NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak angkat laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Kabur Dari Rumah

Setelah Sinta benar-benar pergi, Vanya mengambil ponsel mahal yang terletak di nakas samping tempat tidurnya.

         GenZ Girl👀

Vanya : Gw di tolak🙂

Rain : Sudah kudugong

Lea : Ciahahahahahahahahah

Vanya : Woi Lele! Puas banget lo ya ngetawain gw

Lea : Jelas. Salah sendiri nggak dengerin kita

Rain : Ada yang lagi patah hati nichhh

Vanya : Bye! Gw mau minggat aja

Tanpa memperdulikan tanggapan kedua sahabatnya, Vanya mencoba menyelinap diam-diam untuk keluar dari rumahnya.

Vanya melewati pintu belakang yang mengarah langsung ke taman. Di dekat taman ada pintu rahasia yang biasanya di gunakan untuk jalur pasokan bahan makanan masuk ke rumahnya.

Pintu itu jarang di jaga oleh security karena memang tempatnya yang tertutup tak akan membuat orang luar tau bahwa di situ ada pintu rahasia yang di tutupi tumbuhan liar dan akar-akar merambat.

Setelah berhasil keluar dari pintu itu, Vanya langsung bersorak gembira.

"Gilak! Udah kaya maling aja gw"

Vanya pergi berjalan kaki untuk menghindari suara agar orang-orang tidak sadar bahwa dirinya telah pergi keluar dari rumah besar itu.

Vanya juga tidak membawa dompet dan kedua ponselnya. Ia benar-benar pergi hanya dengan membawa tubuh dan baju yang ia pakai saja saat ini. Bahkan sendal yang ia gunakan adalah sendal yang ada di dalam kamarnya.

Vanya menyusuri jalan sampai keluar dari perumahan Elit tempat rumahnya berada. Kakinya melangkah entah kemana tak tau arah.

Setelah merasa lelah, Vanya menghentikan langkahnya. Di lihatnya sekeliling yang sepertinya adalah sebuah taman kecil dengan keadaan yang sangat sepi.

"Haus banget lagi, mana gw nggak bawa uang" keluh Vanya.

"Huaaa gw laperrrr" teriak nya dengan kencang.

Tiba-tiba sebuah lampu motor menyorot ke arah matanya, dengan refleks kedua tangannya pun langsung menutupi seluruh wajah.

Motor itu berhenti tepat di depan Vanya yang duduk lesehan di trotoar jalan.

"Apa anda butuh tumpangan?" tanya pengemudi misterius setelah berhasil turun dari motornya.

Helm fullface itu ia lepas, bertepatan juga dengan kedua tangan Vanya yang mulai di turunkan dari wajahnya.

"Elo?!" teriak mereka bebarengan.

"Woi cewe gilak! Ngapain lo disini?" pengemudi tadi ternyata adalah Vano. Ia sedang menghindar dari Vera yang mengajaknya untuk berkencan.

"Yang ada gw yang nanya. Lo ngapain bisa di sini sih! Apes banget gw ketemu lo mulu" ucap Vanya kesal.

"Lo ngapain di tempat sepi kayak gini sendirian?" Vano ikutan duduk di samping Vanya. Kini mereka sama-sama duduk di pinggir trotoar.

"Gw lagi kabur dari rumah" jawab Vanya lirih. Raut wajahnya langsung berubah sedih.

"Elo? Kabur dari rumah?" jika saja tak melihat raut wajah Vanya yang nampak sedih, mungkin Vano sudah menertawai nya habis-habisan.

"Kenapa kabur? Lo mau di jual?" tanya Vano lagi.

"Enak aja di jual! Gw tuh kabur gara-gara patah hati tauk" pecahlah sudah tawa Vano yang sedari tadi sudah ia tahan tahan.

"Wah kampret nih orang. Nggak lo, nggak sahabat gw, semuanya ngetawain gw. iiihhh kesel kesel kesel" tanpa Vanya sadari ia merengek di depan Vano. Orang yang notabene tidak ia kenal.

"Patah hati kenapa sih lo? Cowo yang kemaren ketahuan selingkuh?" tanya Vano setelah tawanya mereda.

"Bukan! Dia bukan pacar gw tauk" sentak Vanya sambil mengerucut kan bibirnya.

"Terus patah hati karena siapa dong? Cewe gila kaya lo bisa patah hati juga ternyata" kekeh Vano. Ia sedikit merasa lucu dengan tingkah Vanya.

"Lo banyak nanya njir, kaya wartawan aja" canda Vanya.

"Kita udah beberapa kali ketemu tapi belum kenalan loh" ucap Vano sambil melirik singkat ke arah Vanya yang sedang memandang ke arah langit malam.

