NovelToon NovelToon
ASI Anak SMA

ASI Anak SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan rahasia / Bad Boy / Perjodohan / Keluarga / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: Malamfeaver

___

"Vanya Gabriella" memiliki kelainan saat menginjak usia 18 tahun,dimana dia sudah mengeluarkan as* padahal dia tidak hamil.
dan disekolah barunya dia bertemu dengan ketua OSIS, "Aiden Raditya", dan mereka adalah jodoh.

"lo ngelawan sama gua? "
bentak Aiden marah

"nggak kak...maaf"
jawab vanya sambil menunduk ketakutan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Malamfeaver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab. 22 malam pertama

"Gue jauh lebih sayang sama lo, Vanya. Dan gue butuh itu sekarang."

​Suara Aiden yang memberat di dekat telinganya membuat seluruh bulu kuduk Vanya meremang. Aiden mulai menarik Vanya ke dalam dekapannya yang sangat erat, tangannya yang besar dan hangat mulai bergerak protektif di pinggang Vanya, seolah hendak menuntut haknya sebagai suami.

Vanya tersentak, rasa takut akan sesuatu yang belum pernah ia alami malam pertama yang sering ia dengar dari cerita-cerita mendadak menguasai pikirannya.

​"Kak! Stop! Jangan... jangan yang itu dulu!" teriak Vanya panik dengan mata terpejam rapat.

​"Kenapa? Kita sudah sah, Vanya. Tidak ada lagi yang perlu ditakutkan," gumam Aiden sambil memberikan kecupan-kecupan kecil di ceruk leher istrinya, mencoba memberikan rasa nyaman.

​Vanya memutar otak, mencari alasan secepat kilat agar bisa menunda momen yang menurutnya sangat mendebarkan itu.

"Aku... aku lagi kedatangan tamu bulanan! Iya, baru dapet tadi sore pas Mami pulang!" bohong Vanya sambil menahan napas.

Ia tahu berbohong pada suami itu tidak baik, tapi mentalnya benar-benar belum siap untuk melangkah lebih jauh malam ini.

​Aiden berhenti bergerak seketika. Ia menarik wajahnya dan menatap Vanya dengan mata menyipit tajam, penuh selidik. "Haid? Kok nggak bilang dari tadi?" tanya Aiden curiga karena sore tadi Vanya nampak baik-baik saja.

​"Ya... ya kan malu bicaranya! Pokoknya nggak boleh ya, Kak!" Vanya mencoba menjauh, namun Aiden tetap menahannya. Saat Aiden kembali mencoba mendekat secara impulsif, refleks Vanya muncul karena rasa panik yang memuncak.

​DUAKK!

​"AKhh..!" Aiden mengerang saat kaki mungil Vanya mendarat tepat di perutnya. "Vanya! Lo benar-benar berani nendang suami sendiri?!"

​"Habisnya Kakak dibilangin batu banget! Aku bilang belum siap ya belum siap!" seru Vanya dengan sifat barbarnya yang keluar, ia bangkit dan duduk di pojok ranjang dengan wajah cemberut.

"Kalau Kakak merasa gak tenang karena kondisi kesehatan Kakak, ya udah... aku bantu dengan caraku! Tapi jangan macam-macam ke area bawah!"

​Aiden mengusap perutnya yang sedikit nyeri, menatap Vanya dengan tatapan kesal namun juga gemas luar biasa.

Gadis ini benar-benar tidak bisa ditebak dan sangat liar di balik wajah manjanya. Akhirnya, Aiden mengalah. Ia kembali mendekat dan merebahkan kepalanya di pangkuan Vanya, mencari posisi nyaman untuk mendapatkan asupan nutrisi alami yang ia butuhkan.

​"Ya sudah, awas saja lo kalau bohong soal tamu bulanan itu. Gue tagih setelah lo bersih nanti," ancam Aiden dengan suara serak.

​Vanya hanya bisa pasrah dan menghela napas lega saat Aiden mulai tenang dalam pangkuannya. Mereka berdua akhirnya tertidur lelap dalam posisi yang sangat intim, saling mendekap satu sama lain hingga pagi menjelang.

​Sinar matahari masuk melalui jendela besar unit penthouse yang megah itu. Vanya terbangun dan mendapati Aiden masih menempel padanya seperti perangko. Posisi tidur mereka benar-benar berantakan; kaki Aiden menindih kaki Vanya, dan tangannya masih melingkar protektif di dada istrinya itu, seolah takut Vanya akan menghilang jika ia melepas pelukannya.

​"Kak... bangun... sekolah..." gumam Vanya sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.

​Aiden mengerang pelan. Bukannya bangun, ia malah menarik Vanya semakin erat masuk ke dalam pelukannya. "Sebentar lagi... lima menit."

​"Nggak ada lima menit-lima menitan! Nanti kita telat lagi!" Vanya berusaha bangkit, namun Aiden tiba-tiba menariknya hingga Vanya jatuh kembali tepat di atas dada bidang suaminya.

