatan aneh yang merambat di dada Liora. "Seharusnya kau mengatakannya. Aku jadi berpikir buruk tentangmu," katanya.

"Aku juga minta maaf," kata Alaric. "Karena tidak serius menjalani pernikahan ini ... akibat rumor tentangmu."

Liora tidak terkejut soal ini. Ia sudah menduga itu.

"Kita memang tidak boleh percaya rumor," lanjut Alaric. "Aku tidak tahu kalau istriku ternyata sedikit ... gila."

Liora langsung menatap Alaric sebal. "Apa maksudmu dengan gila?"

"Hanya kau yang berani mengolok-olok seorang Duke," kata Alaric dengan senyum kembali di wajah.

"Aku hanya mengatakan kebenaran," jawab Liora.

Alaric tersenyum semakin merekah.

Dan saat itulah ... Liora terpana.

Untuk pertama kalinya, ia melihat senyum itu.

Bukan senyum dingin.

Bukan senyum sopan bangsawan.

Senyum seorang pria.

"Oke," kata Alaric akhirnya. "Cukup bicaranya."

Alaric melangkah mendekat. "Ayo kita ke ranjang sekarang."

Liora membeku. "Huh?"

Alaric hanya tersenyum lebih lebar.

1
Atik Kiswati
udah tamat aja nih.....
Nor Azlin
cerita tentang papa mama nya sudah tamat dengan ending nya yang penuh suka duka & bahagia yah aku sangat puas hati lah thor sukses buat mu yah sampai ketemu di lanjutan nya yah 😂😂
Archiemorarty: Makasih udah baca ceritanya kak, happy reading di sequel selanjutnya 🥰
total 1 replies
Alfia Amira
butuh kretek kyk nya si liola nih 😁😁
trueNetizen
suka sekali dengan cerita ini
Alfia Amira
panas lah kalo matahari nya dua kali lipat 🤭🤭🤭
Nor Azlin
thor penasaran ni kok ibu nya si Arron tidak ada bersama mereka yah ...apa dia sudah meninggal atau dia memang tidak dapat ikut yah🤔🤔🤔lanjutkan thor
Archiemorarty: Emaknya Aaron ada kok, nanti bakal ketemu di sequel 🤭
total 1 replies
Dian
lanjutt
Lusianina
akhirnya yg ditunggu2 OMG SO EXCITED!!!!😱😱😱
Nor Azlin
Alhamdulillah syukur akhirnya twins lahir ke dunia ini bertemu sama kakak Rowan nya sama anggota keluarga yang lain ... welcome baby twins semoga kalian berdua setangguh daddy mommy kalian yah jadilah anak2 yang berbakti pada kedua orang tua kalian begitu juga sama negara ... lanjutkan thor
Nor Azlin
🤣🤣🤣🤣betul sekali tu yang ngidam itu bukan Liora kan tapi si Alaric nya tu 😂😂😂kasihan sekali si Gideon nya tu sebut aja anak dalam perut Liora pasti Gideon pasti melunak kan hanya demi bayi si Liora aja tu 😆😆😆semoga senyuman juga keceriaan pada keluarga mereka berpanjangan yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah pasti lah kakak kandung nya mereka tiga bersaudara kan thor ...nah kerana mereka bersaudara lah hukuman nya Liora di kasih liburan ke utara tempat kelahiran mereka Alias kampung halaman mereka bukan...seperti nya Liora sangat di sayangi dalam keluarga Alaric yah ...semoga Alaric bisa memburu Monster yang lain nya agar kehidupan keluarga kecil nya bisa hidup damai yah 😂😂😂selamat berburu Duke...lanjutkan thor
Archiemorarty: Gimana gx disayang, dia udah ngelametin Alaric, keluarganya, satu kerajaan. pasti disayang dia 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
suami idaman hanya memuja satu wanita yaitu istri nya...🥰😍😍
Archiemorarty: Benar sekali 🤭
total 1 replies
Ani Susanti
cembokur
Nor Azlin
sudah aku katakan yah mereka akan mendapat anak selepas perang habis 😂😂🤣🤣tebakan aku benar deh ...semoga bahagia selalu yah Alaric Liora nya & tidak sabar mau ketemu sama Pangeran kecil sama Puteri kecil yah ...lanjutkan rhor
Archiemorarty: Siap siap ketemu para pembuat onar cadel ya 🤭
total 1 replies
Nor Azlin
nah itu yang membuat ceritanya si author menjadi seru & menantang untuk di baca yah😂😂😂bayangkan aja membaca nya dengan dada berdebar-debar juga emosi yang ketakutan kayak kita nonton filem lah di tv gitu 😂😂😂menyenangkan sekali lho aku suka thor tidak bosan jadi nya aku terhibur banget deh...semoga selepas pulang dari medan perang ini khabar gembira menyusul Alaric sama Liora nya bahawa Alaric junior sama Liora junior udah ada di dalam perut nya Liora yah ...aku rasa kan iya deh si Liora hamil kerana wajah sama pipi nya udah gembul kembali tu 😂😂😂 lanjutkan thor
Archiemorarty: Hahaha... tenang tenang...para bocil bakal hadir nanti 🤭
total 1 replies
Cicih Sophiana
berbuat apa Marquess sampai di tendang Liora...
Cicih Sophiana
mungkin Lilola kurus krn gak ada yg ngasih makan Duke... kasian😪
Cicih Sophiana
semoga Alaric pulang dengan sehat...
Cicih Sophiana
Alaric pasti selamat krn kan semangat untuk Lilola nya tercinta...
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕
wkwwkkwk... klu udh Kaisar yg manggil hrs patuh yaa hahahaha
Terselamatkan krn ada Gideon 🤭🤭🤭😀
ͩ☠ᵏᵋᶜᶟ⏤͟͟͞R•Dee OFF💕: hahaha oh iyaa 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!