NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Bullying dan Balas Dendam / Pengantin Pengganti / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8. SALAH PAHAM?

Liora menatap sosok tinggi yang kini berdiri di ambang pintu kamarnya.

Untuk pertama kalinya sejak hari pernikahan itu, sejak ikrar suci yang terasa lebih seperti panggung penghinaan, Liora benar-benar melihat Duke Alaric Ravens. Pria yang sudah resmi berstatus suami Liora.

Tak menyangka kalau Duke Alaric benar-benar datang ke kamar tidur Liora.

Bukan dengan baju perang.

Bukan dengan mantel jenderal.

Melainkan dengan pakaian santai berwarna gelap, tanpa pedang, tanpa zirah. Rambut hitamnya tidak sepenuhnya rapi, seolah ia baru saja melepas ketegasan seorang Duke dan menyisakan seorang pria yang tidak ... berbahaya.

Jantung Liora berdegup tidak karuan.

Ini berbeda. Sangat berbeda dari bayangan dingin dan kejam yang selama ini hidup di kepalanya.

Alaric menatap Liora sejenak, lalu berkata dengan suara rendah namun jelas, "Bolehkah aku masuk?"

Pertanyaan sederhana itu justru membuat Liora semakin gugup.

Silahkan menelan ludah, lalu mengangguk kecil.

"Silakan," ucap Liora.

Alaric melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya.

Sunyi.

Sunyi yang terlalu terasa.

Liora mengutuk dalam hati.

Seharian aku jungkir balik, pura-pura sakit, bikin kediaman ini heboh dan tetap saja dia datang! batin Liora menjerit.

Rasanya ingin sekali Liora melompat keluar jendela. Atau pura-pura pingsan sungguhan. Apa pun selain menghadapi situasi canggung ini.

Namun sebelum Liora sempat mundur satu langkah pun ....

Alaric sudah berdiri di hadapannya.

Dan tiba-tiba, tangan besar itu menempel di dahi Liora.

Hangat.

Liora tersentak. Refleks ia mendongak, mata mereka bertemu begitu dekat.

"Apa-" Liora sampai tidak tahu harus berkata apa.

"Kau masih panas," ujar Alaric serius. "Seharusnya kau istirahat hari ini jika sakit."

Liora membeku.

"Kudengar dari Gideon, kau justru banyak bekerja hari ini," lanjut Alaric yang entah kenapa terdengar seperti ... khawatir.

Liora terdiam.

Dia ... membicarakan kesehatanku? Pikir Liora yang terasa berantakan.

Duke Alaric Ravens? Pria yang meninggalkanku di altar? Yang bahkan tidak menatapku di hari pernikahan?

Dan sekarang, dia berdiri di kamarnya, menyentuh dahinya, dan berbicara tentang kondisinya? batin Liora yang terus bergumul.

Alaric menyadari tatapan Liora yang terlalu lama. Ia menghela napas kecil ketika tahu isi kepala Liora saat ini.

"Jangan menatapku seperti aku ini penjahat berhati dingin," kata Alaric.

Alis Liora mengerut lalu menjawab langsung, "Bukankah memang begitu?"

Alaric terkejut, jelas. Liora tidak menepis ucapan dan justru menjawab balik. Alaric berkata, "Kenapa kau berpikir seperti itu?"

Liora mendengus pelan. "Lalu apa yang seharusnya kupikirkan ketika kau meninggalkanku di upacara pernikahan dan tidak menemuiku di malam pertama, lalu membiarkanku di kediamanmu ini seperti tamu asing."

Alaric mengerjap mendengar ucapan blak-blakan Liora.

Gadis itu menatap Alaric tanpa gentar.

"Walau, sejujurnya," lanjut Liora dengan nada datar, "aku bersyukur kau tidak datang. Aku bisa tidur dengan nyenyak malam itu."

Hening.

Lalu ...

Alaric tertawa kecil.

Bukan tawa mengejek.

Bukan tawa dingin.

Tawa terkejut.

Liora berkedip. "Kenapa tertawa?"

Alaric mendekat satu langkah,.terlalu dekat, lalu tanpa peringatan mencubit pipi Liora yang gembul.

"Hey!" protes Liora ketika pipinya ditarik gemas oleh Alaric.

"Ternyata istriku pandai bicara," kata Alaric sambil tersenyum miring. "Tidak takut aku akan mengeksekusimu karena bicara kasar padaku?"

Liora langsung menepis tangan Alaric. "Berhenti mencubit pipiku!"