​"Mandi bareng," ajak Aiden dengan suara serak khas bangun tidur yang sangat dalam.

​"Nggak mau! Mandi sendiri-sendiri!" Vanya meronta saat Aiden mulai menarik tangannya menuju kamar mandi. "Kak Aiden lepasin! Aku nggak mau mandi bareng!"

​Terjadi aksi tarik-menarik yang heboh di pagi buta itu. Vanya sekuat tenaga memegang bingkai pintu kamar mandi agar tidak terseret masuk ke dalam shower.

"Aku mandi di kamar mandi luar saja!" teriak Vanya sambil lari terbirit-birit keluar kamar sebelum Aiden sempat menangkapnya lagi.

​Aiden hanya tertawa kecil di dalam kamar mandi. Menikahi Vanya ternyata jauh lebih seru dan berwarna daripada yang pernah ia bayangkan sebelumnya.

​Di sekolah, suasana tetap berjalan normal seperti biasanya. Tidak ada yang tahu bahwa sang Ketua OSIS yang dikenal dingin dan siswi baru yang manja itu sudah sah menjadi suami istri.

Bagas dan Elsa yang mengetahui rahasia itu benar-benar menjaga mulut mereka rapat-rapat, meski sesekali mereka saling lirik dengan penuh arti saat melihat Aiden dan Vanya berpapasan di koridor.

​Hari Jumat ini ada jadwal olahraga bersama. Vanya keluar dari ruang ganti dengan kaos olahraga sekolah yang nampak sedikit ketat karena aktivitas kelenjarnya yang sedang meningkat. Ia menguncir rambutnya menjadi ponytail, memperlihatkan leher jenjangnya yang putih bersih.

​Aiden yang sedang berdiri di pinggir lapangan basket bersama timnya, mendadak berhenti mendribel bola saat melihat Vanya berjalan menuju lapangan voli. Matanya tidak lepas dari sosok istrinya.

​"Woy, Den! Fokus! Bola malah lepas!" teriak Bagas sambil tertawa. Ia tahu persis ke mana arah mata sahabatnya itu tertuju.

​Aiden tidak peduli. Ia berjalan menuju pinggir lapangan, sengaja melewati barisan kelas Vanya. Saat jarak mereka sudah dekat, Aiden sengaja menjatuhkan bolanya tepat di depan kaki Vanya.

​"Eh, Kak Aiden..." ucap Vanya kaget, lalu merunduk untuk mengambil bola tersebut.

​Saat Vanya merunduk, Aiden membisikkan sesuatu dengan suara yang sangat rendah. "Kaosnya terlalu ketat, Vanya. Setelah olahraga, langsung ke ruangan gue. Gue nggak suka ada cowok lain yang memperhatikan area itu."

​Wajah Vanya langsung memerah padam. "Ihh! Kak Aiden kenapa posesif banget sih!" bisik Vanya sambil melempar bola basket itu ke dada Aiden dengan kesal.

​Aiden hanya tersenyum tipis, lalu kembali ke lapangan dengan gaya paling keren, meninggalkan Vanya yang jantungnya sudah berantakan.

​Jam olahraga selesai, Vanya merasa sangat gerah dan dadanya mulai terasa kencang kembali karena aktivitas fisik yang berat memicu produksi nutrisinya. Sesuai perintah suaminya, ia menyelinap menuju ruang OSIS dan masuk ke ruangan pribadi Aiden.

​Di dalam, Aiden sudah menunggu. Ia sudah berganti baju dengan seragam sekolah yang sangat rapi. Begitu Vanya masuk, Aiden langsung mengunci pintu ruangan dari dalam.

​"Capek?" tanya Aiden sambil menyodorkan botol air mineral dingin.

​"Capek banget! Panas lagi!" keluh Vanya sambil mengibas-ngibaskan kaos olahraganya yang sedikit lembap karena keringat.

​Aiden mendekat, tangannya bergerak lembut mengusap peluh di dahi Vanya. "Gue bilang apa tadi di lapangan? Kaos lo terlalu....,seharusnya hanya gue yang lihat."

​Aiden menarik Vanya ke dalam pelukannya, menghirup aroma tubuh Vanya yang unik. "Duduk di sofa. Gue akan bantu meredakan rasa sesak itu sebelum jam pelajaran selanjutnya dimulai. Gue nggak mau istri gue menderita karena ituu."

​Vanya hanya bisa menurut. Di balik pintu yang terkunci itu, di tengah hiruk-pikuk jam sekolah, mereka kembali berbagi momen intim.

Aiden dengan senang hati memberikan bantuan medis dan emosional yang dibutuhkan Vanya, memastikan istrinya merasa nyaman kembali sebelum mereka kembali menjalani peran mereka sebagai siswa biasa.

1
Enz99
menarik
cepat wushh
Suka nih yang genre begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!