"Dih siapa juga yang mau kenalan sama lo"

"Nama gw Vano. Alvano Pradipta Leonardo" meski Vanya berkata tak ingin saling mengenal, namun Vano tetap memperkenalkan dirinya.

"Gw sekolah di SMA HCL Jaya kelas sebelas IPS, eh tapi besok gw udah pindah sih ke SMA Bhakti Wiratmadja" jelas Vano.

"Kenapa pindah?" tanya Vanya.

"Sahabat gw pindah kesana. Jadi, ya gw ikut lah" jawab Vano dengan santai.

"Leonardo ya?" tanya Vanya lagi.

"Lo tau keluarga gw?" tanya Vano balik.

"Ya iyalah. Siapa coba yang nggak kenal keluarga Leonardo. Keluarga lo kan termasuk konglomerat di kota ini" jawab Vanya apa adanya.

"Biasa aja ah. Lagian masih ada keluarga Wiratmadja di posisi pertama. Gila sih keluarga itu kaya banget dari yang gw tau. Keluarga gw aja belum setengahnya" Vano geleng-geleng kepala.

'Masa sih keluarga gw se hebat itu?' tanya Vanya di dalam hati.

"Ngomong-ngomong nama lo siapa?" tanya Vano ahirnya.

"Vanya. Zevanya Putri"

"Udah itu doang?" tanya Vano lagi.

"Iya lah. Emang apalagi?" tanya Vanya balik.

"Em sorry, nama belakang lo?" Vano bertanya dengan hati-hati takut menyinggung.

"Em gw nggak ada. Kalo gw anak orang kaya yang pasti nggak akan sendirian disini lah jalan kaki kaya orang ilang" cerocos Vanya.

"Iya juga sih. Lo juga kan kabur dari rumah. Gw sih kalo kabur mah bawa kendaraan biar nggak repot" Vano mengangguk-ngangguk kan kepala nya seolah setuju.

"Lo sekolah dimana?" tanya Vano.

"Wiratmadja" balas Vanya singkat.

"Wuihh ngeriii. Disana ada beasiswa juga ya?" Vano berdecak kagum. Vano berpikir jika sekolah elit ternyata bisa di masuki oleh gadis biasa seperti Vanya.

"Banyak kok beasiswa disana. Wiratmadja sangat menghargai murid-murid berprestasi. Bukannya sombong ya, tapi gw ranking satu paralel disana" ucap Vanya dengan sombong.

"Berarti nanti lo akan jadi saingan gw dong?" tanya Vano.

"Gw XI IPA. Lo kan IPS. Tapi ya liat nanti deh tinggi an siapa jumlah nilainya" jawab Vanya.

"Lo disana terkenal nggak?" tanya Vano lagi.

"Sumpah ya, lo banyak nanya anjirrr" keluh Vanya.

"Hehe bukan lo doang sih yang bilang gitu. Sahabat gw sering bilang kayak gitu ke gw hehehe" ucap Vano disertai cengiran khas nya.

"Gw murid biasa-biasa aja kok. Nggak mungkin siswi dari kalangan biasa kayak gw bisa terkenal" jelas Vanya merendah.

"Iya juga njirrr"

Tiba-tiba perut Vanya berbunyi nyaring. Suasana hening di sekitar mereka membuat suara perut itu terdengar jelas di telinga Vano.

"Haha laper lo ya? Makan nya sebelum kabur tuh isi perut dulu" ledek Vano.

"Mana ada orang mau kabur mikirin makan dulu" Vanya memutar kedua bola matanya malas.

"Udah yok gw traktir. Mau nggak?" tawar Vano sambil menaik turunkan alisnya. Kebetulan sekali Vanya sedang menatap kearahnya.

"Hehe boleh deh. Besok gw ganti pas di sekolah ya. Gw kabur bener-bener nggak bawa apa-apa"

"Ayok ikut gw" Vano pun mulai beranjak berdiri.

Setelah sudah berdiri tegak, Vano mengulurkan tangan nya untuk membantu Vanya berdiri. Vanya pun menerima uluran tangan itu lalu ikut berdiri.

Vano menaiki motor sport nya, helm fullface tadi ia kalung kan di lengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan ia gunakan untuk membantu Vanya naik ke jok belakang.

"Pegangan" perintah Vano.

Vanya pun memegang ujung jaket kulit berwarna coklat pada bagian kedua sisi pinggang Vano. Laki-laki itu cukup peka dan mengendarai motornya lebih santai agar orang yang duduk di boncengan nya tidak jatuh.

1
R19
Ada yang nungguin kelanjutannya nggak nih? 🤭Terimakasih yang sudah mampir buat baca. Jangan lupa like & komen ya🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!