Alaric hanya tersenyum simpul. Terhibur dengan sikap Liora yang tidak bisa ia tebak ini.

Liora menatap tajam Alaric. Sepertinya hewan jinak yang waspada terhadap predator.

"Kau tidak mungkin berani. Aku tidak punya kesalahan sampai harus dieksekusi. Lagi pula tidak ad manfaatnya untukmu mengeksekusiku," kata Liora seraya mengelus pipinya.

"Benarkah?" tantang Alaric.

Liora menarik napas, lalu melanjutkan tanpa ragu, "Dan percayalah, di luar sana banyak yang bicara buruk tentangmu. Terutama sikap dinginmu itu. Kau pikir itu keren? Itu menyebalkan asal kau tahu."

Alaric terdiam mendengar ucapan Liora yang benar-benar tidak bisa ia duga ini.

Lalu Alaric tertawa lebih keras.

Sudah lama sekali ia tidak tertawa seperti ini.

Jika Gideon melihatnya sekarang, Alaric yakin tangan kanannya itu akan terpaku di tempat karena tidak percaya.

Mungkin karena ini pertama kalinya ada orang yang tidak takut berhadapan dengan Alaric, bahkan terkesan yang paling berani bicara dengan Alaric selain keluarga kerajaan.

Liora justru semakin bingung. "Apa lucunya?"

Alaric menatapnya lama, lalu berkata,

"Aku datang untuk membicarakan kenapa aku pergi di hari pernikahan."

Liora melihat Alaric untuk mendengar lanjutannya.

Wajah Alaric berubah serius. "Gideon sudah memarahiku soal itu. Dan aku ingin minta maaf padamu."

Liora terkejut. "Minta maaf?"

"Wilayah Duke di Utara diserang monster hari itu. Serangan besar. Berbahaya. Aku harus pergi saat itu juga bersama para kesatria karena nyawa penduduk dalam bahaya," jelas Alaric.

Monster? batin Liora.

Alaric mengepalkan tangan. "Aku tidak bermaksud mencoreng nama baikmu."

Liora menatap Alaric tanpa berkedip.

Liora tahu soal wilayah Utara. Ia membaca laporannya. Wilayah yang berbatasan langsung dengan tanah para monster. Serangan yang sering memakan korban.

"Jadi," Alaric melanjutkan, "aku tidak pergi karena jijik pada tubuhmu, seperti rumor yang beredar."

Liora terdiam, rumor itu tentu saja Liora tahu. Ia bahkan pernah memikirkan itu. Ia sempat yakin itulah alasannya Alaric pergi di upacara pernikahan mereka.

Namun kini ....

"Aku justru marah saat upacara pernikahan itu," kata Alaric tiba-tiba.

Liora mengernyit. "Kenapa?"

"Karena pakaianmu," jawab Alaric dengan wajah mengernyit seolah sebal.

Hati Liora terasa mencelos. Ia tersenyum getir dan berkata," Karena gaunku tidak pantas untuk seorang yang akan menjadi Duchess?"

Alaric menggeleng pelan. "Karena kau terlihat tidak nyaman dengan gaunmu."

Liora melihat Alaric, terkejut.

Alaric menatap Liora dengan mata tajam. "Gaun itu terlalu ketat. Kau jelas sulit bernapas. Siapa pun penjahitnya, aku akan pastikan dia tidak punya nama lagi di ibukota. Itu adalah hari pernikahanmu, tapi mereka memberikan gaun yang seolah sengaja untuk menghinamu dan membuatmu tampil buruk."

Liora terperangah. "Kau ... memperhatikan itu?"

"Tentu saja," jawab Alaric. "Sejak kau masuk ruangan."

Liora lagi-lagi terkejut.

Alaric menghela napas. "Aku menahan diri untuk tidak memanggil penjahit itu saat itu juga."

Ada kehangatan aneh yang merambat di dada Liora. "Seharusnya kau mengatakannya. Aku jadi berpikir buruk tentangmu," katanya.

"Aku juga minta maaf," kata Alaric. "Karena tidak serius menjalani pernikahan ini ... akibat rumor tentangmu."

Liora tidak terkejut soal ini. Ia sudah menduga itu.

"Kita memang tidak boleh percaya rumor," lanjut Alaric. "Aku tidak tahu kalau istriku ternyata sedikit ... gila."

Liora langsung menatap Alaric sebal. "Apa maksudmu dengan gila?"

