seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 | jadian
happy reading
flashback on
disebuah taman ada sekumpulan tiga cowok yang tak lain adalah rakha eby Afan.
"fan, Lo ngapain nyuruh kita kumpul disini?" tanya eby to the point
"gue mau nembak devi" jawab afan
"hah?" kaget eby dan Rakha bersamaan
"eh fan Lo masih mau ngelakuin balas
dendam itu? tanya Rakha
"mau gimana lagi, nyokap gua maksa"
"fan Lo serius mau bikin hati devi sakit?" tanya eby
"gue gabisa nyakitin devi tapi..."Afan menggantung ucapannya
"fan gue harap Lo gak nyesel dengan keputusan Lo yang mau buat hari Devi sakit" ucap Rakha dan di angguki oleh eby
"fan, coba lu bayangin seberapa kecewanya devi ketika tau yang sebenarnya" ucap eby
"gue tau, tapi gue lebih gamau devi di sakitin sama nyokap gue"
rakha dan eby hanya menghela nafas panjang
"gue butuh bantuan kalian buat hias taman ini" ucap Afan dan di angguki oleh rakah dan eby
"nanti gue suruh vio sama Mala buat nyuruh Devi Dateng kesini" ucap eby
dan di balas daheman oleh afan
flashback off
sesampainya devi di taman ia bingung di mana keberadaan mala dan vio. devi terus berjalan mencari keberadaan mala dan vio, ia melihat ke sekitar taman yang di penuhi dengan hiasan. kemudian afan datang dengan membawa coklat dan bunga di tangannya.tanpa devi sadari Afan sudah berada di belakang nya dan berjongkok di hadapan devi. devi pun langsung membalikkan badannya dan ia melihat Afan sedang berjongkok di hadapannya. tanpa menunggu lama Afan meletakkan coklat dan bunga di tanah dulu lalu ia mengambil tangan devi dan berkata
"dev, sejak awal kita bertemu, gue menyimpan perasaan kepada Lo, dan gue takut untuk mengungkapkannya karena takut Lo tidak merasakan hal yang sama."ucap Afan tulus sambil menatap manik mata devi
"jadi... Lo mau jadi pacar gua?"
devi hanya diam ia masih syok tetapi disisi lain ia senang ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah kanan.
Afan kembali mengambil bunga dan coklat nya yang ia bawa tadi. tau tidak
bunga apa yang di bawa oleh Afan? bunga mawar. jadi keinget defan dehh.
"dev ambil bunga mawar ini kalo Lo Nerima gua sebagai pacar Lo dan ambil coklat ini jika Lo nolak gue"
tangan devi terangkat dan mau mengambil coklat itu Afan yang menyadari itu jadi agak lesu tidak semangat lagi namun devi beralih mengambil bunga mawar tersebut Afan yang menyadari itu ia sangat senang.
"dev, serius?" ucap Afan tak percaya
devi mengangguk
sementara keempat orang yang sedang bersembuti di balik semak semak Mala dan vio berteriak kegirangan dan berlari menuju devi.
"aaaa akhirnya sahabat gue gak jomblo lagi" ucap vio
"jangan lupa traktiran nya dev, kan habis jadian" sambung Mala
"ini rencana kalian semua?"tanya devi
semuanya kompak mengangguk
"eum eh gays kita main petasan yuk ini juga udah hampir malem" ucap vio
"boleh kek nya seru" jawab devi
"eh gays gimana kalo kita kapan kapan barbeque barengan" ucap Mala
"setujuuu" ucap vio dan Devi barengan
sementara ketiga cowok itu mereka hanya menyimak saja apa kata para gadisnya itu.
mereka semua sedang bermain kembang api, langit malam di penuhi dengan warna warni indah dan cahaya yang berkelap-kelip.
"wahh kembang apinya berbentuk love, kok bisa ada ya?, mungkin ini pertanda baik untuk hubungan kita, siapa tau?"gumam devi
afan yang berada di samping devi hanya terkekeh mendengar ucapan devi.tadi Afan sengaja membeli kembang api yang berbentuk love untuk ia dan devi.
"suka kembang apinya?" tanya Afan pada devi
"sukaa" jawab devi senang
"kapan kapan kita ganti main lantion mau?" tanya afan
"mau mau, sekarang juga mau"
"mau sekarang?"
"iyaa"
"yaudah tunggu gue beliin dulu"
"iyaa"
Afan pun pergi membeli lantion devi ia bergabung bersama yang lain karna Afan sudah pergi membeli lantion. beberapa menit akhirnya afan kembali dengan membawa lantion di tangan nya dan Afan juga membawa kertas dan pulpen. Afan mulai menghampiri devi.
"devi doang nih yang di beliin?" celetuk vio
"tau nih, mentang mentang baru jadian" sambung Mala
"gue beli banyak nih kalo mau"ucap afan
"nah gitu dong" ucap vio
"fan itu kertas sama pulpen mau buat apa?"
"ini kertas sama pulpen buat nulis"
"iya tau buat nulis" ucap devi cemberut
"jangan cemberut gitu dong senyumm"
"nih udah senyum" ucap devi sambil tersenyum
Afan yang tak tahan karna saking gemesnya devi ia mencubit pipi devi karna merasa gemes.
"afann"
"apaan sih kok main cubit cubit"
"gemes banget muka Lo"
"gaada gemes gemes"
"ada"
"iya dehh" final afan
"nah sekarang Lo tulis harapan Lo, dikertas ini" ucap Afan sambil menyodorkan kertas dan pulpen ke arah devi. devi pun mengangguk
devi menulis harapan nya
"jangan liat"
"iya iya enggak"
setelah selesai menulis devi langsung melipat kertas itu
"udah?"
Devi mengangguk
kini giliran Afan yang menulis harapan nya setelah selesai ia menyelipkan kertas dirinya dan punya devi di lampion dan menerbangkan lampion nya.
setelah menerbangkan lampion nya keduanya menatap arah lampion itu terbang
"udah selesai bucin nya?"ucap eby
"dunia serasa milik berdua ya?" sambung vio
"iya vio, yang lain nya ngontrak" sambung mala
"kalian juga biasanya bucin" ucap devi
"malahan gue yang jadi nyamuk kalian" sambung devi lagi
"hehe"Mala dan vio hanya cengengesan
"pulang yuk udah malem juga"ucap Rakha pada mala
"yuk"
"gays kita pulang duluan" pamit Mala
"kita juga"ucap devi dan vio
Mala hanya mengangguk dan pergi bersama rakha
"by ayo kita pulang juga"
"ayo vio"
"fan gue pulang sendirian aja deh kek nya" ucap devi
"kenapa? gue bisa nganterin Lo"
"gue bawa mobil"
"yaudah hati hati"
"kalo nyampe rumah langsung bersih dan dan tidur jangan begadang besok sekolah"
"hah sekolah?"
"iya"
"bukannya besok hari Minggu ya?"
"eh iya lupa"
"berarti boleh begadang"
"gaboleh"
"kenapa?"
"begadang gak baik"
"kalo gue gabisa tidur?"
"kita sleep call an"
"serius?"
"iya"
"okeh dadah gue pulang duluan"ucap devi sambil berlari ke arah mobilnya
"iyaa"
sesampainya dirumah devi langsung berteriak kesenangan, bunda Salma dan ayah Fathir hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu.
"deviaa kalo masuk rumah jangan teriak teriak" peringat bunda Salma
"hehe maaf bun, abisnya devi seneng banget hari ini"
"seneng kenapa dev?"tanya ayah Fathir
devi pun langsung mendudukkan dirinya di sofa di tengah tengah bunda dan ayahnya itu.
"devi habis jadiannn" ucap devi
"hah?" kaget bunda Salma dan ayah Fathir
"jadian sama siapa dev?" tanya ayah Fathir
"afan lah siapa lagi"
bunda Salma dan ayah Fathir menatap satu sama lain
"bunda sama ayah kenapa?"
"kalian gak seneng kalo devi baru jadian?"
"bukan gitu dev tapi-"ucap bunda Salma terpotong karna ucapan ayah Fathir
"gapapa nak, kita seneng akhirnya kamu udah gak jomblo lagi" ucap ayah Fathir cepat
"serius?"
"iya"
"yeyy makasih ayah bundaa" ucap devi sambil memeluk ayah dan bundanya
"yaudah kamu istirahat ya dev, ini udah malem" ucap bunda Salma
"okey bunda" jawab devi sambil mengacungkan jempol nya
devi pun langsung menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya
"yah, keluarga baskara udah memulai balas dendam nya.."
"kamu tenang dulu Bun"
"aku takut kalo devia disakiti oleh afan" ucap bunda Salma
ayah Fathir pun langsung memeluk istrinya berusaha menenangkan nya
"bun sepertinya afan memang jatuh cinta pada devi beneran" ucap ayah Fathir
"jatuh cinta? bukannya Afan cuman pura pura buat cinta sama devia setelah itu meninggalkan nya?"
"ayah sempat cari tau kemaren dan ternyata benar Afan jatuh cinta beneran sama devia bukan pura pura,dan ayah sempat dengar katanya afan selalu di paksa buat ngelakuin balas dendam itu sama mamahnya sendiri"
"di paksa?"
"iya bun"
"tapi mau bagaimana pun bunda gamau
kalo devi sampe di sakitin oleh si afan afan itu udah cukup bunda bersikap baik di depan nya"
Fathir hanya menghela nafas sabar
Afan baru saja pulang udah di panggil oleh mamahnya
"pintar anak mamah" ucap mamah voke
"cepat cepat lakuin balas dendam itu" sambung voke
"iya mah" jawab Afan lalu pergi meninggalkan voke
di kamar afan langsung mengambil handphone nya dan menelfon devi
"belom tidur?" tanya Afan
"belomm"
"gabisa tidur ya?"
"iyaa, pengen denger Lo nyanyi lagi"
"ngode nih ceritanya"
"hehe, boleh kan?"
"boleh"
"bentar ya gue ambil gitar dulu"
"okey"
Afan pun mulai mengambil gitar nya dan menyanyikan lagu untuk devi lagu yang di nyanyikan oleh afan berjudul oh cinta.
Afan pun menyudahi menyanyi nya karna ia melihat devi sudah tertidur pulas
"Good night dear" ucap afan
panggilan terputus