"Hanya kau yang berani mengolok-olok seorang Duke," kata Alaric dengan senyum kembali di wajah.

"Aku hanya mengatakan kebenaran," jawab Liora.

Alaric tersenyum semakin merekah.

Dan saat itulah ... Liora terpana.

Untuk pertama kalinya, ia melihat senyum itu.

Bukan senyum dingin.

Bukan senyum sopan bangsawan.

Senyum seorang pria.

"Oke," kata Alaric akhirnya. "Cukup bicaranya."

Alaric melangkah mendekat. "Ayo kita ke ranjang sekarang."

Liora membeku. "Huh?"

Alaric hanya tersenyum lebih lebar.

1
Miss Typo
kenapa Liora sampai menendang Marquess? pasti Marquess melakukan sesuatu atau ngomong sesuatu yg bikin Liora marah
Warung Sembako
terkejut dia istrinya gk gemoy lg...
Eli Rahma
lanjuut kak
Eli Rahma: selalu dtunggu kak othor..
total 2 replies
Ummu Dzaky
istri ny pingin kurus suaminya suka yg gembil2😁😁😁
Archiemorarty: Karena gx semua laki suka perempuan kurus 🤭
kalau kata mereka yang kurus gx enak dipeluk 🤭
total 1 replies
Amaya Fania
mau liat liora balas dendam dan jadi kurus
Archiemorarty: Ohoho.. sebentar lagi ya drama balas dendam dimulai 🤭
total 1 replies
Jelita S
Alaric kehilangan pipi gembul yg menggemaskan😄😄😄😄😄😄
Archiemorarty: Pipi gembul itu enak dicubit 🤭
total 1 replies
Ir
wkwkwk Alaric be like : kenapa istriku kurus hah!! apa kalian tidak memberinya makanan yang baik!! 🤣🤣

btw aku ngebayangin, kalo seandainya di masa Alaric udah ada HP, lagi perang sambi live streaming : hay guys kita lagi siapp² mau perang nih, kita mau musnahin moster, nanti aku kasih tau yaa monster nya itu seperti apa
🤣🤣🤣
Archiemorarty: Ya Tuhan, bisa bisanya kepikiran begitu 🤣
total 2 replies
Miss Typo
huaaaaaa aku nangis lagi tangis haru bahagia 😭

hbs nangis ketawa ngakak saat baca
Pipi gembul kesayangan Alaric... menghilang. 🤣🤣🤣
Miss Typo: aku aja ngakak apalagi othor yg nulis ya 🤣
total 2 replies
Maria Lina
lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐝𝐫 𝐫𝐚𝐜𝐮𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐦𝐮𝐤 😊😊😊👏👏👏👏
Archiemorarty: Hahaha...tentu aja 😎
total 1 replies
Miss Typo
semoga berhasil dan berjalan dgn lancar
Miss Typo: harus bukan semoga 🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐮😭😭😭
Ir
teruss komporin terus aja Arram biar makin menyala, nanti aku tambahin pertamax Turbo 🤣🤣
Archiemorarty: Nah kan kan...pahamlah ya gimana ntar 🤭🤣
total 3 replies
Miss Typo
kalau sampai Liora tau keadaan Alaric, pasti dia akan menyusul dgn kemarahannya dia pasti maju ikut menyerang.
semoga Alaric baik² saja, othor membuyku menangis lagi 😭
Miss Typo: iya dia selalu kuat 😁
total 2 replies
Jelita S
Alaric harus selamat biar lihat Liora yg kirisan🤣
Archiemorarty: Nah kan 🤣
total 1 replies
Miss Typo
Alaric dah bucin pakai banget ke istri tercinta nya 🤣
Archiemorarty: Oh, harus banget ini mah 🤭
total 1 replies
Jeng Ining
aq tuh ngebayangin pasukan Aragon Legolas dn temen²nya.. dn Liora pun jd kebayang si cewek yg ngebunuh musuh yg tidak ada seorg pria pun yg mampu membunuhnya🙈
Jeng Ining: loh loh loh.. ternyata aq salah emot✌️😅, aq pikir itu emot love✌️🙈
total 3 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐤𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐚𝐥𝐛𝐞𝐫𝐢𝐨𝐧 𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐮 😡😡😡
Eli Rahma
moga alaric gpp
Archiemorarty: semoga ya 🤭
total 1 replies
Ummu Dzaky
baru mulai perang udah d panah😱😱
ommoooo
Archiemorarty: Hahaha...biar seru 😗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!